| Tietea Rentang waktu:
| |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Divisi: | Polypodiophyta |
| Kelas: | Polypodiopsida |
| Ordo: | Marattiales |
| Famili: | †Psaroniaceae |
| Genus: | †Tietea Solms-Laubach |
| Spesies | |
| |
Tietea adalah genus pakis pohon Marattiales yang hidup dari masa Karbon Akhir hingga Perm. Genus ini telah ditempatkan dalam sejumlah famili, termasuk Psaroniaceae.[1] Spesies pertama yang dideskripsikan adalah Tietea singularis, yang tumbuh hingga mencapai tinggi 12 meter (39 ft). Spesies ini diperkirakan mencakup hampir 90% dari beberapa fosil yang ditemukan di Brasil.[2][3] Tietea derbyi dideskripsikan pada tahun 1992, namun validitasnya dipertanyakan karena mungkin merupakan spesimen *T. singularis* yang tertekan secara lateral.
Deskripsi
suntingBatang Tietea singularis biasanya berdiameter kurang dari 20 sentimeter (7,9 in), dengan empat ortostiki daun dalam susunan yang bersilang (dekusat). Batang dikelilingi oleh cincin sklerenkim berkelanjutan yang memisahkannya dari mantel akar.[4] Penampang melintang batang T. singularis memiliki struktur dasar yang sama dengan Psaronius, tetapi terdiri dari berkas pembuluh pusat yang memiliki bentuk lebih kecil menyerupai huruf O dan C, atau segmen bergelombang dengan konfigurasi yang pendek, bulat, atau tebal. Jejak daun pada *Tietea* bersifat polimeristelik, sedangkan pada Psaronius bersifat monomeristelik.[5] Mantel akar *Tietea* terdiri dari akar poliar di dalam jaringan parenkim yang diproduksi baik oleh batang maupun akar.[6]
Persebaran
suntingContoh fosil Tietea singularis yang diawetkan dari Formasi Pedra de Fogo, di Cekungan Maranhão (Brasil timur laut, dekat Araguaína) menunjukkan pelestarian sel yang luar biasa dan pewarnaan yang indah. Sebagian besar material kayu yang ditemukan dari formasi ini berasal dari pakis pohon Psaronius dan T. singularis, dengan lebih sedikit contoh batang fosil dari Calamites. Konifer seperti Dadoxylon juga ditemukan di sana.
Tietea singularis juga ditemukan berlimpah di Formasi Motuca, Cekungan Parnaíba di Filadélfia, Tocantins. Pada tahun 2000, area formasi Motuca diubah menjadi monumen alam, yakni Monumento Natural das Árvores Fossilizadas-MONAF (Monumen Alam Pohon Fosil Tocantins).[7][8]
Referensi
sunting- ^ Tavares, T.M.V.; Rohn, Rosemarie; Neregato, Rodrigo; Röβler, Ronny; Noll, Robert; Kurzawe, Francine; da Conceição, Domingas Maria; Cisneros, Juan Carlos; Iannuzzi, Roberto; da Silva Belem, Antonio Rhamon & Karollyni Coutinho, Barbara (2024), "Diversity and Growth Forms of Tree Ferns in the Permian from the Parnaíba Basin (Central-North Brazil)", dalam Iannuzzi, R.; Rößler, R. & Kunzmann, L. (ed.), Brazilian Paleofloras, Springer, doi:10.1007/978-3-319-90913-4_7-1, ISBN 978-3-319-90913-4
- ^ Rößler, Ronny and Galtier, Jean (2002), "First Grammatopteris tree ferns from the Southern Hemisphere - New insights in the evolution of the Osmundaceae from the Permian of Brazil", Review of Palaeobotany and Palynology, 121: 205–230, doi:10.1016/S0034-6667(02)00086-6 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Petrified Wood Museum: The Anatomy of Arborescent Plant Life Through Time
- ^ Herbst, 1986
- ^ Petrified Wood Museum: Tietea vs. Psaronius
- ^ Edith L. Taylor, Thomas N. Taylor, Michael Krings: Paleobotany: The Biology and Evolution of Fossil Plants (2009), halaman 425
- ^ Disertasi: Study of marattiales in the Tocantins Fossilized Forest
- ^ FAPESP Research Magazine, Edisi 210 - Agustus 2013