Vankomisin
Data klinis
Pengucapan/vรฆล‹kษ™หˆmaษชsษชn/[1][2]
Nama dagangVancep, Vancocin, Vancodex, Vancosan, lainnya[3]
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa604038
License data
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
Intravena (IV), oral
Kelas obatGlycopeptide antibiotic
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
BioavailabilitasDapat diabaikan (oral)
MetabolismeDiekskresikan tidak berubah
Waktu paruh eliminasi4 jam hingga 11 jam (dewasa)
6 hari hingga 10 hari(orang dewasa, gangguan fungsi ginjal)
Ekskresiurin (IV), feses (oral)
Pengenal
  • Asam (1S,2R,18R,19R,22S,25R,28R,40S)- 48- {[(2S,3R,4S,5S,6R)- 3- {[(2S,4S,5S,6S)- 4- amino- 5- hidroksi- 4,6- dimetiloksan- 2- il]oksi}- 4,5- dihidroksi- 6- (hidroksimetil)oksan- 2- il]oksi}- 22- (karbamoilmetil)- 5,15- dikloro- 2,18,32,35,37- pentahidroksi- 19- [(2R)- 4- metil- 2- (metilamino)pentanamido]- 20,23,26,42,44- pentaokso- 7,13- dioksa- 21,24,27,41,43- pentaazaoktasiklo[26.14.2.23,6.214,17.18,12.129,33.010,25.034,39]pentakonta- 3,5,8(48),9,11,14,16,29(45),30,32,34,36,38,46,49- pentadekaena- 40- karboksilat
Nomor CAS
PubChem CID
PubChem SID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.014.338 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC66H75Cl2N9O24
Massa molar1449.3 g.molโˆ’1
Model 3D (JSmol)
  • C[C@H]1[C@H]([C@@](C[C@@H](O1)O[C@@H]2[C@H]([C@@H]([C@H](O[C@H]2Oc3c4cc5cc3Oc6ccc(cc6Cl)[C@H]([C@H](C(=O)N[C@H](C(=O)N[C@H]5C(=O)N[C@@H]7c8ccc(c(c8)-c9c(cc(cc9O)O)[C@H](NC(=O)[C@H]([C@@H](c1ccc(c(c1)Cl)O4)O)NC7=O)C(=O)O)O)CC(=O)N)NC(=O)[C@@H](CC(C)C)NC)O)CO)O)O)(C)N)O
  • InChI=1S/C66H75Cl2N9O24/c1-23(2)12-34(71-5)58(88)76-49-51(83)26-7-10-38(32(67)14-26)97-40-16-28-17-41(55(40)101-65-56(54(86)53(85)42(22-78)99-65)100-44-21-66(4,70)57(87)24(3)96-44)98-39-11-8-27(15-33(39)68)52(84)50-63(93)75-48(64(94)95)31-18-29(79)19-37(81)45(31)30-13-25(6-9-36(30)80)46(60(90)77-50)74-61(91)47(28)73-59(89)35(20-43(69)82)72-62(49)92/h6-11,13-19,23-24,34-35,42,44,46-54,56-57,65,71,78-81,83-87H,12,20-22,70H2,1-5H3,(H2,69,82)(H,72,92)(H,73,89)(H,74,91)(H,75,93)(H,76,88)(H,77,90)(H,94,95)/t24-,34+,35-,42+,44-,46+,47+,48-,49+,50-,51+,52+,53+,54-,56+,57+,65-,66-/m0/s1ย checkY
  • Key:MYPYJXKWCTUITO-LYRMYLQWSA-Nย checkY
ย ย (verify)

Vankomisin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati sejumlah infeksi bakteri yang serius, yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.[5][6] Obat ini dianjurkan secara intravena sebagai pengobatan untuk infeksi kulit yang rumit, infeksi aliran darah, endokarditis, infeksi tulang dan sendi, dan meningitis yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus yang resisten metisilin.[7] Vankomisin dalam bentuk kapsul Vancomycin Hydrochloride diindikasikan untuk pengobatan diare yang berhubungan dengan Clostridium difficile, dan juga digunakan untuk pengobatan enterokolitis yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus (termasuk strain yang resisten terhadap metisilin). Pemberian vankomisin parenteral tidak efektif untuk infeksi tersebut sehingga kapsul Vancomycin Hydrochloride harus diberikan secara oral untuk infeksi ini.[8]

Vankomisin merupakan obat glikopeptida yang diindikasikan untuk pengobatan infeksi serius yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh bakteri gram positif yang tidak responsif terhadap antibiotik lain yang kurang toksik.[9] Vankomisin termasuk dalam salah satu Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia, obat-obatan teraman dan paling efektif yang diperlukan dalam sistem kesehatan.[10]

Sejarah

sunting

Vankomisin pertama kali diisolasi pada tahun 1953 oleh Edmund Kornfeld, seorang ahli kimia organik yang bekerja di Eli Lilly dari sampel tanah yang dikumpulkan jauh di pedalaman hutan Kalimantan. Sampel tanah menunjukkan aktivitas terhadap Staphylococcus aureus dan ditemukan mengandung organisme, yang kemudian dinamai Streptomyes (Amycolatopsis) orientalis. Senyawa ini awalnya diberi nama "senyawa 05865", tetapi kemudian diberi nama "vancomycin", berasal dari istilah "vanquish" (menaklukkan).[11]

Nama awal ketika Vancomycin Hydrochloride dipasarkan oleh Eli Lilly adalah Vancocin, dan mulai dipasarkan pada tahun 1954.[12] Vankomisin antibiotik glikopeptida diperkenalkan secara klinis pada tahun 1958 untuk pengobatan bakteri gram positif.[13]

Penggunaan medis

sunting

Intravena

sunting

Vankomisin biasanya diberikan melalui penyuntikan intravena (IV), biasanya 2 atau 2 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini harus disuntikkan perlahan selama 1-2 jam, dengan dosis yang berbeda-beda berdasarkan kondisi kesehatan, berat badan, fungsi ginjal, dan respons terapi pasien.[5]

Dosis orang dewasa untuk infeksi bakteri adalah 15โ€“20ย mg/kg IV setiap 8-12 jam (2-3 g/hari); untuk pasien sakit berat dapat diberikan dosis besar di awal 25โ€“30ย mg/kg. Anjuran dari produsen obat adalah 500ย mg IV setiap 6 jam atau 1 g IV setiap 12 jam.[5]

Kapsul Vankomisin

sunting

Penggunaan kapsul vankomisin untuk pengobatan diare yang berhubungan dengan Clostridium difficile dan enterokolitis yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus sebagai berikut:[8]

  • Untuk orang dewasa:
    • Untuk diare yang berhubungan dengan Clostridium difficile, dosis yang dianjurkan adalah 125ย mg, diberikan secara oral 4 kali sehari selama 10 hari.
    • Untuk enterokolitis yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus, dosis harian total adalah 500ย mg hingga 2 g, diberikan secara oral dalam 3 atau 4 dosis terbagi, selama 7 hingga 10 hari.
  • Untuk pasien anak-anak, dosis harian yang biasa adalah 40ย mg/kg dalam 3 atau 4 dosis terbagi, selama 7 hingga 10 hari. Total dosis harian tidak boleh lebih dari 2 g.

Efek samping

sunting

Kondisi "red man syndrome" dapat terjadi jika vankomisin disuntikkan terlalu cepat, yang ditandai dengan timbul gejala seperti rona merah pada tubuh bagian atas, pusing, tekanan darah rendah, atau nyeri/spasme otot dada dan punggung. Efek samping serius lainnya antara lain telinga berdenging, masalah pendengaran, perubahan jumlah urin, mudah berdarah/memar, demam, sakit tenggorokan yang menetap, dan diare yang menetap.[5]

Jika obat ini digunakan dalam jangka panjang atau berulang dapat menyebabkan kandidiasis oral atau infeksi jamur yang baru.[5]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Vancomycin". Merriam-Webster Dictionary.
  2. ^ "vancomycin - definition of vancomycin in English from the Oxford dictionary". OxfordDictionaries.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-09-20. Diakses tanggal 2016-01-20.
  3. ^ "Vancomycin". Drugs.com. Diakses tanggal 12 Maret 2020.
  4. ^ a b "Vancomycin Use During Pregnancy". Drugs.com. 27 March 2019. Diakses tanggal 24 December 2019.
  5. ^ a b c d e Lika Aprilia Samiadi. "Vancomycin". Hello Health Group Pte. Ltd (Hellosehat.com). Diakses tanggal 12 Maret 2020.
  6. ^ "Vancomycin HCL Vial". WebMD LLC. Diakses tanggal 13 Maret 2020.
  7. ^ Liu, C; Bayer, A; Cosgrove, SE; Daum, RS; Fridkin, SK; Gorwitz, RJ; Kaplan, SL; Karchmer, AW; Levine, DP; Murray, BE; J Rybak, M; Talan, DA; Chambers, HF (1 February 2011). "Clinical practice guidelines by the infectious diseases society of america for the treatment of methicillin-resistant Staphylococcus aureus infections in adults and children: executive summary". Clinical Infectious Diseases. 52 (3): 285โ€“92. doi:10.1093/cid/cir034. PMIDย 21217178.
  8. ^ a b "Vancomycin Capsules". Drugs.com. 1 Juli 2019. Diakses tanggal 13 Maret 2020. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ^ Marรญa Josรฉ de Jesรบs Valle; Francisco Gonzรกlez Lรณpez; Alfonso Domรญnguez-Gil Hurlรฉ; Amparo Sรกnchez Navarro1 (6 Agustus 2007). "Pulmonary versus Systemic Delivery of Antibiotics: Comparison of Vancomycin Dispositions in the Isolated Rat Lungโ–ฟ". National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. doi:10.1128/AAC.00099-07. Diakses tanggal 12 Maret 2020. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  10. ^ World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. hdl:10665/325771.
  11. ^ Maria Dannessa Delost (2015). Introduction to Diagnostic Microbiology for the Laboratory Sciences. Jones & Bartlett Learning. hlm.ย 88. ISBNย 978-1-284-03231-4. Diakses tanggal 12 Maret 2020.
  12. ^ "Vancomycin โ€“ Overview". GlobalRPH. Diakses tanggal 12 Maret 2020.[pranala nonaktif permanen]
  13. ^ Arjun Srinivasan; James D. Dick; Trish M. Perl (Juli 2002). "Vancomycin Resistance in Staphylococci". National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. doi:10.1128/CMR.15.3.430-438.2002. Diakses tanggal 12 Maret 2020.

Pranala luar

sunting
  • "VANKOMISIN". Pusat Informasi Obat Nasional, Badan POM RI. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-10. Diakses tanggal 2020-03-12.
  • "Vancomycin". Drug Information Portal. U.S. National Library of Medicine.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Antibiotik glikopeptida

infeksi vankomisin, teikoplanin, telavansin, ramoplanin, dan dekaplanin, Korbomisin, komplestatin, dan antibiotik antitumor Bleomisin. Vankomisin digunakan

Teikoplanin

adalah antibiotik glikopeptida dengan spektrum aktivitas yang mirip dengan vankomisin. Mekanisme kerjanya adalah menghambat sintesis peptidoglikan dinding sel

Listeria

manusia. Antibiotik efektif terhadap spesies Listeria adalah ampisillin, vankomisin, siprofloksasin, linezolid, azitromisin, dan kotrimoksazol. Kasus listeriosis

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan

(MR) Vaksin polio (IPV dan oral) Vaksin rabies (untuk manusia) Valsartan Vankomisin Vasopresin Verapamil Vinblastin Vinkristin Warfarin Zidovudin Per Keputusan

Infeksi Clostridioides difficile

menyelesaikan gejala dalam tiga hari pada 20% penderita. Antibiotik metronidazol, vankomisin atau fidaksomisin, akan mengobati infeksi. Pengujian ulang setelah pengobatan

Staphylococcus aureus

responsif. Salah satu contoh antibiotik yang digunakan terhadap MRSA adalah vankomisin Tidak ada vaksin yang efektif terhadap S. aureus. Kontrol infeksi lebih

Staphylococcus aureus resisten-metisilin

sebagian rentan terhadap vankomisin. Strain lain, yang disebut glikopeptida-antara S. aureus (GISA), kurang rentan terhadap vankomisin dan teicoplanin. Tingkat

Linezolid

yang menyebabkan penyakit seperti Streptokokus, Enterokokus resisten vankomisin (Vancomycin-resistant enterococcus, VRE), dan Staphylococcus aureus resisten