Infobox orangCarolyn Parker

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran18 November 1917 Suntingan nilai di Wikidata
Gainesville Suntingan nilai di Wikidata
Kematian17 Maret 1966 Suntingan nilai di Wikidata (48 tahun)
Gainesville Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianLeukemia Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
Kelompok etnikAfrika-Amerika Suntingan nilai di Wikidata
PendidikanInstitut Teknologi Massachusetts - Magister Sains
Fisk University (en) Terjemahkan - Bachelor of Arts
Universitas Michigan - Master of Arts
Universitas Negeri Ohio Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiFisika dan plutonium Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanfisikawan, dosen Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diFisk University (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Agustus 1943Dayton Project (en) Terjemahkan
1939Proyek Manhattan Suntingan nilai di Wikidata

Carolyn Beatrice Parker (1917 โ€“ 1966) adalah seorang fisikawan dan peneliti Amerika yang lahir di Gainesville, Florida. Ia dikenal atas kontribusinya dalam Proyek Dayton, bagian dari Proyek Manhattan, di mana ia bekerja dengan elemen radioaktif Polonium (Po-210) untuk pembuatan bom atom. Ia adalah salah satu wanita Afrika-Amerika pertama yang meraih gelar pascasarjana di bidang fisika.

Kehidupan awal dan pendidikan

sunting

Parker adalah anak dari pasangan Julius A. Parker dan Della Ella Murrell Parker. Ayahnya bernama Julius, orang Afrika-Amerika kedua yang meraih gelar doktor dalam bidang bisnis dari Harvard University. Ibunya, bernama Della, saudara dari Joan Murrell Owens, seorang ahli biologi kelautan dan salah satu wanita Afrika-Amerika pertama yang meraih gelar doktor dalam geologi.[1]

Parker tumbuh di Florida selama era Jim Crow dan menghadapi diskriminasi dalam sistem pendidikan yang tersegregasi. Meski begitu, ia berhasil menyelesaikan pendidikannya. Ia lulus dengan predikat magna cum laude dari Fisk University dengan gelar sarjana fisika pada tahun 1938. Ia kemudian meraih gelar master dalam bidang fisika dari University of Michigan pada tahun 1941, yang menjadikannya wanita Afrika-Amerika pertama yang diketahui meraih gelar pascasarjana dalam bidang ini.

Pada tahun 1953, ia mendapatkan gelar mater kedua dalam bidang fisika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan menyelesaikan semua mata kuliah untuk gelar doktor, namun ia tidak dapat melanjutkan disertasi karena menderita leukemia.[2]

Karier dan kontribusi

sunting

Selama Perang Dunia II, Parker bekerja sebagai fisikawan peneliti di Proyek Dayton, sebuah divisi dari Proyek Manhattan, yang menangani elemen radioaktif Polonium (Po-210). Ia dan timnya bertugas memurnikan polonium sebagai inisiator dalam pembuatan bom atom. Polonium digunakan sebagai inisiator dalam bom atom. Proyek ini dipimpin oleh Monsanto Chemical Company dan berfokus pada penelitian rahasia tentang penggunaan polonium sebagai pemicu ledakan atom. Kontribusinya dalam teknik pemisahan dan pemurnian polonium memainkan peran penting dalam keberhasilan proyek tersebut.[butuh rujukan]

Setelah perang, Parker bekerja sebagai fisikawan di Wright Field di Dayton, Ohio, hingga 1947. Selama kariernya, ia memberikan kontribusi dalam fisika dan pendidikan di tengah-tengah tantangan sosial dan kesehatan yang dihadapinya. Ia kemudian mengajar sebagai asisten profesor di Fisk University (1947โ€“1951)[3] dan menjadi fisikawan di Air Force Cambridge Research Center, Massachusetts, pada tahun 1952.[4]

Warisan

sunting

Parker diakui sebagai pelopor dalam bidang fisika dan matematika, terutama sebagai salah satu ilmuwan Afrika-Amerika pertama yang mencapai prestasi akademik tinggi di bidang sains. Ia juga merupakan anggota dari beberapa organisasi profesional, termasuk Institute of Radio Engineers, American Physical Society, Sigma Upsilon Pi, dan Delta Sigma Theta.[1]

Parker meninggal pada usia 47 tahun karena leukemia, yang diyakini disebabkan oleh pekerjaannya dengan Polonium.[5] Sebagai seorang ilmuwan kulit hitam dalam era yang penuh diskriminasi, Parker menghadapi tantangan, termasuk rasisme dalam lingkungan kerja. Namun, ia tetap memberikan kontribusi signifikan di bidang fisika.

Referensi

sunting
  1. ^ a b "Carolyn Beatrice Parker, ca. 1949 | MIT Black History". www.blackhistory.mit.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-19.
  2. ^ "Carolyn Beatrice Parker - Nuclear Museum". https://ahf.nuclearmuseum.org/ (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-19.
  3. ^ "NC DNA Dayย ยป Hidden Figures in Physics โ€“ Carolyn Parker". Diakses tanggal 2025-03-19.
  4. ^ Humanities, Florida (2021-07-01). "Armed with a physics degree she did top secret work". Florida Humanities Online - Explore, Read, Watch and Enjoy Florida (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-19.
  5. ^ Powers, Anna. "The First African American Woman To Obtain A Graduate Degree In Physics Was Involved In A Top Secret US Mission". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-19.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Indonesia

dari asli (PDF) tanggal 2022-04-24. Diakses tanggal 2020-12-05. H.R.C. Wright, "The Anglo-Dutch Dispute in the East, 1814-1824." Economic History Review

Pompa turbo

berkonsultasi dengan Dietrich Singelmann, seorang ahli pompa Jerman di Wright Field. Bosco kemudian menggunakan data Singelmann dalam merancang pompa hidrogen

Angkatan Udara Amerika Serikat

Hurlburt Field, Florida Twenty-Third Air Force, bermarkas di Hurlburt Field, Florida Special Operations Training Center, bermarkas di Hurlburt Field, Florida

Ular belang-bata

Massachusetts: Harvard University Press. 125 pp. (Cemophora coccinea, p.ย 91). Wright AH, Wright AA (1957). Handbook of Snakes of the United States and Canada. Ithaca

Ikan raja laut

22โ€“23. doi:10.1126/science.284.5411.22b. ISSNย 0036-8075. McCabe, Heather; Wright, Janet (2000). "Tangled tale of a lost, stolen and disputed coelacanth"

James Doolittle

Concentration Center ("Camp Dick"), Texas; Wright Field, Ohio; Gerstner Field, Louisiana; Rockwell Field, California; Kelly Field, Texas and Eagle Pass, Texas. Doolittle

Jalen Brunson

February 9, 2023. Neiburg, Jeff (February 8, 2023). "Villanova salutes Jay Wright, who doesn't miss coaching 'at all'". Philadelphia Inquirer. Diakses tanggal

Terowongan angin

S.) membangun salah satu terowongan angin terbesar pada masa itu di Wright Field di Dayton, Ohio. Terowongan angin ini memiliki ukuran diameter paling