📑 Table of Contents
Tiga laki-laki memakai surjan (pertama, kedua dan ketiga dari kiri)

Surjan (bahasa Jawa: ๊ฆฑ๊ฆธ๊ฆ‚๊ฆ—๊ฆค๊ง€) adalah busana atas resmi adat Jawa untuk pria yang merupakan hasil karya Sunan Kalijaga. Bahan dasar surjan terutama adalah kain tenun Lurik, meskipun dapat pula bahan bermotif bunga ataupun kain berwarna polos. Sunan Kalijaga beranggapan terjadinya ketimpangan sosial pada masyarakat Majapahit karena kasta bawah tidak mengenakan pakaian atasan sehingga dibuatlah atasan yang juga untuk menutup aurat.

Pakaian surjan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "Surjan" berarti baju jas laki-laki khas Jawa berkerah tegak; berlengan panjang, terbuat dari bahan lurik atau cita berkembang.[1]

Jenis

sunting

Meski yang banyak diketahui masyarakat luas hanya satu jenis surjan saja, yaitu surjan lurik; sebenarnya surjan memiliki beberapa jenis lain. Di antaranya adalah:

  1. Surjan lurik, disebut surjan lurik karena surjan ini memiliki motif lurik (garis-garis).
  2. Surjan ontrokusuma, surjan ini memiliki motif bunga (kusuma). Diperuntukkan bagi para bangsawan, biasanya surjan ontrokusuma terbuat dari kain sutra bermotif bunga sebagai hiasan.[2]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Arti kata surjan". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 6 Juli 2020.
  2. ^ "Baju Surjan, Pakaian Adat yang Penuh Filosofi - DewiSundari.com". Dewi Sundari (dalam bahasa American English). 2017-03-27. Diakses tanggal 2019-03-07.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Sistem budi daya surjan

Sistem budi daya surjan (atau sistem surjan saja) adalah salah satu sistem pertanaman campuran yang dicirikan oleh perbedaan tinggi permukaan bidang tanam

Lurik

untuk masyarakat kelas bawah. Lurik adalah bahan dasar untuk pembuatan Surjan. Dalam perkembangan modern, lurik sekarang mendapat sentuhan warna-warna

Kota Yogyakarta

Surjan adalah salah satu pakaian adat Yogyakarta yang dikenakan untuk kegiatan sehari-hari. Masyarakat Yogyakarta biasanya melengkapi pakaian Surjan dengan

Abdurrahman Baswedan

bila berbicara. Dalam artikel itu terpampang foto Baswedan mengenakan surjan dan blangkon. Ia menyerukan kepada orang-orang keturunan Arab agar bersatu

Sawah

Widyastuti, Sri Harti (2014). "Pola Kearifan Masyarakat Lokal dalam Sistem Sawah Surjan untuk Konservasi Ekosistem Pertanian". Jurnal Penelitian Humaniora. 19 (1):

Akbar yang Agung

membentuk aliansi. Ketika Akbar bertemu dengan pemimpin Hada, Surjan Hada, untuk membuat aliansi, Surjan menerima dengan syarat Akbar tidak boleh menikahi putri-putrinya

Tjipto Mangoenkoesoemo

Penampilannya pada acara khusus, tergolong eksentrik, ia senantiasa memakai surjan dengan bahan lurik dan merokok kemenyan. Ketidakpuasan terhadap lingkungan

Atela dan beskap

Berikut adalah jenis-jenis beskap: beskap gaya Solo beskap gaya Yogya beskap landung beskap gaya kulon beskap kucing anjlok Banyumas Surjan Lurik l b s