📑 Table of Contents

Embolisme (berasal dari bahasa Yunani: แผฮผฮฒฮฟฮปฮนฯƒฮผฯŒฯ‚, berarti sisipan atau tambahan) dalam liturgi Kekristenan, khususnya dalam Gereja Katolik Roma, adalah doa pendek yang disebutkan atau dinyanyikan setelah Doa Bapa Kami dalam misa. Doa ini berfungsi seperti "catatan tambahan" atau "kalimat pengembangan" untuk permohonan atau kalimat terakhir dalam Doa Bapa Kami (". . . bebaskanlah kami dari yang jahat"), yang menguraikan dan memperkuat "maksud tersirat" dari doa tersebut.[1] Dalam misa Katolik, embolisme sering kali diikuti dengan doksologi atau, dalam Misa Tridentina (yang tidak menambahkan doksologi), dengan pemecahan roti.[2]

Rumusan

sunting

Pada saat embolisme dalam misa Katolik, imam atau uskup yang memimpin misa menyebutkan atau menyantikan doa berikut.

Tuhan, kami mohon,
bebaskanlah kami dari segala yang jahat,
sudilah memberi damai sepanjang hidup kami,
supaya kami yang telah dikuatkan
oleh kelimpahan belas kasih-Mu,
selalu bebas dari dosa
dan dijauhkan dari segala gangguan:
sambil menantikan harapan yang membahagiakan
dan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.

Rumusan lampau

sunting

Pada TPE versi 2005 sebelumnya, embolisme dalam misa berbunyi:

Versi 1

Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan sehingga kami dapat hidup dengan tenteram, sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.

Versi 2

Ya Bapa, jadilah selalu kehendak-Mu, sebab itulah satu-satunya pedoman hidup kami. Semoga kami tak henti-hentinya berusaha supaya kehendak-Mu benar-benar terlaksana di dalam diri kami sendiri, di dalam keluarga dan lingkungan hidup kami, sementara kami menantikan dengan rindu kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.

Referensi

sunting
  1. ^ Ayo, Nicholas (1992). The Lord's Prayer: A Survey Theological and Literary. Oxford: Rowman & Littlefield, 2003. hlm.ย 196. ISBNย 978-0-7425-1453-9. Diakses tanggal 25 February 2010.
  2. ^ Kunzler, Michael (2001). The Church's Liturgy. New York: Continuum Int'l Publ'g. hlm.ย 237. ISBNย 978-0-8264-1353-6. Diakses tanggal 25 February 2010.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Liam Neeson

Progress diikuti oleh peran awal di Excalibur (1981), The Bounty (1984), The Mission (1986), The Dead Pool (1988), dan Husbands and Wives (1992). Ia menjadi

Muse (grup musik)

membuat mereka mendapatkan reputasi untuk pertunjukan live yang energik. Absolution (album) (2003) menguatkan akan musik pengaruh klasik, dengan string pada

Dies irae

pada 1791. Karya musik seperti ini semakin berkembang. Mulai dari Dance of the Dead karya Francesco Traini pada 1330-an yang menggambarkan penderitaan dan

In paradisum

Leonine Himne penutup Untuk misa pemakaman Dies irae Pie Iesu Libera Me Requiescant in pace Absolution of the dead In paradisum De profundis ย Portal Katolik

Sursum corda

Leonine Himne penutup Untuk misa pemakaman Dies irae Pie Iesu Libera Me Requiescant in pace Absolution of the dead In paradisum De profundis ย Portal Katolik

Pernyataan Tobat

in the 1962 Missal) (Inggris) Code of Rubrics, 503 (Inggris) MacMichael, Brian W., "The New Translation of the Holy Mass: The Confiteor", Diocese of Fort

Sakramen Maha Kudus

menyambut Komuni Suci. The Doctrines and Discipline of the Methodist Church (dalam bahasa English). Nashville, Tennessee: The Methodist Publishing House

Diskografi Muse

ini merilis Absolution, yang menjadi pertama mereka di posisi #1 ketika menduduki puncak UK Albums Chart. Tindak lanjut untuk Absolution adalah album