Valentinianus I
Kaisar Romawi Barat
Valentinianus I
Berkuasa26 Februari - 28 Maret 364 (sendiri);
26 Maret 364 - 17 November 375 (kaisar Romawi Barat)
PendahuluIovianus
PenerusValens, Gratianus dan Valentinianus II
Pasangan1) Marina Severa
2) Justina
KeturunanGratianus
Valentinian II
Galla
Grata
Justa
Nama lengkap
Flavius Valentinianus
Flavius Valentinianus Augustus (sebagai kaisar)
DinastiValentinianus
AyahGratianus yang Tua

Flavius Valentinianus atau lebih dikenal sebagai Valentinianus I (lahir pada tahun 321 M โ€“ wafat pada 17 November 375 M) adalah kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 364 M hingga 375 M. Ia merupakan pendiri Dinasti Valentinianus, yang turut meliputi putranya Gratianus dan Valentinianus II. Valentinianus I dikenal sebagai salah satu kaisar yang berupaya mempertahankan stabilitas dan keamanan Kekaisaran Romawi Barat dalam menghadapi ancaman internal dan eksternal, terutama dari suku-suku barbar di sepanjang perbatasan kekaisaran.

Latar Belakang

sunting

Valentinianus lahir di kota Cibalae, Pannonia (sekarang di wilayah Kroasia) pada tahun 321 M dari keluarga bangsawan militer. Ayahnya, Gratianus yang Tua, adalah seorang pejabat militer terkemuka yang mengabdi pada Kekaisaran Romawi di bawah Kaisar Konstantinus Agung. Valentinianus dibesarkan dalam tradisi militer, mengikuti jejak ayahnya, dan memulai kariernya sebagai seorang perwira dalam angkatan bersenjata Romawi.

Kenaikan Takhta

sunting

Valentinianus naik takhta pada 26 Februari 364 M setelah kaisar sebelumnya, Jovianus, meninggal secara mendadak dalam perjalanan pulang ke Roma dari kampanye militer di Timur. Setelah melalui proses konsultasi dengan para jenderal dan pejabat tinggi Romawi, Valentinianus dipilih sebagai kaisar di Nicaea. Tak lama setelah diangkat, Valentinianus membagi kekuasaan dengan adiknya, Valens, yang kemudian menjadi kaisar di bagian Timur Kekaisaran Romawi. Pembagian ini mencerminkan strategi yang telah digunakan oleh beberapa kaisar sebelumnya untuk mengelola kekaisaran yang luas dan sulit dipertahankan.

Kebijakan Militer

sunting

Valentinianus I dikenal karena fokusnya pada pertahanan perbatasan Kekaisaran Romawi, terutama di bagian Barat yang terancam oleh serbuan suku-suku barbar seperti Alemanni, Franka, dan Quadi. Ia memulai program intensif dalam memperkuat benteng-benteng di sepanjang Sungai Rhein dan Danube, yang berfungsi sebagai garis pertahanan pertama melawan invasi.

Pada tahun 367 M, suku Alemanni melancarkan serangan besar-besaran di wilayah Galia. Dalam Pertempuran Solicinium pada tahun 368 M, Valentinianus memimpin pasukan Romawi dalam pertempuran sengit melawan mereka dan berhasil mengalahkan musuh. Selain itu, ia juga melakukan ekspedisi militer di sepanjang perbatasan dengan Kekaisaran Persia, meskipun di Timur, adiknya Valens lebih berperan dalam mengelola ancaman dari bangsa Gotik.

Kebijakan Domestik dan Administratif

sunting

Selain bidang militer, Valentinianus juga dikenal atas reformasi kebijakan administrasi dan ekonomi di Kekaisaran Romawi Barat. Salah satu langkahnya adalah memperkuat sistem perpajakan yang sering kali terancam oleh korupsi. Ia mencoba memastikan bahwa petani kecil dan kelas menengah yang sebelumnya terbebani pajak yang berat, mendapatkan perlindungan dari eksploitasi oleh pejabat lokal.

Valentinianus juga dikenal karena toleransinya dalam urusan agama. Ia seorang Kristen yang taat, tetapi ia menahan diri untuk tidak memaksakan ortodoksi Kristen pada seluruh rakyatnya, terutama di saat muncul perdebatan antara kaum Arian dan Kristen Ortodoks di Kekaisaran Romawi. Valentinianus memilih bersikap netral dalam konflik teologis ini, tidak seperti adiknya Valens, yang dikenal lebih pro-Arian.

Kematian

sunting

Pada November 375 M, Valentinianus I meninggal secara tiba-tiba di Brigetio (sekarang Szล‘ny di Hungaria) saat sedang mempersiapkan kampanye militer melawan suku Quadi, yang telah menyerang provinsi-provinsi Romawi di sepanjang Sungai Danube. Menurut sumber-sumber sejarah, kematiannya disebabkan oleh stroke yang dipicu oleh kemarahannya ketika berbicara dengan duta besar Quadi. Valentinianus wafat di usia 54 tahun, dan kematiannya memicu perpecahan lebih lanjut dalam pemerintahan Romawi Barat, di mana putranya yang masih muda, Gratianus, naik takhta.

Referensi

sunting
  1. Jones, A.H.M. The Later Roman Empire, 284โ€“602: A Social, Economic and Administrative Survey. Oxford University Press, 1964.
  2. Lenski, Noel. Failure of Empire: Valens and the Roman State in the Fourth Century A.D. University of California Press, 2002.
  3. Matthews, John. Western Aristocracies and Imperial Court, AD 364โ€“425. Oxford University Press, 1975.

Pranala luar

sunting
Valentinianus I
Lahir: 321 Meninggal: 17 November 375
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Yovianus
Kaisar Romawi
364โ€“375
Menjabat bersama dengan: Valens
Diteruskanย oleh:
Valens, Gratianus dan Valentinian II

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar Kaisar Romawi

Valentinian I berkuasa di Kekaisaran Romawi Wilayah Barat Valens berkuasa di Kekaisaran Romawi Wilayah Barat Valentinian II dan Gratian Theodosius I,

Hieronimus

menghasilkan banyak sekali karya tulis. Di bawah perlindungan Paus Damasus I, Hieronimus tampil menjadi tokoh yang tersohor berkat ajaran-ajarannya tentang

Valens

dalam sebuah keluarga militer. Ia adalah saudara dari kaisar Valentinianus I. Keduanya berasal dari garis keturunan Illyrian yang kuat, yang telah lama

Gratianus

takhta sebagai Augustus pada usia muda, diangkat oleh ayahnya, Valentinianus I, untuk berbagi kekuasaan. Selama masa pemerintahannya, ia menghadapi tantangan

Plator

Patrician Pinnes Plator Pleuratus I Pleuratus II Pleuratus III Pleurias Scerdilaidas Sirras Tacitus Teuta Triteuta Valens Valentinian I Valentinian II

Tritunggal

sebuah karya yang ia beri judul Tentang Ketiga Kodrat". Eksegesis mazhab Valentinian yang sangat alegoris cenderung menafsirkan bagian-bagian kitab suci yang

Kekaisaran Romawi Barat

luas secara lebih efektif. Pembagian ini diperkuat oleh Kaisar Theodosius I pada tahun 395 M, yang setelah kematiannya, membagi kekaisaran antara dua

Theodosius I

Theodosius I (11 Januari 347 โ€“ 17 Januari 395), dikenal juga sebagai Theodosius Agung, adalah kaisar Romawi dari 379 hingga 395 Masehi. Ia merupakan kaisar