Migrasi Teuton dan Cimbri.

Teuton (dari Proto-Jermanik *Þeudanōz) disebut sebagai suku Jermanik oleh pengarang Yunani dan Romawi. Menurut peta Ptolomeus, mereka tinggal di Jutland, atas persetujuan dengan Pomponius Mela.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ "Northvegr - Saga Book Vol. 7 & 8". Diarsipkan dari asli tanggal 2004-01-24. Diakses tanggal 2009-01-21.
  • Fick, August, Alf Torp and Hjalmar Falk: Vergleichendes Wörterbuch der Indogermanischen Sprachen. Part 3, Wortschatz der Germanischen Spracheinheit. 4. Aufl. (Göttingen: Vandenhoeck and Ruprecht), 1909.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Perang Polandia–Lituania–Teutonik

Perang Polandia-Lituania–Teuton atau Perang Besar adalah konflik yang terjadi antara tahun 1409 dan 1411 M. Konflik ini berlangsung antara persekutuan

Yafet

Indo-Arya, Kurdi Tubal: Tabal, bangsa Basque Tiras: Traisa, Goth, Jute, Teuton Mesekh: Frigia, Algonkia Gomer: Skitia, Turkik, Welsh, Pikt, Balkan, Eropa

Keharyapatihan Lituania

Negara-negara pagan menjadi sasaran dalam perang salib keagamaan oleh Kesatria Teuton dan Ordo Livonia. Negara yang multietnik dan multikonfesi baru muncul pada

Jerman

Germanik di yang tinggal di bagian utara (Semenanjung Jutland) yang bernama Teuton. Allemani adalah puak yang tinggal di bagian selatan. Sakson (Sachsen) adalah

Swastika

maupun kebudayaan bangsa-bangsa kuno, seperti bangsa Troya, Het, Kelt serta Teuton. Simbol ini dapat ditemukan pada kuil-kuil Hindu, Jaina dan Buddha maupun

Gdańsk

Uskup Praha, Adalbert, ke desa nelayan kecil di Gdańsk. Abad ke-13: Ksatria Teuton membuat serangan berbahaya ke Gdańsk tahun 1308. Pada tahun 1361, Gdańsk

Kesatria Haikal

dengan dua tarekat militer lainnya, yakni Kesatria Panti Husada dan Kesatria Teuton. Silang sengketa antarkawan sekubu selama berpuluh-puluh tahun membuat pihak

Sejarah Polandia

pecahan Kerajaan Polandia, Konrad I dari Masovia, mengundang para Kesatria Teuton untuk membantunya memerangi orang-orang Balt yang masih menyembah berhala