Variolasi atau inokulasi adalah metode yang pertama kali digunakan untuk mengebalkan seseorang dari penyakit variola dengan menggunakan bahan yang diambil dari seorang pasien atau orang yang baru terkena variola. Prosedur ini paling sering dilakukan dengan memasukkan keropeng variola atau cairan dari bintil ke dalam kulit. Pasien kemudian akan terserang infeksi yang jauh lebih ringan daripada variola yang tersebar secara alami. Pada akhirnya, setelah sekitar dua hingga empat minggu, gejala-gejala ini akan hilang dan pasien akan menjadi kebal. Metode ini pertama kali digunakan di Tiongkok dan TImur Tengah dan kemudian diperkenalkan di Inggris dan Amerika Utara pada dasawarsa 1720-an walaupun banyak yang menentangnya. Metode ini kini sudah tidak dipakai lagi karena sudah ada vaksin yang jauh lebih aman.

Bacaan lanjut

sunting
  • Adler, Robert (2004). Medical Firsts. Hoboken: John Wiley & Sons. ISBN 978-0471401759.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Vaksinasi

dicegah dengan inokulasi kemungkinan besar adalah variola. Penerapan variolasi yang tercatat pertama kali terjadi pada abad ke-16 di Tiongkok. Variola

Sistem imun

variolasi sebagai tindakan pencegahan, yaitu dengan memasukkan sebagian dari lesi penderita cacar ke dalam tubuh orang yang sehat. Praktik variolasi juga

Virus dalam sejarah manusia

Charles Maitland, melakukan variolasi untuk anaknya. Dalam perjalanan pulang ke London, Mary meminta Maitland untuk memvariolasi anak perempuannya yang berusia

Imunisasi

secara bertahap menggantikan inokulasi cacar, yang sekarang disebut variolasi untuk membedakannya dari vaksinasi. Sampai tahun 1880-an vaksin/vaksinasi

Kaisar Shunzhi

tahun 1681, tahun yang sama ketika Kaisar Kangxi memprakarsai penggunaan variolasi untuk menyuntik anak-anak keluarga kekaisaran agar kebal terhadap cacar