Surau Bulian pada 2021

1°24′47″S 101°21′31″E / 1.413099°S 101.358632°E / -1.413099; 101.358632 Surau Bulian adalah bekas stasiun radio PHB Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) yang terletak di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Surau dengan nama panggilan UDO ini memungkinkan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) terhubung ke dunia internasional. Stasiun radio tersebut melayani rombongan PDRI yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara selama perjalanan gerilya di Sumatera Barat.[1]

Meskipun berperan penting menyiarkan perjuangan bangsa Indonesia ke mancanegara, keberadaan stasiun radio PHB AURI UDO tidak diketahui lagi. Menurut keterangan Umar Said Noor, stasiun radio ini dibawa ke Pulau Jawa dan dipreteli untuk dijadikan suku cadang radio lain.[2]

Sejarah

sunting

Nagari Bidar Alam menjadi basis kedudukan PDRI sejak 7 Januari hingga 25 April 1949. Di sini, Ketua PDRI Syafruddin Prawiranegara menjalankan roda pemerintahannya. Bersamanya, ikut rombongan yang membawa stasiun radio dari Bukittinggi untuk ditempatkan dan dioperasikan di Surau Bulian. Alat pemancar yang digunakan adalah tipe MK III 19 Set Helicraft Wireless berukuran 30 x 60 cm dengan tinggi 20 cm. Tenaga penggerak listriknya diperoleh dari dua baterai accu masing-masing berkekuatan 12 volt yang dapat diisi dengan sebuah handy generator. Stasiun radio tersebut selalu menjadi tumpuan bagi PDRI.

Sewaktu menjadi stasiun radio, Surau Bulian ditempati oleh kira-kira 15 orang petugas sender radio. Dekat surau ini tumbuh sebatang beringin yang cukup tinggi dan rindang yang dimanfaatkan oleh petugas sender radio untuk menggantungkan kabel-kabel .

Awak stasiun radio di Surau Bulian yakni Dick Tamimi selaku penanggung jawab, Koesnadi, dan Oedojo. Nama panggilan stasiun radio ini, UDO merujuk pada singkatan Oedojo.[2] Mengingat frekuensi pemberitaan di Bidar Alam sebagai pusat pemerintahan PDRI sangat dibutuhkan tenaga-tenaga yang ahli khususnya di bidang sandi, maka KSAU Opsir Udara I H. Soejono dan Opsir Udara II Iskandar menunjuk dua orang tenaga tambahan dari Pangkalan Udara Jambi yaitu OMU Umar Said Noor (perwira sandi)[3] dan Zainal Abidin (telegrafis). Mereka tiba di Bidar Alam awal bulan Maret 1949 dengan membawa satu dirigen pelumas/oli untuk generator PHB.[4]

Signifikansi

sunting

Untuk menjaga rahasia, stasiun radio ini lebih sering beroperasi pada malam hari, yang dimulai pada pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 04.00 WIB. Berkat perjuangan mereka inilah komunikasi dengan Panglima Besar Soedirman, Kolonel A.H Nasution dan Kolonel T.B. Simatupang di Jawa dapat terselenggara, sehingga perkembangan situasi perjuangan yang ada di Pulau Jawa dapat diketahui dengan cepat.

Melalui pemancar radio ini pula, Sjafruddin Prawiranegara selaku Ketua PDRI mengeluarkan pengumuman penting, antara lain ucapan selamat dari PDRI kepada Jawaharlal Nehru atas pelantikannya sebagai Perdana Menteri India.

Kondisi saat ini

sunting

Surau Bulian saat ini digunakan sebagai tempat Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA/TPQ). Bangunannya terdiri dari dua tingkat dengan denah dasar berukuran 4 x 5 meter. Atapnya berupa seng.

Rujukan

sunting
  1. ^ Peran TNI-AU pada masa pemerintah darurat Republik Indonesia tahun 1948-1949. Subdisjarah. 2001.
  2. ^ a b Noor, Umar Said (1999). Peran stasiun radio phb AURI: selama perang kemerdekaan RI II tahun 1948/1949 : satu tahun perjalanan dari Jambi ke Bukittinggi. Pustaka Sinar Harapan. ISBN 978-979-416-585-0.
  3. ^ Zed, Mestika (1997). Somewhere in the jungle: Pemerintah Darurat Republik Indonesia : sebuah mata rantai sejarah yang terlupakan. Pustaka Utama Grafiti. ISBN 978-979-444-399-6.
  4. ^ Irawan, Bimbi. Solok Selatan, Terra Australis Incognita: Daerah Selatan Yang Belum Dikenal. Rancak Publik. ISBN 978-623-91875-1-4.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar masjid di Sumatra Barat

Menara Masjid Raya Koto Baru Masjid Syekh Sampu Masjid 60 Kurang Aso Surau Bulian Masjid Tuanku Pamansiangan Masjid Baiturrahman Sungayang Masjid Jamik

Jambi

barrel. Sedangkan cadangan gas bumi utama di Struktur Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari dengan jumlah cadangan 2.185,73 miliar

Daftar artis cilik Indonesia

Petir (2018) — Bima Jousant Tidak diketahui Tidak diketahui 2017—sekarang Surau dan Silek (2017) Liam dan Laila (2018) — Bima Sena 2010 7 2017—sekarang

Ahmad Tarmimi Siregar

Penampilan khas 2016 Perjanjian Syaitan Mimpi Anak Pulau Opu Film Indonesia 2017 Surau dan Silek Malay Regiment Mejar Jeneral Abu Bakar 2020 Ratu Kala Jengking:

Pura Meduwe Karang

tahun 1890 oleh sekelompok orang yang datang ke Kubutambahan dari desa Bulian. Pura ini didedikasikan untuk Batara Meduwe Karang ("tuan pemilik tanah")

Bahasa Banjar

tadih/hintadi tadi ba-ugah/kitar ba-jauh men-jauh macal muul nakal balai langgar surau tutui catuk pukul dengan palu kadai warung warung kau/ikam/pian nyawa kamu

Daftar tempat wisata di Indonesia

Waterboom Slawi Curug Jejeg Agro Wisata Kebun Teh Tegal Gunung Sitanjung Surau Ponolawen Slutu Mlaku Wiew wana Wisata Waduk Cacaban The Baron Hill of Guci

Daftar cagar budaya di Indonesia

Ali Tsafiuddin II Komplek Museum Daerah Sambas Surau Raden Sulaiman Desa Sebangun Tugu Khatulistiwa Surau Baitan Nur Gedung SDN 14 Pontianak Kantor Pos