| Sujiwo Tejo | |
|---|---|
| Lahir | Agus Hadi Sudjiwo 31 Agustus 1962 Jember, Jawa Timur, Indonesia |
| Almamater | Institut Teknologi Bandung |
| Pekerjaan | |
| Tahun aktif | 1994—sekarang |
| Suami/istri | Rosa Nurbaiti (m. 1989) |
| Anak | 3 |
| Situs web | sujiwotejo |
Sujiwo Tejo (lahir 31 Agustus 1962) adalah seorang seniman pemeran, budayawan, dalang, sastrawan, dan penyanyi Indonesia. Sujiwo Tejo merupakan seniman yang lahir di Jember dan besar di Bandung. Ia merupakan seniman keturunan Madura.[1] Ia juga dikenal dengan sebutan mbah Tejo atau Presiden Janjukers.[2]
Riwayat Hidup
suntingSujiwo Tejo lahir dengan nama asli Agus Hadi Sudjiwo di Jember pada 31 Agustus 1962.
Pada 1978, Sujiwo mendapatkan Juara II dalam Festival Lagu Rakyat se-Karesidenan Besuki di Jember. Kemudian, pada 1979, Ia kembali mendapatkan Juara I dalam Festival Lagu Rakyat se Karesidenan Besuki di Bondowoso. Selain itu, pada 1980, Sujiwo pun mengirimkan puisi dan cerita pendek untuk Majalah Gadis dan Anita.[3]
Sujiwo Tejo menempuh pendidikan di ITB pada 1980-1985 di jurusan Matematika dan Teknik Sipil pada 1981-1988. Saat kuliah, Ia aktif sebagai penyiar radio, bermain teater, mendirikan ludruk di ITB bersama dengan budayawan Nirwan Dewanto.[4] Selain itu, Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Perdalangan di Persatuan Seni Tari dan Karawitan Jawa ITB. Sujiwo juga terlibat dalam penciptaan hymne jurusan Teknik Sipil ITB pada orientasi 1983.[5]
Pada 1983, Sujiwo mendapatkan kesempatan untuk meninjau kebudayaan di Iran sambil menampilkan film Kafir. Selain itu, Ia menata musik untuk berbagai pementasan teater di Bandung, seperti di Studi Teater Mahasiswa ITB dan Gelanggang Seni Sastra Teater dan Film Universitas Padjadjaran.[3]
Namun, pada 1985 ia sudah mulai tidak menghadiri kuliah, dan pada 1988 Sudjiwo Tejo memilih mundur dari kuliah dan memilih karier di dunia seni.[4]
Keluarga
suntingPada 1989, ia menikahi Rosa Nurbaiti dan memiliki tiga orang anak yakni Rembulan Randu Dahlia, Kennya Rizki Rinonce, dan Jagad.[6]
Karier
suntingKetertarikan Sujiwo Tejo dalam dunia seni, khususnya wayang, dimulai pada usia muda. Pada tahun 1994, Sujiwo menciptakan lakon-lakon wayang kulit yang dibawakannya dengan judul Semar Mesem dan menuntaskan 13 episode wayang kulit Ramayana di TPI pada 1996[5] dengan diiringi oleh wayang acppella berjudul Shinta Obong dan lakon Bisma Gugur.[4] Kemampuan Tejo dalam mendalang merupakan bakat turunan dari sang ayah, Soetedjo.[7]
Akibat sering berkumpul dengan komunitas Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI), Sujiwo mendapat peluang untuk semakin berkembang di bidang kesenian. Sejak 1997, Ia mengajar teater di EKI dan memberikan workshop teater di berbagai daerah di Indonesia sejak 1998. Berlanjut pada tahun 1999, Tejo memprakarsai berdirinya Jaringan Dalang yang bertujuan memberi napas baru bagi tumbuhnya nilai-nilai wayang dalam kehidupan masyarakat masa kini.[8]
Pada 2004, Tejo juga pernah mendalang di Yunani dan terus melanggar pakem wayang tradisional dengan mengubah karakter seperti Rahwana dan Pandawa menjadi lebih kompleks.[5]
Sepanjang kariernya, Sujiwo pernah menjadi wartawan di harian Kompas selama 8 tahun.[9] Selain itu, Ia juga pernah menjadi pelukis dan sutradara film.[4]
Teater
suntingSujiwo tampil dalam drama teatrikal KabaretJo yang merupakan singkatan dari "Ketawa Bareng Tejo".[10] Pada 1997-1999, Ia juga aktif mengajar, memberikan workshop, dan terlibat dalam pertunjukan kolaboratif.[4]
Keterlibatan Sujiwo dalam pertunjukan teater adalah dengan membuat pertunjukan "Laki-laki" yang berkolaborasi dengan koreografer Rusdi Rukmarata di Gedung Kesenian Jakarta dan Teater Utan Kayu pada 1999. Sujiwo Tejo juga menjadi Sang Dalang dalam pementasan EKI Dancer Company yang bertajuk "Lovers and Liars" di Balai Sarbini pada 27-28 Februari 2004.[8]
Pada April 2007, Sujiwo mementaskan teater musikal di 'panggung' Pemakaman Karet Bivak. Teater musikal ini dilangsungkan pada malam Jumat Kliwon. Dalam pertunjukan ini, Sujiwo hendak menyampaikan pesan bahwa kematian bisa juga disikapi dengan tawa atau kemarahan dan tidak melulu harus dihadapi dengan tangis.[11]
Pada 9 Januari 2020, Ki Sujiwo Tejo menjadi dalang dalam Pagelaran wayang kulit malam Jum’at Kliwon yang ke 285 oleh Teater Lingkar bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang di gedung Taman Budaya Raden Saleh. Sujiwo tampil membawakan Lakon Sang Basukarno.[12]
Musikal
suntingSelain itu, Sujiwo juga menggarap musik untuk pertunjukan musikal berjudul "Battle of Love-when love turns sour, yang digelar 31 Mei - 2 Juni 2005 di Gedung Kesenian Jakarta. Pertunjukan ini dilaksanakan bersama Rusdy Rukmarata sebagai sutradara dan koreografer. Adapun hasil dari pertunjukan ini digunakan untuk membiayai program pendidikan dan pelatihan bagi anak-anak putus sekolah yang dikelola oleh Yayasan Titian Penerus Bangsa. Pada 1-2 Juli 2006, Sujiwo Tejo menyutradarai drama musikal yang berjudul ‘Pangeran Katak dan Puteri Impian’ yang digelar di Jakarta Convention Center.[8]
Film
suntingTejo juga menjajal dunia film dengan debut pada 2001 lewat film Telegram arahan Slamet Rahardjo dengan lawan main Ayu Azhari. Karir di dunia film pun berlanjut ke berbagai film populer seperti Janji Joni, Sang Pencerah[5] dan Detik Terakhir.[4]
Tawaran film pun berlanjut ke film Kafir (2002),[13] Kanibal (2004) sebagai Dukun Kuntetdilaga, dan Kala (2007).[14] Selain film, Sujiwo juga membintangi Gala Misteri SCTV yang berjudul "Kafir-Tidak Diterima di Bumi" pada 2004 bersama Meriam Bellina.[15]
Pada 2010, Sujiwo debut menjadi pemimpin produksi dari film berjudul "Bahwa Cinta Itu Ada".[16]
Karir bermusik
suntingDalam bidang musik, Tejo dikenal lewat album Pada Suatu Ketika (1998) dengan video klip yang meraih penghargaan di Grand Final Video Musik Indonesia 1999. Ia juga menciptakan musik untuk musikal Battle of Love (2005) yang keuntungannya disumbangkan untuk pendidikan anak-anak putus sekolah.[5]
Album keempat: PRESIDEN YAIYO
suntingPada Juli 2007, Sujiwo Tejo merilis berjudul PRESIDEN YAIYO. Isi album keempat ini lebih banyak bercerita tentang kondisi sosial Indonesia yang carut marut dengan nuansa jazzi karena aransemen musiknya digarap para musisi jazz. Album ini didanai sendiri olehnya dari penjualan lukisan dengan sistem todong sana-todong sini dikarenakan bermateri kritik sosial. Promosi album juga dilakukan sendiri lewat promo ke radio-radio dan menggelar pertunjukan.[17]
Album kelima: Mirah Ingsun
suntingAlbum kelima Sujiwo Tejo yang berjudul Mirah Ingsun dirilis pada 9 November 2012. Album ini merupakan lanjutan dari album keempatnya, Yaiyo yang dirilis pada 2007. Album kelima ini berisi 14 buah lagu yang juga bisa didapat via iTunes.[18]
Pada 6 Januari 2013, muncul satu akun baru di situs Youtube yang mengatasnamakan Sujiwo Tejo dengan tiga video di dalam akun tersebut. Pada video pertama yang berjudul Sujiwo Tejo - Mirah Ingsun (Official), merupakan perkenalan album kelimanya Sujiwo Tejo. Uniknya, penjelasan mengenai album kelimanya ini dilakukan di Tiongkok.[18]
Terakhir kali, akun Youtube Sujiwo Tejo mengunggah video untuk lagu Within dengan nama Sujiwo Tejo Dances Eyang Makmur.[18]
Konser
suntingSujiwo berpartisipasi dalam Java Jazz 2014 yang digelar JI Expo PRJ Kemayoran.[19]
Pada 30-31 Agustus 2013, Sujiwo Tejo menggelar konser yang berjudul "Maha Cinta Rahwana" di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki.[20] Konser ini mengisahkan cinta Rahwana yang agung melalui lagu-lagu karya Sujiwo Tejo dan dijelaskan sebagai "Panggung yang puitis tapi tak kehilangan kenakalan dan spontanitas yang "njancuki".[21][22]
Konser ini menghadirkan bintang tamu seperti Glenn Fredly, Anji, Syaharani, Putri Ayu, Sruti Respati, Butet Kartaredjasa, Sitok Srengenge, Joshua Pandelaki, Bintang Indrianto, Tya Subiakto dan TRIO GAM (Gareng, Wisben, Joned). Konser ini pun didukung oleh penata musik dari Bintang Indrianto, artistik oleh Ong Harry Wahyu dan Agus Noor sebagai direktur pertunjukan.[21][22]
Menulis buku
suntingSujiwo Tejo juga menyempatkan menulis buku. Beberapa tulisannya yang telah dibukukan dan diterbitkan antara lain Kelakar Madura buat Gus Dur,[23] Ngawur Karena Benar,[24] Lupa Endonesa[25] dan Republik Jancukers.[26][6]
Diskografi
suntingAlbum studio
sunting- Pada Suatu Ketika (1998)[27]
- Pada Sebuah Ranjang (1999)[28]
- Syair Dunia Maya (2005)[29]
- Yaiyo (2007)[30]
- Mirah Ingsun (2012)[31]
- Rahvayana 1 (2015)
- Rahvayana 2 (2015)
- Tripama: Sumantri (2016)
- Tripama: Kumbakarna (2016)
- Tripama: Karna (2017)
- Suluk Lyon Prachodayat (2025)
- Suluk Hong Prachodayat (2025)
- Suluk Suluk Genta Prachodayat (2025)
- Suluk Hunjam Prachodayat (2025)
Album kompilasi
sunting- 2012 (2012)
Kolaborasi
suntingKolaborasi bersama Deadsquad dalam album Tyranation melalui persembahan puisi.[32][33]
- "Enter the Wall of Tyranation (Jancuk)" (2016) (puisi)
- "Hymn of Infinite Anxiety" (2016) (puisi)
Filmografi
suntingFilm
sunting| Menandakan film yang belum dirilis untuk saat ini |
Peran non-akting
sunting| Tahun | Judul | Peran | Catatan | Ref |
|---|---|---|---|---|
| 2004 | Sumanto: Kanibal | Penata musik | [34] | |
| 2010 | Bahwa Cinta Itu Ada | Sutradara | Debut dalam penyutradaraan |
Peran akting
sunting| Tahun | Judul | Peran | Catatan | Ref |
|---|---|---|---|---|
| 2000 | Telegram | Daku | ||
| 2002 | Kafir | Kuntetdilaga | ||
| 2003 | 100% Sari | Ayah Sari | [35] | |
| 2004 | Sumanto: Kanibal | Ki Sirat | ||
| 2005 | Detik Terakhir | Dokter Gunawan | ||
| Janji Joni | Adam Subandi | |||
| 2007 | Kala | Ronggoweni | ||
| Malam Jumat Kliwon | Pengendara mobil | [36] | ||
| 2008 | Hantu Aborsi | Paranormal | [37] | |
| Barbi3 | Malaikat | [38] | ||
| 2009 | Kawin Laris | Bapak pengantin | [39] | |
| Capres (Calo Presiden) | Sugiarto | [40] | ||
| Maling Kutang | Slamet Kartowardoyo | [41] | ||
| 2010 | Sang Pencerah | Kyai Muhammad Fadlil | [42] | |
| 2011 | Tendangan dari Langit | Pak Darto | [43] | |
| Semesta Mendukung | Cak Alul | [44] | ||
| 2012 | Sampai Ujung Dunia | Ayah Daud | [45] | |
| 2013 | Soekarno | Soekemi Sosrodihardjo | [46] | |
| 2015 | Tjokroaminoto: Guru Bangsa | Mangoensoemo | [47] | |
| 2018 | Kafir: Bersekutu dengan Setan | Jarwo | [48] | |
| 2019 | Kucumbu Tubuh Indahku | Guru lengger | [49] | |
| Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot | Ki Wilawuk | [50] | ||
| 2020 | Mangkujiwo | Brotoseno | [51] | |
| 2022 | Nagih Janji Cinta | Pak Cokro | [52] | |
| 2023 | Mangkujiwo 2 | Brotoseno | [53] | |
| Hantu Baru | Mbah Jurig | [54] | ||
| 2024 | Petualangan Anak Penangkap Hantu | Wak Bomoh | [55] | |
| 2025 | Jalan Pulang | Subagir | [56] | |
| 2026 | Kafir: Gerbang Sukma |
Jarwo | ||
| Sang Penggali Kubur |
Film pendek
sunting| Tahun | Judul | Peran | Catatan | Ref |
|---|---|---|---|---|
| 2008 | The Storyteller | [57] |
Serial televisi
sunting| Tahun | Judul | Peran | Catatan | Ref |
|---|---|---|---|---|
| 2024 | Para Pencari Tuhan Jilid 17: Buronan Surga | Sutarman Amriko | [58] |
| Menandakan film yang belum dirilis untuk saat ini |
- TBA : To be announced
FTV
sunting- Tato Keberuntungan (2013)
Teater
sunting- KabaretJo
Karya tulis
suntingBuku
sunting- Kelakar Madura buat Gus Dur (2001)
- Dalang Edan (2002)
- The Sax (2003)
- Ngawur Karena Benar (2012)
- Jiwo Jancuk (2012)
- Lupa Endonesa (2012)
- Republik Jancukers (2012)
- Dalang Galau Ngetwit (2013)
- Kang Mbok: Sketsa Kehidupan Sri Teddy Rusdy (2013)
- Lupa Endonesa Deui (2014)
- Rahvayana: Aku Lala Padamu (2014)
- Rahvayana 2: Ada yang Tiada (2015)
- Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati (2016)
- Balada Gathak Gathuk (2016)
- Lupa 3ndonesa (2016)
- Tuhan Maha Asyik (2016)
- Serat Tripama #2: Kumbakarna (2017)
- Sabdo Cinta Angon Kasih (2018)
- Talijiwo (2018)
- Senandung Talijiwo (2019)
- Tembang Talijiwo (2020)
- Tuhan Maha Asyik 2 (2020)
- Dongeng Mbah Jiwo (2021)
Puisi
sunting- Dhandhanggula Sidoasih
- Hujan Deras
- Lautan Tangis
- Pada Sebuah Ranjang
- Cinta Tanpa Tanda
- Aku Lala Padamu
- Panakawan dan Saya
- Gugur Bisma
- Anyam Anyaman Nyaman II
- Oh Rama Oh Sinta
- Stasiun Tuaku
- Pada Suatu Ketika
Penghargaan dan nominasi
sunting| Tahun | Penghargaan | Kategori | Karya yang dinominasikan | Hasil | Ref |
|---|---|---|---|---|---|
| 1999 | Grand Final Video Musik Indonesia 1999 | Video Klip Terbaik | "Pada Suatu Ketika" | Menang | [8] |
| 2000 | Grand Final Video Musik Indonesia 2000 | Video Klip Terbaik | Nominasi | ||
| 2020 | Piala Maya | Penampilan Singkat nan Berkesan | Kucumbu Tubuh Indahku | Nominasi | [59] |
| 2023 | Festival Film Wartawan Indonesia | Aktor Utama Terbaik - Genre Film Horor | Mangkujiwo 2 | Nominasi | [60] |
| 2025 | Anugerah Musik Indonesia | Karya Produksi Musik Global Terbaik | "Semar" (bersama Ammir Gita & Suku Cahaya Ensemble, Sita Nursanti, Achi Hardjakusumah, Downey Angkiry dan Yudhis Mahendra) | Menang | [61] |
Referensi
sunting- ^ pustakaiman (2018-05-09). "Melihat Sisi Madura Yang Berbeda Dalam Kelakar Sujiwo Tejo Dan Gusdur". Pustaka Iman. Diakses tanggal 2025-04-27.
- ^ Agency, ANTARA News. "Sujiwo Tejo Pulang ke Kampung Halamannya di Jember". ANTARA News Jawa Timur. Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ a b Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (2013-01-17). "Sudjiwo Tedjo, Kabupaten Jember". Pusaka Jawatimuran. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ a b c d e f Hamdani, Muhammad (2020-05-14). "Sujiwo Tejo: Sosok Multi talenta dari Tanah Pandalungan". Pesantren Nuris Jember. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ a b c d e Zarawaki, Nisa (2024-12-26). "Profil Sujiwo Tejo, Budayawan dengan Gaya Nyentrik". IDN Times. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ a b Putri, Virgina Maulita. "6 Fakta Sujiwo Tejo, Budayawan yang Baru Saja Nikahkan Putrinya". detikhot. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ "Detail Penulis - Sujiwo Tejo". mizan.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ a b c d Hasibuan, Riska (2018-03-14). "MENGENAL TUHAN LEBIH DEKAT". Pustaka Iman. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Bukik Bertanya: Laku Semar Ngawur Sudjiwotedjo, diakses dari situs bukik.com
- ^ Agustina, Cindy; Effendi, Irfan (2006-11-23). "Kabaret Jo, Ketawa Bareng Tejo". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-18.
- ^ Putri, Anastasya; Akbar, Johni (2007-04-15). "Sujiwo Tejo Menggelar Teater di Kuburan". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Redaksi (2020-01-10). "Sujiwo Tejo Mainkan Lakon Sang Basukarno di Semarang -". Jatengdaily.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Baso, Ahmad (2006). NU studies: pergolakan pemikiran antara fundametalisme Islam & fundamentalisme neo-liberal. Erlangga. hlm. 455. ISBN 978-979-781-486-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "Sudjiwo Tedjo, Kabupaten Jember". Pusaka Jawatimuran. 2013-01-17. Diakses tanggal 2026-01-29.
- ^ Bagoes (2008). "Mengenal Sosok Budayawan Sujiwo Tejo Asli Jawa Timur - WiraWiri". Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Isna (3 Maret 2010). "Sujiwo Tejo Pukul Pemain!". Nova. Diakses tanggal 19 Januari 2026.
- ^ Sugihardiyah, Rita (2007-07-15). "Sujiwo Tejo". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ a b c Riantrisnanto, Ruly (2013-04-04). "Melalui Youtube, Sujiwo Tejo Perkenalkan Album Kelimanya". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Pribadi, Indra (2014-03-03). "Sujiwo Tedjo tampil usil dan tetap nge-jazz". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Media, Kompas Cyber (2013-08-22). ""Maha Cinta Rahwana", 25 Tahun Tejo Bermusik". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-01-29.
- ^ a b Ivvaty, Susi (2013-08-24). "Konser Sujiwo Tejo yang "Njancuki" dalam Maha Cinta Rahwana". Kompas.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ a b antaranews.com (2013-08-31). "Lagu khusus yang diluncurkan dalam konser musik Sujiwo Tejo". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-29.
- ^ Tejo, Sujiwo (2001). Kelakar Madura buat Gus Dur. Lotus.
- ^ Tejo, Sujiwo (2012). Ngawur karena benar. Imania. ISBN 978-602-99756-7-3.
- ^ Tejo, Sujiwo (2012). Lupa Endonesa. Bentang. ISBN 978-602-8811-87-3.
- ^ Tejo, Sujiwo (2012). Republik #jancukers. Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-979-709-677-9.
- ^ Sujiwo Tejo - Pada Suatu Ketika (dalam bahasa Inggris), 1999, diakses tanggal 2026-01-29
- ^ Sujiwo Tejo. (2012). Pada Sebuah Ranjang [Album musik]. Amazon.
- ^ Fadjar, Tommy; Satria, Eko (2005-05-04). "Sujiwo Tedjo Meluncurkan Syair Dunia Maya". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-18.
- ^ Sujiwo Tejo - Yaiyo (dalam bahasa Inggris), 2006, diakses tanggal 2026-01-29
- ^ Amazon.com. (2012). Mirah Ingsun [Album oleh Sujiwo Tejo]. Amazon.com.
- ^ "Sujiwo Tejo Ikut "Campur" di Album Terbaru Deadsquad". Hai. 8 April 2016. Diakses tanggal 16 September 2025.
- ^ Al Birra, Fadhil (20 November 2016). "Tyranation, Album Tanpa Batas dari DeadSquad". Jawapos. Diakses tanggal 16 September 2025.
- ^ Kanibal - Sumanto, diakses tanggal 2026-01-19
- ^ "100% Sari - Kredit". filmindonesia.or.id. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Burhani, Ruslan (2007-05-10). "Sujiwo Tedjo Ritual Fim "Malam Jumat Kliwon"". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ "'HANTU ABORSI', Bukan Tentang Hantu". KapanLagi.com. 2008-08-20. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ "BARBI3 - Starvision". www.klikstarvision.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Rochim, Fatchur (2009-01-17). "'KAWIN LARIS', Mengembalikan Nilai Luhur Pernikahan". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Rachmawati, Antique, Gestina (2009-06-06). "Film Capres Raih 3 Penghargaan MURI". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2026-01-19. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ "Maling Kutang - Kredit". filmindonesia.or.id. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Niken (2019-08-02). "Film Sang Pencerah - Film Indonesia tentang Pendiri Muhammadiyah". Tribun Video. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ "Sujiwo Tejo Banyak Improvisasi di 'Tendangan dari Langit'". detikhot. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Natalia, Maria; Puput, Puji (2011-10-20). "'SEMESTA MENDUKUNG', Gaya Tarik Menarik di Kehidupan". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Putra, Mahardi; Puput, Puji (2012-03-10). "'SAMPAI UJUNG DUNIA', Menghantarkan Cinta Pada Pemiliknya". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Sabilurrasad, Sa'duddin (2013-12-24). "Film Soekarno dan Ketergesaan Hanung Bramantyo — Cinema Poetica". Cinema Poetica. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ "Film Drama Biopik 'Guru Bangsa Tjokroaminoto' Tayang di Bioskop 9 April". detikhot. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Sembiring, Ira; Kistyarini (2018-07-30). "Sujiwo Tejo Mau Terima Film "Kafir" Lagi karena Putri Ayudya". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ "Meski Honornya Kecil, Sujiwo Tejo Mau Main Kucumbu Tubuh Indahku". Kompas.tv. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Kumampung, Dian; Maharani, Dian (2019-10-12). "Ki Wilawuk, Penjahat yang Paling Susah Dikalahkan Gundala". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Danar (2 Februari 2020). "Asal Usul Kuntilanak dan Panggung Sujiwo Tejo di Film Mangkujiwo - Krjogja". Krjogja. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Pratama, Febriyantino Nur. "Wanda Hamidah Jadi Istri Ningrat Sujiwo Tejo di Nagih Janji Cinta". detikhot. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ "Sujiwo Tejo Ungkap Adegan Favorit di Mangkujiwo 2: Baca Mantra, Duniaku Banget". kumparan. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Sarah, Siti (2023-03-19). "Review: Hantu Baru, Indonesia Horror Comedy Rasa Film Thailand". Lasak.id. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ "Film Petualangan Anak Penangkap Hantu Tayang di Bioskop 18 Januari 2024". Tempo. 2 Januari 2024 | 19.30 WIB. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Supriyanto (18 Mei 2025). "Dibintangi 3 Ratu Horor, Film Jalan Pulang Rilis Trailer yang Mencekam". Tabloidbintang.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Bintang, Titi Rajo; Tejo, Sujiwo, The Storyteller, diakses tanggal 2026-01-19
- ^ Anggie, Hernowo (2024-02-29). "Para Pencari Tuhan Jilid 17 Siap Menemani Waktu Sahur Selama Ramadan 2024, Angkat Tema Soal Pinjol Bertema Buronan Surga". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ "Daftar Nominasi Piala Maya 2020". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ Saputra, Aditia (2023-10-26). "Balapan Prestasi dalam Kategori Horor di Festival Film Wartawan Indonesia 2023". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
- ^ "DAFTAR LENGKAP PENERIMA ANUGERAH MUSIK INDONESIA KE-28 TAHUN 2025". AMI Awards. 2025-11-21. Diakses tanggal 2026-01-19.
Pranala luar
sunting- Situs web resmi
- Blog pribadi
- Sujiwo Tedjo di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- (Indonesia) Profil di KapanLagi.com
- Sujiwo Tejo di Instagram
- Sujiwo Tejo di X