Tari Ganau merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Bengkulu.[1] Tari yang memiliki makna tersendiri disetiap gerakannya diwariskan secara turun temurun sehingga menjadi budaya di masyarakat.

Referensi

sunting
  1. ^ PedomanBengkulu.com. "Melestarikan Tari Ganau, Menjaga Identitas Bengkulu | Pedoman Bengkulu". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-02-01. Diakses tanggal 2021-01-28.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Tarian Indonesia

kelompok, tari keraton (tari istana) yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia

Barongsai

Barongsai adalah tarian tradisional Tiongkok dengan menggunakan kostum yang menyerupai singa. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Tionghoa, singa dianggap

Tari Sunda

Tari Sunda (Aksara Sunda Baku: ᮍᮤᮘᮤᮀ, bahasa Sunda: [Ngibing] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) adalah tradisi tari yang merupakan bagian

Reog

merupakan tarian tradisional dari Ponorogo, Jawa Timur dalam arena terbuka yang berfungsi sebagai hiburan rakyat, mengandung unsur magis, penari utama adalah

Beksan Klana Topeng (Yogyakarta)

tarian Klana Topeng yang berkembang di lingkungan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tarian ini menggambarkan raja Klana Sewanada dari Ponorogo. Tari

Bengkulu

Tari-tarian tradisional dari Bengkulu antara lain: Tari Andun Tari Bidadari Teminang Anak Tari Bubu Tari Gandai Tari Ganau Tari Kejei /Kejai Tari Lanan

Tari Cerana

Tari cerana merupakan tari selamat datang atau tarian penyambutan yang khas dari Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tarian ini biasanya diakhiri

Tari Naga

suatu pertunjukan dan tarian tradisional dalam kebudayaan masyarakat Tionghoa. Seperti juga Tari Singa atau Barongsai Dalam tarian ini, satu regu orang