Tefra adalah sebuah material yang diproduksi oleh letusan gunung berapi.

Tefra diklasfikasikan menjadi 3 menurut jenisnya:

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Gunung Tambora

dalam skala tujuh Volcanic Explosivity Index (VEI), dengan jumlah semburan tefrit sebesar 1.6 × 1011 meter kubik. Karakteristik letusannya termasuk letusan

Letusan Tambora 1815

Bau "nitrat" tercium di Batavia dan hujan besar yang disertai dengan abu tefrit jatuh, akhirnya reda antara tangal 11 dan 17 April 1815. Letusan pertama

Daftar gunung berapi di Indonesia

Tanggal letusan Gunung api Tanggal berhenti VEI Lokasi Tsunami Volume tefrit Korban jiwa Sumber 02025-11-1919 November 2025 Semeru 02025-12-3131 Desember

Letusan Gunung St. Helens 1980

kilometer dari kepundan dalam waktu kurang dari 10 menit dan menyebarkan tefrit ke stratosfer selama sepuluh jam. Di dekat puncak, partikel-partikel abu

Lapili

dari bahasa Latin lapillus, yang berupa 'kerikil'/'batu kecil') adalah tefrit, yaitu material yang jatuh dari udara selama letusan gunung berapi atau

Sakurajima

Kaldera yang terbentuk akibat letusan memiliki lebar lebih dari 20 km. Tefrit jatuh hingga ke tempat yang jauhnya hingga 1.000 km dari gunung berapi ini

Surtsey

mengeluarkan awan abu vulkanik sejauh 10 km (6 mi) ke atmosfer. Tumpukan lepas tefrit tersapu air dengan cepat menyimpan magma yang mulai menghilang, dan awan

Kepundan

endapan vulkanik yang menembus permukaan tanah seperti aliran lava dan Tefrit. Biasanya gunung api yang berbentuk kerucut memiliki kepundan di puncaknya