K3 adalah sebuah tank utama (Main Battle Tank/MBT) Korea Selatan generasi berikutnya yang sedang dikembangkan oleh Hyundai Rotem bekerja sama dengan Badan Pengembangan Pertahanan (ADD) dan Badan Teknologi dan Kualitas Pertahanan (DTaQ) Republik Korea.[1] Proyek ini merupakan kelanjutan dari tank K2 Black Panther dan dirancang untuk memenuhi tuntutan peperangan masa depan, dengan target mulai bertugas pada sekitar tahun 2040.[2]
K3 dikenal karena beberapa inovasi utamanya, seperti penggunaan sistem propulsi bertenaga hidrogen (sebagai salah satu yang pertama di dunia), menara meriam tak berawak dengan sistem kendali tembak bertenaga AI, serta arsitektur jaringan digital yang terhubung penuh.[3][2]
Sejarah pengembangan
suntingPada tahun 2020, Badan Pengembangan Pertahanan (ADD) Korea Selatan mulai melakukan studi awal untuk tank generasi berikutnya yang akan menggantikan K1 dan melengkapi K2 Black Panther.[1] Proyek yang kemudian diberi nama K3 ini secara resmi dimulai pada tahun 2023 dengan melibatkan Hyundai Rotem sebagai kontraktor utama.[2]
Pada bulan Mei 2025, Hyundai Rotem mengumumkan bahwa desain akhir K3 telah mencapai tahap finalisasi. Perusahaan tersebut juga mengonfirmasi bahwa K3 akan menjadi tank pertama di dunia yang menggunakan sistem propulsi bertenaga hidrogen.[3]
Desain
suntingPersenjataan
suntingK3 dilengkapi dengan menara tak berawak yang dipasangi meriam smoothbore kaliber 130 mm.[1] Meriam ini lebih besar dari meriam 120 mm yang umum digunakan pada tank-tank generasi sebelumnya, sehingga memberikan daya tembus yang lebih tinggi. Selain itu, K3 juga dilengkapi dengan rudal anti-tank yang dapat diluncurkan dari laras meriam (gun-launched anti-tank missile) dengan jangkauan hingga 8 km.[2]
Sistem persenjataan sekunder berupa Remote Weapon Station (RWS) yang dapat dikonfigurasi dengan senapan mesin berat kaliber 12,7 mm atau kanon otomatis kaliber 30 mm.[3] Terdapat pula opsi untuk memasang peluncur rudal vertikal di bagian lambung tank.[1]
Perlindungan
suntingK3 menggunakan sistem perlindungan berlapis yang terdiri dari:[2]
- Lapisan baja komposit modular yang dapat diganti sesuai kebutuhan misi
- Sistem Pelindung Aktif (Active Protection System/APS) untuk menembak jatuh proytil yang datang
- Peredam jammer drone untuk melindungi dari serangan pesawat nirawak
Kompartemen awak dipisahkan dari amunisi untuk meningkatkan tingkat keselamatan jika terjadi ledakan.[3]
Mobilitas
suntingK3 menggunakan sistem penggerak hibrida pada tahap awal, menggabungkan mesin diesel dengan motor listrik dan sel bahan bakar hidrogen. Pada tahap akhir pengembangan, tank ini direncanakan sepenuhnya menggunakan sel bahan bakar hidrogen sebagai sumber tenaga utama.[3]
Sistem suspensi hidropneumatik aktif memungkinkan K3 untuk menyesuaikan ketinggian lambung secara independen pada setiap roda, memberikan stabilitas tembak yang lebih baik di medan berat.[1]
Sistem kendali tembak
suntingSistem kendali tembak K3 didukung oleh kecerdasan buatan (AI) yang dapat mengidentifikasi dan melacak beberapa target secara otomatis.[2] Sistem ini juga terintegrasi dengan jaringan tempur yang memungkinkan berbagi data secara real-time dengan unit lain di medan perang.[3]
Pengguna
sunting
ย Korea Selatan โ Tentara Republik Korea (direncanakan mulai sekitar tahun 2040)[1]
Lihat pula
suntingReferensi
sunting- ^ a b c d e f "K3: The New Tank That Resembles a B-21 Stealth Bomber". National Security Journal. 2025-09-06. Diakses tanggal 2026-04-01.
- ^ a b c d e f "South Korea Begins Hydrogen-Powered K3 Main Battle Tank Development". Next Gen Defense. 2025-07-15. Diakses tanggal 2026-04-01.
- ^ a b c d e f "World's First Hydrogen Powered Tank: South Korea Finalising K3 Next Generation Design". Military Watch Magazine. 2025-05-05. Diakses tanggal 2026-04-01.