Yohanes Krisostomus
Sebuah mosaik Byzantium Santo Yohanes Krisostomus berusia satu milenium
Lahir347
Antiokhia, Suriah (provinsi Romawi), Kekaisaran Romawi
Meninggal14 September 407
Comana, Pontus, Kekaisaran Romawi
Dihormati diGereja Katolik
Gereja Ortodoks
Gereja-Gereja Ortodoks Oriental
Gereja Anglikan
Gereja di Timur
Gereja Lutheran
KanonisasiPra-kongregasional (sebelum ada Dikasteri untuk Penyebab Penganugerahan Gelar Santo-Santa)
PestaRitus Bizantin

Gereja Ortodoks Koptik Aleksandria

  • 17 Hathor (Departure)
  • 16 Thout (Translocation of relics)
  • 12 Pashons (Commemoration of relocation of relics from Comana to Constantinople 437)

Kekristenan Barat

  • 13 September; 27 Januari
PelindungKonstantinopel, pendidikan, epilepsi, dosen, pembicara, pengkhotbah

Yohanes Krisostomus (bahasa Yunani Ιωάννης ο Χρυσόστομος, Ioannes Chrysostomos), 347-407, adalah Uskup Agung Konstantinopel. Dia tersohor karena kefasihannya dalam berkhotbah dan berpidato di muka umum, penentangannya terhadap penyalahgunaan wewenang baik oleh para pemimpin gereja maupun para pemimpin politik, Liturgi Santo Yohanes Krisostomus, dan sensibilitas asketiknya. Sesudah kematiannya, dia diberi julukan Chrysostomos, kata Yunani yang berarti "Si Mulut Emas", ditransliterasi ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Krisostomus.[1][2]

Gereja Ortodoks dan Gereja-Gereja Katolik Timur menghormatinya sebagai seorang santo (hari peringatan, 13 November) dan menempatkannya sebagai salah satu dari Tiga Hierark Kudus (hari peringatan, 30 Januari), bersama Santo Basil Agung dan Santo Gregorius sang Teolog. Dia diakui oleh Gereja Katolik Roma sebagai seorang santo dan Pujangga Gereja. Gereja-Gereja Barat, termasuk Gereja Katolik Roma, Gereja Inggris, dan Gereja Lutheran memperingatinya tiap tanggal 13 September. Relikui Yohanes Krisostomus diambil dari Konstantinopel oleh para prajurit Perang Salib IV pada tahun 1204 dan dibawa ke Roma, tetapi dikembalikan pada tanggal 27 November 2004 oleh Paus Yohanes Paulus II.[3]

Krisostomus dikenal dalam Kekristenan terutama sebagai seorang pengkhotbah dan pakar liturgi, khususnya dalam Gereja Ortodoks Timur. Di luar tradisi Kristiani, Krisostomus dikenal karena delapan khotbahnya yang cukup berperan dalam sejarah Antisemitisme Kristiani, dan digunakan secara ekstensif oleh Nazi dalam kampanye ideologis mereka menentang kaum Yahudi.[4][5]

Dia kadang kala disebut Yohanes dari Antiokhia, akan tetapi nama itu lebih tepat digunakan untuk menyebut uskup Antiokhia yang bernama Yohanes (429-441), yang memimpin sekelompok uskup Timur moderat dalam kontroversi Nestorianisme. Yohanes Krisostomus juga secara keliru dikira adalah orang yang sama dengan Dio Chrysostom.

Referensi

sunting
  1. ^ Paus Vigilius, Konstitusi Paus Vigilius, 553
  2. ^ "St. John Chrysostom" dalam Catholic Encyclopedia, tersedia pada online; diakses 20 Maret, 2007.
  3. ^ Lihat Surat-Surat Paus Yohanes Paulus II, tersedia pada online; diakses 20 Maret, 2007.
  4. ^ Walter Laqueur, The Changing Face of Antisemitism: From Ancient Times To The Present Day, (Oxford University Press: 2006), hal.48. ISBN 0-19-530429-2. 48
  5. ^ Yohanan [Hans] Lewy, "John Chrysostom" dalam Encyclopedia Judaica (CD-ROM Edition Version 1.0), Ed. Cecil Roth (Keter Publishing House: 1997). ISBN 965-07-0665-8.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Gereja Santo Yohanes Krisostomus, Şehit Muhtar

Gereja Santo Yohanes Krisostomus (bahasa Turki: Surp Hovhan Vosgeperan Ermeni Katolik Kilisesicode: tr is deprecated ) adalah sebuah gereja paroki Katolik

Gereja Santo Yohanes Krisostomus, Fresh Creek

Gereja Santo Yohanes Krisostomus (bahasa Inggris: Saint John Chysostomus Catholic Church, Fresh Creek Parishcode: en is deprecated ) adalah sebuah gereja

Liturgi Santo Yohanes Krisostomus

Liturgi Ilahi Santo Yohanes Krisostomus adalah liturgi ilahi (atau "misa") yang paling dirayakan dalam Ritus Bizantium. Liturgi tersebut mengambil nama

Sinode Oak

di Konstantinopel pada Juli 403, yang mengecam dan melengserkan Yohanes Krisostomus dari jabatan Patriark Konstantinopel. Sinode tersebut banyak dipandang

Yohanes 3:16

International. Teks ayat ini disertakan dalam "Liturgi ilahi St. Yohanes Krisostomus" (Divine Liturgy of St. John Chrysostom), uskup agung (archbishop)

Liturgi Ilahi

Katolik Timur dan Gereja-Gereja Ortodoks Timur: Liturgi Suci St. Yohanes Krisostomus (Abad ke-5 Masehi), digunakan untuk sebagian besar hari-hari dalam

Daftar Bapa Gereja

Katolik pada umumnya menganggap zaman patristis berakhir dengan wafatnya Yohanes dari Damsyik, salah seorang Doktor Gereja, pada tahun 749. Pihak-pihak

Pujangga Gereja

Gereja-Gereja Timur seperti Santo Athanasius, Santo Basilius Agung, Santo Yohanes Krisostomus, dan Santo Gregorius dari Nazianzus ditetapkan pada 1568 bersama