Suku Mori merupakan salah satu suku yang berasal dari Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Indonesia. Wilayah otoritas suku ini adalah wilayah Kabupaten Morowali bagian utara. Beberapa nama kota dan kelurahan yang termasuk dalam wilayah suku mori adalah Kolonodale, Beteleme, Tiu, Lembobelala, Lembobaru, Tingkea'o, Wawopada, Tomata, Taliwan, Ensa, Tompira, dan lain-lain. Daerah kediaman suku Mori merupakan daerah yang subur dan jarang sekali meninggalkan daerahnya, terkecuali dikarenakan pendidikan dan perdagangan. Pemukiman suku Mori umumnya tinggal berkelompok di pusat perkampungan. Namun dalam perkembangannya kemudian timbul perubahan sesuai dengan pola mata pencaharian baru, sehingga rumah-rumah mereka ada yang menyebar. Bentuk rumah pun berubah sesuai dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi mereka. Oleh sebab itu sebagian ada yang mengelompok dan sebagian tersebar. Bangunan dan sarana untuk kepentingan umum ditempatkan di tempat yang strategis, misalnya lapangan olahraga, tempat ibadah, bangunan adat.[1]

Bahasa

sunting

Sampai saat ini, bahasa Mori masih digunakan oleh sebagian anggota suku ini, terutama di daerah pedalaman. Suku Mori terbagi dalam beberapa subsuku dapat yaitu, orang Molongkuni, Roda, Molio'a, Ulu' Uwoi , Moiki, Watu, Ngusumbatu, Mobahono dan lain-lain. Orang Mori memiliki bahasa sendiri, yaitu bahasa Mori. Sumber tertentu menyebutkan bahwa bahasa ini masih terbagi ke dalam beberapa dialek, yaitu dialek Molio'a, Ngusumbatu, Tiu, Moiki, Watu, lmpo, Molongkuni, Ulu' Uwoi, Pado'e, dan Mori Atas. Sumber lain mengemukakan bahwa bahasa Mori hanya terdiri atas empat dialek, yakni dialek Watu, Karunsi'e, Ngusumbatu (Tinompo), dan Molongkuni. Semula dialek Ngusumbatu merupakan bahasa komunikasi di kalangan orang Mori secara keseluruhan , tetapi sekarang mereka lebih banyak menggunakan dialek Molongkuni, mungkin karena jumlah penutur dialek ini relatif lebih besar jumlahnya.[1]

Kepercayaan

sunting

Mayoritas orang Mori adalah penganut agama Kristen Protestan. Agama ini sudah dianggap sebagai agama rakyat. Sebagian lagi menganut agama Islam yang kebanyakan tinggal di dekat wilayah pesisir pantai.

Tokoh-tokoh Mori

sunting

Salah satu tokoh Mori yang terkenal adalah Raja Mori yang bernama Marunduh. Raja yang dikenal dengan semboyan "Metumbah allo komba aku monsuka"(bahasa Mori) ini memimpin perlawanan rakyat Mori terhadap kekuasaan Kolonial Belanda pada tahun 1907.

Nama Keluarga

sunting

Suku Mori mengikuti kebiasaan bangsa Eropa, sebagai penyebar agama Kristen, untuk mempunyai nama keluarga atau lebih dikenal sebagai marga atau fam. Nama keluarga biasanya diambil dari nama leluhur yang pertama kali menjadi Kristen atau dibaptis. Antara lain marga Marunduh, Kelo,Tampake, Bandau, Batewa, Meronda, Lamaligi, Panta, Popule, Mansowu, Gogali, Lapasila, Tumakaka, dan masih banyak yang lainnya.

Referensi

sunting
  1. ^ a b Melalatoa, M.Junus (1995). Eksklopedia Suku Bangsa di Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ensa, Mori Atas, Morowali Utara

desa Lanumor. Penduduk Desa Ensa pada umumnya berasal dari suku Mori Todo'ule, dan suku Mori dari desa-desa sekitarnya. Selain Bahasa Indonesia yang digunakan

Suku Tolaki

tenggara pulau tersebut. Suku Tolaki dipengaruhi oleh budaya Melayu yang membedakannya dari suku-suku lain di Sulawesi. Suku Tolaki tersebar di sejumlah

Suku Kaili

Suku Kaili adalah suku bangsa di Indonesia yang mendiami sebagian besar dari Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Kabupaten Donggala, Kabupaten

Nggembe

(Suku Kaili, suku Mori, suku Saluan, suku Toli-toli, suku Buol, merupakan suku asli di Sulawesi Tengah) bisa diartikan bahwa suku Kaili merupakan suku

Mori

Atsuhiko Mori Eijiro Mori Hideaki Mori Kazuhiro Mori Keisuke Mori Kenichi Mori Kota Mori Masaaki Mori Shunya Mori Taijiro Mori Takaji Mori Takashi Mori Tomohiro

Golo Mori, Komodo, Manggarai Barat

cerita dengan salah satu suku atay batu yang ada di desa tersebuy. Suku atau batu yang memiliki hubungan kehidupan dengan Golo Mori adalah Batu Dewa. Berdasarkan

To Lage

Suku Bare'e To Lage adalah salah satu suku dari sekian banyak sub-suku bare'e dan merupakan salah satu suku tertua menurut A.C. Kruyt di antara suku Poso-Tojo

Sulawesi Tengah

suku Mori bermukim di kabupaten Morowali Utara, dan suku Bungku bermukim di kabupaten Morowali. Suku Saluan atau Loinang, Balantak, Mamasa, dan suku Taa