K3
Konsep tank K3 yang dipamerkan di ADEX 2023
Karakteristik umum
Awak3 orang (pengemudi, komandan, penembak)
BeratKurang dari 55 ton
Perlindungan dan persenjataan
Ketebalan bajaKomposit modular (baja, keramik)
Sistem pelindung aktif (APS)
Peredam jammer drone
Senjata utamaMeriam smoothbore 130 mm (tak berawak)
Rudal anti-tank (jangkauan 8 km)
Senjata pelengkapRemote Weapon Station (RWS) 12,7 mm โ€“ 30 mm
Peluncur rudal vertikal (opsional)
Mobilitas
MesinHibrida diesel-hidrogen (awal) โ†’ Sel bahan bakar hidrogen (akhir)
()
SuspensiHidropneumatik aktif
Kecepatan70 km/j (jalan raya)
50 km/j (off-road)
Daya jelajah500 km (diesel)


K3 adalah sebuah tank utama (Main Battle Tank/MBT) Korea Selatan generasi berikutnya yang sedang dikembangkan oleh Hyundai Rotem bekerja sama dengan Badan Pengembangan Pertahanan (ADD) dan Badan Teknologi dan Kualitas Pertahanan (DTaQ) Republik Korea.[1] Proyek ini merupakan kelanjutan dari tank K2 Black Panther dan dirancang untuk memenuhi tuntutan peperangan masa depan, dengan target mulai bertugas pada sekitar tahun 2040.[2]

K3 dikenal karena beberapa inovasi utamanya, seperti penggunaan sistem propulsi bertenaga hidrogen (sebagai salah satu yang pertama di dunia), menara meriam tak berawak dengan sistem kendali tembak bertenaga AI, serta arsitektur jaringan digital yang terhubung penuh.[3][2]

Sejarah pengembangan

sunting

Pada tahun 2020, Badan Pengembangan Pertahanan (ADD) Korea Selatan mulai melakukan studi awal untuk tank generasi berikutnya yang akan menggantikan K1 dan melengkapi K2 Black Panther.[1] Proyek yang kemudian diberi nama K3 ini secara resmi dimulai pada tahun 2023 dengan melibatkan Hyundai Rotem sebagai kontraktor utama.[2]

Pada bulan Mei 2025, Hyundai Rotem mengumumkan bahwa desain akhir K3 telah mencapai tahap finalisasi. Perusahaan tersebut juga mengonfirmasi bahwa K3 akan menjadi tank pertama di dunia yang menggunakan sistem propulsi bertenaga hidrogen.[3]

Desain

sunting

Persenjataan

sunting

K3 dilengkapi dengan menara tak berawak yang dipasangi meriam smoothbore kaliber 130 mm.[1] Meriam ini lebih besar dari meriam 120 mm yang umum digunakan pada tank-tank generasi sebelumnya, sehingga memberikan daya tembus yang lebih tinggi. Selain itu, K3 juga dilengkapi dengan rudal anti-tank yang dapat diluncurkan dari laras meriam (gun-launched anti-tank missile) dengan jangkauan hingga 8 km.[2]

Sistem persenjataan sekunder berupa Remote Weapon Station (RWS) yang dapat dikonfigurasi dengan senapan mesin berat kaliber 12,7 mm atau kanon otomatis kaliber 30 mm.[3] Terdapat pula opsi untuk memasang peluncur rudal vertikal di bagian lambung tank.[1]

Perlindungan

sunting

K3 menggunakan sistem perlindungan berlapis yang terdiri dari:[2]

  • Lapisan baja komposit modular yang dapat diganti sesuai kebutuhan misi
  • Sistem Pelindung Aktif (Active Protection System/APS) untuk menembak jatuh proytil yang datang
  • Peredam jammer drone untuk melindungi dari serangan pesawat nirawak

Kompartemen awak dipisahkan dari amunisi untuk meningkatkan tingkat keselamatan jika terjadi ledakan.[3]

Mobilitas

sunting

K3 menggunakan sistem penggerak hibrida pada tahap awal, menggabungkan mesin diesel dengan motor listrik dan sel bahan bakar hidrogen. Pada tahap akhir pengembangan, tank ini direncanakan sepenuhnya menggunakan sel bahan bakar hidrogen sebagai sumber tenaga utama.[3]

Sistem suspensi hidropneumatik aktif memungkinkan K3 untuk menyesuaikan ketinggian lambung secara independen pada setiap roda, memberikan stabilitas tembak yang lebih baik di medan berat.[1]

Sistem kendali tembak

sunting

Sistem kendali tembak K3 didukung oleh kecerdasan buatan (AI) yang dapat mengidentifikasi dan melacak beberapa target secara otomatis.[2] Sistem ini juga terintegrasi dengan jaringan tempur yang memungkinkan berbagi data secara real-time dengan unit lain di medan perang.[3]

Pengguna

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f "K3: The New Tank That Resembles a B-21 Stealth Bomber". National Security Journal. 2025-09-06. Diakses tanggal 2026-04-01.
  2. ^ a b c d e f "South Korea Begins Hydrogen-Powered K3 Main Battle Tank Development". Next Gen Defense. 2025-07-15. Diakses tanggal 2026-04-01.
  3. ^ a b c d e f "World's First Hydrogen Powered Tank: South Korea Finalising K3 Next Generation Design". Military Watch Magazine. 2025-05-05. Diakses tanggal 2026-04-01.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kesehatan dan keselamatan kerja

Kesehatan dan keselamatan kerja atau keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia

Alutsista Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Heckler & Koch 416 FN SCAR-L SIG MCX CZ 805 BREN Steyr AUG Ultimax 100 Daewoo K3 M60 M240 M134D M1919 M2 Browning DShK Galil Galatz M14 SKS M24 SWS Accuracy

Toyota Avanza

Avanza tersedia dalam dua tipe: 1.3 E dan 1.3 G, yang keduanya ditenagai mesin K3-DE empat-silinder berkapasitas 1,300cc yang dipadukan dengan transmisi manual

Politeknik Pekerjaan Umum

pembongkaran Jembatan Bailey, praktikum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi dan praktikum preservasi jalan dan jembatan. Workshop Bangunan