📑 Table of Contents
Lumut kerak, salah satu anggota dari divisi Thallophyta

Thallophyta adalah suatu divisi yang meliputi tumbuh-tumbuhan yang memiliki tubuh yang berbentuk talus (tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun). Divisi ini merupakan kelompok organisme polifiletik yang non-motil dan disebut oleh Stephan Endlicher, seorang ahli botani Austria abad ke-19, di mana dia mengklasifikasi tumbuhan menjadi thallophyta dan cormophyta (tumbuhan yang memiliki tubuh yang dapat dibedakan satu sama lain) pada tahun 1836.[1][2][3]

Tumbuhan ini meliputi kurang lebih 60.000 jenis, termasuk ganggang dan lumut kerak, di mana mereka hidupnya bisa secara autotrof, heterotrof, atau simbiosis.[1]

Morfologi

sunting

Talus yang dimiliki oleh tumbuhan ini memiliki struktur dan bentuk dengan berbagai variasi, mulai dari satu sel berbentuk bulat sampai yang terdiri atas banyak sel dengan bentuk yang kadang-kadang telah mirip dengan kormus yang dimiliki oleh tumbuhan tingkat tinggi. Sel yang menyusun tubuh telah memperlihatkan diferensiasi yang jelas, di mana dalam protoplasmanya terdapat satu inti atau lebih dan plastid yang bentuknynya beraneka ragam.[1]

Reproduksi

sunting

Tumbuhan ini dapat berkembangbiak, bak secara vegetatif maupun generatif. Reproduksi secara vegetatif atau aseksual menggunakan spora yang terbentuk dari sporangium, di mana spora ini benar-benar merupakan alat reproduksi sehingga dapat menjadi calon-calon individu baru. Untuk reproduksi generatif atau seksual, reproduksinya melalui peleburan gamet-gamet yang terbentuk dari gametangium, di mana keberagaman sifat gametnya tergantung pada gametangiumnya yang membuat keberagaman cara perkembangbiakan seksualnya (seperti isogami, anisogami, gametangiogami, dan oogami). [1]

Terlepas dari keberagaman cara reproduksinya, alat reproduksinya hanya memiliki satu sel saja, baik itu sporangioum maupun gametongium. Hal ini membuat organ-organ tersbeut memiliki dinding yang terdiri atas lapisan sel yang steril dan hanya berupa dinding sel yang merupakan organ tersebut.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e Tjitrosoepomo, Gembong (Januari 2023). Taksonomi Tumbuhan: Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta (Edisi 12 (Revisi)). Sleman, D.I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. ISBNย 9786233591454. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Stephan Endlicher (1836โ€“1840). "Genera plantarum secundum ordines naturales disposita". F. Beck; The Biodiversity Heritage Library.
  3. ^ Lindley (1846), page 46

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Lumut hati

menganggap kelompok lumut hati merupakan kelompok peralihan dari tumbuhan Thallophyta menuju Cormophyta. Lumut hati beranggota kurang lebih 6000 sampai 8000

Alga

(misalnya Euglena ke dalam Protozoa) dari alga bersel banyak (ke dalam Thallophyta). Belakangan disadari sepenuhnya bahwa pengelompokan sebagai satu klad

Lumut daun

Tjitrosoepomo, Gembong (Januari 2023). Taksonomi Tumbuhan: Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta (Edisi 12 (Revisi)). Sleman, D.I. Yogyakarta:

Kerajaan (biologi)

ke dalam filum Protozoa, sementara alga dan bakteri ke dalam divisi Thallophyta atau Protophyta. Namun ada beberapa makhluk yang dimasukkan ke dalam

Alga hijau

berwarna hijau dimasukkan sebagai salah satu kelas dalam filum/divisio Thallophyta, yaitu Chlorophyceae. Pengelompokan ini sekarang dianggap tidak valid

Flagellata

Tjitrosoepomo, Gembong (Januari 2023). Taksonomi Tumbuhan: Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta (Edisi 12 (Revisi)). Sleman, D.I. Yogyakarta:

Kehidupan

dikategorikan secara terpisah sebagai protozoa (hewan bersel tunggal) dan thallophyta (tumbuhan bersel tunggal), tetapi kemudian disatukan oleh Ernst Haeckel

Morfologi tumbuhan

kelompok kormus (Cormophyta). Sedangkan golongan lain: Cyanobacteria, Thallophyta, dan Bryophyta yang masuk kedalam bahasan anatomi tumbuhan karena tubuhnya