As-Syekh Sayyid Maulana Malik Ibrahim
GelarSunan Gresik
Nasabbin Barakat Zainal Alam
NisbahAl Azmatkhan
LahirMaulana Malik Ibrahim
Meninggal17.04.1419 M.[1]
Gresik, Kerajaan Majapahit
Dimakamkan diDesa Gapurosukolilo, Gresik.
Nama lainKakek Bantal
Kebangsaan- Kesultanan Cermain
- Kerajaan Majapahit
PekerjaanMufti Walisongo Pertama
DenominasiSunni
Murid dariBarakat Zainal Alam , Guru-gurunya
Istri
Keturunan
Pernikahan dengan Siti Fatimahย :
  • - Maulana Maghfur
  • - Syarifah Sarah
Pernikahan dengan Siti Maryamย :
  • - Abdullah
  • - Ibrahim
  • - Abdul Ghafur
  • - Ahmad
Pernikahan dengan Wan Jamilahย :
  • - Abbas
  • - Yusuf
Orang tuaBarakat Zainal Alam (ayah)

Sunan Gresik atau Sayyid Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M/822 H) Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal adalah Pemimpin Walisongo generasi pertama dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Ia dimakamkan di Desa Gapurosukolilo, Gresik.

Setelah ia wafat, kepemimpinan Walisongo diteruskan oleh penggantinya yaitu Sunan Ampel.

Keluarga

sunting

Maulana Malik Ibrahim memiliki 3 istri bernama:

1. Siti Fathimah binti Ali Nurul Alam Maulana Israil (Raja Jeumpa) memiliki 2 anak, bernama: Maulana Maghfur dan Syarifah Sarah

2. Siti Maryam binti Syaikh Subakir, memiliki 4 anak, yaitu: Abdullah, Ibrahim, Abdul Ghafur, dan Ahmad

3. Wan Jamilah binti Ibrahim Zainuddin Al-Akbar Asmaraqandi, memiliki 2 anak yaitu: Abbas dan Yusuf.

Riwayat Dakwah

sunting

Maulana Malik Ibrahim dianggap termasuk salah seorang yang pertama-tama menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, dan merupakan wali senior di antara para Walisongo lainnya.[2] Beberapa versi babad menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali ialah desa Sembalo, sekarang adalah daerah Leran, Kecamatan Manyar, yaitu 9 kilometer ke arah utara kota Gresik. Ia lalu mulai menyiarkan agama Islam di tanah Jawa bagian timur, dengan mendirikan mesjid pertama di desa Pasucinan, Manyar.

Makam Maulana Malik Ibrahim di sekitar tahun 1900

Pertama-tama yang dilakukannya ialah mendekati masyarakat melalui pergaulan. Budi bahasa yang ramah-tamah senantiasa diperlihatkannya di dalam pergaulan sehari-hari. Ia tidak menentang secara tajam agama dan kepercayaan hidup dari penduduk asli, melainkan hanya memperlihatkan keindahan dan kebaikan yang dibawa oleh agama Islam. Berkat keramah-tamahannya, banyak masyarakat yang tertarik masuk ke dalam agama Islam.[3]

Setelah berhasil memikat hati masyarakat sekitar, aktivitas selanjutnya yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim ialah berdagang. Ia berdagang di tempat pelabuhan terbuka, yang sekarang dinamakan desa Roomo, Manyar.[4] Perdagangan membuatnya dapat berinteraksi dengan masyarakat banyak, selain itu raja dan para bangsawan dapat pula turut serta dalam kegiatan perdagangan tersebut sebagai pelaku jual-beli, pemilik kapal atau pemodal.[5]

Setelah cukup mapan di masyarakat, Maulana Malik Ibrahim kemudian melakukan kunjungan ke ibu kota Majapahit di Trowulan. Raja Majapahit meskipun tidak masuk Islam tetapi menerimanya dengan baik, bahkan memberikannya sebidang tanah di pinggiran kota Gresik. Wilayah itulah yang sekarang dikenal dengan nama desa Gapura. Cerita rakyat tersebut diduga mengandung unsur-unsur kebenaran; mengingat menurut Groeneveldt pada saat Maulana Malik Ibrahim hidup, di ibu kota Majapahit telah banyak orang asing termasuk dari Asia Barat.[6]

Demikianlah, dalam rangka mempersiapkan kader untuk melanjutkan perjuangan menegakkan ajaran-ajaran Islam, Maulana Malik Ibrahim membuka pesantren-pesantren yang merupakan tempat mendidik pemuka agama Islam pada masa selanjutnya.

Wafat

sunting
Makam Maulana Malik Ibrahim, desa Gapura, Gresik, Jawa Timur

Syekh Maulana Malik Ibrahim wafat tahun 1419. Makamnya kini terdapat di desa Gapura, Gresik, Jawa Timur.

Setiap malam Jumat Legi, masyarakat setempat ramai berkunjung untuk berziarah. Ritual ziarah tahunan atau haul juga diadakan setiap tanggal 12 Rabi'ul Awwal, sesuai tanggal wafat pada prasasti makamnya. Pada acara haul biasa dilakukan khataman Al-Quran, mauludan (pembacaan riwayat Nabi Muhammad), dan dihidangkan makanan khas bubur harisah.[7]

Inskripsi dalam bahasa Arab yang tertulis pada makamnya adalah sebagai berikutย :

Ini adalah makam almarhum seorang yang dapat diharapkan mendapat pengampunan Allah dan yang mengharapkan kepada rahmat Tuhannya Yang Maha Luhur, guru para pangeran dan sebagai tongkat sekalian para sultan dan wazir, siraman bagi kaum fakir dan miskin. Yang berbahagia dan syahid penguasa dan urusan agama: Malik Ibrahim yang terkenal dengan kebaikannya. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridha-Nya dan semoga menempatkannya di surga. Ia wafat pada hari Senin 12 Rabi'ul Awwal 822 Hijriah.

Saat ini, jalan yang menuju ke makam tersebut diberi nama Jalan Malik Ibrahim.[8]

Referensi

sunting
  1. ^ Bukti ini nampak pada bingkai nisan Maulana Malik Ibrahim, terdapat pahatan ayat suci Al-Qurโ€™an. Diawali dengan surat al-Baqarah ayat 225 yang lebih popular disebut ayat kursi, lalu surat Ali Imran ayat 185, Al-Rahman ayat 26-27, dan diakhiri dengan surat At-Taubah ayat 21-22. Menurut beberapa penelitian literatur, nisan tersebut berasal dari Champa, Gujarat dan nisan tersebut adalah persembahan Sultan Samudra Pasai sebagai tanda hormat atas keagungan sang Maulana Maulik Ibrahim. Pada makam Maulana Malik Ibrahim, terdapat pula sebuah teks bertuliskanย :โ€œIni adalah makam almarhum seorang yang dapat diharapkan mendapat pengampunan Allah dan yang mengharapkan kepada rahmat Tuhannya Yang Maha Luhur, guru para pangeran, dan sebagai tongkat sekalian para sultan dan Wazir, siraman bagi kaum fakir dan miskin. Yang berbahagia dan syahir penguasa dan urusan agamaย : Malik Ibrahim yang terkenal dengan kebaikannya. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridho-Nya dan semoga menempatkannya di surga.โ€
  2. ^ Drewes, G. W. J. 1968. New Light on the Coming of Islam to Indonesia?, Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde.
  3. ^ Salam, Solichin, 1960. Sekitar Walisanga, hlm 24-25, Penerbit "Menara Kudus", Kudus.
  4. ^ Munif, Drs. Moh. Hasyim, 1995. Pioner & Pendekar Syiar Islam Tanah Jawa, hlm 5-6, Yayasan Abdi Putra Al-Munthasimi, Gresik.
  5. ^ Tjandrasasmita, Uka (Ed.), 1984. Sejarah Nasional Indonesia III, hlm 26-27, PN Balai Pustaka, Jakarta.
  6. ^ Groeneveldt, W.P., 1960. Historical Notes on Indonesia and Malaya Compiled from Chinese Sources. Bhratara, Jakarta.
  7. ^ Jejak Para Wali dan Ziarah Spiritual, Penerbit Buku Kompas, Desember 2006.
  8. ^ Jejak Para Wali dan Ziarah Spiritual, Penerbit Buku Kompas, Desember 2006.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Wali Sanga

putra Sunan Gresik dan ayah dari Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Sunan Ampel juga merupakan sepupu dan mertua dari Sunan Giri. Selain itu, Sunan Ampel

Sunan Giri

Sunan Giri atau R. 'Ainul Yaqin lahir di Blambangan tahun 1442 M dan meninggal tahun 1506 dimakamkan di desa Giri, Kebomas Gresik. Adalah anggota Walisongo

Sunan Ampel

Sunan Madjaagung/Sunan Mojoagung yang nanti salah satu keturunannya yang bernama Sayyid Maulana Umar Mas'ud menjadi pendiri Kerajaan Bawean di Gresik

Syekh Jumadil Qubro

Ali Hamdoani shafi -al Qubrawi, Peter Dziedzic, peneliti menjelaskan Sunan Gresik juga belajar dari Hamadoani Menurut wain bahwa kubrowi-hamadaoni adalah

Gresik United FC

Putra Gresik, dengan tim Divisi II, Persegres Gresik. Gresik United dikenal dengan julukan Laskar Joko Samudro yang diambil dari nama julukan Sunan Giri

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang

sebagai Sunan Gresik, tokoh penyebar agama Islam di Jawa. UIN Malang juga merupakan PTKIN terbaik yang mempunyai Ma'had. Yang bernama Ma'had Sunan Ampel

Kisah 9 Wali

9 wali, yaitu Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Gresik, Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel, Sunan Drajat, Sunan Bonang, Sunan Murya beserta Syeikh

Sunan

tersebut: Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim Sunan Ampel atau Raden Rahmat Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim Sunan Drajat atau Raden Qasim Sunan Kudus