Kata kerja transitif adalah kata yang memerlukan objek dalam kalimatnya. Berbeda dengan kata kerja intransitif, kata kerja transitif dapat diubah menjadi bentuk pasif. Hal ini tidak berlaku untuk kata kerja intransitif.

Contoh kalimat

sunting
  1. Tami sedang mendengar musik klasik.
  2. Para caleg mempersiapkan segala sesuatunya.

Pada contoh pertama, kata Tami berperan sebagai subjek, sedang mendengar sebagai predikat, dan musik klasik sebagai objek. Sedang pada contoh kedua, para caleg berperan sebagai subjek, mempersiapkan sebagai predikat, dan segala sesuatunya sebagai objek.

Penggantian fokus

sunting

Pada beberapa bahasa yang memiliki modus pasif, kata kerja transitif bisa dijadikan intransitif dengan mengubah fokus dari agens ke patiens. Untuk kata ganti orang sebagai subjek tidak boleh menggunakan di- dalam bentuk kalimat pasif.

Beberapa contoh:

Subjek sebagai kata ganti orang

sunting
  • Saya memukul anjing.
    • Anjing saya pukul/Anjing kupukul.
  • Kamu menjual tas.
    • Tas kau jual.
  • Dia membeli buku.
    • Buku sedang dia beli.
  • Mereka mencintai dunia.
    • Dunia sedang dia cintai.
  • Kami melihat Budi.
    • Budi kami lihat.

Subjek bukan sebagai kata ganti orang

sunting
  • Adi membaca koran.
    • Koran dibaca Adi.

Lihat pula

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Bahasa Badui

beragam afiks yang masih produktif. Verba dapat dibedakan menjadi bentuk transitif dan intransitif, serta bentuk aktif dan pasif. Dari segi linguistik, bahasa

Relasi transitif

relasi R {\displaystyle R} pada himpunan X {\displaystyle X} dikatakan transitif jika R {\displaystyle R} menghubungkan a {\displaystyle a} ke b {\displaystyle

Bahasa Jawa Kuno

dinyatakan dengan awalan maN- atau aN- membentuk kata kerja yang aktif dan transitif jika kata dasarnya memang berupa kata kerja, seperti pada amati (membunuh)

Bahasa Muna

nominatif-akusatif: awalan pemarkah persona menandai subjek dari verba transitif dan intransitif, sementara akhiran pemarkah persona menandai objek langsung

Bahasa Jawa

sebelum atribut yang memodifikasinya. Verba dapat dibedakan menjadi bentuk transitif dan intransitif, bentuk aktif dan pasif, atau dibedakan berdasarkan modusnya

Bahasa Batak Toba

kepada Tuhan. Ketika suku kata pada verba diakhiri huruf vokal, partikel transitif yang digunakan semuanya menggunakan hon seperti pada kaya poda yang artinya

Relasi ekuivalensi

ekuivalensi adalah relasi biner yang bersifat refleksif, simetris dan transitif. Relasi "sama dengan" merupakan contoh dasar dari relasi ekuivalensi,

Bahasa Indonesia

Awalan Fungsi (pembentuk) Perubahan bentuk Kaitan ber- verba transitif be-; bel- per- ter- verba; adjektiva te-; tel- ke- meng- verba (aktif) me-; men-;