Tiga penutur bahasa Aceh yang sedang berbicara.

Bahasa Aceh merupakan sebuah bahasa yang dituturkan oleh orang Aceh di daerah Aceh dan memiliki kotak fonem vokal yang besar dibandingkan dengan bahasa Indonesia dengan sepuluh vokal monoftong lisan,[1] dua belas diftong lisan,[2] tujuh monoftong sengau,[3] dan lima diftong sengau.[3]

Vokal

sunting

Para ahli bahasa sekaligus penutur bahasa ibu dari bahasa Aceh membagi vokal menjadi beberapa kategori, yakni: monoftong lisan, diftong lisan (yang akan dibagi lebih jauh dengan adanya akhiran pepet /ə/ dan /i/), monoftong sengau, dan diftong sengau.[2]

Vokal lisan

sunting

Monoftong lisan pada bahasa Aceh ditunjukkan pada tabel berikut.[4]

Depan Madya Belakang
Tertutup i ɯ u
1/2 Tertutup e ə o
1/2 Terbuka ɛ ʌ ɔ
Terbuka a

Diftong vokal lisan yang berakhiran dengan /ə/ dan /i/ ditunjukkan dalam tabel berikut.[2]

 
 
Tertutup
1/2 Tertutup
1/2 Terbuka
Terbuka
Akhiran /ə/
Depan Madya Belakang
/iə/ /ɯə/ /uə/
     
/ɛə/ /ʌə/ /ɔə/
     
Akhiran /i/
Madya Belakang
/ui/
/əi/ /oi/
/ʌi/ /ɔi/
/ai/

Konsonan

sunting

Tabel dibawah ini menunjukan fonem konsonan dan cangkupan pelepasan fonem dalam bahasa Aceh.[5]

Dwibibir Rongga-gigi Langit-langit langit-bel. Celah-suara
Sengau murni m n ɲ ŋ
pasc. henti. (mᵇ) (nᵈ) (ɲᶡ) (ŋᶢ)
Hentian nirsuara p t c k ʔ
bersuara b d ɟ ɡ
Geseran nirsuara f s ʃ h
bersuara z
Hampiran l j w
Getaran r

Catatan:

  • konsonan /k/ dalam akhiran suku kata akan menghasilkan /ʔ/
  • /f/, /z/, dan /ʃ/ merupakan suara pinjam yang bukan berasal dari bahasa tersebut dan biasanya digantikan menjadi pelepasan /ph/, /d/, dan /ch/
  • Sengauan /m/, /n/, /ɲ/, /ŋ/ dilepaskan sebagai sengauan pasca-hentian (yang juga disebut sebagai "sengauan [yang] aneh") sebelum vokal lisan dan konsonan.[6][7] Konsonan tersebut berbeda dengan kelanjutan fonemik sengauan-hentian /mb/, /nd/, /ɲɟ/, /ŋɡ/, seperti dalam /banᵈa/ 'pelabuhan'.[8]

Ortografi

sunting

Ortografi dari bahasa Aceh mengandung 31 huruf, yakni 26 huruf alfabet Latin basis, è, é, ë, ô, dan ö.

Vokal
Grafem Fonem
(IPA)
Suku kata terbuka Suku kata tertutup
a /a/ ba /ba/ ‘membawa’ bak /baʔ/ ‘ke, pohon’
e /ə/ le /lə/ ‘banyak’ let /lət/ ‘ditarik keluar’
é /e/ baté /bate/ ‘cangkir’ baték /bateʔ/ ‘batik’
è /ɛ/ /bɛ/ ‘bau’ bèk /bɛʔ/ ‘kalimat larangan "jangan" (e.g. bèk neupajôh boh gantang teucrôh lôn! 'janganlah kamu memakan kentangku!')'
ë /ə/ huë /huə/ ‘menarik’ huëk /huəʔ/ ‘tersedak’
eu /ɯ/ keu /kɯ/ ‘depan’ keuh /kɯh/ ‘jadi (s.c. nyan keuh), imbuhan pronominal untuk orang kedua (s.c. droe-keuh)’
i /i/ di /di/ 'di' dit /dit/ 'sedikit'
o /ɔ/ yo /jɔ/ ‘takut’ yok /jɔʔ/ ‘mengocok’
ô /o/ /ro/ ‘menumpahkan’ rôh /roh/ ‘masuk’
ö /ʌ/ /pʌ/ ‘terbang’ pöt /pʌt/ ‘mencabut’
u /u/ su /su/ ‘suara’ sut /sut/ ‘melepas’

Catatan:

  • ë hanya digunakan untuk duftong yajg berakhiran dengan pepet (/ə/)

Kutipan

sunting
  1. ^ Pillai & Yusuf (2012), citing Asyik (1987)
  2. ^ a b c Pillai & Yusuf (2012), citing Asyik (1987)
  3. ^ a b Pillai & Yusuf (2012), citing Asyik (1987)
  4. ^ Pillai & Yusuf (2012), citing Asyik (1987)
  5. ^ Asyik (1982)
  6. ^ Durie (1984):24
  7. ^ Asyik (1982)
  8. ^ Long & Maddieson (1993) "Consonantal evidence against Quantal Theory", UCLA Working Papers in Phonetics 83, p. 144.

Referensi

sunting
  • Asyik, Abdul Gani (1982). "The Agreement System in Acehnese" (PDF). Mon–Khmer Studies. 11: 1–33. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-06-05.
  • Asyik, Abdul Gani (1987). A Contextual Grammar of Acehnese Sentences (PDF) (PhD thesis). The University of Michigan. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-06-05.
  • Durie, Mark (1984). A grammar of Acehnese (PhD thesis). Australian National University. doi:10.25911/5d6fa25bcc31c. hdl:1885/138059.
  • Lawler, John M. (1977). "A Agrees with B in Achenese: A Problem for Relational Grammar". Dalam Cole, P.; Sacock, J. (ed.). Grammatical Relations. Syntax and Semantics 8 (dalam bahasa Inggris). New York: Academic Press. hlm. 219–248. doi:10.1163/9789004368866_010.
  • Pillai, Stefanie; Yusuf, Yunisrina Qismullah (2012). "An Instrumental Analysis of Acehnese Oral Vowels" (PDF). Language and Linguistics. 13 (6): 1029–1050. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-10-11. Diakses tanggal 2022-04-21.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Negara Islam Indonesia

Aceh sebagai Otonomi Khusus yang Asimetris: Sejarah dan Perjuangan (PDF). Banda Aceh: Dinas Syariat Islam Aceh. hlm. 99. ISBN 978-602-58950-5-0. Pemeliharaan

Bahasa Kampar

Kebudayaan. Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Zikri, Ahmad; Fadlillah, Afi (2022-05-31). "Pemertahanan Bahasa Ocu pada Interaksi Masyarakat di Kawasan

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Jawa Timur. Beberapa tahun kemudian jumlahnya bertambah lima lagi, yaitu Banda Aceh, Lampung, Solo, Banjarmasin, dan Mataram. Para alumni dari proyek percontohan

Mangga Dua Square

tahun 2013. Beberapa event besar yang pernah diadakan disini adalah konser AFI 2005, Beyonce, Asian International Stamp, dan Greyson Chance Exhibition.

Tidur menurut Islam

Islam. Penafian terhadap tidur berlaku kepada Allah. Setiap Muslim wajib menafikan bahwa tidur bukanlah salah satu sifat yang dimiliki Allah karena tidur

Kematian menurut Islam

Penafian terhadap kematian berlaku kepada Allah. Setiap Muslim wajib menafikan bahwa Allah mustahil mengalami kematian karena kematian merupakan salah

Indosiar

juga mulai ditopang oleh program realitas berupa kontes bernyanyi, seperti AFI, StarDut, Mamamia, dan berbagai program lainnya. Banyak dari acara-acara

Serikat Pekerja Kampus

Makasar 2 Oktober 2025, Kendari 10 Oktober 2025, Purwokerto 16 Oktober 2025, Banda Aceh pada 18 Oktober 2025 dan Jember pada 22 Oktober 2025. Di Bandung, Jawa