BisKita Trans Pakuan sedang berhenti di Halte Tugu Narkoba 2 | |
| Induk | Dinas Perhubungan Kota Bogor |
|---|---|
| Didirikan | 2 November 2021 |
| Wilayah layanan | Kota Bogor |
| Jenis layanan | Bus Raya Terpadu |
| Trayek | 4 koridor |
| Perhentian | ±120 halte/bus stop |
| Operator |
|
BisKita Trans Pakuan adalah layanan transportasi publik berbasis bus di Kota Bogor, Jawa Barat, yang menerapkan mekanisme subsidi BTS (Buy The Service) oleh Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, Kementerian Perhubungan dan diselenggarakan oleh operator PT Kodjari Tata Angkutan berdasarkan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.[2]
Berbeda dengan sistem bus raya terpadu (BRT) yang menggunakan jalur khusus, BisKita Trans Pakuan beroperasi di jalur umum bersama kendaraan lain namun hanya berhenti pada titik pemberhentian bus atau halte yang telah ditentukan.[3]
Sejarah
sunting
BisKita Trans Pakuan resmi beroperasi pada 2 November 2021 yang ditandai dengan pelaksanaan soft launching di Kantor Wali Kota Bogor. Pada tahap uji coba ini, Koridor 5 (Terminal Ciparigi–Stasiun Bogor) menjadi rute pertama yang dioperasikan dengan 10 unit bus dan 27 titik pemberhentian.[4]
Pada masa awal operasional, layanan ini sempat digratiskan kepada masyarakat sebagai bagian dari sosialisasi penggunaan transportasi publik modern di Kota Bogor. Kehadiran BisKita juga diiringi penerapan program konversi angkutan kota (angkot), dengan skema penggabungan tiga unit angkot menjadi satu unit BisKita Trans Pakuan. [5]
Layanan ini merupakan bagian dari program subsidi BTS (Buy The Service) oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek. Dalam mekanisme BTS, pemerintah membeli keseluruhan pelayanan yang diselenggarakan operator berdasarkan standar pelayanan yang telah ditetapkan.[6]
Dalam perencanaan awal, BisKita Trans Pakuan dirancang melayani enam koridor di seluruh wilayah Kota Bogor.[7] Namun, hanya empat koridor yang terealisasi, yaitu Koridor 1, 2, 5, dan 6.
Terhitung sejak 1 Januari 2025, Kementerian Perhubungan resmi menghentikan subsidi program BTS BisKita Trans Pakuan dan menyerahkan pengelolaan operasional kepada Pemerintah Kota Bogor.[8] Pengalihan tersebut menyebabkan operasional layanan sempat terhenti akibat belum rampungnya skema pendanaan daerah. Selama masa transisi, Pemerintah Kota Bogor mengoperasikan bus wisata dan bus sekolah untuk melayani rute terdampak.[9]
Akibat keterbatasan anggaran daerah, layanan awalnya kembali beroperasi secara terbatas pada dua koridor. Namun, mulai 6 Oktober 2025, operasional kembali ditingkatkan hingga seluruh empat koridor dapat dilayani secara penuh.[10] Seiring dengan peralihan pengelolaan tersebut, Pemerintah Kota Bogor juga merencanakan penjenamaan ulang layanan menjadi Trans Metro Pakuan.[11]
Koridor
sunting| Koridor | Asal | Tujuan | Rute yang dilalui |
|---|---|---|---|
| 1 | Terminal Bubulak | Cidangiang | Terminal Bubulak → Jl. KH R. Abdullah bin Nuh → Rumah Sakit Hermina → Jl. Sholeh Iskandar → Bogor Square → Universitas Ibn Khaldun Bogor → Tugu Narkoba → Jl. KS. Tubun → Jl. Raya Pajajaran → Rumah Sakit Umum Azra Bogor → Rumah Sakit Umum PMI Bogor → Institut Pertanian Bogor Baranangsiang → Cidangiang → Botani Square → Jl. Cikabuyutan → U-Turn Jagorawi → Terminal Baranangsiang → Jl. Raya Pajajaran → Tugu Kujang → Jl. Otto Iskandardinata → Kebun Raya Bogor → Jl. Ir. H. Juanda → Mall BTM → Kantor Pos Bogor → Balai Kota Bogor → Jl. Jarak Harupat → Lapangan Sempur → Jl. Salak → Taman Kencana → Jl. Raya Pajajaran → Plaza Jambu Dua → Jl. KS. Tubun → Jl. Sholeh Iskandar → Universitas Ibn Khaldun Bogor → Bogor Square → Jl. KH R. Abdullah bin Nuh → Terminal Bubulak |
| 2 | Terminal Bubulak | Ciawi | Terminal Bubulak → Jl. KH R. Abdullah bin Nuh → Jl. Letjen Ibrahim Adjie → Terminal Laladon → Jl. Mayjen Ishak Djuarsa → Pasar Gunung Batu → Jl. Veteran → Jl. Perintis Kemerdekaan → Pusat Grosir Bogor → Jl. Merdeka → Jl. Kapten Muslihat → Alun-Alun Kota Bogor → Jl. Ir. H. Juanda → Stasiun Bogor → Balai Kota Bogor → Jl. Jalak Harupat → Jl. Raya Pajajaran → Rumah Sakit Umum PMI Bogor → Institut Pertanian Bogor Baranangsiang → Cidangiang → Botani Square → Jl. Cikabuyutan → U-Turn Jagorawi → Jl. Pajajaran (arah selatan) → Jl. Raya Tajur (arah selatan) → Lippo Plaza Ekalokasari Bogor → Boxies 123 Mall → Sindangsari 2 → U-Turn Ciawi → Jl. Raya Tajur (arah utara) → Boxies 123 Mall → Lippo Plaza Ekalokasari Bogor → Jl. Raya Pajajaran (arah utara) → Masjid Raya Bogor → Terminal Baranangsiang → Tugu Kujang → Jl. Otto Iskandardinata → Kebun Raya Bogor → Jl. Ir. H. Juanda → Mall BTM → Kantor Pos Bogor → Jl. Kapten Muslihat → Katedral Bogor → Alun-Alun Kota Bogor → Stasiun Bogor → Jl. Veteran → Pasar Gunung Batu → Jl. Mayjen Ishak Djuarsa → Terminal Laladon → Jl. Letjen Ibrahim Adjie → Jl. KJ R. Abdullah bin Nuh → Terminal Bubulak |
| 5 | Terminal Ciparigi | Stasiun Bogor | Terminal Ciparigi → Taman Villa Bogor Indah → Jl. Kedung Halang → Jl. KS. Tubun (arah selatan) → Jl. Ahmad Yani (arah selatan) → Plaza Jambu Dua → Jl. RE. Martadinata → Jl. Merdeka (arah selatan) → Jl. Moh. A. Salmun → Jl. Mayor Oking → Stasiun Bogor → Jl. Kapten Muslihat → Alun-Alun Kota Bogor → Katedral Bogor → Jl. Ir. H. Juanda → Balai Kota Bogor → Jl. Jend. Sudirman (arah utara) → Rumah Sakit Umum Salak Bogor → Museum Pembela Tanah Air → Jl. Pemuda (arah utara) → Jl. Dadali → Jl. Ahmad Yani (arah timur) → Plaza Jambu Dua → Jl. KS. Tubun (arah utara) Jl. Sholeh Iskandar → Tugu Narkoba → Jl. KS. Tubun (arah utara) → Jl. Kedung Halang → Taman Villa Bogor Indah → Terminal Ciparigi |
| 6 | Parung Banteng | Stasiun Bogor | Parung Banteng → Jl. Kol. Ahmad Syam → Taman Corat-Coret → Jl. Ahmad Adnawijaya → Jl. Ahmad Yani (arah selatan) → Plaza Jambu Dua → Jl. RE. Martadinata → Jl. Merdeka (arah selatan) → Jl. Moh. A. Salmun → Jl. Mayor Oking → Stasiun Bogor → Jl. Kapten Muslihat → Alun-Alun Kota Bogor → Katedral Bogor → Jl. Ir. H. Juanda → Balai Kota Bogor → Jl. Jend. Sudirman (arah utara) → Rumah Sakit Umum Salak Bogor → Museum Pembela Tanah Air → Jl. Pemuda (arah utara) → Jl. Dadali → Jl. Ahmad Yani (arah timur) → Plaza Jambu Dua → Jl. Ahmad Adnanwijaya → Taman Corat-Coret → Jl. Kol. Ahmad Syam → Parung Banteng |
Armada
suntingBisKita Trans Pakuan mengoperasikan 49 unit bus ukuran sedang berbodi Nucleus 5 yang diproduksi oleh karoseri Laksana. Masing-masing bus dapat mengangkut hingga 35 penumpang, terdiri dari 20 penumpang duduk dan 15 penumpang berdiri. Bus juga sudah dilengkapi pengondisi udara, kamera pengawas, alat pemadam api ringan, dan pintu darurat.[12] Unit bus BisKita Trans Pakuan juga dilengkapi dengan peralatan Internet of Things (IoT) seperti passanger counting, GPS tracking, dan camera surveillance. Hal ini akan memudahkan masyarakat dalam mengetahui headway kedatangan atau keberangkatan antar unit bus.[13]
Lihat pula
suntingReferensi
sunting- ^ Faturachman, Reka (6 November 2024). "Layanan Pengelolaan Angkutan Umum BISKITA Transpakuan Resmi Beralih dari BPTJ ke Dishub Kota Bogor". Radar Bogor. Diakses tanggal 7 April 2026.
- ^ "Mantap, Penumpang Biskita Trans Pakuan Terus Meningkat, Tembus 77% dari Kapasitas". Berita Trans. 2022-06-03. Diakses tanggal 2022-09-07.
- ^ Adri, Aguido (2021-11-01). "Kota Bogor Mulai Program Pengurangan Jumlah Angkot". Kompas.id. Diakses tanggal 2021-11-28.
- ^ Astyawan, Putra Ramadhani (2021-11-03). "10 Unit Biskita Trans Pakuan Mulai Beroperasi di Kota Bogor, Gratis hingga Akhir 2021". iNews Bogor. Diakses tanggal 2026-05-08.
- ^ Astyawan, Putra Ramadhani (2021-11-03). "10 Unit Biskita Trans Pakuan Mulai Beroperasi di Kota Bogor, Gratis hingga Akhir 2021". iNews Bogor. Diakses tanggal 2026-05-08.
- ^ Adri, Aguido (2021-11-01). "Kota Bogor Mulai Program Pengurangan Jumlah Angkot". Kompas. Diakses tanggal 2026-05-08.
- ^ Muhammad, Hiru (2022-11-22). "Penambahan Koridor 3 dan 4 Biskita Transpakuan Bogor Dipercepat". Republika. Diakses tanggal 2026-05-08.
- ^ Media, Kompas Cyber (2024-07-05). "Biaya Operasional Biskita Trans Pakuan Bogor Capai Rp 58 Miliar Setahun". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-07-05.
- ^ Sholihin, Muchamad. "Biskita Trans Pakuan Setop Sementara, Pemkot Bogor Siapkan Angkutan Gratis". detiknews. Diakses tanggal 2025-02-28.
- ^ Bempah, Ramdhan Triyadi (2025-09-10). "Biskita Transpakuan Bogor Koridor 5 dan 6 Bakal Beroperasi Lagi 5 Oktober 2025". Kompas. Diakses tanggal 2026-05-08.
- ^ Agency, ANTARA News. "BisKita Trans Pakuan Bogor beroperasi kembali dengan nama baru". ANTARA News Megapolitan. Diakses tanggal 2025-02-28.
- ^ Mobilkomersial.com. "Kunjungi Karoseri Laksana, Wali kota Bogor Pamer Bus Trans Pakuan Baru". mobilkomersial.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-12. Diakses tanggal 2022-06-15.
- ^ "Yuk Berkenalan dengan Biskita Inisiasi BPTJ". Berita Trans. 2021-10-31. Diakses tanggal 2022-09-07.