📑 Table of Contents
Tambunan
Aksara Batak
Nama marga
  • Tambun
  • Tambunan
Nama/
penulisan
alternatif
TMBN
Artitambun + an
(gemuk; besar ;bongsor)
Silsilah
Jarak
generasi
dengan
Siraja Batak
1Siraja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadibanua
(Nai Suanon)
5Silahisabungan
6Raja Tambun
(Tambun Raja)
Nama lengkap
tokoh
Raja Tambun
(Tambun Raja)
Nama istriPinta Haomasan Boru Manurung
Nama anak
  • 1. Tambun Saribu
  • 2. Tambun Mulia
  • 3. Tambun Marbun
Kekerabatan
Induk margaSilahisabungan
Persatuan
marga
Silahisabungan
Kerabat
marga
Turunan
  • Tambun
    (Tambun Uluan)
  • Tambunan Pagaraji
  • Daulay
  • Tambunan Sunge
  • Tambunan Baruara
  • Tambunan Lumbanpea
  • Tambunan Lumbangaol
    (Tambun Holing)
Matani ari
binsar
Manurung
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalSibisa, Toba
Kawasan
dengan
populasi
signifikan
1. Tambun
  1. Silombu
  2. Pardolok Lumban Lobu
  3. Sinar Sabungan

2. Tambunan

  1. Baruara
  2. Tambunan Sunge
  3. Lumban Gaol
  4. Lumban Pea
  5. Lumban Pea Timur
  1. Sigotom Dolok Nauli
  2. Sigotom Julu
  3. Sigotom Timur
  1. Pantis

Tambun (Surat Batak: ᯖᯔ᯲ᯅᯮᯉ᯲) atau Tambunan (Surat Batak: ᯖᯔ᯲ᯅᯮᯉᯉ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Sibisa, Toba. Leluhur marga Tambun atau Tambunan adalah Raja Tambun (Tambun Raja), putra bungsu dari Silahisabungan, yang berasal dari daerah Silalahi Nabolak.[1]

Asal

sunting

Tambun atau Tambunan merupakan dua marga yang berasal dari garis keturunan Silahisabungan. Dengan kata lain, marga Tambun atau Tambunan merupakan dua marga yang tergabung dalam persatuan Silahisabungan.

Adapun Raja Silahisabungan menikah dengan Pinggan Matio Boru Padang Batanghari dan Similing-iling (Nailing) Boru Narasaon dan menetap di Silalahi Nabolak. Raja Silahisabungan kemudian memiliki delapan orang putra dan seorang putri yang bernama Si Boru Deang Namora. Adapun kedelapan putra tersebut antara lain adalah:

  1. Loho Raja (Sihaloho)
  2. Tungkir Raja (Situngkir)
  3. Sondi Raja
  4. Butar Raja (Sinabutar)
  5. Dabariba Raja (Sidabariba)
  6. Debang Raja (Sidebang)
  7. Batu Raja (Pintubatu)
  8. Raja Tambun (Tambun Raja)
    (Tambun) atau (Tambunan)

Dalam sejarahnya, Raja Tambun lahir di Sibisa, kampung dari ibunya Similing-iling (Nailing) dan ompu bao-nya (kakek dari pihak ibu), Raja Mangarerak, anak dari Raja Narasaon. Kemudian setelah ia lahir, ia dibawa oleh Raja Silahisabungan ke Silalahi Nabolak dan dibesarkan di sana. Setelah ia beranjak dewasa, ia kembali ke kampung keluarga pihak ibunya di Sibisa, kemudian ia menikah dan menetap serta berketurunan di Sibisa. Jadi dalam hal ini Raja Tambun (Tambun Raja) merupakan satu-satunya putra dari Raja Silahisabungan yang dilahirkan dari istri kedua dan satu-satunya putra yang bermukim di luar Silalahi Nabolak, sebagaimana bona pasogit (kampung asal) bagi keturunan Raja Silahisabungan.

Raja Tambun (Tambun Raja) menikah dengan pariban-nya, yaitu Pinta Haomasan Boru Manurung, putri dari Raja Toga Manurung dan bermukim di Sibisa. Adapun Raja Tambun (Tambun Raja) sendiri merupakan menantu dari Raja Toga Manurung bersama dengan Raja Turi. Oleh karena hal ini, keturunan mereka berdua merupakan boru sihabolonon dari marga Manurung. Ia kemudian memiliki tiga orang putra, yaitu (1) Tambun Saribu, (2) Tambun Mulia, dan (3) Tambun Marbun.

Tambun Saribu sendiri hingga saat ini belum diketahui secara pasti siapa keturunannya. Adapun Beberapa pihak mengklaim bahwa Tambun Saribu memiliki tiga keturunan, yaitu: (1) Doloksaribu, (2) Sinurat, dan (3) Nadapdap, namun, klaim ini tidak diterima dan ditolak oleh keturunan dari Raja Doloksaribu, Raja Sinurat, dan Raja Nadapdap karena dalam tarombo (Silsilah) mereka sendiri, mereka mengaku bahwa mereka merupakan keturunan dari Raja Bungabunga gelar Raja Parmahan Silalahi, keturunan dari Sondi Raja.

Adapun keturunan dari Raja Tambun (Tambun Raja) sekarang dilanjutkan oleh putra keduanya, yaitu Tambun Mulia. Tambun Mulia sendiri menikah dengan Boru Manurung dan memperoleh dua orang putra, yaitu:

  1. Tambun Uluan yang membawa marga Tambun;
  2. Tambun Holing yang membawa marga Tambunan.

Untuk Tambun Marbun, Sebagian besar pihak mengklaim bahwa ia pergi ke Taneh Karo dan bermukim di sana, dan beberapa pihak yang mengklaim bahwa ia pergi ke arah Humbang Hasundutan dan berafiliasi dengan marga Marbun. Adapun juga beberapa pihak yang meyakini Tambun Marbun pergi ke Taneh Karo dan berbaur menjadi orang Karo dan keturunannya hingga saat ini bermarga Tarigan Tambun. Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak marga Purba, khususnya kelompok Purba Tambun Saribu, jadi menurut mereka Tarigan Tambun adalah marga yang terbentuk dari kelompok Purba Tambun Saribu yang berasal dari Tanah Simalungun yang merantau ke Taneh Karo sejak itu.

Tokoh

sunting

Beberapa tokoh yang bermarga Tambunan, di antaranya adalah:

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Vergouwen, J. C. (Jacob Cornelis) (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. The Hague, M. Nijhoff.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Tarigan

Tarigan (Surat Karo: ᯗᯒᯪᯎᯉ᯳) adalah salah satu dari lima marga induk Karo yang disebut sebagai Merga Silima. Marga Tarigan ini tadinya berdiam di sebuah

Tarigan Tambun

Tambun (Surat Karo: ᯖᯣᯬᯉ᯳; disebut juga sebagai Tarigan Tambun) adalah salah satu marga Batak Karo yang termasuk ke dalam induk marga Tarigan. Merga Silima

Marga Karo

Puangaja Sibolangit. Tarigan Gerneng di Cingkes (Simalungun). Tarigan Gana-gana di Batukarang. Tarigan Jampang di Pergendangen. Tarigan Tambun di Rakutbesi,

Raja Sumba

Gersang Tarigan Girsang Tarigan Sahing Purba Silangit Tarigan Silangit Purba Tanjung Purba Tambun Saribu Tarigan Tambun Purba Tondang Tarigan Tendang/Tondang

Daftar marga Batak

(Siregar) Tambunan Tampubolon Tanjung Batak Karo memiliki lima kelompok marga utama yaitu: Ginting, Karo-Karo, Perangin-angin, Sembiring, dan Tarigan. Tiap

Pusat Zeni Angkatan Darat

10/JP Divif 2/Kostrad sebanyak 175 prajurit dpp Letkol Czi Santy Karsa Tarigan, S.E. Tahun 2015 Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-B/Minusca CAR pasukan inti

Purba

dari Humbang dan Simalungun juga menurunkan dan berkerabat dengan marga Tarigan di Batak Karo, di Tanah Karo. Purba adalah marga dari Raja Kerajaan Banua

Suku Karo

A bermerga Sembiring bere-bere Tarigan, maka Tarigan adalah Kalimbubu Si A. Jika A mempunyai anak, maka merga Tarigan adalah Kalimbubu Bena-bena / Kalimbubu