Mesin BMW M20B25 dengan kepala silinder yang sudah diambil, menunjukkan piston dari mesin 6 silinder segaris.

Mesin 6 silinder segaris atau 6 segaris adalah sebuah mesin pembakaran dalam yang memiliki 6 silinder terpasang membentuk satu garis lurus pada bak mesin. Semua pistonnya menjalankan satu buah crankshaft. Mesin 6 silinder segaris adalah mesin dengan desain paling simpel untuk menciptakan sebuah keseimbangan mesin, sehingga mesin jenis ini menimbulkan lebih sedikit getaran daripada mesin dengan silinder lebih sedikit.[1]

Kapasitas Mesin

sunting

Mesin 6 silinder segaris biasanya dipakai oleh para pabrikan otomotif untuk mesin mobil berkapasitas 2.0L sampai 5.0L.[2] Meskipun pernah dipakai untuk kapasitas yang lebih kecil (karena mesinnya sangat halus), tetapi ongkos produksinya menjadi besar. Ciri lain dari mesin ini adalah membutuhkan tempat yang agak besar karena seluruh 6 silindernya diletakkan segaris, menjadikan mesin ini membutuhkan ruang mesin yang lebih besar dari mesin 4 segaris, V6, atau V8.

Besaran Tenaga Mesin

sunting

Besaran Tenaga Mesin 6 silinder lebih kecil dari mesin V6 yang memiliki jumlah porsi tenaga yang lebih besar, isi silinder mesinnya paling besar 15.000 cc dan paling kecil 4.002 cc. Pada mesin 6 silinder segaris yang lebih ditonjolkan adalah besaran Torsi, yaitu tenaga mesin yang disemburkan pada putaran mesin tertentu untuk menghasilkan tenaga pada mesin silinder 6 segaris, sedangkan tenaga isi silindernya dibuat lebih kecil dari besaran torsi nya.

Kelebihan dan Kekurangan

sunting

Kelebihannya antara lain:

  • Biaya Perbaikan lebih Murah daripada mesin V6.
  • Konsumsi Bahan Bakar lebih Irit. (Terutama bahan bakar solar)
  • Diaplikasikan untuk kendaraan besar dan kecil.

Kekurangannya antara lain:

  • Pemasangan komponen mesin lebih sulit daripada mesin V6.
  • Tenaga yang disemburkan terbatas isi silinder.
  • Mudah mengalami panas berlebihan / Overheat.
  • Biaya operasi mesin lebih mahal.
  • Hanya digunakan untuk Kendaraan Besar saja.

Tren

sunting

Mesin 6 silinder segaris lebih dulu diperkenalkan daripada V6. Mesin ini sudah dipakai oleh pabrikan Spyker tahun 1903 dan mesin V6 baru dipakai tahun 1950. Tapi, karena mesin ini membutuhkan ruang yang besar, belakangan ini mesin ini sudah sangat jarang dipakai dan digantikan oleh mesin V6.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ Nunney, pp. 12-13
  2. ^ Cheetham, p. 209
  3. ^ Nunney, p. 14

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Mesin segaris

Toyota, Suzuki dan Volvo Cars. 2 segaris 3 segaris 4 segaris 5 segaris 6 segaris 7 segaris 8 segaris 9 segaris 10 segaris 12 segaris 14 segaris 24 segaris

BMW N20

BMW N20 adalah mesin piston bensin 4 segaris turbocharger DOHC yang menggantikan mesin 6 segaris N52 dan BMW N53. Mesin ini diproduksi sejak 2011-sekarang

Mesin 5 silinder segaris

lain dari mesin di bawahnya (4 segaris) atau mesin di atasnya (6 segaris). Dilihat dari sejarahnya, mesin 5 silinder segaris termasuk mesin yang jarang dipakai

BMW N53

BMW N53 adalah mesin piston 6 segaris DOHC yang diproduksi tahun 2007 sampai 2011. Mesin ini pertama kali dipakai pada BMW Seri 5 (E60/E61) dan BMW Seri

Mesin 4 silinder segaris

Mesin 4 silinder segaris adalah mesin pembakaran dalam dengan keempat silindernya terpasang mendatar satu arah di dalam bak mesin. Silindernya bisa diletakkan

BMW N55

BMW N55 adalah mesin piston 6 segaris injeksi turbocharger DOHC yang telah diproduksi sejak tahun 2009 dan digunakan pada BMW 535i Gran Turismo (F07)

Mesin V6

populer setelah mesin 4 segaris. Mesin yang biasanya sudah jamak dipakai di mesin mobil modern ini menggantikan mesin 6 silinder segaris yang memerlukan ruang

BMW N52

BMW N52 adalah mesin piston 6 segaris DOHC yang menggantikan M54 dan diproduksi tahun 2004 sampai 2011. N52 dilengkapi dengan Valvetronic dan Dual VANOS