Tefra adalah sebuah material yang diproduksi oleh letusan gunung berapi.

Tefra diklasfikasikan menjadi 3 menurut jenisnya:

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Letusan Merapi 2010

piroklastik hingga sejauh 15 km dari puncak. Dari sisi kekuatan, volume tefra diperkirakan melebihi 100 × 10⁶ m³, sekitar 10 kali lipat dari erupsi Merapi

Gunung berapi

Afrika Timur. Kerucut Stratovulkan (gunung berapi kerucut) tersusun dari tefra dan lava hasil erupsi dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan

Gunung Toba

2.300 km3 setara batuan padat magma riolit berdasarkan endapan jatuhan tefra yang tersebar luas di cekungan laut Samudra Hindia dan Laut China Selatan

Letusan Samalas 1257

lapisan es kutub dan terekam dalam inti es, serta pada pola sebaran endapan tefra. Tahun 1257 dianggap sebagai waktu paling mungkin terjadinya letusan, meskipun

Gunung Marapi

Gunung Marapi meletus pada pukul 16.15 WIB, melepaskan material pasir, tefra, dan abu vulkanik ke wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam. Status gunung

Lava

tidak mengalir seperti cairan dan biasanya berupa abu meledak atau deposit tefra. Namun, lava kental awagas atau yang berasal dari hasil erupsi yang lebih

Awan panas

dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan (diketahui sebagai tefra). Aliran ini dapat bergerak dari gunung berapi dengan kecepatan 700 km/h

Gunung Merapi

beberapa kali letusan eksplosif dengan VEI 4 berdasarkan pengamatan lapisan tefra. Periode Merapi Baru (2000 tahun lalu s.d sekarang) adalah yang masih berlangsung