Tiofenol
Rumus kerangka
Rumus kerangka
Model bola-dan-tongkat
Model bola-dan-tongkat
Nama
Nama IUPAC (preferensi)
Benzenatiol[1]
Nama lain
  • Tiofenol (atau feniltiol)
  • Fenil merkaptan
  • Merkaptobenzena
Penanda
Model 3D (JSmol)
Referensi Beilstein 506523
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C6H6S/c7-6-4-2-1-3-5-6/h1-5,7Hย checkY
    Key:ย RMVRSNDYEFQCLF-UHFFFAOYSA-Nย checkY
  • InChI=1/C6H6S/c7-6-4-2-1-3-5-6/h1-5,7H
    Key:ย RMVRSNDYEFQCLF-UHFFFAOYAL
  • Sc1ccccc1
Sifat
C6H6S
Massa molar 110,17ย gยทmolโˆ’1
Penampilan Cairan nirwarna
Bau Tak mengenakkan, menyengat
Densitas 1,0766 g/mL
Titik lebur โˆ’15ย ยฐC (5ย ยฐF; 258ย K)
Titik didih 169ย ยฐC (336ย ยฐF; 442ย K)
0,08%[2]
Kelarutan Sebagian besar pelarut organik; basa berair
Tekanan uap 1 mmHg (18 ยฐC)[2]
Keasaman (pKa)
โˆ’70,8ยท10โˆ’6 cm3/mol
Bahaya
Bahaya utama Beracun
Piktogram GHS GHS02: Mudah terbakarGHS05: KorosifGHS06: BeracunGHS07: Tanda SeruGHS09: Bahaya Lingkungan
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
H226, H300, H310, H314, H315, H330, H410
P210, P233, P240, P241, P242, P243, P260, P262, P264, P270, P271, P273, P280, P284, P301+P310, P301+P330+P331, P302+P350, P302+P352, P303+P361+P353, P304+P340, P305+P351+P338, P310, P312, P320, P321, P322, P330, P332+P313, P361, P362, P363, P370+P378, P391, P403+P233, P403+P235, P405, P501
Titik nyala 56ย ยฐC; 132ย ยฐF; 329ย K[2]
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
Tak ada[2]
REL (yang direkomendasikan)
C 0,1 ppm (0,5 mg/m3) [15-menit][2]
IDLH (langsung berbahaya)
N.D.[2]
Senyawa terkait
Related tiol
1,2-Benzenaditiol
Benzenametanatiol
Senyawa terkait
Fenol
Benzenaselenol
Difenil disulfida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25ย ยฐC [77ย ยฐF], 100ย kPa).
checkYย verifikasiย (apa iniย checkYNย ?)
Referensi

Tiofenol adalah sebuah senyawa organobelerang dengan rumus kimia C6H5SH, terkadang disingkat menjadi PhSH. Cairan tak berwarna yang berbau busuk ini adalah senyawa tiol aromatik yang paling sederhana. Struktur kimia tiofenol dan turunannya mirip dengan fenol, di mana atom oksigen dalam gugus hidroksil (โˆ’OH) yang terikat pada cincin aromatik dalam fenol digantikan oleh atom belerang. Awalan tio- menyiratkan senyawa yang mengandung belerang dan ketika digunakan sebelum nama kata dasar untuk senyawa yang biasanya mengandung atom oksigen, dalam kasus 'tiol', atom oksigen pada alkohol digantikan oleh atom belerang.

Tiofenol juga menggambarkan kelas senyawa yang secara formal berasal dari tiofenol itu sendiri. Semuanya memiliki gugus sulfhidril (โ€“SH) yang terikat secara kovalen pada suatu cincin aromatik. Ligan organobelerang dalam obat tiomersal adalah sebuah tiofenol.

Sintesis

sunting

Terdapat beberapa metode sintesis untuk tiofenol dan senyawa terkait, meskipun tiofenol sendiri biasanya dibeli untuk operasi laboratorium. 2 metode tersebut adalah reduksi benzenasulfonil klorida dengan seng[5] dan aksi belerang elemental pada fenil magnesium halida atau fenillitium yang diikuti oleh pengasaman.

Melalui penataan ulang Newmanโ€“Kwart, fenol (1) dapat diubah menjadi tiofenol (5) melalui konversi menjadi O-aril dialkiltiokarbamat (3), diikuti oleh pemanasan untuk menghasilkan turunan S-aril isomerik (4).[6]

Dalam reaksi tiofenol Leuckart, bahan awalnya adalah anilin melalui garam diazonium (ArN2X) dan xantat (ArS(C=S)OR).[7][8] Sebagai alternatif, natrium sulfida dan triazena dapat bereaksi dalam larutan organik dan menghasilkan tiofenol.[9]

Tiofenol dapat diproduksi dari klorobenzena dan hidrogen sulfida pada alumina pada suhu 700 hingga 1.300ย ยฐF (371 hingga 704ย ยฐC). Disulfida adalah produk sampingan utama.[10] Media reaksinya bersifat korosif dan memerlukan lapisan reaktor keramik atau yang serupa. Aril iodida dan belerang dalam kondisi tertentu juga dapat menghasilkan tiofenol.[11]

Kegunaan

sunting

Tiofenol digunakan dalam produksi obat-obatan termasuk sulfonamida. Agen antijamur butokonazol dan mertiolat adalah turunan tiofenol.[9]

Sifat dan reaksi

sunting

Keasaman

sunting

Tiofenol memiliki keasaman yang jauh lebih besar daripada fenol, seperti yang ditunjukkan oleh nilai pKa mereka (6,62 untuk tiofenol dan 9,95 untuk fenol). Pola serupa terjadi pada H2S versus H2O, dan semua tiol versus alkohol terkait. Pereaksian PhSH dengan basa kuat seperti natrium hidroksida (NaOH) atau logam natrium akan menghasilkan garam natrium tiofenolat (PhSNa).

Alkilasi

sunting

Tiofenolat sangat bersifat nukleofilik, sehingga menghasilkan laju alkilasi yang tinggi.[12] Dengan demikian, pereaksian C6H5SH dengan metil iodida dengan adanya basa akan menghasilkan metil fenil sulfida, C6H5SCH3, suatu tioeter yang sering disebut sebagai tioanisol. Reaksi semacam itu cukup ireversibel. C6H5SH juga bereaksi dengan karbonil tak jenuh ฮฑ,ฮฒ melalui adisi Michael.

Oksidasi

sunting

Tiofenolat, terutama dengan adanya basa, mudah dioksidasi menjadi difenil disulfida:

4 C6H5SH + O2 โ†’ 2 C6H5S-SC6H5 + 2 H2O

Disulfida ini dapat direduksi kembali menjadi tiol menggunakan natrium borohidrida yang diikuti dengan pengasaman. Reaksi redoks ini juga dimanfaatkan dalam penggunaan C6H5SH sebagai sumber atom H.

Klorinasi

sunting

Fenilsulfenil klorida, suatu cairan berwarna merah darah (t.d.ย 41โ€“42ย ยฐC, 1,5ย mm Hg), dapat dibuat melalui reaksi tiofenol dengan klorin (Cl2).[13]

Koordinasi ke logam

sunting

Kation logam membentuk tiofenolat, beberapa di antaranya bersifat polimer. Salah satu contohnya adalah "C6H5SCu," yang diperoleh dengan mereaksikan tembaga(I) klorida dengan tiofenol.[14]

Keamanan

sunting

Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH) AS telah menetapkan batas paparan yang direkomendasikan (recommended exposure limit, REL) pada batas tertinggi 0,1ย ppm (0,5ย mgย mโˆ’3), dan paparan tidak lebih dari 15 menit.[15]

Referensi

sunting
  1. ^ "Front Matter". Nomenclature of Organic Chemistryย : IUPAC Recommendations and Preferred Names 2013 (Blue Book). Cambridge: The Royal Society of Chemistry. 2014. hlm.ย P001 โ€“ P004. doi:10.1039/9781849733069-FP001. ISBNย 978-0-85404-182-4.
  2. ^ a b c d e f "NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0050". National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).
  3. ^ Cox, Brian G. Acids and Bases: Solvent Effects on Acid-base Strength. 1st ed. Oxford, UK: Oxford UP, 2013.
  4. ^ Bordwell, Frederick G.; Hughes, David L. (1982). "Thiol acidities and thiolate ion reactivities toward butyl chloride in dimethyl sulfoxide solution. The question of curvature in Broensted plots". The Journal of Organic Chemistry. 47 (17): 3224โ€“3232. doi:10.1021/jo00138a005.
  5. ^ Adams, R.; C. S. Marvel, C. S.. "Thiophenol". Org. Synth.; Coll. Vol. 1: 504.ย .
  6. ^ Melvin S. Newman and Frederick W. Hetzel (1971). "Thiophenols from Phenols: 2-Naphthalenethiol". Org. Synth. 51: 139.ย 
  7. ^ Leuckart, J. prakt. Chem., [2] 41, 189 (1890).
  8. ^ (1947) "m-Thiocresol". Org. Synth. 27; Coll. Vol. 3: 809.ย 
  9. ^ a b Kazem-Rostami, Masoud; Khazaei, Ardeshir; Moosavi-Zare, Ahmad; Bayat, Mohammad; Saednia, Shahnaz (2012). "One-pot synthesis of thiophenols". Synlett. 23 (13): 1893โ€“1896. doi:10.1055/s-0032-1316557. S2CIDย 196805424.
  10. ^ US Patent 2,490,257, Duncan J. Crowley & Alvin L. Kosak, "Mono- and Polyalkyl Mono- and Polynuclear Mercaptans", dikeluarkan tanggal 6 Desember 1949, diberikan kepada Socony-Vacuum Oil Co.ย 
  11. ^ Jiang, Y.; Qin, Y.; Xie, S.; Zhang, X.; Dong, J.; Ma, D., A (2009). "General and Efficient Approach to Aryl Thiols: CuI-Catalyzed Coupling of Aryl Iodides with Sulfur and Subsequent Reduction". Organic Letters. 22 (1): 52โ€“56. doi:10.1021/acs.orglett.9b03866. PMIDย 31833778. S2CIDย 209341111. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  12. ^ Campopiano, O. (2004). "Thiophenol". Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. New York: John Wiley & Sons. doi:10.1002/047084289X. hdl:10261/236866. ISBNย 9780471936237..
  13. ^ Barrett, A. G. M.; Dhanak, D.; Graboski, G. G.; Taylor, S. J. (1993). "(Phenylthio)nitromethane". Org. Synth.; Coll. Vol. 8: 550.ย 
  14. ^ Posner, G. H.; Whitten, C. E.. "Secondary and Tertiary Alkyl Ketones from Carboxylic Acid Chlorides and Lithium Phenylthio(alkyl)cuprate Reagents: tert-Butyl Phenyl Ketone". Org. Synth.; Coll. Vol. 6: 248.ย 
  15. ^ CDC - NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Benzenaselenol

yang dicari. Benzenaselenol lebih mudah teroksidasi oleh udara daripada tiofenol. Kemudahan reaksi ini mencerminkan kelemahan ikatan Se-H, yang energi disosiasi

Senyawa diazonium

ethilxantat diikuti dengan hidrolisis dari zat antara ester xantat menghasilkan tiofenol: C6H5N+2 + C2H5OCSโˆ’2 โ†’ C6H5SC(S)OC2H5 C6H5SC(S)OC2H5 + H2O โ†’ C6H5SH + HOC(S)OC2H5

Etanatiol

berbahaya) 500 ppm Senyawa terkait Senyawa terkait Metanatiol Butanatiol Etanol Tiofenol Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar

Gugus pelindung

oligonukleotida. Metil (Me) โ€“ dihilangkan dengan nukleofil kuat seperti tiofenol/TEA. Alkohol propargil dalam reaksi Favorskii, Gugus silil, khususnya pada

Tazaroten

RARฮฒ dan RARฮณ. Pembentukan sistem cincin melibatkan alkilasi anion dari tiofenol dengan dimetilalil bromida (1) untuk menghasilkan tioeter (2). Siklisasi

Fenol

[kulit] IDLH (langsung berbahaya) 250ย ppm Senyawa terkait Senyawa terkait Tiofenol Natrium fenoksida Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu