Umm Qais
ุฃู… ู‚ูŠุณ
Gadara (Yunani Kuno)
Kota
Umm Qais dari utara
Umm Qais dari utara
Negaraย Yordania
KegubernuranIrbid
DepartemenBani Kinanah
Ketinggian
1,240ย ft (378ย m)
Zona waktuUTC+2 (UTC+2)
ย โ€ขย Musim panas (DST)UTC+3 (UTC+3)
Kode area telepon+(962)2

Umm Qais atau Qays (bahasa Arab: ุฃู… ู‚ูŠุณ, lit.ย "Ibu Qais") adalah sebuah kota di Yordania yang terletak di Departemen Bani Kinanah, Kegubernuran Irbid, ujung barat laut negara, dekat perbatasan Yordania dengan Palestin dan Suriah. Umm Qais berjarak 28ย km utara Irbid di ketinggian 364 m menghadap Sungai Yordan, Dataran Tinggi Golan dan Danau Galilea. Umm Qais terletak di tempat yang strategis, ditambah juga banyaknya air menarik banyak penduduk untuk tinggal di tempat ini, dahulu Umm Qais bernama Gedara, yang memiliki arti "benteng-benteng" atau "kota benteng", adapun peninggalan bersejarah penting yang ada di Umm Qais: Teater romawi barat, Jalan Tiang dan Makam kuno.

Gadara

sunting
Peta Decapolis

Dahulu Umm Qais dikenal dengan nama Gadara. Gadara merupakan salah satu dari 10 kota Decapolis Yunani-Romawi. Gadara terletak di tempat yang strategis yang dilalui para pedagang dan menghubungi antara Suriah dan Palestina. Pada tahun 218 SM, Ptolemaios IV Philopator (221-205 SM) Raja Mesir menguasai Palestina dan Yordania. Kemudian Antiokhos yang Agung (222-187 M) dengan pasukan militernya menyeberangi sungai Yordan, dan menguasai sebagian utara Yordania, hingga merebut Gadara, pada waktu inilah masuk peradaban Yunani ke Gadara. Pada tahun 63 SM, Kaisar Romawi Pompeius merebut Gadara dari Romawi dan menggabungkannya ke koalisi Decapolis yang terbentuk pada masa Yunani-Romawi, penggabungan sepuluh kota di wilayah yang terletak di pertemuan antara Yordania, Suriah dan Palestina, diantaranya: Gerasa (Jerash), Pella di Wadi Yordan, dan Umm el-Jimal di Timur Yordania.

Pada tahun-tahun pertama di masa pemerintahan Romawi, bangsa Nabatean yang beribu kota di Petra mengontrol jalur perdagangan sampai dengan Damaskus di utara. Jenderal Markus Antonius tidak rela atas situasi ini (persaingan dengan Romawi). Herodes yang Agung mengirim pasukan untuk memerangi bangsa Nabatean. Pada akhirnya, Nabatean melepaskan jalur perdagangan di utara pada tahun 31 SM. Atas jasa Herodes yang Agung, Kaisar romawi memberikan kepadanya Gadara. Gadara semakin berkembang dan sampai pada puncaknya pada abad ke-2 M, ditandai dengan semaraknya pembangunan jalan, kuil, teater dan pemandian. Milagros menyamakan antara kota Gadara dengan Athena, dengan adanya pengakuan ini Gadara bisa disebut sebagai pusat peradaban Yunani di Timur bawah kuno. Agama kristen menyebar secara lambat di antara penduduk Gadara. Sejak abad ke-4 M, berdirilah gereja-gereja di Gadara.

Penduduk Gadara terus hidup dalam tenang dan stabil hingga tahun 162, ketika bangsa Persia masuk ke sungai Eufrat, dan menyapu Suriah hingga menguasai kota-kota disana. jenderal Markus Antonius mempersiapkan pasukan untuk melawan bangsa Persia. Ditemukan di Umm Qais, makam salah satu tentara dari batalyon 14, yang menunjukkan bahwa pasukan tersebut sudah sampai di Umm Qais. Pada tahun 614 tentara Persia merebut kembali Gadara dan menghancurkan gereja-gereja yang ada disana, juga membunuh penduduk-penduduknya, hingga pada tahun 635 Pasukan Islam yang dipimpin oleh Syarhabil bin Hasanah pada zaman Umar bin Khattab membebaskan Gadara dari kekuasaan Romawi.

Tokoh terkenal

sunting
Reruntuhan peninggalan Romawi di Umm Qais

Gadara disebut sebagai 'Kota para filusuf'[1] Selain itu, Gadara juga merupakan tempat tinggal:

Pemandangan utara dari Umm Qais, terlihat Danau Galilea dan Dataran Tinggi Golan

Referensi

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Desmond, William. Cynics. p36

Bibliografi

sunting
  • Nun, Mendel, Gergesa (Kursi) (1989 Kibbutz Ein Gev)
  • Nun, Mendel, Ports of Galilee, in Biblical Archaeology Review; 25/4: 18 (1999)
  • Holm-Nielson, Svend, 'Gadarenes', in Anchor Bible Dictionary vol. 2, ed. D.N. Freedman (1992. New York: Doubleday)
  • Weber, Thomas, Umm Qais โ€“ Gadara of the Decapolis (1989. Amman: Economic Press Co.)
  • Laney, J. Carl, Geographical Aspects of the Life of Christ [Unpublished Th.D. dissertation, Dallas Theological Seminary ] (1977)
  • This entry incorporates text from the International Standard Bible Encyclopedia with some modernisation.

Pranala luar

sunting

32ยฐ39โ€ฒN 35ยฐ41โ€ฒE๏ปฟ / ๏ปฟ32.650ยฐN 35.683ยฐE๏ปฟ / 32.650; 35.683

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa

tempat babi-babi itu terjun ke danau. Sejumlah pakar menduga reruntuhan "Umm Qais" sebagai lokasi kota Gadara. Namun, desa ini terletak 10ย km di tenggara

Magdala

pada sungai Yarmouk dekat Gadara (pada abad pertengahan "Jadar", sekarang Umm Qais), sehingga dinamakan Magdala Gadar. Magdala Nunayya โ€” yang lebih terkenal

Legion (roh jahat)

tempat babi-babi itu terjun ke danau. Sejumlah pakar menduga reruntuhan Umm Qais sebagai lokasi kota Gadara. Namun, ini terletak 10 km di selatan danau

Irbid

Yordania, mengunjungi Umm Qais, Beit Ras, Pella, Ajloun, Umm el-Jimal, dan situs-situs bersejarah lainnya; atau bepergian ke Suriah. Um Qais Al koura Mafraq

Abdurrahman bin Muhammad bin al-Asy'ats

Kindah serta putra dari Muhammad bin al-Asy'ats dan cucu dari al-Asy'ats bin Qais, seorang sahabat Nabi. Ibnul Asy'ats dikenal karena memimpin pemberontakan

Muhammad al-Jawad

salah satu putrinya, bernama Umm Habib, dengan ar-Ridha pada tahun 202 H (817) dan menjanjikan seorang putri lagi, bernama Umm al-Fadhl, kepada Muhammad

Marwan bin al-Hakam

beberapa suku-suku Arab bernama Qais di Syam yang memihak Abdullah bin az-Zubair. Mereka mendorong Adh-Dhahhak bin Qais, pemuka Qais yang menjabat sebagai wali

Abdullah bin Abbas

Muawiyah bin Bakar bin Hawazin bin Manshur bin Ikrimah bin Khashafah bin Qais bin Ailan bin Mudhar. Dia adalah saudara perempuan Maimunah binti al-Harits