Dak-galbi
Nama lainAyam tumis pedas
JenisBokkeum
Tempat asalKorea
Hidangan nasional terkaitHidangan Korea
Suhu penyajianHangat
Bahan utamaAyam
Energi makanan
(per porsi 4)
788 kkal (3299 kJ)[1]
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
Nama Korea
Hangul
닭갈비
Alih Aksaradak-galbi
McCune–Reischauertak-kalbi
IPA[tak̚.k͈al.bi]


Dak-galbi (닭갈비), atau ayam tumis pedas adalah hidangan populer Korea yang dibuat dengan menumis daging ayam yang dipotong berbentuk dadu yang telah diasinkan sebelumnya dalam rendaman saus gochujang, serta dicampur dengan ubi jalar, kol, daun perilla, daun bawang, tteok (kue beras), dan bahan-bahan lainnya.[2] Setiap restoran dak-galbi biasanya menyediakan piring besi panas yang terpasang di tengah meja. Selada dan daun perilla juga disediakan untuk membungkus dak-galbi.

Sejarah dan etimologi

sunting

Walaupun sebenarnya dak dan galbi diterjemahkan menjadi "ayam" dan "iga", kata dak-galbi tidak merujuk pada iga ayam.

Hidangan ini muncul pada tahun 1960-an sebagai anju (makanan pendamping alkohol) murah di kedai minuman kecil di pinggiran kota Chuncheon.[3] Dak-galbi menjadi pengganti hidangan gui, yang dipanggang di atas arang, yang harganya relatif mahal.[3] Dak-galbi kemudian menyebar ke berbagai distrik utama Chuncheon, tempat yang industri peternakannya berkembang dan menawarkan bahan-bahan segar tanpa perlu pendinginan.[3] Dak-galbi terkenal dikalangan tentara dan mahasiswa, lantaran harganya relatif murah dan disajikan dalam porsi besar, sehingga mendapat sebutan "galbi orang biasa" atau "galbi para mahasiswa" pada tahun 1970an.[4]

Hidangan ini merupakan hidangan lokal kota Chuncheon, dan sering disebut sebagai dak-galbi Chuncheon.[3] Kota Chuncheon juga mengadakan festival tahunan yang bertujuan untuk mengenalkan makanan lokal yang mewakili Chuncheon, yaitu dak-galbi. Di Chuncheon juga terdapat gang yang berisi banyak restoran dak-galbi.[5]

Lihat pula

sunting

Rujukan

sunting
  1. ^ "dak-galbi" 닭갈비. Korean Food Foundation (dalam bahasa Korea). Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-03. Diakses tanggal 15 Mei 2017.
  2. ^ National Institute of Korean Language (30 Juli 2014). "주요 한식명(200개) 로마자 표기 및 번역(영, 중, 일) 표준안" (PDF) (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 19 Februari 2017. ; ;
  3. ^ a b c d "Chuncheon dakgalbi" 춘천닭갈비 [Spicy Grilled Chicken]. Doopedia (dalam bahasa Korea). Doosan Corporation. Diakses tanggal 15 Mei 2017.
  4. ^ Kim, Violet (14 August 2015). "Food map: Eat your way around South Korea". CNN. Diakses tanggal 15 May 2017.
  5. ^ "Chuncheon Dakgalbi & Makguksu Festival" 춘천 닭갈비막국수축제. Korea Tourism Organization. Diakses tanggal 15 Mei 2017.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis

Penukal Abab Lematang Ilir SDN 28 Talang Ubi 174 Siswa SDN 20 Talang Ubi SDN 14 Talang Ubi SMPN 6 Talang Ubi MTs Handayani PAUD Marwah SMK 1 Handayani

Bahasa Banjar

9789796851331}} https://www.ethnologue.com/language/bjn https://www.ethnologue.com/language/bkr https://www.ethnologue.com/language/nij (Indonesia) Tajuddin Noor Ganie

Jawa Barat

lainnya seperti jagung dengan hasil 426.430 ton dari 158.993 hektare, kemudian ubi kayu menghasilkan 1.650.881 ton dari 128.642 hektare. Hasil buah-buahan didominasi

Anguilla

impor dan makanan lain yang diimpor atau ditanam secara lokal, termasuk ubi, kentang manis, dan sukun. Berbagai genre musik Karibia populer di pulau

Italia

2011-02-07. Diakses tanggal 30 October 2010. "Unione Buddhista Italiana – UBI: L'Ente". Buddhismo.it. 18 August 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-25

Antigua dan Barbuda

memperkenalkan tanaman seperti Nanas Hitam Antigua (Ananas comosus), jagung, ubi jalar, cabai, jambu biji, tembakau, dan kapas. Christopher Columbus adalah

Amerika Serikat

Amerika menggunakan bahan-bahan asli, seperti kalkun, daging rusa, kentang, ubi jalar, jagung, labu, dan sirop mapel. Makanan ini dikonsumsi oleh penduduk

Bahasa Bakumpai

asli tanggal 2012-11-14. Diakses tanggal 2023-07-06. (Inggris) Bakumpai Language (Indonesia) Santosa, Imam Budhi (2009). Kumpulan Peribahasa Indonesia dari