Topan Mangkhut (2018)

Topan adalah istilah untuk pusaran siklon tropis dewasa yang terbentuk antara Meridian timur ke-100 dan ke-180 di belahan utara Bumi. Kawasan ini dinamakan sebagai Cekungan Pasifik Barat Laut,[1] yang merupakan kawasan siklon tropis teraktif di Bumi, di mana hampir sepertiga dari siklon tropis tahunan di dunia terbentuk di kawasan ini. Topan merupakan angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam atau lebih yang terjadi di khatulistiwa.[2] Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca dengan jarak minimal 500 km dari garis khatulistiwa.[3] Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam.[2] Angin topan biasa terjadi saat pergantian musim dari musim panas ke musim gugur.[4]

Pemantauan cekungan

sunting

Di dalam wilayah Pasifik Barat, Pusat Khusus Meteorologi Regional Tokyo (RSMC Tokyo–Typhoon Center), yang merupakan bagian dari Badan Meteorologi Jepang (JMA), telah memiliki tanggung jawab resmi untuk memberikan peringatan di seluruh kawasan Pasifik Barat sejak tahun 1989,[5] dan tanggung jawab penamaan untuk sistem yang mencapai kekuatan badai tropis atau lebih sejak tahun 2000.[6] Namun, setiap Layanan Meteorologi dan Hidrologi Nasional di wilayah Pasifik Barat memiliki tanggung jawab untuk mengeluarkan peringatan bagi wilayah daratan yang terkena dampak siklon tropis di negara mereka masing-masing, seperti Pusat Peringatan Topan Bersama (JTWC) untuk lembaga-lembaga Amerika Serikat,[7] Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (PAGASA) untuk kepentingan di negara kepulauan Filipina,[8] serta Hong Kong Observatory untuk badai yang cukup dekat sehingga memerlukan dikeluarkannya sinyal peringatan siklon tropis Hong Kong.[9]

Sumber nama dan daftar nama

sunting

Daftar nama terdiri atas entri dari 14 negara dan wilayah di Asia Tenggara dan Asia Timur serta Amerika Serikat yang memiliki wilayah yang secara langsung dipengaruhi oleh topan. Nama-nama yang diajukan disusun ke dalam sebuah daftar; nama-nama pada daftar tersebut akan digunakan dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan. Ketika semua nama dalam daftar telah digunakan, maka penamaan akan dimulai kembali dari sudut kiri atas. Ketika sebuah topan menyebabkan kerusakan di suatu wilayah, wilayah yang terdampak dapat mengajukan permintaan untuk memensiunkan nama tersebut pada sesi berikutnya dari Komite Topan ESCAP/WMO. Nama baru akan ditentukan oleh wilayah yang sebelumnya mengajukan nama yang dipensiunkan.

Berbeda dengan siklon tropis di bagian dunia lainnya, topan tidak dinamai berdasarkan nama orang. Sebaliknya, nama-nama tersebut umumnya merujuk pada hewan, bunga, tanda astrologi, serta beberapa nama pribadi. Namun, Filipina (melalui PAGASA) mempertahankan daftar namanya sendiri, yang terdiri atas nama manusia maupun benda lainnya.[10] Jepang dan beberapa negara Asia Timur lainnya juga memberikan nomor pada setiap topan.[11]

Badai yang melintasi garis tanggal dari Pasifik Tengah akan mempertahankan nama aslinya, tetapi sebutan “hurricane” akan berubah menjadi “typhoon” (topan).

Daftar nama siklon tropis Pasifik Barat (hingga 2024)
Daftar Negara/wilayah penyumbang
 Kamboja  Tiongkok  Korea Utara  Hong Kong, Tiongkok  Jepang  Laos  Makau, Tiongkok  Malaysia  Federasi Mikronesia  Filipina  Korea Selatan  Thailand  Amerika Serikat  Vietnam
1 Damrey Tianma Kirogi Yun-yeung Koinu Bolaven Sanba Jelawat Ewiniar Maliksi Gaemi Prapiroon Maria Son-Tinh
Ampil Wukong Jongdari Shanshan Yagi Leepi Bebinca Pulasan Soulik Cimaron Jebi Krathon Barijat Trami
2 Kong-rey Yinxing Toraji Man-yi Usagi Pabuk Wutip Sepat Mun Danas Nari Wipha Francisco Co-May
Krosa Bailu Podul Lingling Kajiki Nongfa Peipah Tapah Mitag Ragasa Neoguri Bualoi Matmo Halong
3 Nakri Fengshen Kalmaegi Fung-wong Koto Nokaen Penha Nuri Sinlaku Hagupit Jangmi Mekkhala Higos Bavi
Maysak Haishen Noul Dolphin Kujira Chan-hom Peilou Nangka Saudel Narra Gaenari Atsani Etau Bang-Lang
4 Krovanh Dujuan Surigae Choi-wan Koguma Champi In-fa Cempaka Nepartak Lupit Mirinae Nida Omais Luc-Binh
Chanthu Dianmu Mindulle Lionrock Tokei Namtheun Malou Nyatoh Sarbul Amuyag Gosari Chaba Aere Songda
5 Trases Mulan Meari Tsing-ma Tokage Ong-mang Muifa Merbok Nanmadol Talas Hodu Kulap Roke Sonca
Nesat Haitang Jamjari Banyan Yamaneko Pakhar Sanvu Mawar Guchol Talim Bori Khanun Lan Saobien
Referensi:[12]

Catatan

sunting
Total
badai
Tahun Badai
tropis
Topan Super
topan
39 1964 13 19 7
35 1965
1967
1971
14
15
11
10
16
16
11
4
4
34 1994 14 14 6
33 1996 12 15 6
32 1974 16 16 0
31 1989
1992
2013
10
13
18
15
17
8
6
5
5
30 1962
1966
1972
1990
2004
7
10
8
9
10
17
17
20
17
13
6
3
2
4
7

Musim topan paling aktif di Samudra Pasifik Barat terjadi pada tahun 1964, ketika 39 badai dengan kekuatan setingkat badai tropis terbentuk.[13] Sejak catatan yang dapat diandalkan dimulai, hanya 15 musim yang memiliki 30 atau lebih badai yang terbentuk. Aktivitas paling rendah di wilayah barat laut Samudra Pasifik terjadi selama musim topan 2010, ketika hanya terbentuk 14 badai tropis dan 7 topan.

Di Filipina, musim paling aktif sejak 1945 dalam hal hantaman siklon tropis adalah musim 1993, ketika 19 siklon tropis melintasi negara itu.[14] Sementara itu, hanya satu siklon tropis yang melintasi Filipina pada tahun 1958. Musim topan 2004 merupakan yang tersibuk bagi Okinawa sejak tahun 1957.[15]

Di Guangdong, Tiongkok selatan, selama seribu tahun terakhir, dekade paling aktif untuk hantaman topan adalah 1660-an dan 1670-an.[16]

Kecepatan angin maksimum berkelanjutan tertinggi yang pernah tercatat secara andal untuk sebuah topan adalah Topan Haiyan (Yolanda), yang mencapai 195 mil per jam (315 km/jam) sesaat sebelum mendarat di Filipina tengah pada 8 November 2013.[17]

Topan dengan tekanan minimum terendah yang pernah tercatat adalah Topan Tip di Samudra Pasifik barat laut tahun 1979, dengan tekanan 870 hPa dan kecepatan angin maksimum berkelanjutan 165 knot (305 km/jam).[18]

Topan paling mematikan abad ke-20 adalah Topan Nina (1975), yang menewaskan hampir 100.000 orang di Tiongkok akibat banjir besar yang menyebabkan 12 bendungan jebol.[19]

Setelah Topan Morakot mendarat di Taiwan pada tengah malam 8 Agustus 2009, hampir seluruh wilayah selatan Taiwan (Kabupaten/Kota Chiayi, Tainan, Kaohsiung, dan Pingtung), serta sebagian Kabupaten Taitung dan Nantou, terendam banjir besar akibat curah hujan ekstrem. Curah hujan di Kabupaten Pingtung mencapai 2.327 mm,[20] memecahkan semua rekor curah hujan di Taiwan yang disebabkan oleh satu topan tunggal,[21] menjadikan Morakot sebagai topan paling basah yang pernah tercatat.

Rujukan

sunting
  1. ^ Chris Landsea (2010-06-01). "Subject: F1) What regions around the globe have tropical cyclones and who is responsible for forecasting there?". Journal of Geophysical Research: Atmospheres: D06108. Diakses tanggal 2011-03-30.
  2. ^ a b "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-11-04. Diakses tanggal 2019-10-12.
  3. ^ Chris Landsea (1 Juni 2010). Subject: A15) How do tropical cyclones form ? National Hurricane Center. Retrieved on 2011-03-24.
  4. ^ John Molinari; David Vollaro (September 2000). "Planetary- and Synoptic-Scale Influences on Eastern Pacific Tropical Cyclogenesis". Monthly Weather Review. 128 (9): 3296–307. Bibcode:2000MWRv..128.3296M. doi:10.1175/1520-0493(2000)128<3296:PASSIO>2.0.CO;2.
  5. ^ Badan Meteorologi Jepang (2001-05-25). "Laporan Tahunan Kegiatan RSMC Tokyo – Typhoon Center: 2000" (PDF). hlm. iii, 11. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2013-12-12. Diakses tanggal 2011-03-11.
  6. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama HKO
  7. ^ Komando Meteorologi dan Oseanografi Angkatan Laut (2011). "Pemberitahuan Produk dan Layanan". Angkatan Laut Amerika Serikat. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-06-09. Diakses tanggal 2011-03-11.
  8. ^ Philippine Atmospheric, Geophysical & Astronomical Services Administration (2004). "Misi/Visi". Diarsipkan dari asli tanggal 2004-04-22. Diakses tanggal 2011-03-11.
  9. ^ Observatorium Hong Kong (September 2010). "Siklon Tropis Tahun 2009" (PDF). hlm. 18–19. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-06-29. Diakses tanggal 2011-03-11. ;
  10. ^ "Bagaimana topan dinamai". USA Today. 2007-11-01. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-30. Diakses tanggal 2008-08-18.
  11. ^ [http://agora.ex.nii.ac.jp/digital-typhoon/help/tcnames.html.en#:~:text=Number-based%20conventions%20are%20based,typhoon%20of%20the%20typhoon%20season . "Digital Typhoon: Nama-nama Topan (Nama-nama Asia)"]. agora.ex.nii.ac.jp. Diakses tanggal 2023-07-31. ;
  12. ^ RSMC Tokyo-Topan Center. "List of names for tropical cyclones adopted by the ESCAP/WMO Topan Committee for the western North Pacific and the South China Sea (valid as of 2019)". Japan Meteorological Agency: RSMC Tokyo – Topan Center. Japan Meteorological Agency. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 5, 2021. Diakses tanggal October 25, 2019.
  13. ^ "A Tale of Two Cyclone Seasons". www.naturalhazards.nasa.gov (dalam bahasa Inggris). 2013-12-07. Diakses tanggal 2025-06-22.
  14. ^ Joint Typhoon Warning Center (2009). "Member Report Republic of the Philippines" (PDF). Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration. World Meteorological Organization. Diakses tanggal 2010-04-14.
  15. ^ Erik Slavin (2005-05-30). "Preparation critical for Japan's coming typhoon season". Stars and Stripes.
  16. ^ Kam-Biu Liu; Caiming Shen; Kin-Sheun Louie (2001). "A 1,000-Year History of Typhoon Landfalls in Guangdong, Southern China, Reconstructed from Chinese Historical Documentary Records". Annals of the Association of American Geographers. 91 (3): 453–464.
  17. ^ "Among Strongest Storms Ever". The Washington Post. 2013-11-08.
  18. ^ "An Analysis of Super Typhoon Tip (October 1979)". Monthly Weather Review. 1980.
  19. ^ "Societal Impacts of Tropical Cyclones". World Meteorological Organization. 2008-02-26.
  20. ^ "Taiwan Rainfall Record Investigation". 2009-08-12.
  21. ^ "Record rains in south". The China Post. 2009-08-09.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Ali Topan

Ali Topan adalah film drama romantis perjalanan Indonesia tahun 2023 yang disutradarai oleh Sidharta Tata berdasarkan novel berjudul Ali Topan Anak Jalanan

Topan Ragasa

Topan Ragasa yang dikenal di Filipina sebagai Topan Super Nando, merupakan siklon tropis dahsyat bersifat mematikan yang dicatat sebagai badai paling

Topan Kalmaegi

Topan Kalmaegi, atau dikenal di Filipina sebagai Topan Tino, adalah siklon tropis yang sangat kuat dan memiliki kecepatan angin maksimum 125 mph (205/jam)

Topan Sinlaku

yang paling intens sejak Topan Surigae pada tahun 2021. Badai bernama keempat, topan pertama, dan topan super pertama musim topan Pasifik 2026, Sinlaku berasal

Topan Tip

Topan Tip atau di Filipina disebut Topan Warling merupakan siklon tropis terbesar dan terparah yang pernah tercatat dengan jangkauan diameter angin mencapai

Topan (pelawak)

Topan (lahir 12 April 1956) Nama lengkapnya Topan Muhammad Sugianto, adalah seorang pelawak yang pernah bermain di Ketoprak Humor. Topan merupakan kakak

Topan Hagupit (2020)

Topan Hagupit, dikenal di Filipina sebagai Badai Tropis Dahsyat Dindo, adalah topan Kategori 1 yang berdampak sangat besar pada Tiongkok Timur dan Korea

Filipina

letusan gunung berapi. Selain itu, negara ini sering kali dilanda 20 angin topan setiap tahunnya. Filipina pertama kali dinamai demikian pada tahun 1542