Tuntong Sungai
Tuntong sungai (Batagur affinis)
dari Terengganu, Malaysia
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
B.ย affinis
Nama binomial
Batagur affinis
(Cantor, 1847)[2]
Sinonim
  • Tetraonyx affinis Cantor, 1847[3]
  • Batagur baska ranongensis Nuthapand, 1979 (partim, nomen dubium)


Tuntong sungai[4] (Batagur affinis) adalah sejenis kura-kura air payau anggota suku Geoemydidae. Reptil yang biasa ditemukan di sekitar estuaria ini menyebar di Kamboja, Malaysia, dan Indonesia. Namun populasinya telah demikian langka, sehingga IUCN memasukkannya ke dalam Daftar Merah yang diterbitkannya dengan status Kritis.

Pengenalan

sunting

Kura-kura bertubuh sedang, panjang karapas hingga 700 mm. Lubang hidung terletak di ujung moncong yang agak mancung ke atas. Rahang atas bergerigi. Kulit di belakang kepala bersisik kecil-kecil. Kaki dengan empat cakar, dengan selaput penuh di antara jari-jari.[5]

Perisai punggungnya licin tak berlunas (pada hewan muda, keping vertebralnya berlunas), tidak terlalu tinggi, dan menurun di bagian belakang hingga hampir pipih. Keping vertebral kedua hingga keempat hampir sama besar, dan hampir sama lebar dengan keping kostal di tengah perisai. Urutan panjang keping vertebral: 2 > < 3 > 4 > 5 > 1; keping vertebral 1 melebar di bagian depan, dan keping vertebral 5 melebar di bagian belakang. Urutan panjang hubungan di antara keping perisai perut: abdominal > pektoral > femoral > humeral > anal > gular.[5]

Punggung berwarna abu-abu muda atau cokelat muda kehijau-hijauan sampai hitam. Hewan jantan yang dalam masa berahi, perisai punggungnya berwarna hitam; juga kepala dan kaki depannya. Perisai perut polos tidak bebercak atau bergaris.[5]

Habitat dan kebiasaan

sunting

Kura-kura ini menghuni wilayah perairan payau dan jarang naik ke darat.[5] Biuku juga tinggal di ekosistem mangrove, tetapi memilih pasir tepian sungai yang lebih tawar airnya (salinitas lebih rendah) sebagai tempatnya bertelur.[4]

Anak jenis dan agihan

sunting

Batagur affinis tercatat memiliki dua anak jenis, yakni:[2]

Catatan taksonomis

sunting

Selama 160 tahun sejak dideskripsi, jenis ini dianggap dan diperlakukan sebagai Batagur baska. Kajian DNA mitokondria yang dilakukan pada 2008, memperlihatkan bahwa populasi di sebagian wilayah Asia Tenggara, terutama Semenanjung Malaya ke selatan hingga Sumatra, merupakan spesies yang berbeda; yang lebih tepat dialokasikan sebagai Batagur affinis.[7]

Konservasi

sunting
Tuntong Sungai

Tercatat berstatus Kritis (CR, Critically Endangered) dalam Daftar Merah IUCN di bawah nama Batagur baska, populasi kura-kura ini di Semenanjung Malaya dan Indonesia ketika itu terhitung Genting (EN, Endangered). Kelestariannya terancam oleh penangkapan dan perdagangan ilegal; sementara populasinya di alam terpecah ke dalam sub-populasi yang kecil-kecil.[1]

Biuku pernah dianggap punah dari Kamboja, hingga kura-kura ini ditemukan lagi pada 2001. Sebagai bagian dari upaya konservasinya, Raja Norodom Sihamoni secara pribadi memerintahkan perlindungan jenis ini; diikuti dengan pemantauan pergerakan hewan serta kondisi sarangnya.[8] Pada 2005, hewan ini ditetapkan sebagai reptil simbol nasional Kamboja.[9]

Di Terengganu, Malaysia, upaya konservasi ini dilakukan dengan menyigi sungai-sungai yang menjadi habitat biuku, memetakan ancamannya, meningkatkan proporsi telur yang menetas melalui perlindungan sarang dan tempat bersarang, atau memindahkannya ke tempat penangkaran, serta membesarkan tukik (anak kura-kura) sebelum dilepaskan kembali ke habitat alaminya.[10][11] Di Sungai Setiu, Terengganu, program serupa juga melibatkan tuntong laut (B. borneoensis).[12]

Ancaman terhadap populasi biuku, serta populasi kura-kura pada umumnya, utamanya berasal dari penangkapan dan perdagangan ilegal hewan ini, baik sebagai hewan timangan, bahan masakan eksotik, ataupun sebagai bahan obat tradisional; di mana status kelangkaannya bahkan justru menjadikannya berharga mahal.

Lihat pula

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ a b Asian Turtle Trade Working Group 2000. Batagur baska. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.3. <www.iucnredlist.org>. Downloaded on 18 February 2015.
  2. ^ a b Rhodin, Anders G.J. (2010-12-14). "Turtles of the World 2010 Update: Annotated Checklist of Taxonomy, Synonymy, Distribution and Conservation Status" (PDF). Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2010-12-15. Diakses tanggal 2010-12-15. ;
  3. ^ Cantor, T.E. 1847. "Catalogue of reptiles inhabiting the Malayan Peninsula and Islands". The journal of the Asiatic Society of Bengal. 16(2): 612. Calcutta :Bishop's College Press.
  4. ^ a b Guntoro, J. 2012. Tracing the footsteps of the Painted Terrapin (Batagur borneoensis) in the Aceh Tamiang Regency, Aceh, Indonesia. Preliminary observations. Radiata 1: 60-7.
  5. ^ a b c d Iskandar, D.T. 2000. Kura-kura & buaya Indonesia dan Papua Nugini: 98-9. Bandung: ITB.
  6. ^ Praschag, P., R. Holloway, A. Georges, M. Pรคckert, A.K. Hundsdรถrfer & U. Fritz. 2009. "A new subspecies of Batagur affinis (Cantor, 1847), one of the worldโ€™s most critically endangered chelonians (Testudines: Geoemydidae)". Zootaxa 2233: 57โ€“68 (2009).
  7. ^ Praschag, P., R.S. Sommer, C. McCarthy, R. Gemel & U. Fritz. 2008. "Naming one of the worldโ€™s rarest chelonians, the southern Batagur". Zootaxa 1758: 61โ€“8 (2008). (abstrak)
  8. ^ Platt, S.G.; B.L. Stuart; Heng Sovannara; Long Kheng, Kalyar and Heng Kimchhay. 2003. "Rediscovery of the critically endangered river terrapin, Batagur baska, in Cambodia, with notes on occurrence, reproduction, and conservation status" Chelonian Conservation and Biology 4(3): 691.
  9. ^ "ROYAL DECREE on Designation of Animals and Plants as National Symbols of the Kingdom of Cambodia" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-06-30. Diakses tanggal 2015-02-19.
  10. ^ Turtle Conservation Society: "Elevate survival prospects for the critically endangered southern river terrapin (Batagur affinis) of Terengganu, Malaysia, through research, conservation, local community participation, public outreach and education". Diarsipkan 2015-02-19 di Wayback Machine.
  11. ^ Chen, Pelf-Nyok & Eng-Heng Chan. 2014. "High hatch rates in Malaysian River Terrapin program are cause for optimism". Turtle Survival 2014: 51-2.
  12. ^ Turtle Survival Alliance: "A New Future for Turtle Conservation in Malaysia". Diarsipkan 2015-02-19 di Wayback Machine.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tuntong laut

Footsteps of the Painted Terrapin (Batagur borneoensis) in the Aceh Tamiang Regency, Aceh, Indonesia. Preliminary Observations" (PDF). Radiata. 1: 60โ€“67

Krueng Jamboaye

hulu DAS Jambo Aye sebelah timur berbatasan dengan hulu DAS Manyak Payed Tamiang. Kemudian pada bagian tengah DAS berbatasan dengan DAS Peureulak dan DAS

Penyakit mulut dan kuku di Indonesia

terserang penyakit ini. Kejadian serupa dilaporkan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dengan 1.881 sapi terinfeksi. Dalam notifikasinya ke WOAH, Indonesia

Bahasa Batak Pardembanan

Pangulubalang Image from Meranti Omas, Na IX-X Subdistrict, Labuhan Utara Regency, North Sumatra (PDF) (Thesis) (dalam bahasa Inggris). Article 4946. Medan:

Bahasa Melayu Riau

02-02-2024. "Local Wisdom Based on Riau-Malay Language in Kuantan Singingi Regency" [Kearifan Lokal Berbasis Bahasa Melayu Riau di Kabupaten Kuantan Singingi]

Kabupaten Wonosobo

bps.go.id/id/publication/2025/02/28/44ac706cf04749eb1df846a6/wonosobo-regency-in-figures-2025.html. ; Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak

Kabupaten Seruyan

Seruyan". Lintas10.com. Diakses tanggal 2025-11-16. (Indonesia) Situs web resmi Kabupaten Seruyan Wikimedia Commons memiliki media mengenai Seruyan Regency.

Bahasa Betawi

Joe King (19 Juli 2022). "Demographics of Gunungsindur District - Bogor Regency". historicaly.websites.co.in (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 19