Setirizin
Data klinis
Pengucapan/sษ›หˆtษชrษชziหn/
Nama dagangLerzin, Zyrtec, Incidal, Tiriz, Xilergy, dan masih banyak lagi
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa698026
License data
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
Oral
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
BioavailabilitasTerserap dengan baik (>70%)[1]
Pengikatan protein88โ€“96%[1]
MetabolismeMinimal (dimediasi non-sitokrom P450)[3][2]
Onset aksi20โ€“42 minutes[2]
Waktu paruh eliminasiRata-rata: 8,3 jam[3][2]
Kisaran: 6,5โ€“10 jam[4]
Durasi aksiโ‰ฅ24 hours[4]
EkskresiUrin: 70โ€“85%[3]
Feses: 10โ€“13%[3]
Pengenal
  • (ยฑ)-[2-[4-[(4-Klorofenil)fenilmetil]-1-asam piperazinil]etoksi]asetat
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.223.545 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC21H25ClN2O3
Massa molar388,89ย gยทmolโˆ’1
Model 3D (JSmol)
  • Clc1ccc(cc1)C(c2ccccc2)N3CCN(CC3)CCOCC(=O)O
  • InChI=1S/C21H25ClN2O3/c22-19-8-6-18(7-9-19)21(17-4-2-1-3-5-17)24-12-10-23(11-13-24)14-15-27-16-20(25)26/h1-9,21H,10-16H2,(H,25,26)ย checkY
  • Key:ZKLPARSLTMPFCP-UHFFFAOYSA-Nย checkY
ย ย (verify)

Setirizin, dijual di pasaran dengan merek antara lain Incidal, adalah generasi kedua antihistamin yang digunakan untuk pengobatan rinitis alergi (hay fever), dermatitis, dan urtikaria.[5] Setirizin dikonsumsi per oral.[6] Khasiat biasanya mulai muncul dalam waktu satu jam, dan biasanya bertahan selama satu hari.[6] Khasiat yang diberikan serupa dengan antihistamin lain seperti difenhidramin.[6]

Efek samping yang umum terjadi antara lain mengantuk, mulut kering, sakit kepala, dan nyeri pada abdominal.[6] Efek mengantuk biasanya tidak sekuat antihistamin generasi pertama.[5] Efek samping yang lebih serius antara lain sikap agresif dan angioedema.[5] Penggunaan obat ini pada kehamilan tampaknya aman, sedangkan penggunaan selama menyusui tidak dianjurkan.[7] Obat ini bekerja dengan cara menghambat H1 reseptor histamin , terutama yang terletak di luar otak.[6]

Obat ini dipatenkan pada tahun 1981 dan mulai digunakan untuk pengobatan pada tahun 1987.[8] Obat ini tersedian dalam bentuk produk obat generik.[5] Harga obat ini untuk penggunaan selama satu bulan di Inggris Raya NHS sekitar ยฃ0.70 pada tahun 2019.[5], sedangkan di Amerika Serikat harganya sekitar US$2.50.[9] Pada tahun 2017, obat ini menempati peringkat ke 66 obat yang paling banyak diresepkan di Amerika Serikat, sekitar lebih dari sebelas juta resep.[10][11]

Penggunaan medis

sunting

Alergi

sunting

Indikasi utama Cetirizine adalah hay fever dan alergi lainnya. Karena gejala gatal dan kemerahan biasanya disebabkan oleh reaksi histamin pada reseptior H1, gejala akan hilang jika reseptor tersebut dihambat.

Cetirizine juga sering diresepkan untuk pengobatan urtikaria akut dan terkadang kronik, dan memberikan hasil yang lebih efisien daripada antihistamin generasi kedua lainnya[butuh rujukan].

Bentuk Sediaan

sunting

Cetirizine dijual bebas di Amerika Serikat dalam bentuk tablet 5ย mg dan 10ย mg. Tablet 20ย mg tersedia hanya melalui peresepan.[3] Di Inggris Raya, obat ini bisa dibeli paling banyak 30 tablet 10ย mg tanpa resep. Di Indonesia, Cetirizine termasuk ke dalam kategori Obat Wajib Apotek (OWA), tersedia dalam bentuk tablet salut selaput 10ย mg, kapsul 10ย mg, dan sirop 5ย mg/5 ml.

Efek Samping

sunting

Efek samping yang sering ditemui antara lain sakit kepala, mulut kering, mengantuk, dan lemas, sedangkan efek yang jarang terjadi antara lain gagal jantung, takikardia, dan edema.[12]

Menghentikan penggunaan setelah penggunaan jangka panjang (biasanya melebihi enam bulan) bisa menyebabkan gatal.[13][14][15]

Farmakologi

sunting
L-Stereoisomer, levosetirizin (atas) dan D-stereoisomer setirizin.

Farmakodinamik

sunting

Setirizin bekerja sebagai antagonis selektif dari H1 reseptor histamin .[3] Nilai Ki values untuk reseptor H1 adalah 6ย nM untuk cetirizine, 3ย nM untuk levosetirizin, dan 100ย nM untuk dekstrosetirizin, menandakan bahwa levorotatory enantiomer adalah bentuk utama.[3] Cetirizine mempunyai selectivity 600 kali lipat atau lebih untuk reseptor H1 jika dibandingkan dengan lokasi lain, seperti muscarinic acetylcholine, serotonin, dopamin, dan reseptor adrenergik alfa.[3] Obat ini mempunyai selektivitas untuk reseptor H1 20.000 kali atau lebih jika dbandingkan dengan lima macam reseptor muscarinic acetylcholine, karenanya obat ini tidak mempunyai efek antikolinergis .[16][17] Obat ini menunjukan sifat inhibisi ringan pada kanal hERG (IC50 > 30ย ฮผM)[18] dan tidak menunjukkan efek kardiotoksisitas sampai dengan dosis 60ย mg/hari, yaitu enam kali dosis yang direkomendasikan [3] dan dosis cetirizine tertinggi yang pernah dipelajari penggunaannya pada subjek yang sehat.[19]

Cetirizine hanya sedikit melintasi sawar darah otak, dan karenanya, hanya memberikan efek sedasi minimal jika dibandingkan dengan banyak macam antihistamin.[20] Suatu studi positron emission tomography (PET) menemukan bahwa reseptor H1 di otak ditempati sebanyak 12.6% untuk 10ย mg cetirizine, 25.2% untuk 20ย mg cetirizine, dan 67.6% untuk 30ย mg hydroxyzine.[21] (Cetirizine dosis 10ย mg memberikan efek antihistamin perifer yang setara dengan hydroxyzine 30ย mg .)[22] Studi antihistamin menggunakan PET menunjukkan bahwa ikatan lebih dari 50% pada reseptor H1 di otak memberikan efek mengantuk dan penurunan kognitif yang lebih besar, sedangkan ikatan kurang dari 20% pada reseptor H1 di otak dianggap tidak menimbulkan efek sedasi.[23] Ikatan 30ย mg hydroxyzine pada reseptor H1 mempunyai korelasi dengan mengantuk, sedangkan ikatan cetirizine 10 atau 20ย mg tidak mempunyai korelasi.[21] Karenanya, daya tembus otak dan daya ikat cetirizine kepada reseptor H1 bersifat dose-dependent, yang ditunjukkan dengan cetirizine dosis 5 sampai 10ย mg tidak memberikan atau hanya memberikan efek sedasi ringan, sedangkan dosis sebesar 20ย mg diketahui menyebabkan kondisi mengantuk yang signifikan.[21]

Cetirizine diketahui mampu menghambat pelepasa eosinophil chemotaxis dan LTB4.[24] Pada dosis 20ย mg, Boone et al. menemukan bahwa Cetirizine menghambat ekspresi gen VCAM-1 pada penderita atopic dermatitis.[24]

Farmakokinetik

sunting

Absorpsi

sunting

Cetirizine diserap dengan cepat dan dalam jumlah besar pada pemberian oral baik dalam bentuk tablet atau sirop.[3] bioavailabilitas cetirizine pada oral sekitar 70%, dengan levocetirizine sekitar 85% dari total.[1] Nilai Tmax dari cetirizine sekitar 1.0ย jam, apapun bentuk sediannya.[2] Sifat farmakokinetik cetirizine diketahui mempunyai peningkatan linear dengan dosis pada rentang 5 sampai 60ย mg.[3] Nilai Cmax setelah pemberian satu dosis sekitar 257ย ng/mL untuk dosis 10ย mg dan 580ย ng/mL untuk dosis 20ย mg.[2] Pemberian bersamaan dengan makanan tidak mempunyai efek terhadap bioavailabilitas cetirizine tetapi bisa menunda nilai Tmax sebesar 1.7ย  jam (menjadi sekitar 2.7ย jam) dan menurunkan nilai Cmax sekitar 23%.[3][2][25] Temuan serupa juga dilaporkan pada pemberian levocetirizine, yaitu nilai Tmax ditunda sebesar 1.25ย jam dan nilai Cmax menurun sekitar 36% ketika diberikab bersamaan dengan hidangan yang banyak mengandung lemak.[25] Kondisi Steady-state levels cetirizine terjadi setelah 3ย hari, dan tidak terjadi akumulasi obat pada penggunaan kronik.[2] Setelah pemberian Cetirizine dosis 10ย mg sekali sehari selama 10ย hari, rerata Cmax sekitar 311ย ng/mL.[26]

Distribusi

sunting

Rerata ikatan protein plasma dari cetirizine sekitar 93 sampai 96% pada rentang 25 sampai 1,000ย ng/mL, tidak tergantung pada konsentrasi.[2] Ikatan protein plasma sebesar 88 sampai 96% juga pernah dilaporkan pada berbagai studi.[1] Cetirizine terikat dengan affinity tinggi pada albumin, sedangkan ikatan pada ฮฑ1-acid glycoprotein dan lipoprotein hanya dalam jumlah kecil.[1] Fraksi bebas dari levocetirizine dilaporkan sebesar 8%.[1] Nilai volume distribusi dari cetirizine belum diketahui, tetapi diperkirakan sekitar 0.3 sampai 0.45ย L/kg.[1][3] Cetirizine tidak terlalu melintasi sawar darah otak, terutama karena sifat kimianya, tetapi juga karena aktivitasnya sebagai substratedari P-glycoprotein .[1]

Metabolisme

sunting

Cetirizine tidak mengalami proses metabolisme yang besar.[3] Cetirizine diketahui tidak dimetabolisme oleh cytochrome P450 .[27] Karenanya, cetirizine tidak mempunyai interaksi yang signifikan dengan obat yang bersifat inhibit atau induce terhadap cytochrome P450 enzymes seperti theophylline, erythromycin, clarithromycin, cimetidine, atau alcohol.[3] Meski cetirizine tidak mengalami proses metabolisme yang besar oleh cytochrome P450, cetirizine tetap mengalami proses metabolisme dengan cara lain, antara lain oxidation dan conjugation.[3][2] Pemeriksaan cetirizine yang belum termetabolisme menggunakan Plasma radioactivity menunjukkan nilai sebesar lebih dari 90% pada 2ย jam, 80% pada10ย jam, dan 70% pada 24ย jam, hasil ini menunjukkan metabolisme yang lambat dan terbatas.[2] Enzim yang berperan pada proses transformation cetirizine belum diketahui.[3]

Eliminasi

sunting

Cetirizine tereliminated sekitar 70 sampai 85% di urin dan 10 sampai 13% di feces.[3] Sekitar 50 atau 60% cetirizine yang dieliminasi di urine dalam bentuk tidak berubah.[3][2] Cetirizine dieliminasi di urine melalui mekanisme active transport.[2] Nilai elimination half-life cetirizine berkisar dari from 6.5 sampai 10ย jam pada dewasa sehat, dengan rerata pada beberapa studi sebesar 8.3ย jam.[3][2] Cetirizine mempunyai duration of action sekitar 24ย jam.[2] Waktu paruh eliminasi cetirizine meningkat pada lansia (sampai dengan 12ย jam), pada gangguan liver (sampai dengan 14ย jam), dan pada gangguan ginjal (sampai dengan 20ย jam).[2]

Struktur Kimia

sunting

Cetirizine mempunyai stereoisomer L- dan D-s. Secara kimia, levocetirizine adalah enantiomer L- aktif dari cetirizine. Obat ini adalah antihistamin dari golongan diphenylmethylpiperazine. Contoh Analogues antara lain cyclizine dan hydroxyzine.

Sintesis

sunting
Cetirizine synthesis:[28]

Senyawa 1-(4-chlorophenylmethyl)-piperazine dialkilasi menggunakan methyl (2-chloroethoxy)-acetate pada kehadiran natriaum karbonat dan xylene solvent untuk menghasilkan produk substitusi Sn2 sebanyak 28%. Proses saponifikasi dari acetate ester dilakukan dengan cara merefluks dengan bantuan kalium hidroksida pada etanol mutlak untuk menghasilkan sekitar 56% garam kalium intermediet. Proses selanjutnya adalah hidrolisasi menggunakan aqueous HCl dan proses ekstraksi untuk menghasilkan sekitar 81% produk carboxylic acid.

Dalam budaya masyarakat

sunting
A package of 10ย mg cetirizine tablets.
Zyrtec-D, a combination of cetirizine and pseudoephedrine.

Merek dagang

sunting

Cetirizine dipasarkan dengan merek dagang antara lain Alatrol, Alerid, Alzene, Cetirin, Cetzine, Cezin, Cetgel, Cirrus, Histazine, Humex, Incidal, Lerzin (Indonesia) Letizen, Okacet (Cipla), Reactine, Razene, Rigix, Sensahist (Oethmann, South Africa), Triz, Zetop, Zirtec, Zirtek, Zodac, Zyllergy, Zynor, Zyrlek, and Zyrtec (Johnson & Johnson).

Cara Memperoleh

sunting

Cetirizine pada awalnya hanya bisa dibeli menggunakan resep di banyak negara. Namun, kini cetirizine bisa didapatkan tanpa resep di banyak negara. Di beberapa negara lain, cetirizine bisa didapatkan secara bebas hanya dalam kemasan berisi tujuh atau sepuluh biji sediaan 10ย mg.

Seperti banyak produk antihistamin lainnya, cetirizine umum diresepkan dalam kombinasi dengan pseudoefedrin, suatu dekongestan. Kombinasi tersebut biasanya dipasarkan dengan merek dagang yang sama dengan produk cetirizine dan diimbuhi akhiran "-D" (contoh Zyrtec-D, Virlix-D, dll.)

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f g h Chen C (2008). "Physicochemical, pharmacological and pharmacokinetic properties of the zwitterionic antihistamines cetirizine and levocetirizine". Curr. Med. Chem. 15 (21): 2173โ€“91. doi:10.2174/092986708785747625. PMIDย 18781943.
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o Simons FE, Simons KJ (1999). "Clinical pharmacology of new histamine H1 receptor antagonists". Clin Pharmacokinet. 36 (5): 329โ€“52. doi:10.2165/00003088-199936050-00003. PMIDย 10384858.
  3. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t Portnoy JM, Dinakar C (2004). "Review of cetirizine hydrochloride for the treatment of allergic disorders". Expert Opin Pharmacother. 5 (1): 125โ€“35. doi:10.1517/14656566.5.1.125. PMIDย 14680442.
  4. ^ a b Simons FE (2002). "Comparative pharmacology of H1 antihistamines: clinical relevance". Am. J. Med. 113 Suppl 9A (9): 38S โ€“ 46S. doi:10.1016/s0002-9343(02)01436-5. PMIDย 12517581.
  5. ^ a b c d e British national formularyย : BNF 76 (Edisi 76). Pharmaceutical Press. 2018. hlm.ย 279. ISBNย 9780857113382.
  6. ^ a b c d e "Cetirizine Hydrochloride Monograph for Professionals". Drugs.com (dalam bahasa Inggris). American Society of Health-System Pharmacists. Diakses tanggal 3 Maret 2019.
  7. ^ "Cetirizine Pregnancy and Breastfeeding Warnings". Drugs.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Maret 2019.
  8. ^ Fischer, Jnos; Ganellin, C. Robin (2006). Analogue-based Drug Discovery (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm.ย 549. ISBNย 9783527607495.
  9. ^ "NADAC as of 2019-02-27". Centers for Medicare and Medicaid Services (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 6 Maret 2019. Diakses tanggal 3 Maret 2019.
  10. ^ "The Top 300 of 2020". ClinCalc. Diakses tanggal 11 April 2020.
  11. ^ "Cetirizine - Drug Usage Statistics". ClinCalc. Diakses tanggal 11 April 2020.
  12. ^ "Zyrtec Side Effects". drugs.com. Drugs.com. Diakses tanggal 21 Agustus 2015.
  13. ^ Ekhart, C.; Van Der Horst, P.; Van Hunsel, F. (2016). "Unbearable Pruritus After Withdrawal of (Levo)cetirizine". Drug Safety - Case Reports. 3 (1): 16. doi:10.1007/s40800-016-0041-9. PMCย 5124431. PMIDย 27889900.
  14. ^ "Cetirizine (Zyrtec) Withdrawal & Unbearable Itching". People's Pharmacy. Diakses tanggal 9 September 2017.[pranala nonaktif permanen]
  15. ^ "addicted to zyrtec?". MedHelp. Diakses tanggal 9 September 2017.
  16. ^ Zhang L, Cheng L, Hong J (2013). "The clinical use of cetirizine in the treatment of allergic rhinitis". Pharmacology. 92 (1โ€“2): 14โ€“25. doi:10.1159/000351843. PMIDย 23867423.
  17. ^ Orzechowski RF, Currie DS, Valancius CA (2005). "Comparative anticholinergic activities of 10 histamine H1 receptor antagonists in two functional models". Eur. J. Pharmacol. 506 (3): 257โ€“64. doi:10.1016/j.ejphar.2004.11.006. PMIDย 15627436.
  18. ^ Taglialatela M, Pannaccione A, Castaldo P, Giorgio G, Zhou Z, January CT, Genovese A, Marone G, Annunziato L (1998). "Molecular basis for the lack of HERG K+ channel block-related cardiotoxicity by the H1 receptor blocker cetirizine compared with other second-generation antihistamines". Mol. Pharmacol. 54 (1): 113โ€“21. doi:10.1124/mol.54.1.113. PMIDย 9658196.
  19. ^ Hulhoven R, Rosillon D, Letiexhe M, Meeus MA, Daoust A, Stockis A (2007). "Levocetirizine does not prolong the QT/QTc interval in healthy subjects: results from a thorough QT study". Eur. J. Clin. Pharmacol. 63 (11): 1011โ€“7. doi:10.1007/s00228-007-0366-5. PMIDย 17891537. The equivalent dose of 60 mg cetirizine is also the highest dose ever administered in healthy subjects [13].
  20. ^ Gupta, A; Chatelain P; Massingham R; Jonsson EN; Hammarlund-Udenaes M (Februari 2006). "Brain distribution of cetirizine enantiomers: comparison of three different tissue-to-plasma partition coefficients: K(p), K(p,u), and K(p,uu)". Drug Metab. Dispos. 34 (2): 318โ€“23. doi:10.1124/dmd.105.007211. PMIDย 16303872.
  21. ^ a b c Tashiro M, Kato M, Miyake M, Watanuki S, Funaki Y, Ishikawa Y, Iwata R, Yanai K (2009). "Dose dependency of brain histamine H(1) receptor occupancy following oral administration of cetirizine hydrochloride measured using PET with [11C]doxepin". Hum Psychopharmacol. 24 (7): 540โ€“8. doi:10.1002/hup.1051. PMIDย 19697300.
  22. ^ van den Elzen MT, van Os-Medendorp H, van den Brink I, van den Hurk K, Kouznetsova OI, Lokin AS, Laheij-de Boer AM, Rรถckmann H, Bruijnzeel-Koomen CA, Knulst AC (2017). "Effectiveness and safety of antihistamines up to fourfold or higher in treatment of chronic spontaneous urticaria". Clin Transl Allergy. 7: 4. doi:10.1186/s13601-017-0141-3. PMCย 5309999. PMIDย 28289538. [...] 30 mg of hydroxyzine equals about 10 mg cetirizine [11] [...] Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  23. ^ Yanai K, Tashiro M (2007). "The physiological and pathophysiological roles of neuronal histamine: an insight from human positron emission tomography studies". Pharmacol. Ther. 113 (1): 1โ€“15. doi:10.1016/j.pharmthera.2006.06.008. PMIDย 16890992.
  24. ^ a b Boone M, Lespagnard L, Renard N, Song M, Rihoux JP (Juli 2000). "Adhesion molecule profiles in atopic dermatitis vs. allergic contact dermatitis: pharmacological modulation by cetirizine". J Eur Acad Dermatol Venereol. 14 (4): 263โ€“6. doi:10.1046/j.1468-3083.2000.00017.x. PMIDย 11204513. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2013. Diakses tanggal 19 November 2009.
  25. ^ a b Paล›ko P, Rodacki T, Domagaล‚a-Rodacka R, Palimonka K, Marcinkowska M, Owczarek D (2017). "Second generation H1 โ€“ antihistamines interaction with food and alcohol-A systematic review". Biomed. Pharmacother. 93: 27โ€“39. doi:10.1016/j.biopha.2017.06.008. PMIDย 28622592.
  26. ^ "Zyrtec prescribing information" (PDF). Mei 2006. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 Januari 2010. Diakses tanggal 19 November 2009.
  27. ^ Massoud Mahmoudi (2 Juni 2016). Allergy and Asthma: Practical Diagnosis and Management. Springer. hlm.ย 574โ€“. ISBNย 978-3-319-30835-7.
  28. ^ US patent 4525358, Baltes E, De Lannoy J, Rodriguez L, "2-[4-(Diphenylmethyl)-1-piperazinyl]-acetic acids and their amides", dikeluarkan tanggal 25 June 1985, diberikan kepada UCB Pharmaceuticals, Inc.ย 

Pranala luar

sunting
  • "Cetirizine". Drug Information Portal. U.S. National Library of Medicine.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kehamilan ektopik

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ectopic pregnancy. CT of the abdomen showing abdominal ectopic pregnancy Brown discharge first trimester - Information

Mulas

(2007). "Hyoscine butylbromide: a review of its use in the treatment of abdominal cramping and pain". Drugs. 67 (9): 1343โ€“57. PMIDย 17547475. Boyle, J. T

Tumor neuroendokrin pankreas

memiliki beberapa keunggulan dibandingkan CT dalam memvisualisasikan tumor primer dan metastasis, secara umum CT lebih mudah diakses dan lebih terjangkau

Hiosin butilbromida

(2007). "Hyoscine Butylbromide: A Review of its Use in the Treatment of Abdominal Cramping and Pain". Drugs. 67 (9): 1343โ€“1357. doi:10.2165/00003495-200767090-00007

Operasi hernia inguinalis

Symptoms & Treatment". Cleveland Clinic. Diakses tanggal 2022-09-13. "Abdominal Hernias: Practice Essentials, Background, Anatomy". 2021-11-04. Shakil

Aneurisme aorta abdominalis

Ehler-Danlos, sindrom Marfan), pascatrauma, arteritis, dan infeksi jamur. "Abdominal aortic aneurysm - Symptoms and causes". Mayo Clinic (dalam bahasa Inggris)

Aneurisme aorta

atau thoracic aortic aneurysm (TAA), aneurisma aorta abdominalis atau abdominal aortic aneurysm (AAA), dan aneurisma aorta torakoabdominalis atau thoracoabdominal

Hidronefrosis

terlihat pada pemeriksaan CT scan. Hal ini yang mendasari pemeriksaan CT scan menjadi pilihan umum pemeriksaan awal. Namun CT scan biasanya tidak digunakan