Talidomida
Data klinis
Pengucapan/θəˈlɪdəmd/[1]
Nama dagangContergan, Thalomid, Immunoprin, Talidex, Talizer, Neurosedyn, Distaval, dll
Nama lainα-(N-Ftalimido)glutarimida
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa699032
License data
Kategori
kehamilan
  • AU: X (Resiko tinggi)
Rute
pemberian
Lewat mulut (kapsul)
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas90%
Pengikatan protein55% untuk (R)-(+)- dan 66% untuk (S)-(−)-enantiomer[2]
MetabolismeHati[2]
Waktu paruh eliminasi5–7,5 jam (tergantung dosis)[2]
EkskresiUrin, feses[2]
Pengenal
  • 2-(2,6-dioksopiperidin-3-il)-2,3-dihidro-1H-isoindola-1,3-diona
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.000.029 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC13H10N2O4
Massa molar258,23 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
KiralitasCampuran rasemat
  • O=C(N1C2CCC(NC2=O)=O)C3=CC=CC=C3C1=O
  • InChI=1S/C13H10N2O4/c16-10-6-5-9(11(17)14-10)15-12(18)7-3-1-2-4-8(7)13(15)19/h1-4,9H,5-6H2,(H,14,16,17) checkY
  • Key:UEJJHQNACJXSKW-UHFFFAOYSA-N checkY
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

Talidomida adalah obat imunomodulator untuk menangani jenis kanker tertentu (mieloma ganda), penolakan organ transplan (Graft versus Host Disease), dan sejumlah masalah kulit, termasuk komplikasi kusta.[3] Obat ini telah digunakan pada sejumlah kasus HIV tetapi jumlah virus dalam tubuh justru bertambah.[3] Obat ini dikonsumsi dengan ditelan melalui mulut.[3]

Efek samping yang umum antara lain kantuk, ruam, dan pusing.[3] Efek samping parah mencakup sindrom lisis tumor, bekuan darah, dan neuropati perifer.[4] Penggunaan oleh ibu hamil menimbulkan kecacatan alat gerak (lengan dan tungkai).[3] Jika seorang pria mengonsumsi obat ini, kontrasepsi (pencegah) kehamilan dianjurkan bagi pasangan hubungan suami istri.[4] Talidomida adalah imunomodulator dan bekerja dengan beragam mekanisme, termasuk stimulasi sel T dan penurunan produksi TNF-alfa.[3]

Talidomida pertama kali dipasarkan pada tahun 1957 di Jerman Barat secara bebas, tanpa resep dokter, dengan merk dagang Contergan. Perusahaan obat Chemie Grünenthal mengembangkan dan menjual obat ini. Obat ini awalnya diberikan sebagai obat sedatif (penenang) atau hipnotik. Talidomida juga diklaim dapat menangani kecemasan yang berlebihan, insomnia, gastritis, dan tensi.[5] Setelah itu, obat ini dipakai untuk menghilangkan mual dan meringankan penyakit emesis gravidarum pada ibu hamil. Talidomida menjadi obat bebas di Jerman Barat pada tanggal 1 Oktober 1957. Tidak lama setelah obat ini dijual di Jerman Barat, sekitar 5.000 hingga 7.000 bayi lahir dengan fokomelia (malaformasi tangan dan kaki). Hanya 40% yang berhasil bertahan hidup.[6] Terdapat 10.000 kasus bayi yang mengidap fokomelia akibat talidomida di seluruh dunia; hanya 50% dari mereka yang berhasil bertahan hidup. Akibat kasus ini, regulasi obat-obatan pun semakin diperkuat.[7]

Talidomida diizinkan dalam penggunaan medis di Amerika Serikat pada 1998.[3] Obat ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[8] Ia tersedia sebagai obat generik.[4]

Penggunaan Medis

sunting

Talidomida digunakan sebagai lini pertama pengobatan multiple myeloma bersama deksametason atau bersama melfalan dan prednisolon, pengobatan eritema nodosum leprosum, dan terapi pemeliharaan.[9][10]

Bakteri yang menyebabkan tuberkulosis (TB) berhubungan dengan kusta. Talidomida mungkin dapat membantu beberapa kasus ketika obat standar TB dan kortikosteroid tidak cukup untuk menyelesaikan peradangan parah di otak.[11][12]

Talidomida digunakan sebagai lini kedua penanganan penolakan transplan (Graft versus Host Disease) dan aftous stomatitis pada anak-anak. Ia diresepkan untuk beberapa penyakit anak, antara lain aktinik prurigo dan epidermolisis bulosa; penggunaan ini tidak disarankan karena tidak cukup didukung oleh studi.[13] Talidomida disarankan sebagai lini ketiga penanganan graft versus host disease pada dewasa karena kurangnya efikasi dan efek samping yang muncul pada uji klinis.[14][15]

Kontraindikasi

sunting

Talidomida tidak diperbolehkan digunakan oleh wanita menyusui atau hamil, sedang berupaya mengandung janin, atau tidak mampu atau tidak akan menjalani program pencegahan kehamilan. Dokter yang meresepkan talidomida harus memastikan adanya penggunaan alat kontraseptif dan pengecekan berkala terjadinya kehamilan. Mereka yang alergi terhadap talidomida tidak diperbolehkan mengonsumsinya. Pasien dengan infeksi jangka panjang seperti HIV dan hepatitis B harus menggunakan dengan hati-hati.[9][10]

Efek Samping

sunting

Talidomida menyebabkan kecacatan lahir.[9][10][16] Food and Drug Administration (FDA) - badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat - dan badan pengawas lain menyetujui pemasaran obat hanya dengan strategi evaluasi dan mitigasi risiko yang menjamin bahwa mereka yang mengonsumsi obat ini sadar akan risiko yang dimiliki obat dan menghindari kehamilan; hal ini berlaku bagi pasien laki-laki maupun perempuan, mengingat obat ini dapat tersalurkan melalui semen.[16]

Talidomida berisiko tinggi menyebabkan penggumpalan darah berlebihan. Talidomida juga berisiko tinggi mengganggu pembentukan beragam sel darah baru, memunculkan risiko terjadinya infeksi karena neutropenia, leukopenia, dan limfopenia, serta risiko tidak terjadinya pembekuan darah karena trombositopenia. Kurangnya sel darah merah juga memunculkan risiko anemia. Talidomida juga dapat merusak saraf, menyebabkan neuropati perifer yang mungkin tidak dapat sembuh.[9][10]

Talidomida menyebabkan sejumlah efek samping pada jantung dan sistem pembuluh darah, antara lain risiko serangan jantung, hipertensi paru, dan perubahan irama jantung seperti pingsan, bradikardia, dan atrioventricular block. [9][10]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "Thalidomide". Oxford English Dictionary (Edisi Online). Oxford University Press. (Subscription or participating institution membership required.)
  2. ^ a b c d Teo SK, Colburn WA, Tracewell WG, Kook KA, Stirling DI, Jaworsky MS, Scheffler MA, Thomas SD, Laskin OL (2004). "Clinical pharmacokinetics of thalidomide". Clinical Pharmacokinetics. 43 (5): 311–27. doi:10.2165/00003088-200443050-00004. PMID 15080764.
  3. ^ a b c d e f g "Thalidomide Monograph for Professionals". Drugs.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-04-01.
  4. ^ a b c BNF 76 : September 2018. London. 2018. ISBN 978-0-85711-338-2. OCLC 1064479788. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  5. ^ Miller, Marylin T. (1991). "Thalidomide Embryopathy: A Model for the Study of Congenital Incomitant Horizontal Strabismus". Transactions of the American Ophthalmological Society. 81: 623–674.
  6. ^ Hofland, Peter. "Reversal of Fortune: How a Vilified Drug Became a Life-saving Agent in the "War" Against Cancer". Onco'Zine.
  7. ^ Heaton, C. A. (1994). The Chemical Industry. Springer. ISBN 0-7514-0018-1.
  8. ^ Organization, World Health (2019). "World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019" (dalam bahasa Inggris).
  9. ^ a b c d e "Thalidomide Celgene 50 mg Hard Capsules - Summary of Product Characteristics (SmPC) - (emc)". www.medicines.org.uk. Diakses tanggal 2021-04-01.
  10. ^ a b c d e FDA. "US Thalidomide Label, cek pembaruan di https://www.accessdata.fda.gov/scripts/cder/daf/index.cfm?event=overview.process&ApplNo=020785" (PDF). Diakses tanggal 26 Juni 2017.
  11. ^ Buonsenso, D.; Serranti, D.; Valentini, P. (2010-10). "Management of central nervous system tuberculosis in children: light and shade". European Review for Medical and Pharmacological Sciences. 14 (10): 845–853. ISSN 1128-3602. PMID 21222370.
  12. ^ van Toorn, Ronald; Solomons, Regan (2014-03-01). "Update on the Diagnosis and Management of Tuberculous Meningitis in Children". Seminars in Pediatric Neurology. Child Neurology in Africa (dalam bahasa Inggris). 21 (1): 12–18. doi:10.1016/j.spen.2014.01.006. ISSN 1071-9091.
  13. ^ Yang, Catherine S.; Kim, Changhyun; Antaya, Richard J. (2015-04-01). "Review of thalidomide use in the pediatric population". Journal of the American Academy of Dermatology (dalam bahasa English). 72 (4): 703–711. doi:10.1016/j.jaad.2015.01.002. ISSN 0190-9622. PMID 25617013. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  14. ^ Wolff, Daniel; Gerbitz, Armin; Ayuk, Francis; Kiani, Alexander; Hildebrandt, Gerhard C.; Vogelsang, Georgia B.; Elad, Sharon; Lawitschka, Anita; Socie, Gerard (2010-12-01). "Consensus Conference on Clinical Practice in Chronic Graft-versus-Host Disease (GVHD): First-Line and Topical Treatment of Chronic GVHD". Biology of Blood and Marrow Transplantation (dalam bahasa English). 16 (12): 1611–1628. doi:10.1016/j.bbmt.2010.06.015. ISSN 1083-8791. PMID 20601036. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  15. ^ Wolff, Daniel; Schleuning, Michael; Harsdorf, Stephanie von; Bacher, Ulrike; Gerbitz, Armin; Stadler, Michael; Ayuk, Francis; Kiani, Alexander; Schwerdtfeger, Rainer (2011-01-01). "Consensus Conference on Clinical Practice in Chronic GVHD: Second-Line Treatment of Chronic Graft-versus-Host Disease". Biology of Blood and Marrow Transplantation (dalam bahasa English). 17 (1): 1–17. doi:10.1016/j.bbmt.2010.05.011. ISSN 1083-8791. PMID 20685255. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  16. ^ a b Smith, Silas W. (2009-07-01). "Chiral Toxicology: It's the Same Thing…Only Different". Toxicological Sciences. 110 (1): 4–30. doi:10.1093/toxsci/kfp097. ISSN 1096-6080.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Insiden Thalidomide

Tragedi thalidomide adalah tragedi yang terjadi karena, disebabkan obat mual untuk ibu hamil. Insiden ini terjadi pada tahun 1950-an dan pada awal 1960-an

Teratologi

dari adanya racun pada embrio atau janin. Teratogen yang dimaksud ialah thalidomide, air raksa, alkohol, lead, dan bifenil poliklorinasi (polychlorinated

The Sunday Times (Britania Raya)

tersebut menerbitkan laporan kampanye besar pertamanya tentang obat thalidomide, yang telah dilaporkan oleh dokter Australia William McBride di The Lancet

Regulasi perbekalan kesehatan

Rawlins, Michael; Duff, Gordon; Breckenridge, Alasdair (2012-09-01). "Thalidomide and its sequelae". Lancet (London, England). 380 (9844): 781–783. doi:10

Kehamilan

in humans are classified as Category A. On the other hand, drugs like thalidomide with proven fetal risks that outweigh all benefits are classified as

Kiralitas (kimia)

Molekul Organik". Ilmukimia. Diakses 01 Januari 2015. "Molekul Kiral Dari "Thalidomide" Sampai L-DOPA" LIPI. Diakses 01 Januari 2015. "Stereo Kimia tep thp"

Lenalidomida

2019). "Multiple drug combinations of bortezomib, lenalidomide, and thalidomide for first-line treatment in adults with transplant-ineligible multiple

Frances Oldham Kelsey

talidomid di Amerika Serikat. Buku Wonder Drug: The Secret History of Thalidomide in America and Its Hidden Victims (2023) oleh Jennifer Vanderbes mengungkap