Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Jenis perusahaan | Organisasi Kemanusiaan |
|---|---|
| Industri | Organisasi Nirlaba |
| Didirikan | Mei 21, 2008 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia |
| Situs web | Aqsa Working Group |
Aqsha Working Group (AWG) (bahasa Arab: مجمو عة لعمل للا قص) adalah organisasi kemanusiaan asal Indonesia yang berfokus pada pembebasan Masjid Al-Aqsa dan mendukung perjuangan rakyat Palestina. Didirikan pada 21 Agustus 2008, AWG berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran umat Muslim mengenai pentingnya Masjid Al-Aqsa[1] dan kondisi Palestina.[2]
Sejarah
suntingPendiri Lembaga ini adalah seluruh komponen ummat yang hadir dalam Al-Aqsa International Conference yang diselenggarakan di Wisma Antara pada tanggal 20 Sya’ban 1429H / 21 Agustus 2008 di Jakarta. Konferensi tersebut dihadiri oleh lebih dari 71 komponen dari berbagai unsur pimpinan organisasi massa Islam, unsur perwakilan dari kedutaan besar sejumlah negara muslim, unsur pimpinan lembaga pendidikan umum maupun pendidikan islam, unsur pimpinan lembaga dakwah Islam, unsur pimpinan media massa Islam dan sejumlah individu atau perwakilan organisasi yang berpihak kepada perjuangan Islam, terutama pembebasan Masjid Al-Aqsa.
Kesadaran tentang kondisi Masjid Al-Aqsa saat ini mendorong para peserta konferensi tersebut berbulat hati untuk menyatukan langkah demi membebaskan Masjid Al-Aqsa dan mengembalikannya ke pangkuan muslimin. Kita semua rindu untuk melihat Al-Aqsa terbebaskan. Kita semua ingin segera sholat bersama di masjid suci itu.
Tanggal berdirinya, 21 Agustus, dipilih untuk mengenang peristiwa pembakaran Masjid Al-Aqsa oleh seorang ekstremis Yahudi pada tahun 1969. Peristiwa ini menjadi simbol penting bagi perjuangan mempertahankan kesucian Masjid Al-Aqsa sebagai tempat suci umat Islam.
Pendirian
sunting1. Meningkatkan kesadaran umat Islam, khususnya di Indonesia, mengenai pentingnya Masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama dan simbol persatuan umat. 2. Mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui berbagai bentuk kampanye, edukasi, dan bantuan kemanusiaan. 3. Menggalang solidaritas internasional untuk menekan penjajahan Israel di wilayah Palestina.
Kegiatan
suntingSeminar dan konferensi internasional yang membahas isu-isu Palestina.
Aksi solidaritas, seperti longmarch, pawai damai, dan penggalangan dana.[3]
Distribusi bantuan kemanusiaan, terutama ke wilayah Gaza dan Tepi Barat. Hal tersebut termasuk rencana membangun Rumah Sakit Ibu dan Anak Indonesia di Gaza.
AWG juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga, baik lokal maupun internasional, untuk memperluas jaringan solidaritas dan memberikan dampak lebih besar terhadap perjuangan pembebasan Palestina.[4]
Deklarasi
suntingKonferensi ini menghasilkan “Deklarasi Jakarta untuk Pembebasan Al-Aqsa”.[5]
Referensi
sunting- ^ Sumarsono, Hadi (2025-01-05). "Catatan Rojab 1446H – Rujukan Ayat Dan Hadits Tentang Masjid Al-Aqsho". Jejak Kehidupan. Diakses tanggal 2025-08-06.
- ^ Sumarsono, Hadi (2023-12-22). "Catatan Jumadits Tsani 1445H – Sebenarnya Palestina Itu Ada Ga Sih?". Jejak Kehidupan. Diakses tanggal 2025-08-06.
- ^ "Kegiatan – Aqsa Working Group". 2025-07-02. Diakses tanggal 2025-08-06.
- ^ "Press Release – Aqsa Working Group". 2025-08-04. Diakses tanggal 2025-08-06.
- ^ "Deklarasi Jakarta untuk Pembebasan Al-Aqsha". Pusat Informasi Palestina. 2008-08-23. Diakses tanggal 2025-08-06.
- https://minanews.net/refleksi-16-tahun-aqsa-working-group-awg-semakin-menjangkau-dunia-internasional/
- https://khazanah.republika.co.id/berita/s294hg366/aqsa-working-group-masifnya-perlawanan-palestina-terhadap-israel-jadi-sejarah-baru
- https://www.radiosilaturahim.com/tepat-15-tahun-aqsa-working-group-gaungkan-perjuangan-palestina/
Pranala luar
suntingWebsite resmi Aqsa Working Group
Artikel ini membutuhkan tambahan kategori atau kategori yang lebih spesifik. (Januari 2025) |