Tinulad adalah prasasti-prasasti salinan, atau prasasti yang โ€œditiruโ€. Penyalinan kembali prasasti, biasanya karena prasasti aslinya sudah rusak, atau ketentuan-ketentuan yang ada di dalammya perlu dikukuhkan kembali.

Ketetapan suatu daerah menjadi sima biasanya diberlakukan untuk sepanjang zaman, dan ini dalam prasasti-prasasti biasanya dinyatakan dengan kalimat โ€œtka ri dlฤha niล„ dlฤhaโ€ (sampai ke akhir zaman). Suatu daerah sima yang ditetapkan seorang raja dari suatu kerajaan dapat saja berlangsung terus sampai masa kemudian ketika kerajaannya sudah berganti dengan kerajaan lain. Hal yang demikian ini sering menyebabkan satu prasasti disalin kembali pada masa kemudian.

Sebagai contoh dapat disebutkan misalnya Prasasti Kancana (Gedangan) yang dikeluarkan pada tahun 782 Saka (860 Masehi) oleh raja [[Medang] Rakai Kayuwangi. Pada masa pemerintahan Raja Majapahit Hayam Wuruk tahun 1289 Saka (1367 Masehi) prasasti tersebut disalin kembali.

Referensi

sunting

1. Versprede Geschriften, VII, 1917:17-53

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Prasasti Tinulad

Tinulad adalah prasasti-prasasti salinan, atau prasasti yang โ€œditiruโ€. Penyalinan kembali prasasti, biasanya karena prasasti aslinya sudah rusak, atau

Majapahit

Satyapura Prasasti Simanglayang (tinulad) Prasasti Kamban (tinulad) Prasasti Waharu (tinulad) Prasasti Sumbut (tinulad) Prasasti Wangwang Bangen (tinulad)

Prasasti Masahar

Sine Singhasari 1351 Sukabumi Sukamerta Taji Tanda Rakryan Tija Tengaran Tinulad Turun Hyang Wwahan Wide Wotan Wurandungan Wurare Sumatra Aceh Minyetujoh

Kerajaan Kadiri

Karangbayat, Sumberbaru, Jember Prasasti Pupus (tinulad dari era Medang pada era Kediri) (pembuatan 900 M, versi tinulad 1100 M) Jragung, Karangawen, Demak, Jawa

Prasasti Kuti

ini merupakan pelanjut Rakai Pikatan. Diketahui, prasasti ini merupakan tinulad (salinan) yang dibuat pada zaman kekuasaan Dyah Balitung dan kembali disalin

Prasasti Kebon Kopi II

Sine Singhasari 1351 Sukabumi Sukamerta Taji Tanda Rakryan Tija Tengaran Tinulad Turun Hyang Wwahan Wide Wotan Wurandungan Wurare Sumatra Aceh Minyetujoh

Prasasti Siwagrha

Sine Singhasari 1351 Sukabumi Sukamerta Taji Tanda Rakryan Tija Tengaran Tinulad Turun Hyang Wwahan Wide Wotan Wurandungan Wurare Sumatra Aceh Minyetujoh

Aksara Nusantara

digoreskan pada batu (otentik), dibuat beberapa salinan atau tembusan (tinulad/tiruan otentik) prasasti yang digoreskan pada lempeng tembaga disebut tamra