| Nama lengkap | Paysandu Sport Club | |||
|---|---|---|---|---|
| Julukan | Papão da Curuzu (Bogeyman Curuzu) Bicolor (Dua Warna) Lobo (Serigala) Alviceleste (Putih dan Biru Langit) | |||
| Berdiri | 2 Februari 1914 | |||
| Stadion | Stadion Curuzu (Kapasitas: 16,882) | |||
| Presiden | ||||
| Pelatih kepala | ||||
| Liga | Campeonato Brasileiro Série B Campeonato Paraense | |||
| 2024 2024 | Série B, ke-13 dari 20 Paraense, ke-1 dari 12 (juara) | |||
| Situs web | Situs web resmi klub | |||
| ||||
Paysandu Sport Club, umumnya dikenal sebagai Paysandu, adalah sebuah klub sepak bola profesional asal Brasil yang berbasis di Belém, Pará. Didirikan pada 2 Februari 1914, klub ini berkompetisi di Campeonato Brasileiro Série B, kasta kedua sepak bola Brasil, serta di Campeonato Paraense, divisi tertinggi liga sepak bola negara bagian Pará.
Sejarah
suntingPada 2 Februari 1914, para anggota Norte Club memprotes keputusan Federasi Sepak Bola Pará yang dianggap menguntungkan Remo dengan membubarkan tim dan mendirikan tim baru. Secara bulat, rapat menunjuk Hugo Leão sebagai ketua. Sebagai pemimpin gerakan itu, dia mengusulkan nama Paysandu Football Club untuk klub baru. Nama tersebut dipilih sebagai penghormatan terhadap peristiwa tragis di Paysandú, sebuah kota di Uruguay, yang memicu dimulainya perang melawan Paraguay.
Pada tahun itu, Norte Club menjalani musim yang baik dan harus mengalahkan Guarany untuk memaksakan pertandingan tambahan melawan Grupo do Remo. Setelah pertandingan berakhir imbang, anggota Norte Club meminta Liga Negara Bagian Pará membatalkan pertandingan karena berbagai ketidakteraturan. Namun, permohonan tersebut ditolak oleh pihak liga. Keputusan ini membuat para anggota Norte Club tidak puas, sehingga mereka memulai gerakan, dipimpin Hugo Leão, untuk mendirikan sebuah asosiasi baru yang lebih kuat. Gerakan tersebut membuat anggota Grupo do Remo tidak senang, dan mereka mencoba membujuk Hugo Leão agar membatalkan rencana itu.
Pada Februari 1914, surat kabar O Estado do Pará menyerukan diadakannya pertemuan untuk mendirikan klub baru. Seruan tersebut berdampak besar, menarik 42 atlet untuk hadir dalam pertemuan itu, banyak di antaranya adalah mantan anggota Norte Club, selain dari berbagai asosiasi lainnya. Dengan nama klub yang sudah disepakati, rapat memilih presiden pertama, yaitu Deodoro de Mendonça. Komite penyusun Anggaran Dasar klub juga ditentukan, dengan anggota terpilih Deodoro de Mendonça, Eurico Amanajás, dan Arnaldo Morais. Pertemuan kedua diadakan pada 10 Februari 1914 di tempat yang sama. Lebih dari 15 anggota baru bergabung dengan Paysandu, sehingga jumlah anggota meningkat menjadi 100, dan semuanya dianggap sebagai pendiri. Pada pertemuan ketiga, 19 Februari 1914, status Paysandu diubah dari “Foot-Ball” menjadi “Sport Club” melalui pemungutan suara, untuk mengajukan afiliasi dengan Liga Negara Bagian Pará. Dengan demikian, Paysandu Sport Club secara resmi berdiri pada 2 Februari 1914.
Pada 1991 dan 2001, Paysandu menjadi juara Série B. Pada 2002, klub meraih gelar Copa Norte, lalu menjuarai Copa dos Campeões setelah mengalahkan Palmeiras di semifinal dan menundukkan Cruzeiro lewat adu penalti setelah agregat 5–5, yang membuat mereka lolos ke Piala Libertadores 2003 sebagai juara. Paysandu juga menjuarai Campeonato Paraense tahun itu, untuk rekor tiga kali berturut-turut.
Meski memenangkan tiga trofi pada tahun tersebut, Paysandu kesulitan di Série A musim 2002, dengan finis di peringkat 20 dan hanya terpaut dua poin dari degradasi. Musim berikutnya pun mirip, dengan klub kembali berjuang di papan bawah dan hanya selamat dari degradasi berkat selisih gol.
Namun, Piala Libertadores 2003 berjalan sangat berbeda. Itu adalah partisipasi pertama Paysandu di kompetisi tersebut, dan mereka menutup fase grup tanpa kekalahan (empat kemenangan dan dua hasil imbang), termasuk kemenangan terkenal 6–2 atas Cerro Porteño di Paraguay.[1][2] Pada babak 16 besar, mereka berhadapan dengan Boca Juniors, yang akhirnya menjadi juara kompetisi serta pemenang Piala Interkontinental. Pada leg pertama di La Bombonera, Paysandu menang 1–0 lewat gol Iarley. Boca kemudian bangkit dan menang 4–2 di Belém, sehingga Paysandu tersingkir. Kampanye Série A 2004 mereka jauh lebih baik, dengan finis aman di papan tengah meski memulai musim tanpa kemenangan dalam sembilan pertandingan pertama. Namun pada Série A musim 2005, tim terdegradasi setelah finis di posisi kedua terbawah dan kalah 25 dari 42 pertandingan, jumlah kekalahan terbanyak dari semua klub musim itu. Pada 2006, klub kembali terdegradasi, hingga akhirnya promosi lagi ke divisi dua pada 2012. Sejak saat itu, klub naik-turun antara Série B dan Série C.
Klub ini juga memiliki empat gelar Copa Verde, serta menjadi klub dengan gelar Campeonato Paraense terbanyak, yaitu 50 kali.
Rivalitas
suntingRival utama Paysandu adalah Remo, dengan siapa mereka memainkan Clássico Rei da Amazônia (derbi Raja Amazon) atau Re-Pa. Pertandingan pertama berlangsung pada 14 Juni 1914, dengan Remo menang 2–1. Pada 26 Juli 1945, skor terbesar dalam sejarah derbi terjadi. Paysandu menang 7–0 dalam pertandingan Campeonato Paraense tahun itu. Pada 2016, derbi tersebut ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda negara bagian Pará, dan diakui sebagai ekspresi budaya masyarakat Pará.[3]
Selain itu, Paysandu juga memiliki rivalitas kecil dengan Tuna Luso. Pertandingan pertama mereka berlangsung pada 11 Desember 1932, dalam laga persahabatan yang berakhir imbang 3–3.
Stadion
suntingStadion milik Paysandu adalah Stadion Curuzu, yang memiliki kapasitas maksimum 16.200 penonton. Mangueirão juga pernah menjadi tempat beberapa pertandingan Paysandu, termasuk laga Piala Libertadores serta pertandingan Campeonato Brasileiro melawan klub-klub besar.
Pemain
suntingTim utama
sunting- Per 8 November 2025.
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan kelayakan FIFA. Pemain bisa saja memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.
|
|
Dipinjamkan
suntingCatatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan kelayakan FIFA. Pemain bisa saja memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.
|
Prestasi
suntingDomestik
sunting- Campeonato Brasileiro Série B
- Juara (2): 1991, 2001
- Campeonato Brasileiro Série C
- Runner-up (1): 2014
- Copa dos Campeões
- Juara (1): 2002
Regional
sunting- Campeonato Paraense
- Juara (50): 1920, 1921, 1922, 1923, 1927, 1928, 1929, 1931, 1932, 1934, 1939, 1942, 1943, 1944, 1945, 1947, 1956, 1957, 1959, 1961, 1962, 1963, 1965, 1966, 1967, 1969, 1971, 1972, 1976, 1980, 1981, 1982, 1984, 1985, 1987, 1992, 1998, 2000, 2001, 2002, 2005, 2006, 2009, 2010, 2013, 2016, 2017, 2020, 2021, 2024
- Runner-up (40): 1914, 1915, 1916, 1917, 1918, 1919, 1924, 1925, 1926, 1930, 1933, 1936, 1937, 1941, 1948, 1949, 1952, 1954, 1955, 1960, 1968, 1970, 1974, 1975, 1977, 1978, 1979, 1989, 1990, 1993, 1994, 1995, 1997, 1999, 2004, 2011, 2014, 2018, 2022, 2025
- Copa Verde
- Juara (5): 2016, 2018, 2022, 2024, 2025
- Runner-up (4): 2014, 2017, 2019, 2023
- Copa Norte
- Juara (1): 2002
- Runner-up (1): 2001
- Super Copa Grão-Pará
- Juara (1): 2025
- Taça Cidade de Belém
- Juara (7): 2005, 2006, 2009, 2010, 2011, 2013, 2016
- Taça Estado do Pará
- Juara (2): 2005, 2014
- Torneio Início do Pará
- Juara (17): 1917, 1926, 1929, 1930, 1932, 1933, 1937, 1938, 1944, 1957, 1958, 1962, 1965, 1966, 1967, 1969, 1970
Internasional
sunting- International Triangular Tournament
- Juara (1): 1953
- Belém International Quadrangular Tournament
- Juara (1): 1956
- Paramaribo International Tournament
- Juara (1): 2011
Referensi
sunting- ^ "Copa Libertadores: Paysandú goleó por 6 a 2 a Cerro Porteño" (dalam bahasa Spanyol). La Nación. 28 Maret 2003. Diakses tanggal 11 Oktober 2023.
- ^ "Cerro pasa vergüenza frente al Paysandú" (dalam bahasa Spanyol). ABC Color. 28 Maret 2003. Diakses tanggal 11 Oktober 2023.
- ^ "Clássico Re-Pa é declarado patrimônio cultural imaterial do Estado do Pará" (dalam bahasa Portugis). Globo Esporte. 4 Mei 2016. Diakses tanggal 4 November 2021.