Theaitetos dari Athena (bahasa Yunani Kuno: ฮ˜ฮตฮฑฮฏฯ„ฮทฯ„ฮฟฯ‚, translit.ย Theaรญtฤ“tos; skt. 417 โ€“ 368 SM[1]), diduga putra Eufronius dari Athena deme Sounion, merupakan seorang matematikawan Yunani. Kontribusi utamanya adalah ukuran-ukuran irasional, yang termasuk di dalam Buku X dari Euklides Elemen, dan yang tepatnya merupakan lima polihendra cembung biasa.[2] Seorang sahabat Socrates dan Plato, ia adalah tokoh utama di dalam dialog eponimus Socrates Plato.[3]

Kawah Theaetetus di atas bulan dinamakan sama sepertinya.

Referensi

sunting
  1. ^ Boyer, Carl B. (1968). A History of Mathematics. New York, United States: John Wiley & Sons. hlm.ย 93.
  2. ^ Greek Geometry from Thales to Euclid by George Johnston Allman (Hodges, Figgis, & Company, 1889, p. 206).
  3. ^ Plato, Theaetetus.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Plato

Republik Simposium Dialog pertengahan-akhir[butuh rujukan]: Parmenides Theaetetus Dialog akhir[butuh rujukan]: Sang Sofis Sang Negarawan Timaeus Kritias

Kemunculan Bersebab

yang bersifat mandiri (bahasa Inggris: self-dependent). Ulasan kuno atas Theaetetus karya Plato juga membela sejenis relativisme yang menyatakan bahwa tidak

Konsonan

2001: Chambers Harrap Publishers Ltd., p. 210. Plato, Cratylus 424 C; Theaetetus 203 B. R.H. Robins, A Short History of Linguistics, 2nd Ed.; ยฉ1967 R.H

Teori bilangan

angka, daripada apa aritmetika.) Melalui salah satu dialog Plato โ€” yaitu, Theaetetus kita tahu bahwa Theodorus telah membuktikan bahwa 3 , 5 , โ€ฆ , 17 {\displaystyle

Dodekahedron beraturan

bertemu pada sebuah titik. Kumpulan polihedron ini dinamai Plato. Dalam Theaetetus, dialog Plato, Plato berhipotesis bahwa unsur-unsur klasik terbuat dari

Euklides

Eudoksos dari Knidos dan dari beberapa murid Plato lainnya (terutama Theaetetus dan Philip dari Opus.) Proclus percaya bahwa Euklides pasti hidup pada

Dualisme

Opera, vol. 1, Euthyphro, Apologia Socratis, Crito, Phaedo, Cratylus, Theaetetus, Sophistes, Politicus, ed. E.A. Duke, W.F. Hicken, W.S.M. Nicoll, D.B

Epikharmos dari Kos

memahaminya. Plato menyebutkan Epikharmos di dalam dialognya Gorgias dan di Theaetetus. Yang terakhir, Sokrates menyebut Epicharmus sebagai "pangeran Komedi"