Ayumu Hirano
Hirano pada 2022
Informasi pribadi
Lahir29 November 1998 (umurย 27)
Murakami, Niigata[1]
Tinggi165ย m (541ย ft 4ย in)
Berat50ย kg (110ย pon)
Olahraga
NegaraJepang
OlahragaSeluncur salju
Dilatih olehElijah Teter,[2] Ben Boyd
Rekam medali
Seluncur salju putra
Mewakili ย Jepang
Permainan Olimpiade
Medali emas โ€“ tempat pertama 2022 Beijing Halfpipe
Medali perak โ€“ tempat kedua 2014 Sochi Halfpipe
Medali perak โ€“ tempat kedua 2018 Pyeongchang Halfpipe
Winter X Games
Medali emas โ€“ tempat pertama 2016 Oslo SuperPipe
Medali emas โ€“ tempat pertama 2018 Aspen SuperPipe
Medali perak โ€“ tempat kedua 2013 Aspen SuperPipe
Medali perak โ€“ tempat kedua 2022 Aspen SuperPipe
Burton Global Open Series
Medali emas โ€“ tempat pertama AS Terbuka 2018 HalfPipe
Medali perak โ€“ tempat kedua AS Terbuka 2013 HalfPipe
Medali perunggu โ€“ tempat ketiga AS Terbuka 2015 HalfPipe
Medali emas โ€“ tempat pertama Eropa Terbuka 2013 HalfPipe
Medali perak โ€“ tempat kedua Eropa Terbuka 2015 HalfPipe
Piala Dunia Seluncur Salju FIS
Medali emas โ€“ tempat pertama 2021-22 Global Halfpipe
Laax Open
Medali emas โ€“ tempat pertama 2022 Laax HalfPipe

Ayumu Hirano (ๅนณ้‡Ž ๆญฉๅคข, Hirano Ayumu, lahir 29 November 1998) adalah seorang juara Olimpiade Jepang dan peraih medali Olimpiade sebanyak tiga kali dalam lomba seluncur salju dan seluncur papan. Ia memenangkan medali perak dalam superpipe dalam Winter X Games XVII 2013 dalam usia 14 tahun, menjadikannya peraih medali termuda dalam sejarah X Games,[3] dan memenangkan medali perak dalam half-pipe pada Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi dan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang dan medali emas pada Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing.[4] Ia juga berkompetisi pada Olimpiade Musim Panas 2020 di Tokyo sebagai atlet seluncur papan, menjadikannya salah satu dari dua atlet, yang lainnya adalah Jaqueline Mourรฃo, yang ikut serta dalam tiga Permainan Olimpiade berturut-turut di Asia Timur antara 2018 dan 2022.[5][6]

Referensi

sunting
  1. ^ "Ayumu HIRANO". sochi2014.com. Organizing Committee of the XXII Olympic Winter Games. Diakses tanggal 16 February 2014.
  2. ^ "Pro snowboarder transitions to coaching Olympians โ€“ Lake Tahoe NewsLake Tahoe News". laketahoenews.net. Diakses tanggal 20 September 2015.
  3. ^ "xgames superpipe results". espn.com. Diarsipkan dari asli tanggal 1 May 2013. Diakses tanggal 16 February 2013.
  4. ^ "Olympics-Snowboarding-Men's halfpipe finals results โ€“ Yahoo Sports". sports.yahoo.com. 11 February 2014. Diakses tanggal 20 September 2015.
  5. ^ "Ayumu Hirano a step closer to Tokyo 2020 skateboarding dream". Olympic Channel. Diakses tanggal 19 March 2021.
  6. ^ "Ayumu Hirano". NHK. Diakses tanggal 11 August 2021.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Chloe Kim

memenangkan dua medali emas di halfpipe. Dia adalah peraih medali emas X Games enam kali dan wanita pertama yang memenangkan dua medali emas di snowboarding

Marvel Rivals

Tiongkok, NetEase Games, bekerja sama dengan Marvel Games. Rivals dirilis pada 6 Desember 2024 untuk PlayStation 5, Windows, dan Xbox Series X/S. Rivals dapat

Paralimpiade Musim Dingin 2010

Paralimpiade Musim Dingin 2010 (X Paralympic Winter Games) adalah paralimpiade ke-10 yang diadakan di Vancouver dan Whistler, British Columbia, Kanada

Alan Walker

" Pada tanggal 27 Februari, Walker melakukan penampilan debutnya di Winter X Games XIX di Oslo. Ia membawakan 15 lagu termasuk lagu "Faded" bersama Iselin

Su Yiming

Ski and Snowboard Federation (Inggris) Su Yiming di Olympics.com (Inggris) Su Yiming di Olympedia.org Su Yiming di X Games Su Yiming di Instagram l b s

Paralimpiade Musim Dingin

lintas alam Wheelchair curling Wikimedia Commons memiliki media mengenai Winter Paralympics. Paralympic Link Directory Official IPC Website Paralympics

Olimpiade Musim Dingin

milanocortina2026.org. Edgeworth, Ron (Mei 1994). "The Nordic Games and the Origins of the Winter Olympic Games" (PDF). International Society of Olympic Historians

Olimpiade Musim Panas

Olympiads, not the Games themselves, per the Olympic Charter. This contrasts with the Winter Olympics, which ignore the cancelled Winter Games of 1940 and 1944