Subkawasan Sulawesi: Pulau Sulawesi, Kepulauan Talaud, Sangihe, Togian, dan Sula      Subkawasan Maluku: Pulau Morotai, Halmahera, Bacan, Obi, Buru, Ambon, dan Seram      Subkawasan Nusa Tenggara: Pulau Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor, dan Kepulauan Tanimbar

Wallacea adalah kawasan biogeografis yang mencakup sekelompok pulau-pulau dan kepulauan di wilayah Indonesia bagian tengah, terpisah dari paparan benua-benua Asia dan Australia oleh selat-selat yang dalam. Nama Wallacea sendiri diambil dari seorang naturalis Alfred Russel Wallace yang telah mendeskripsikan batas-batas biologis kawasan zoogeografis yang dikenal sebagai Garis Wallace.[1]

Wallace menyadari ada perbedaan karakteristik antara hewan-hewan di Kalimantan dan Sulawesi maupun di Bali dan Lombok, meskipun pulau-pulau tersebut berdekatan. Ia mengajukan teori bahwa ada garis tak kasatmata yang membujur antara Kalimantan dan Sulawesi dan Bali dan Lombok, yang memisahkan fauna dari pulau-pulau tersebut.[2]

Wallacea adalah zona transisi antara daerah biogeografis Indo-Malaya Raya dan Australasia. Jutaan tahun berada dalam relatif isolasi menghasilkan fauna endemik yang luar biasa untuk berkembang di sini.[2] Kawasan Wallacea meliputi pulau-pulau Sulawesi (yang terbesar di kelompok ini), Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor, Halmahera, Buru, Seram, serta banyak pulau-pulau kecil di antaranya. Secara umum dapat dikatakan bahwa kawasan Wallacea memuat seluruh Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Wilayah ini terletak di antara Paparan Sunda atau Dangkalan Sunda di barat, dan Paparan Sahul atau Dangkalan Sahul di timur. Total luas daratan kawasan Wallacea sekitar 347,000 km².

Di Wallacea terdapat 697 spesies burung, 249 (36%) di antaranya endemik. Di Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya, ada 328 spesies burung, 230 di antara tidak bermigrasi dan 97 spesies endemis, contohnya burung maleo.[2]

Provinsi dan pulau-pulau besar di Wallacea
Sulawesi
6 provinsi
Maluku Utara, termasuk Halmahera
Maluku, tidak termasuk Aru
Nusa Tenggara Barat
(Lombok, Sumbawa)
Nusa Tenggara Timur, termasuk
Komodo, Flores, Sumba, Timor Barat
Timor Leste (negara tersendiri)


Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Coates, Brian and Bishop, K (2000). Panduan Lapangan Burung-Burung di Kawasan Wallacea. Brisbane, Australia: BirdLife International-Indonesia Programme & Dove Publications Pty. ISBN 979-95794-2-2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. ^ a b c Supriatna, Jatna (2017-10-15). "Wallacea: laboratorium hidup evolusi". The Conversation (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-25.

Bacaan lanjutan

sunting
  • Abdullah MT. (2003). Biogeography and variation of Cynopterus brachyotis in Southeast Asia. PhD thesis. University of Queensland, St Lucia, Australia.
  • Corbet, GB, Hill JE. (1992). The mammals of the Indomalayan region: a systematic review. Oxford University Press, Oxford.
  • Hall LS, Gordon G. Grigg, Craig Moritz, Besar Ketol, Isa Sait, Wahab Marni and M.T. Abdullah. (2004). Biogeography of fruit bats in Southeast Asia. Sarawak Museum Journal LX(81):191–284.
  • Wilson DE, Reeder DM. (2005). Mammal species of the world. Smithsonian Institution Press, Washington DC.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Walik wallacea

Walik wallacea ( Ptilinopus wallacii ) merupakan salah satu spesies burung dalam keluarga merpati Columbidae. Nama tersebut memperingati naturalis Inggris

Srigunting wallacea

Srigunting wallacea (Dicrurus densus) merupakan spesies burung dalam famili Dicruridae. Burung ini dapat ditemukan di Indonesia dan Timor Leste. Sebelumnya

Opior wallacea

Opior wallacea ( Heleia wallacei ) adalah spesies burung dalam keluarga Zosteropidae. Ia dijumpai di Kepulauan Sunda Kecil. Habitat aslinya adalah hutan

Museum Wallacea

Museum Wallacea adalah museum khusus yang menyajikan koleksi berupa flora dan fauna yang pernah hidup di wilayah Wallacea yang terletak di Kota Kendari

DeWitt Wallacea

DeWitt Wallace adalah pendiri majalah Reader's Digest (salah satu majalah yang paling banyak beredar di dunia yang mana edisi pertamanya terbit tahun 1922)

Indonesia

Daratan Sahul yang terhubung dengan benua Australia, serta Kepulauan Wallacea yang diperantarai oleh lautan dalam. Sekitar 74.000 tahun yang lalu, letusan

Fauna peralihan

peralihan adalah istilah bagi spesies hewan endemik yang berasal dari Wallacea. Sebutan tersebut juga merupakan jenis pengelompokan hewan berdasarkan

Daftar nama burung endemik Indonesia

terbanyak di dunia. Sebagian besar burung endemik Indonesia terdapat di Wallacea. Di pulau Sulawesi saja terdapat duabelas genera burung endemik. Dari semua