Apex
Poster rilis
SutradaraBaltasar Kormákur
Produser
Ditulis olehJeremy Robbins
Pemeran
Penata musikHögni Egilsson
SinematograferLawrence Sher
PenyuntingSigurdur Eythorsson
Perusahaan
produksi
DistributorNetflix
Tanggal rilis
  • 24 April 2026 (2026-04-24)
Durasi95 menit[1]
Negara
  • Amerika Serikat
  • Britania Raya
  • Islandia
BahasaInggris

Apex adalah film aksi triler bertahan hidup tahun 2026 yang disutradarai oleh Baltasar Kormákur dan ditulis oleh Jeremy Robbins, serta dibintangi oleh Charlize Theron, Taron Egerton, dan Eric Bana. Film ini menceritakan seorang pendaki tebing di alam liar yang harus berjuang bertahan hidup ketika dirinya diburu oleh seorang pemburu.

Apex dirilis di Netflix pada 24 April 2026. Film ini menerima ulasan yang sebagian besar positif dari para kritikus.

Plot

sunting

Sepasang kekasih pemanjat tebing, Sasha dan Tommy, melakukan pendakian bersama untuk menaklukkan Troll Wall. Karena Sasha tidak mampu mencapai puncak, keduanya memutuskan untuk memasang tenda gantung dan melanjutkan pendakian keesokan harinya. Badai memaksa mereka untuk turun kembali, namun longsoran salju menghantam Tommy hingga terlepas dari dinding tebing. Tubuhnya terjuntai tak sadarkan diri, masih terikat dengan Sasha. Sasha yang tidak kuat menahan beban dengan terpaksa melepaskan Tommy jatuh ke bawah.

Lima bulan kemudian, Sasha berkendara seorang diri menuju Taman Nasional Wandarra, Australia, sambil menggenggam kompas keberuntungan milik Tommy. Seorang petugas taman memperingatkannya tentang serangkaian kasus orang hilang di kawasan itu. Sasha mampir ke sebuah pom bensin. Saat membeli perbekalan dan dendeng sapi, ia diganggu oleh dua orang pemburu. Mereka pergi setelah seorang pria turun tangan. Sebelum pergi, Sasha bertanya kepada pria tersebut mengenai cara menuju Grand Isle Narrows. Ia menawarkan dua pilihan jalur: yang mudah dan yang sulit. Sasha memilih jalur terbaik di mana pria tersebut merekomendasi untuk memulai perjalanan dari Blackwater Bay.

Ia tiba di teluk itu pada malam hari. Kedua pemburu yang sempat mengganggunya di pom bensin kembali menemukannya dan mendekatinya. Sasha menolak mereka dan mengunci diri di dalam mobilnya. Keesokan paginya, ia berangkat dan menyusuri jeram dengan kayak. Di salah satu tepi sungai, ia melihat foto-foto dan perlengkapan orang-orang yang hilang. Ia mendirikan kemah pada malam hari dan menggantung tasnya di cabang pohon. Di pagi hari, ia terbangun oleh suara jeritan melengking dan mendapati tasnya sudah raib. Ia melanjutkan perjalanan dengan kayak menyusuri sungai hingga menemukan kemah Ben, pria asing yang membantunya di pom bensin.

Ben menawarkan perbekalan dan makanan tambahan, yang diterima Sasha dengan ragu-ragu. Ben mengungkapkan bahwa ia pada dasarnya hidup di kawasan itu dan memproduksi dendeng buatannya sendiri. Ben juga menyiratkan bahwa ia mengetahui masa lalu Sasha sebagai pemanjat tebing, dan mengaku mengawasinya saat Sasha diganggu oleh para pemburu. Sasha yang mulai merasa ketakutan berusaha pergi, lalu menyadari Ben mengenakan gelang miliknya. Ben mengaku telah mencuri tasnya, kemudian mengeluarkan sebuah stereo dan busur silang, sambil mengatakan bahwa Sasha punya waktu hingga lagu itu selesai sebelum ia mulai memburunya. Sasha melarikan diri dengan kayak, namun terjatuh ke dalam air terjun dan kehilangan kayaknya. Ia berlari menyusuri tepi sungai, lalu mendengar suara-suara orang sedang berbincang-bincang. Ia mendekati sumber suara tersebut, hanya untuk menyadari bahwa suara tersebut berasal dari rekaman di ponsel Ben. Ben mulai memanahnya. Sebuah anak panah menyerempet pahanya dan membuatnya terjatuh ke sungai. Ia berhasil mencapai sebuah jurang dan memanjat naik. Melalui teropongnya, ia melihat sebuah kayak yang ditambatkan di tepi pantai dan Ben yang sedang mencarinya. Ben melihatnya, tapi ia bersembunyi di balik tepi jurang. Ben berjalan menjauh dan mulai berenang telanjang di sungai. Sasha diam-diam mendekati kayaknya saat Ben sedang lengah, namun kakinya terperangkap jebakan hewan sehingga langsung diketahui oleh Ben. Keduanya berkelahi hingga Sasha akhirnya menyerah setelah Ben menodongkan busurnya ke Sasha. Ben lalu melepaskannya dari jebakan hewan dan mengikatnya.

Ben mengungkapkan bahwa ini semua adalah bagian dari sebuah ritual. Ia mendayung kayak menyusuri sungai dengan Sasha yang dirantai di belakangnya, menuju sebuah gua. Ia mengaku mengetahui nama Sasha dari pos penjaga dan telah meneliti kejadian di Troll Wall. Ia mempertanyakan kematian Tommy yang merupakan pemanjat tebing berpengalaman. Sasha menemukan sebatang besi dan berusaha meraihnya, namun Ben menyadarinya dan mendorongnya keluar dari kayak. Ia terus mendayung sambil menyeret Sasha melewati jeram. Mereka tiba di sebuah gua tempat bangkai-bangkai para korban yang hilang disembunyikan. Ben mengungkapkan bahwa ia adalah penganut ritual kanibalisme suku tertentu. Sasha melihat foto ibu Ben di samping sebuah tempat tidur—yang menurut Ben adalah korban pertamanya. Dengan dalih bahwa memakan ibunya berarti sang ibu tetap hidup di dalam dirinya, ia ingin melakukan hal yang sama pada Sasha yang dipeluknya dengan penuh rasa sayang. Sasha memanfaatkan kesempatan itu untuk menggigit telinganya dan kabur melalui sungai. Ben mengejarnya dan menghubungkan kabel Sasha ke tubuhnya sendiri. Namun, arus sungai membawa mereka ke sebuah jurang besar yang membuat Ben pingsan. Sasha berusaha melepas kabel yang menghubungkan mereka. Ben siuman dan kembali menaklukkan Sasha. Ia mulai mencekiknya namun kemudian melepaskannya. Saat Ben lengah, Sasha mendorongnya dan memecahkan kakinya dengan sebuah batu.

Di malam hari, Sasha merenungkan rasa bersalahnya yang mengakibatkan kematian Tommy di Troll Wall. Keesokan paginya, keduanya sepakat untuk memanjat dinding tebing bersama demi keluar dari kawasan tersebut. Sasha membuat simpul penguat untuk membantu Ben memanjat. Saat mendaki, Sasha memegang harnes pendakiannya namun Ben menariknya ke bawah karena curiga dia mencoba menjatuhkannya. Ia melanjutkan pendakian dan berhenti di sebuah teras tebing. Diam-diam Sasha mengendurkan harnesnya, namun Ben kembali menyadarinya dan dengan marah berusaha menariknya ke bawah—tapi harnes yang longgar itu justru terlepas, membuat Sasha tetap aman di teras tebing. Ia melepas simpul yang menahan Ben, dan Ben pun jatuh hingga tewas. Sasha melanjutkan pendakian tanpa perlengkapan apa pun dan akhirnya mencapai puncak.

Ia berjalan melewati hutan dalam kegelapan dan menemukan sebuah mobil yang menolongnya. Ia kembali ke pos penjaga dan memberi tahu lokasi para korban yang hilang. Di penghujung cerita, Sasha pergi ke pantai dan melempar kompas keberuntungan Tommy ke laut, menandakan ia telah melepaskan rasa bersalah yang selama ini menghantuinya.

Pemeran

sunting

Produksi

sunting

Pengembangan dan pemilihan pemeran

sunting

Netflix memperoleh hak atas film ini pada Februari 2024, dengan Ian Bryce dan Chernin Entertainment sebagai produser.[2] Film ini disutradarai oleh Baltasar Kormákur berdasarkan naskah karya Jeremy Robbins. Charlize Theron membintangi sekaligus menjadi produser bersama Dawn Olmstead, AJ Dix, dan Beth Kono.[3] Kormákur juga bertindak sebagai produser melalui RVK Productions, bersama Peter Chernin, Jenno Topping, dan David Ready, serta Bryce melalui Chernin Entertainment.[4] Taron Egerton bergabung dalam jajaran pemeran pada November 2024,[5] sementara Eric Bana bergabung pada Januari 2025.[6]

Syuting

sunting

Pengambilan gambar utama dimulai di Sydney dan sekitar New South Wales, Australia pada Februari 2025.[7][8]

Pascaproduksi

sunting

Efek visual film ini diawasi oleh Enrik Pavdeja dan diproduksi oleh Gavin Round, dengan kontribusi dari Framestore (yang sebelumnya bekerja sama dengan Kormákur dalam Beast dan Everest),[9][10] ILM, Rising Sun Pictures, Union VFX, dan Host VFX.[11]

Perilisan

sunting

Apex dirilis di Netflix pada 24 April 2026.[12]

Tanggapan

sunting

Di situs web agregator pengulas Rotten Tomatoes, 66 dari 53 ulasan kritikus positif.[13] Di situs Metacritic, yang menggunakan sistem penilaian rata-rata tertimbang, film ini mendapatkan skor 57 dari 100, berdasarkan 21 kritikus, yang menunjukkan ulasan yang "tidak terlalu baik atau buruk.".[14]

Referensi

sunting
  1. ^ "Apex (15)". British Board of Film Classification. 23 April 2026. Diakses tanggal 24 April 2026.
  2. ^ Kroll, Justin (14 Februari 2024). "Netflix Lands Spec 'Apex' From Jeremy Robbins With Chernin Entertainment And Ian Bryce Producing". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 April 2024. Diakses tanggal 19 Juli 2024.
  3. ^ Brown, Jodie (19 Juli 2024). "Charlize Theron Set to Star in New Netflix Thriller". cbr.com. Diakses tanggal 19 Juli 2024.
  4. ^ Kroll, Justin (18 Juli 2024). "Charlize Theron To Star In The Thriller 'Apex' For Netflix With Baltasar Kormákur Directing". Deadline Hollywood. Diakses tanggal 19 Juli 2024.
  5. ^ Kit, Borys (12 November 2024). "Taron Egerton Joins Charlize Theron in Netflix Thriller 'Apex' (Exclusive)". Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2025. Diakses tanggal 15 Januari 2025.
  6. ^ Kroll, Justin (31 Januari 2025). "Eric Bana Joins Charlize Theron In Netflix Thriller 'Apex'". Deadline Hollywood.
  7. ^ "Charlize Theron, Eric Bana, Taron Egerton take on the elements in NSW for Baltasar Kormákur's 'Apex'". If.com. 3 Februari 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Februari 2025. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  8. ^ Griffiths, Neil (3 Februari 2025). "New Film Starring Eric Bana, Charlize Theron, Taron Egerton Kicks Off Production in Sydney". Variety. Diakses tanggal 21 Februari 2025.
  9. ^ Frei, Vincent (27 Oktober 2022). "Beast: Enrik Pavdeja - Overall VFX Supervisor - Framestore". The Art of VFX (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 30 Maret 2026.
  10. ^ "Framestore Conquers 'Everest'". Animation World Network (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 Maret 2026.
  11. ^ Frei, Vincent (26 Maret 2026). "Apex". The Art of VFX (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 30 Maret 2026.
  12. ^ McArdle, Tommy (18 Desember 2025). "Charlize Theron Climbs Mountains and Runs for Her Life in First Look at Apex with Taron Egerton (Exclusive)". People.
  13. ^ "Apex". Rotten Tomatoes. Fandango Media. Diakses tanggal 25 April 2026.
  14. ^ "Apex". Metacritic. Fandom, Inc. Diakses tanggal 24 April 2026.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Dinding Troll

Troll atau Tebing Troll (Norwegia: Trollveggen; Inggris:Troll Wall}} merupakan bagian dari massif pegunungan Trolltindene (terj. har. 'Puncak Troll')

Jason F. Wright

terbaik di Wall Street Journal dan Publisher Weekly. Selain menerbitkan novel, Jason juga pernah muncul di film Best Worst Movie dan Troll 2 sebagai Elliot

Reddit

Diakses tanggal 10 Juli 2023. Kim Renfro (13 Januari 2016). "From whom the troll trolls: A day in the life of a Reddit moderator". Tech Insider. Diakses

Unjuk rasa terhadap Donald Trump

Amerika Serikat 2016, protes di New York sebenarnya diorganisir oleh sebuah "troll farm" yang didedikasikan untuk memicu perselisihan di AS. Ribuan pengguna

Specter

melemparkan kembali batu-batu itu, tetapi sekaligus membunuh Golem Rock. Troll Iwan Penjaga kedua di penjara ketiga. Jurusnya adalah Greatest Perestroika

Dhurandhar

December 2025). "'Dhurandhar': Aditya Dhar's Spy Saga Is as Subtle as a Troll". The Wire (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal

Weev

lebih dikenal dengan pseudonim weev, adalah seorang peretas komputer dan troll internet Amerika Serikat yang berafiliasi dengan alt-right. Ia mengidentifikasikan

Superman (film 2025)

dengan Gunn juga bertindak sebagai produser melalui perusahaan produksinya, Troll Court Entertainment. Gunn awalnya ragu untuk menyutradarai film tersebut