| Sinagoge Sha'ar Hashamayim (Sinagoge Ohel Yaakov) | |
|---|---|
בית כנסת שער השמים | |
Sinagoge pada tahun 2011 | |
| Agama | |
| Afiliasi | Yahudi Ortodoks |
| Ritus | Nusach Sefard |
| Status keagamaan atau organisasi | Sinagoge |
| Kepemimpinan | Rabi Yaakov Baruch |
| Diberkati | 2019 |
| Status | Aktif |
| Lokasi | |
| Lokasi | Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara |
| Negara | Indonesia |
Lokasi sinagoge di Sulawesi | |
| Administrasi | Israelitische Gemeente Indonesie |
| Koordinat | 1°18′29″N 124°54′27″E / 1.3081°N 124.9074°E |
| Arsitektur | |
| Tipe | Hunian pribadi |
| Didirikan | 2003 (sebagai jemaat) |
| Rampung |
|
| Spesifikasi | |
| Luas interior | 7 m × 15 m (23 ft × 49 ft) |
| Luas kawasan | 400 m2 (4.300 sq ft) |
Sinagoge Sha'ar Hashamayim (bahasa Ibrani: בית הכנסת שער השמים, translit. Beit HaKnesset Sha'ar HaShayamim, har. 'Sinagoge Gerbang Surga') adalah sebuah kongregasi dan sinagoge Yahudi Ortodoks yang berlokasi di Tondano, Sulawesi Utara, Indonesia. Sinagoge ini sebelumnya dikenal sebagai Sinagoge Ohel Yaakov.[2]
Jemaat Sephardi Spanyol dan Portugis didirikan pada tahun 2003 oleh Rabi Yaakov Baruch, yang juga memimpin jemaat tersebut.[3][4][5] Sebuah rumah diubah menjadi sinagoge pada tahun 2004 dan sinagoge tersebut ditahbiskan pada bulan September 2019.[6][7] Sha'ar Hashamayim adalah satu-satunya Sinagoge yang aktif di Indonesia.
Sejarah
suntingSinagoge Sha'ar Hashamayim awalnya adalah sebuah rumah yang dimiliki seorang Yahudi Belanda bernama Leo Elias van Beugen. kemudian rumah tersebut dialih fungsikan menjadi Sinagoge dibawah kepemimpinan Yaakov Baruch, cucu dari Leo Elias van Beugen. Pada tanggal 17 September 2004, Sinagoge diresmikan oleh J. P Van der Stoop, seorang Yahudi Belanda yang juga seorang Direktur Sigmo Beheer BV Netherland.
Pembangunan Sinagoge Sha'ar Hashamayim adalah kelanjutan dari sejarah panjang Komunitas Yahudi di Indonesia yang di masa lalu dipimpin oleh Ehren Pris dan David Mussry. Selain itu, pembangunan Sinagoge bertujuan agar orang Yahudi di Indonesia baik yang berada di Sulawesi maupun keturunan Yahudi Irak tetap bisa menjalankan ibadah dan menjadikan Sinagoge Sha'ar Hashamayim di Tondano sebagai simbol pusat keagamaan Yahudi di Indonesia.
Lokasi pembangunan Sinagoge di Tondano juga bukan tanpa alasan, melainkan karena Indonesia adalah negara yang tingkat antisemitismenya cukup tinggi, sehingga pemilihan lokasi untuk membangun Sinagoge dan komunitas Yahudi yang aktif di Minahasa lebih memungkinkan sebab Minahasa cenderung lebih aman dibanding kota lain di Sulawesi Utara maupun di luar pulau Sulawesi.[butuh rujukan]

Pada akhir tahun 2019, Sinagoge ini diresmikan oleh pemerintah daerah yang di mana itu juga membuat Sinagoge Sha'ar Hashamayim menjadi satu-satunya tempat ibadah agama Yahudi di Indonesia yang sah secara hukum.[8]
Pada awal tahun 2021, Sinagoge ini mendapat pengawasan dari tiga orang Rabbi: Rabbi Moshe Otero (Darkei Israel), Rabbi Maikel Habib (Torah VeAhava), Rabbi Sjimon René den Hollander (Congregation Searith Israel, New York), dan juga mendapat dukungan dari Komunitas Yahudi Sefardis Belanda, New York, dan London.
Gaya arsitektur dan interior
sunting
Tampilan luar Sinagoge terinspirasi dari City of David di Yerusalem, yang di mana keseluruhan bangunan dilapisi dengan batu alam, baik bangunan Sinagoge itu sendiri, mau pun ruangan Mikvah.
sedangkan interior Sinagoge terinspirasi dari Esnoga/Portuguese Synagogue (Amsterdam), dengan tempat lilin disetiap ujung Tebah, Heikal yang menyerupai Heikal Esnoga Amsterdam, lampu gantung antik yang berasal dari jaman kolonialisme Belanda, kursi panjang di bagian samping untuk jemaat pria, dua baris kursi panjang di bagian belakang untuk jemaat perempuan, dan rak buku untuk Siddurim, dan buku hari raya.
Fasilitas
sunting
Di halaman Sinagoge terdapat bangunan terpisah khusus untuk Mikvah, yang di mana pembangunan Mikvah tersebut hanya membutuhkan waktu 3 bulan dan menjadikan kolam Mikvah pertama yang ada di Indonesia baik sebelum dan sesudah masa kolonial Belanda. pembangunan Mikvah sendiri diawasi oleh Rabbi Sjimon René den Hollander dari New York.
selain kolam Mikvah, di halaman Sinagoge juga terdapat bangunan Guest House untuk para Rabbi tamu yang datang ke Sinagoge dengan tujuan agar para Rabbi lebih mudah menjangkau Sinagoge khususnya pada hari Sabat yang di mana pada hari itu seorang Yahudi tidak boleh menggunakan kendaraan di hari Sabtu.
Lihat juga
suntingReferensi
sunting- ^ Anshar Jusuf, Isa (1 March 2011). "Ini Alasan Pendirian Komunitas Yahudi Manado". National Tempo.co. Diakses tanggal 5 November 2024.
- ^ Maulana, A. M. R. (2024). "Multiple Religious Belonging among Congregation Members of the United Indonesian Jewish Community and Sha'ar Hashamayim Synagogue". Millah: Journal of Religious Studies. 23 (1): 381.
- ^ Eller, Sandy (22 March 2011). "Manado – Indonesian Man Keeps Flame of Torah Burning [photos-video]". VIN news. Diakses tanggal 5 November 2024.
- ^ Brieger, Peter; Buol, Ronny (5 March 2019). "On remote island in Muslim-majority Indonesia, Jewish community lives in shadows". The Times of Israel. Diakses tanggal 5 November 2024.
- ^ Barrett, Chris; Rompies, Karuni (7 February 2022). "Keeping the faith, quietly: Inside Muslim Indonesia's hidden Jewish community". The Sydney Morning Herald. Diakses tanggal 5 November 2024.
- ^ "Bupati Minahasa Royke Roring Resmikan Synagogue Shaar Hashamayim". BeritaManado.com: Berita Terkini Manado, Sulawesi Utara. 2019-12-25. Diakses tanggal 2022-05-13.
- ^ Nugroho, Johannes (21 March 2023). "Indonesia's Jews Come Out". Tablet magazine. Diakses tanggal 5 November 2024.
- ^ "Only synagogue left in Indonesia officially inaugurated". The Jerusalem Post | JPost.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-08-17.

