Tradisionalisme berasal dari kata Latin, tradere yang artinya menyerahkan, memberikan, meninggalkan.[1] Dari kata ini terbentuk kata benda traditio yang berarti penyerahan, pemberian, peninggalan, warisan tradisi.[1] Kata traditio inilah yang menjadi asal istilah tradisionalisme.[1]

Tradisionalisme adalah ajaran yang mementingkan tradisi yang diterima dari generasi-generasi sebelumnya sebagai pegangan hidup.[1][2] Tradisi dapat berasal dari praktik hidup yang sudah berjalan lama, ini disebut tradisi kultural.[1] Dapat pula berasal dari keyakinan keagamaan yang berpangkal pada wahyu, ini disebut tradisi keagamaan.[1]

Sebagai aliran etis, tradisionalisme dapat berpegang pada tradisi budaya atau kultural yang ada dalam masyarakat sebagai warisan nenek moyang, atau pada tradisi keagamaan yang bersumber pada wahyu keagamaan.[1] Tradisi etis itu tampak juga dalam bahasa, seperti petuah, nasihat, pepatah, norma dan prinsip, dalam perilaku, seperti cara hidup, bergaul, bekerja, dan berbuat, serta dalam pandangan dan sikap hidup secara keseluruhan.[1] Bentuk bahasa, perilaku, pandangan, dan sikap hidup merupakan tempat menyimpan nilai-nilai etis, wahana pengungkapan, dan sarana mewujudkannya.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f g h i A. Mangunhardjana. 1997. Isme-isme dalam Etika dari A sampai Z. Jogjakarta: Kanisius. Hlm. 220-223.
  2. ^ Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2000. Jakarta: Balai Pustaka.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Evangelikalisme

adalah istilah yang biasanya merujuk kepada praktik-praktik serta tradisionalisme keagamaan yang terdapat dalam agama Protestan konservatif. Evangelikalisme

Tradisionalisme Jawa

di Indonesia. Konsep pemikiran tradisionalisme jawa merupakan konsep asli yang berasal dari nusantara. Tradisionalisme Jawa merupakan sebutan untuk tindakan

Julius Evola

berbagai ajaran dan tradisi, termasuk idealisme Jerman, doktrin Timur, tradisionalisme, dan Weltanschauung atas pergerakan revolusioner kaum konservatif yang

Islam tradisionalis

rasionalisme. Tradisionalisme telah menjadi orientasi agama Muslim paling diikuti dalam sejarah Muslim Indonesia kontemporer. Keberadaan tradisionalisme banyak

Mazhab dan cabang Islam

Syiah), sedangkan yang lain muncul jauh lebih baru (semacam aliran neo-tradisionalisme Islam, liberalisme dan progresivisme, modernisme Islam, Salafisme dan

Konservatisme

air dan kebanggaan nasional telah muncul kembali seperti halnya pula tradisionalisme. Nasionalisme Tiongkok cenderung mengagung-agungkan negara Tiongkok

Atheis (novel)

mengenai keimanan, novel ini juga menyinggung hubungan modernitas dan tradisionalisme. Biarpun Achdiat menegaskan bahwa karya ini dimaksud untuk realis,

Kiri dan kanan (politik)

neokonservatisme, imperialisme, monarkisme, fasisme, reaksionerisme, dan tradisionalisme, biasanya dianggap sayap kanan. Berbagai ideologi politik, seperti