| UpScrolled | |
|---|---|
| Pengembang | Recursive Methods Pty Ltd |
| Rilis awal | Juni 2025 |
| Sistem operasi | Android, iOS |
| Jenis | Media sosial |
| Situs web | upscrolled |
| UpScrolled | |
| Pengguna terdaftar | Lebih dari 1 juta (per 29 Januari 2026)[1] |
UpScrolled adalah sebuah platform media sosial asal Australia untuk mikroblog dan berbagi video daring berdurasi pendek yang diluncurkan pada Juni 2025 oleh Recursive Methods Pty Ltd. Platform ini didirikan oleh Issam Hijazi.
Sejarah
suntingUpScrolled diluncurkan pada Juni 2025 oleh Recursive Methods Pty Ltd.[2][3] Platform ini didirikan oleh Issam Hijazi, seorang pengembang aplikasi keturunan Palestina-Australia.[3][4] UpScrolled didukung oleh inkubator Tech for Palestine.[5]
Pada Januari 2026, UpScrolled mendapatkan perhatian dan jumlah unduhan yang meningkat setelah akuisisi TikTok oleh sekelompok investor AS pro-Donald Trump, termasuk Larry Ellison, yang memicu seruan untuk memboikot TikTok dan bermigrasi ke aplikasi lain.[6][4] TikTok diduga menekan konten Palestina, serta berita seputar pembunuhan Alex Pretti di Minneapolis pada platform tersebut.[5] UpScrolled kemudian naik ke 10 besar daftar aplikasi gratis di App store milik Apple Inc.[6] Aplikasi ini dilaporkan mengalami peningkatan unduhan sebesar 2.850% antara tanggal 22 dan 24 Januari 2026.[4] Hingga 27 Januari 2026, UpScrolled "telah diunduh sekitar 400.000 kali di AS dan 700.000 kali secara global sejak diluncurkan pada Juni 2025".[7] Aplikasi ini menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di Apple App Store pada 29 Januari 2026, menyusul dugaan bahwa TikTok menekan video dan konten yang menentang Immigration and Customs Enforcement (ICE) di bawah kepemilikan barunya.[8][3]
Pendiri
suntingHijazi lahir di Yordania,[9] dan bekerja untuk IBM dan Oracle sebelum mendirikan UpScrolled.[3][4] Hijazi tinggal di Sydney.[10] Ia kehilangan 60 anggota keluarganya selama Perang Gaza.[9]
Hijazi mengatakan kepada Rest of World bahwa ia meluncurkan UpScrolled sebagai tanggapan terhadap genosida Israel di Gaza yang menyusul Serangan 7 Oktober. Ia menyatakan, "Saya tidak tahan lagi. Saya kehilangan anggota keluarga di Gaza, dan saya tidak ingin menjadi antek (komplit). Jadi saya merasa cukup dengan ini, saya ingin merasa berguna. Saya menemukan celah di pasar ini, dengan banyak orang bertanya mengapa tidak ada alternatif untuk platform Big Tech bagi konten mereka yang mengalami penyensoran."[5] Hijazi juga menduga bahwa akun media sosial yang memposting konten pro-Palestina terkena cekal senyap (shadow ban) di platform-platform besar, dan menduga bahwa akunnya sendiri pun tidak luput dari sasaran sensor.[9] Hijazi lebih lanjut menjelaskan pentingnya independensi media sosial untuk memajukan perjuangan Palestina.[9]
Pada Januari 2026, Web Summit Qatar mengumumkan bahwa Hijazi akan menjadi pembicara pada malam pembukaan. Menyusul pengumuman tersebut, terjadi lonjakan penjualan tiket untuk pertemuan puncak tersebut.[11]
Fitur
suntingAlgoritma UpScrolled memungkinkan pengguna untuk menemukan kiriman berdasarkan suka, komentar, dan bagikan dengan peluruhan waktu (time decay) serta beberapa keacakan, semuanya secara kronologis, dengan "tanpa manipulasi" menurut situs web aplikasi tersebut.[3] UpScrolled memiliki antarmuka yang menyerupai campuran antara Instagram dan Twitter, yang memungkinkan pengguna untuk mengirim dan melihat kiriman teks, foto, dan video. Platform ini juga memungkinkan pengguna untuk saling mengirim Pesan pribadi.[12] Aplikasi ini saat ini tersedia untuk perangkat iOS dan Android, dengan rencana untuk melakukan peningkatan skala.[4]
UpScrolled menyatakan bahwa mereka menentang sensor dan cekal senyap, serta menggambarkan dirinya sebagai platform yang "dimiliki oleh orang-orang yang menggunakannya โ bukan oleh algoritma tersembunyi atau agenda luar".[10][5] Hijazi berkata, "Platform lain mengeklaim sebagai platform kebebasan berbicara. Tetapi jika menyangkut apa pun tentang Palestina, ceritanya menjadi berbeda."[5] UpScrolled menyatakan bahwa mereka "tidak mentoleransi ujaran kebencian, propaganda, atau perilaku itikad buruk, tetapi juga menolak untuk membungkam suara secara diam-diam atau tanpa penjelasan."[9]
Jewish Telegraphic Agency (JTA) melaporkan bahwa UpScrolled terpantau "dibanjiri" dengan konten antisemit dan anti-Israel, termasuk penyangkalan Holokaus dan tuduhan bahwa Israel melakukan serangan 9/11.[9] Dalam sebuah pernyataan, UpScrolled mengatakan, "Moderasi konten kami belum mampu mengimbangi lonjakan masif pengguna minggu ini. Kami sedang bekerja sama dengan pakar hak digital untuk memperluas tim Kepercayaan & Keamanan kami dan memperkuat moderasi konten untuk mencegah hal ini. Kami meminta maaf kepada semua pengguna yang terdampak, terima kasih telah menjadi bagian dari UpScrolled."[9]
Penerimaan
suntingPada Januari 2026, Council on AmericanโIslamic Relations (CAIR) memuji UpScrolled karena "berjanji untuk melindungi aliran ide yang bebas di platformnya, termasuk dukungan maupun penolakan terhadap pelanggaran hak asasi manusia oleh pemerintah Israel."[13] Guy Christensen, seorang selebritas media sosial pro-Palestina, telah mendorong pengikutnya untuk mengunduh UpScrolled. Christensen mencirikan UpScrolled sebagai platform yang "tanpa sensor, tanpa kepemilikan oleh miliarder yang memaksakan kepentingan dan bias mereka kepada Anda untuk mengendalikan Anda".[9]
Lihat pula
suntingReferensi
sunting- ^ "Postingan @UpScrolled di UpScrolled".
- ^ "Palestinian-founded UpScrolled surges to No. 2 on Apple App Store". Roya News. 26 Januari 2026. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ a b c d e Murray, Conor (29 Januari 2026). "UpScrolled Hits No. 1 On App Store After Disgruntled TikTok Users Flock To New App". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 Januari 2026.
- ^ a b c d e Malik, Aisha (26 Januari 2026). "Social network UpScrolled sees surge in downloads following TikTok's US takeover". TechCrunch (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ a b c d e Chandran, Rina (28 Januari 2026). "Meet UpScrolled, the anti-censorship TikTok alternative". Rest of World (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 29 Januari 2026.
Sejak kesepakatan itu diselesaikan, #TikTokCensorship telah menjadi tren di platform lain, dengan pengguna mengklaim bahwa TikTok menekan atau menunda video tentang Palestina, serta penembakan fatal seorang pria di Minneapolis oleh petugas imigrasi federal.
- ^ a b Cuthbertson, Anthony (27 Januari 2026). "TikTok rivals Skylight and UpScrolled see surge in downloads amid Trump backlash". The Independent (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ Bradley, Sydney (28 Januari 2026). "What to know about UpScrolled, the app that's surging during TikTok's chaos". Business Insider. Diakses tanggal 28 Januari 2026.
- ^ "What's UpScrolled, the app gaining popularity after TikTok's US takeover?". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 Januari 2026.
- ^ a b c d e f g h Gilson, Grace (29 Januari 2026). "TikTok deal fuels rise of UpScrolled, whose founder conceived it as a haven for Palestinian activism". Jewish Telegraphic Agency (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 30 Januari 2026.
- ^ a b Chavez, Marรญa Josรฉ Gutierrez (27 Januari 2026). "Why TikTok Users Are Fleeing TikTok for a Hot New App Called UpScrolled". Inc. Diakses tanggal 28 Januari 2026.
- ^ "Web Summit Qatar sells out after Upscrolled founder announced as speaker". The Peninsula (dalam bahasa Inggris). 31 Januari 2026. Diakses tanggal 31 Januari 2026.
- ^ Roth, Emma (26 Januari 2026). "TikTokers are heading to UpScrolled following US takeover". The Verge. Diakses tanggal 27 Januari 2026.
- ^ "CAIR Commends UpScrolled for Protecting Free Speech, Condemns TikTok's 'Censorship Spree' Under Pro-Israel Owners". Council on AmericanโIslamic Relations (dalam bahasa American English). 27 Januari 2026. Diakses tanggal 29 Januari 2026.
Pranala luar
sunting- (Inggris) Situs web resmi
- UpScrolled di Google Play