Upeti adalah harta yang diberikan suatu pihak ke pihak lainnya, sebagai tanda ketundukan dan kesetiaan, atau kadang-kadang sebagai tanda hormat. Dalam sejarah upeti biasanya diminta oleh negara yang kuat kepada negara-negara sekitar yang lebih lemah, negara bawahan, serta wilayah-wilayah taklukannya. Dalam sebuah persekutuan, pihak yang lebih kecil juga kadang-kadang membayar upeti kepada pihak yang lebih kuat, biasanya bertujuan untuk memperbanyak tentara.

Dalam era modern, pembayaran upeti amat jarang terjadi dan kalaupun ada biasanya hanya bersifat seremonial.

Etimologi

sunting

Kata "upeti" dalam bahasa Indonesia adalah kata serapan dari bahasa Sanskerta utpatti. Selain upeti alternatif pengejaan untuk kata ini adalah ufti.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ Sesuai KBBI.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sunan Gunung Jati

Pakwan Pajajaran bahwa mulai saat itu Cirebon tidak akan lagi mengirimkan upeti. Maklumat tersebut kemudian diikuti oleh para pembesar di wilayah Cirebon

Negara pembayar upeti

pengakuan publik. Ahli waris modern dari para hegemon upeti cenderung menyatakan bahwa hubungan pembayar upeti harus dipahami sebagai pengakuan atas kedaulatan

Kesultanan Banjar

dan timur pulau Kalimantan membayar upeti pada kerajaan Banjarmasin. Sebelumnya Kesultanan Banjar membayar upeti kepada Kesultanan Demak, tetapi pada

Daftar negara pembayar upeti Tiongkok

daftar negara bagian yang membayar upetI kepada dinasti Dataran Tengah Tiongkok di bawah sistem pembayaran upeti. Ini mencakup negara-negara di Eropa

Sistem upeti Tiongkok

harus mengirim utusan upeti ke Tiongkok sesuai jadwal, yang akan melakukan kowtow kepada kaisar Tiongkok sebagai bentuk upeti, dan mengakui keunggulan

Sri Baduga Maharaja

timbang atau menurut Coolsma, 1 caeng timbang) sebagai upeti ke Pakuan tiap tahun. Kapas termasuk upeti. Jadi tidak dikenakan kepada rakyat secara perorangan

Majapahit

ke Singhasari yang menuntut upeti. Kertanagara, penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut

Perang Tiongkok–Jepang Pertama

Kehilangan yang memalukan atas lepasnya Korea sebagai Negara pembayar upeti yang terhadap Tiongkok, memicu terjadinya kemarahan publik yang belum pernah