Bendera Kerajaan Yugoslavia.

Yugoslavisme (bahasa Serbo-Kroasia: Jugoslavizam), (bahasa Slovenia: Jugoslavizem) atau Keyugoslaviaan (bahasa Serbo-Kroasia: Jugoslovenstvo, bahasa Serbia: Југословенство), (bahasa Slovenia: Jugoslovanstvo) adalah istilah yang mengacu kepada nasionalisme atau patriotisme Slavia Selatan dan Yugoslavia. Pendukung gerakan yugoslavisme ingin agar semua wilayah Slavia Selatan disatukan dalam suatu negara. Wilayah-wilayah yang hendak disatukan adalah Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Montenegro, Serbia (ditambah wilayah sengketa Kosovo di mana orang Slavia Selatan kini menjadi minoritas), Slovenia dan Makedonia.[1] Gerakan ini pernah menimbulkan gejolak di Eropa karena peristiwa pembunuhan putra mahkota Austria Franz Ferdinand oleh militan yugoslavis Gavrilo Princip adalah peristiwa yang memicu Perang Dunia I. Selama perang tersebut berlangsung, Komite Yugoslav yang terdiri dari orang-orang Slavia Selatan dari Austria-Hungaria mendukung Serbia dan menganjurkan pendirian negara Yugoslavia. Namun, pembunuhan Franz Ferdinand membuat kesal orang-orang Kroasia dan Slovenia di Austria-Hungaria, yang sebelumnya telah mendapat perlakuan khusus dari pemerintah.[2]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Cohen 1995, hlm. 4.
  2. ^ Dragnich 1983, hlm. 3–11.

Daftar pustaka

sunting
  • Cohen, Lenard J. (1995). Broken bonds: Yugoslavia's disintegration and Balkan politics in transition. Cambridge, England, UK; Malden, Massachusetts, USA: Westview Press. ISBN 0-8133-2477-7.
  • Djokić, Dejan (2003). Yugoslavism: Histories of a Failed Idea, 1918-1992. C. Hurst & Co. Publishers. ISBN 978-1-85065-663-0.
  • Dragnich, Alex N. (1983). The First Yugoslavia: Search for a Viable Political System. Hoover Press. ISBN 978-0-8179-7843-3. (Inggris)
  • Jović, Dejan (2009). Yugoslavia: A State that Withered Away. Purdue University Press. ISBN 978-1-55753-495-8.
  • Motyl, Alexander J. (2001). Encyclopedia of Nationalism, Volume II. Academic Press. ISBN 0-12-227230-7.
  • Nielsen, Christian Axboe (2014). Making Yugoslavs: Identity in King Aleksandar's Yugoslavia. University of Toronto Press. ISBN 978-1-4426-2750-5.
  • Ramet, Sabrina P. (2006). The Three Yugoslavias: State-building and Legitimation, 1918-2005. Indiana University Press. ISBN 0-253-34656-8.
  • Wachtel, Andrew (1998). Making a Nation, Breaking a Nation: Literature and Cultural Politics in Yugoslavia. Stanford University Press. ISBN 978-0-8047-3181-2.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Tangan Hitam

Jenis Organisasi rahasia Tujuan Penyatuan bangsa-bangsa Slavia Selatan (Yugoslavisme) Penyatuan komunitas berbahasa Serbia (Pan-Serbisme) Lokasi Balkan Tokoh

Iredentisme Yugoslavia

Vardar. Mereka juga ingin menyatukan wilayah yang diklaim oleh pendukung Yugoslavisme tetapi belum pernah menjadi bagian dari Yugoslavia, yaitu Bulgaria, Trakia

Yugonostalgia

bekas Yugoslavia. Gagasan yugonostalgia tidak bisa disamakan dengan yugoslavisme yang merupakan ideologi di balik penyatuan negara-negara Slavia Selatan

Mehmed Spaho

mendukung Yugoslavisme, tetapi dalam telegram Sarkotić kepada Kaisar pada 23 September 1918, Spaho dituding sebagai pendukung Yugoslavisme. Motif Sarkotić

Nasionalisme Serbia

nasionalis Serbia menggabungkan aspirasi mereka dengan kelompok pendukung Yugoslavisme dan mencoba meniru peran Piemonte dalam pergerakan Risorgimento di Italia

Svetozar Pribićević

etnis Serbia di Kroasia yang menjadi salah satu pendukung utama gagasan Yugoslavisme dan negara federal yang menyatukan semua orang Slavia Selatan. Namun

Asosiasi Petarung Yugoslavia

Asosiasi Petarung Yugoslavia (bahasa Slovenia: Združenje borcev Jugoslavijecode: sl is deprecated ), dikenal juga sebagai Boj (sebuah singkatan yang juga

Bosnia Muda

Kroat Bosnia. Ada dua ideologi utama yang dianut kelompok ini, yaitu Yugoslavisme (pembentukan Yugoslavia) dan Pan-Serbisme (penyatuan ke dalam Serbia)