Titik bidik atau dalam bahasa Inggris disebut Aiming point (AP), dalam artileri adalah keakuratan tembakan tidak langsung yang tergantung pada penggunaan titik bidik. Dalam angkatan udara, istilah titik bidik (atau AP) mengacu pada titik di tengah tanda + yang ada pada layar atau kaca bombsight untuk membidik target tertentu yang telah ditentukan.

Titik bidik tembakan tidak langsung menyajikan titik referensi sudut untuk mengarahkan senjata ke arah horizontal yang diperlukan - azimuth. Sampai tahun 1980-an titik bidik merupakan hal penting untuk artileri tembakan tidak langsung. Titik bidik juga digunakan untuk mortir dan senapan mesin yang menembak secara tidak langsung.

Bentuk titik bidik yang paling awal adalah sepasang tiang bidik untuk setiap senapan, hampir sejajar satu sama lain ketika dilihat melalui pandangan senjata, dan ditempatkan sekitar 50 meter dari senapan. Setidaknya ada dua cara untuk menggunakan ini, tetapi yang paling sederhana adalah mengarahkan pandangan di tengah-tengah dari kedua tiang tersebut.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

AKM

menggunakan titik bidik yang diterangi Radium yang diintegrasikan ke dalam bidikan depan dan belakang. Bidikan ini memungkinkan target untuk dibidik dalam kondisi

Kompas

akurat. Kompas bidik dilengkapi dengan jarum visir yang berfungsi sebagai titik bidik sejajar terhadap objek di lapangan. Lensa bidik pada kompas ini

Jendela bidik

Jendela bidik (en:viewfinder) adalah jendela kecil pada kamera untuk melihat object yang akan diambil oleh fotografer, object yang tampak pada viewfinder

Paralaks

sangat dekat. Foto yang dihasilkan akan mempunyai sudut pandang yang berbeda dengan sudut pandang yang dilihat oleh fotografer pada jendela bidik. l b s

LAW 80

mengurangi penetrasi dan akan menjadi faktor penting ketika memilih titik bidik. Kontraktor: Teknik Berburu Kaliber: 94 mm Panjang peluncur: Mode penembakan:

V-2

buah roket tipe ini diluncurkan sebagai senjata oleh militer Jerman untuk membidik sasaran dari pasukan Sekutu dalam Perang Dunia Kedua, yang mengakibatkan

Jembatan Aioi

Hiroshima, Jepang. Jembatan aslinya, yang dibangun pada 1932, merupakan titik bidik untuk bom atom Hiroshima 1945 karena bentuknya yang mudah terlihat dari

RPG-7

bidik tak lagi 50 melainkan 100, dan nilai tertinggi mencapai 500 terbagi dalam lima selang (interval). Kemajuan RPG 7 lainnya ialah teropong bidik NSP-2/R