1719
MileniumMilenium ke-2
Abad
Dasawarsa 
Tahun

1719 (MDCCXIX) adalah tahun biasa yang diawali hari Minggu dalam kalender Gregorian dan tahun biasa yang diawali hari Kamis dalam kalender Julian, tahun ke-1719 dalam sebutan Masehi (CE) dan Anno Domini (AD), tahun ke-719 pada Milenium ke-2, tahun ke-19 pada Abad ke-18, dan tahun ke- 10 dan terakhir pada dekade 1710-an. Mulai awal tahun 1719, kalender Gregorian terhitung 11 hari setelah kalender Julian, yang tetap digunakan di sejumlah negara tertentu sampai tahun 1923.

Peristiwa

sunting

Kematian

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pakubuwana I

Mataram pada tanggal 22 Februari 1719) adalah susuhunan Mataram ketujuh yang memerintah antara tahun 1704 – 1719. Ia merupakan paman dari Amangkurat

Amangkurat IV

Sunan Jawi) adalah susuhunan Mataram kedelapan yang memerintah pada tahun 1719 – 1726. Ia kemudian dianggap sebagai leluhur raja-raja Jawa, bapak wangsa

Gunung Dukono

dari Volcanic Explosivity Index. Letusan kecil terjadi selama rentang waktu 1719, 1868, dan 1901. Sejak 1933, Gunung Dukono terjadi letusan-letusan kecil

Keraton Karta

Ketika Sultan Agung wafat di tahun 1645, sampai 1719 keraton Karta kemungkinan masih bertahan, hingga 1719 dibangun kembali sebagai keraton oleh Pangeran

Daftar penguasa Jawa

Sunan Mas (1703-1705) Pakubuwana I / Sunan Ngalaga (1704-1719) Amangkurat IV / Sunan Jawi (1719-1726) Pakubuwana II / Sunan Kumbul (1726-1742) Amangkurat

Indonesia

membantu dalam perang takhta melawan kerabat raja yang memberontak pada tahun 1719–1723, serta ikut campur dalam rangkaian konflik antaranggota keluarga kerajaan

Muhammad Shah

Roshan Akhtar) (7 Agustus 1702 – 26 April 1748) adalah kaisar Mughal dari 1719 sampai 1748. Ia adalah putra dari Khujista Akhtar, putra keempat Bahadur

Yudanegara II

pemerintahan tiga Sunan Surakarta, yaitu Pakubuwono I (1704 - 1719), Amangkurat IV (1719 - 1727), dan Pakubuwono II (1727 - 1745). Pada masa pemerintahannya