Terapi partikel alfa bertarget adalah sebuah metode pengembangan terapi radionuklida bertarget untuk berbagai kanker. Metode tersebut menggunakan zat radioaktif yang mana mengalami peluruhan alfa untuk mengobati jaringan yang sakit dalam jarak dekat.[1] Metode tersebut memiliki potensi untuk memberikan perawatan tepat sasaran, terutama untuk sel-sel tumor mikroskopis. Sasarannya meliputi leukemia, limfoma, glioma, melanoma, dan karsinomatosis peritoneum.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Committee on State of the Science of Nuclear Medicine; National Research Council; Division on Earth and Life Studies; Institute of Medicine; Nuclear and Radiation Studies Board; Board on Health Sciences Policy (2007). "Targeted Radionuclide Therapy". Advancing nuclear medicine through innovation. Washington, D.C.: National Academies Press. doi:10.17226/11985. ISBNย 978-0-309-11067-9. PMIDย 20669430.
  2. ^ Mulford, DA; Scheinberg, DA; Jurcic, JG (January 2005). "The promise of targeted {alpha}-particle therapy". Journal of Nuclear Medicine. 46 Suppl 1: 199S โ€“ 204S. PMIDย 15653670.

Templat:Nuclear technology

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Elektron

Rutherford yang menemukan bahwa partikel ini memancarkan partikel. Ia melabeli partikel ini partikel alfa dan partikel beta berdasarkan kemampuannya menembus

Astatin

Astatin-211 memiliki potensi untuk terapi partikel alfa bertarget, karena ia meluruh baik melalui emisi partikel alfa (menjadi bismut-207), atau melalui

Radionuklida

membuatnya tidak stabil. Radionuklida dapat memancarkan radiasi seperti partikel alfa, partikel beta, atau sinar gamma. Radionuklida dapat terbentuk secara alamiah

Torium

untuk terapi kanker. 227Th (pemancar partikel alfa berwaktu paruh 18,68 hari) juga dapat digunakan dalam terapi kanker seperti terapi partikel alfa bertarget

Pembangkit listrik tenaga nuklir

Thorium-228 digunakan untuk membuat generator radium-224/timbal-212 untuk terapi alfa tertarget pada kanker. Thorium-232 merupakan bahan subur yang dapat diubah

Berilium

berilium dipukul oleh partikel alfa energetik yang menghasilkan reaksi nuklir 9 4Be + 4 2He โ†’ 12 6C + n di mana 4 2He adalah partikel alfa dan 12 6C adalah

Isotop protaktinium

sebuah isotop yang telah dipertimbangkan untuk digunakan dalam terapi partikel alfa bertarget (targeted alpha-particle therapy, TAT). Ia dapat diproduksi

Isotop bismut

mengobati pasien leukemia. Isotop ini juga telah dicoba dalam program terapi alfa bertarget (targeted alpha therapy, TAT) untuk mengobati berbagai jenis kanker