Zeolit alam

Zeolit adalah kelompok mineral alumino-silikat yang bersifat mikropori dan kristalin. Zeolit sering digunakan sebagai penyerap (adsorben) dan katalis dalam berbagai aplikasi industri. Mineral ini terutama terdiri dari silikon, aluminium dan oksigen, dengan rumus umum Mn+1/n(AlO2)(SiO2)x・yH2O di mana Mn+1/n bisa berupa ion logam atau ion hidrogen (H⁺). Zeolit juga sering disebut sebagai saringan molekuler karena zeolit memiliki pori-pori berukuran molekuler sehingga mampu memisahkan molekul dengan ukuran tertentu.

Zeolit mempunyai beberapa sifat antara lain: mudah melepas air akibat pemanasan, tetapi juga mudah mengikat kembali molekul air dalam udara lembap. Oleh sebab sifatnya tersebut maka zeolit banyak digunakan sebagai bahan pengering. Di samping itu, zeolit juga mudah melepas kation dan diganti dengan kation lainnya, misal zeolit melepas natrium dan digantikan dengan mengikat kalsium atau magnesium. Sifat ini pula menyebabkan zeolit dimanfaatkan untuk melunakkan air. Zeolit dengan ukuran rongga tertentu digunakan pula sebagai katalis untuk mengubah alkohol menjadi hidrokarbon sehingga alkohol dapat digunakan sebagai bensin.

Istilah "zeolit" pertama kali diperkenalkan pada 1756 oleh mineralog asal Swedia, Axel Fredrik Cronstedt. Ia mengamati bahwa ketika memanaskan mineral (yang diduga stilbit) dengan cepat, muncul banyak uap air. Uap ini berasal dari air yang terserap di dalam mineral tersebut. Karena itu, ia menamai mineral ini zeolit, dari bahasa Yunani ζέω (zéō) yang berarti "mendidih" dan λίθος (líthos) yang berarti "batu", sehingga secara harfiah berarti "batu mendidih".

Zeolit dapat ditemukan secara alami, tetapi juga banyak diproduksi secara industri dalam skala besar. Hingga Desember 2018, telah ditemukan 253 jenis struktur kerangka zeolit, dengan lebih dari 40 jenis di antaranya berasal dari alam. Setiap struktur zeolit baru yang ditemukan akan diperiksa oleh Komisi Struktur Asosiasi Zeolit Internasional (IZA-SC) dan diberi kode tiga huruf sebagai identifikasi.

Zeolit di alam banyak ditemukan di Indonesia, India, Siprus, Jerman dan Amerika Serikat. Bagian primer dari Zeolit adalah TO4 di mana T adalah Si atau Al.

Komposisi kimia

sunting

Secara umum, zeolit memiliki melekular sruktur yang unik, di mana atom silikon dikelilingi oleh 4 atom oksigen sehingga membentuk semacam jaringan dengan pola yang teratur. Di beberapa tempat di jaringan ini, atom silikon digantikan dengan atom aluminium, yang hanya terkoordinasi dengan 3 atom Oksigen. Atom aluminium ini hanya memiliki muatan 3+, sedangkan silikon sendiri memiliki muatan 4+. Keberadaan atom aluminium ini secara keseluruhan akan menyebababkan zeolit memiliki muatan negatif. Muatan negatif inilah yang menebabkan zeolit mampu mengikat kation.

Zeolit dapat ditulis dengan rumus kimia oksida atau berdasarkan satuan sel kristal sebagai berikut :

M2/nO Al2O3 aSiO2 b H2O atau Mc/n {(AlO2)c (SiO2)d} b H2O

dengan n adalah valensi logam, a adalah molekul silikat, b adalah molekul air, c dan d adalah jumlah tetrahedra alumina dan silika. Rasio d/c atau SiO2/Al2O bervariasi dari 1-5. Hingga saat ini, diketahui terdapat 40 jenis zeolit alam dan lebih dari 120 zeolit sintetik yang sudah diketahui strukturnya.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ Las, Thamzil dan Husen Zamroni (November 2002). "Penggunaan Zeolit Dalam Bidang Industri dan Lingkungan". Journal of Indonesian Zeolites. 1 (1): 23–30.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Resin penukar ion

proses tersebut sebagai alternatif yang lebih fleksibel untuk penggunaan zeolit alami atau buatan. Juga, resin penukar ion sangat efektif dalam proses penyaringan

Pertambangan

asbes, talk, mika,magnesit, yarosit, oker, fluorit, ball clay, fire clay, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit,gipsum, dolomit, kalsit, rijang, pirofilit,

Katalisis

campuran reaksi cair atau gas. Katalis heterogen yang penting meliputi zeolit, alumina, oksida orde-tinggi, karbon grafit, oksida logam transisi, logam

Transalkilasi

mengkonversi toluena, yang diproduksi berlebih, menjadi benzena dan xilena. Zeolit sering digunakan sebagai katalis dalam reaksi transalkilasi. Transalkilasi

Polusit

Polusit adalah sebuah mineral zeolit dengan rumus (Cs,Na)2Al2Si4O12·2H2O dengan besi, kalsium, rubidium, dan kalium sebagai unsur pengganti yang umum.

Kabupaten Kepulauan Sula

Sula Selatan di sebelah Selatan Pulau Taliabu. Bahan galian non logam: zeolit di Kecamatan Sanana dan Kecamatan Mangoli Timur (Desa Orifola); Granit di

Kabupaten Ngada

Lokasi:Sambinasi, Rawangkalo, Wangka 15.452.336 M3, Granodiort 339.000.000 M3, Zeolit 266.721.653 M3, Batu Permata / 1/2, Permata 1.00.000 M3 Kabupaten Ngada

Plastik

penyulingan terlebih dahulu, untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik. Zeolit: Ini adalah alumosilikat yang terhidrogenasi. memiliki sifat sangat seragam