Aksi unjuk rasa Los Angeles Juni 2025
Garda Nasional AS California berhadapan dengan para demonstran pada 9 Juni 2025
Tanggal6 Juni โ€“ 15 Juli 2025
(1ย bulan, 1ย minggu dan 2ย hari)
LokasiLos Angeles, California, Amerika Serikat
Sebab
  • Kebijakan deportasi Donald Trump
  • Kebijakan yang berpengaruh pada imigran dan mahasiswa luar negeri di AS
Metode
HasilSebagian besar demonstran ditindas.
  • Pengerahan Pasukan Militer dan Garda Nasional.
  • 575 orang ditangkap selama aksi berlangsung.
  • Pembakaran kendaraan dan perusakan fasilitas umum.
  • Status Keadaan Darurat dan Jam Malam.
Jumlah
1,000+ demonstran (per laporan ICE) (6 Juni 2025)[1]

4,100 personel Garda Nasional Amerika Serikat[2][3]


700 personel Marinir
Personel kepolisian daerah dan federal.
Jumlah korban
Setidaknya 3 terluka[4]
Setidaknya 575 ditangkap[5]
17+ terluka"Saturday recap: 7 LAPD officers injured in altercations with 'agitators' in downtown LA" (dalam bahasa English). June 14, 2025. Diakses tanggal June 16, 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)</ref>
5 kuda terluka[6]
Setidaknya 7 jurnalis terluka oleh LAPD[7][8][9]

Pada 6 Juni 2025, gelombang unjuk rasa pecah di Los Angeles setelah agen khusus Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) melakukan penggerebekan di beberapa lokasi di seluruh kota untuk menangkap individu yang diduga terlibat dalam imigrasi ilegal ke Amerika Serikat. Sebagian aksi protes berujung pada kerusuhan setelah pengunjuk rasa bentrok dengan Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) dan ICE, tetapi beberapa aksi tetap berlangsung damai di sepanjang kawasan kecil di pusat kota Los Angeles.

Pada 7 Juni, bentrokan antara pengunjuk rasa dan agen penegak hukum federal kembali terjadi di Paramount dan Compton selama proses penggerebekan. Presiden AS Donald Trump merespons dengan meminta Garda Nasional untuk mengerahkan 2.000 personel ke kota tersebut di bawah Satuan Tugas Gabungan 51.[10] Protes ini diorganisasi dan dihadiri oleh berbagai kelompok serta pengunjuk rasa independen.

Pada 9 Juni, Presiden mengizinkan pengerahan tambahan 2.000 anggota Garda Nasional, dan Pentagon juga menerjunkan 700 personel Marinir untuk tiba di lokasi keesokan harinya.[11] Para kritikus dan aktivis, termasuk Gubernur California Gavin Newsomโ€”yang menggugat Trump atas kebijakan federalisasi tersebutโ€”menilai respons militer tersebut prematur, provokatif, bermotif politik, dan otoriter.[12] Reuters melaporkan bahwa protes ini merupakan reaksi domestik terkeras terhadap Trump sejak ia menjabat pada Januari, serta menjadi titik fokus perdebatan nasional mengenai imigrasi, hak unjuk rasa, penggunaan kekuatan federal dalam urusan domestik, batas-batas kekuasaan presiden, serta kebebasan berpendapat dan berkumpul.

Pada 11 Juli, Hakim Distrik AS Maame Ewusi-Mensah Frimpong menyimpulkan bahwa pemerintah kemungkinan besar telah melanggar hak-hak imigran. Ia memerintahkan penghentian penangkapan imigrasi tanpa alasan yang kuat (probable cause) dan menduga bahwa pemerintah menargetkan penduduk California berdasarkan ras, bahasa, serta tempat kerja.[13] Keputusan tersebut dikuatkan oleh Pengadilan Banding Amerika Serikat untuk Sirkuit Kesembilan.[14]

Selanjutnya, pada 3 September, Hakim Distrik AS Charles Breyer memutuskan bahwa pengerahan militer tersebut ilegal dan melanggar Undang-Undang Posse Comitatus.[15] Ia memerintahkan pemerintah untuk tidak menggunakan Garda Nasional atau pasukan militer untuk melawan warga sipil di California. Breyer menilai alasan pengerahan tersebut dibuat-buat, dengan menulis bahwa "tidak ada pemberontakan, dan penegak hukum sipil pun tidak dalam kondisi tidak mampu untuk merespons protes maupun menegakkan hukum."[16]

Di sisi lain, jaksa gagal mengamankan dakwaan bagi mayoritas pengunjuk rasa dan membatalkan beberapa kasus setelah Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS) terbukti memberikan pernyataan palsu.[17]

Aksi protes anti-ICE dan anti kebijakan Trump di Los Angeles ini kemudian memicu protes serupa di kota-kota besar Amerika Serikat lainnya, seperti New York, Chicago, dan Dallas.[18][19]

Latar belakang

sunting
Poster yang dibawa oleh para demonstran di California

Protes dan gerakan menentang ICE besar-besaran telah terlihat di seluruh Amerika Serikat, dengan gerakan utama tercermin dalam seruan "Abolish ICE" (Bubarkan ICE).[20] Gerakan ini mulai mendapat perhatian luas pada Juni 2018 menyusul kebijakan pemisahan keluarga oleh pemerintahan Trump.[21][22]

Sebelumnya, protes terhadap ICE dan penolakan deportasi massal telah terlihat di negara bagian California pada Februari 2025, tak lama setelah Donald Trump terpilih kembai dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2024.[23][24]

Pada November 2024, setelah kemenangan Trump, Dewan Kota Los Angeles mendeklarasikan kota tersebut sebagai "kota suaka" (sanctuary city).[25] Kebijakan imigrasi Trump memicu kekhawatiran besar di kalangan populasi imigran di California. Di sisi lain, para pejabat pemerintah Trump telah memperingatkan bahwa kota-kota suaka akan menjadi target utama upaya penindakan imigrasi.[26]

Selama kampanye kepresidenannya tahun 2024, Trump menyatakan akan menggunakan kekuatan militer untuk membubarkan aksi protes tanpa persetujuan dari gubernur negara bagianโ€”sebuah tindakan yang sempat dicegah oleh para asistennya pada masa jabatan pertama.[27][28] Ia juga menyatakan akan menggunakan militer untuk melawan "musuh dari dalam" (the enemy within).[29][30]

Pada Mei 2025, pemerintahan Trump mulai mengimplementasikan strategi deportasi yang melibatkan penargetan terhadap kantor dan tempat-tempat kerja yang mempekerjakan imigran dari seluruh dunia.[21]

Kejadian

sunting

6 Juni

sunting
Tentara Garda Nasional California yang terlebih dahulu dikerahkan di Los Angeles pada tanggal 6 Juni

Sekitar pukul sembilan pagi pada 6 Juni, sebuah penggerebekan imigrasi dilakukan di kawasan Fashion District, Los Angeles; dua penggerebekan lainnya terjadi di sebuah grosir pakaian dan gerai Home Depot di Westlake.[31] Para agen khusus yang berada di lokasi penggerebekan teridentifikasi mengenakan lencana dari Biro Investigasi Federal (FBI), Biro Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE-HSI), serta Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF). Pihak HSI menyatakan bahwa 44 orang ditangkap atas dugaan pelanggaran imigrasi, sementara satu orang lainnya ditangkap karena tindakan menghalangi penggerebekan petugas.[21][32] Bill Essayli, Pelaksana Tugas Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Pusat California, mengonfirmasi bahwa David Huerta, Presiden Serikat Pekerja Layanan Internasional (SEIU) California, ditangkap karena memblokir kendaraan dan didakwa atas konspirasi tindak pidana berat untuk menghalangi petugas.[33] Huerta dilaporkan mengalami cedera dan dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya dipindahkan ke Pusat Penahanan Metropolitan.[34] Sementara itu, Angelica Salas, Direktur Koalisi untuk Hak-Hak Imigran yang Manusiawi di Los Angeles (CHIRLA), menyatakan bahwa terdapat tujuh penggerebekan dengan total 45 orang yang ditahan.[35][36]

Bentrokan antara pengunjuk rasa dan agen ICE yang mengenakan perlengkapan anti huru-hara pecah di dekat Home Depot Westlake. ICE juga menangkap beberapa orang di sebuah toko pakaian dan terlibat bentrok dengan para aktivis. Menjelang malam, massa mulai berkumpul di luar Pusat Penahanan Metropolitan. Sekitar 200 pengunjuk rasa masih bertahan di fasilitas tersebut hingga pukul 19.00, ketika Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) menyatakan aksi tersebut sebagai kerumunan tidak berizin dan memerintahkan massa untuk membubarkan diri. Personel LAPD dikerahkan untuk meredam kerusuhan sipil setelah massa mencoretkan slogan-slogan grafiti di gedung pengadilan federal dan berkumpul di luar penjara. Setelah "beberapa pengunjuk rasa melemparkan bongkahan beton ke arah petugas", LAPD terlibat dalam ketegangan hebat dengan demonstran, di mana gas air mata, semprotan merica, dan granat kejut digunakan untuk membubarkan massa. Satu jam kemudian, pihak kepolisian mengizinkan penggunaan amunisi tidak mematikan (less-lethal).[37] Diikuti dengan pemberlakuan peringatan taktis di seluruh kota pada pukul 20.24.[34]

7 Juni

sunting

Aksi protes terus berlanjut hingga 7 Juni. Menurut Peggy Lemons, Wali Kota Paramount di California, konfrontasi di dekat Home Depot di Paramount bermula setelah pengunjuk rasa melihat petugas Biro Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai bersiaga di dekat sebuah gedung setempat.[38] DHS memperkirakan sekitar seribu orang melakukan protes dan telah mengepung gedung tersebut. Menurut laporan The New York Times, aksi protes ini telah menunda proses administrasi para tahanan.[39] Gubernur California, Gavin Newsom, mengumumkan bahwa unit Patroli Jalan Raya California (CHP) akan dikerahkan untuk melindungi jalan-jalan tol di Los Angeles.[40] Hingga 7 Juni, menurut data DHS, sebanyak 118 imigran tanpa dokumen telah ditangkap di Los Angeles.[41][42]

Di Paramount, pengunjuk rasa memblokade jalan menggunakan kereta belanja dan bak sampah daur ulang. Agen khusus dari beberapa lembaga penegak hukum federal kemudian melontarkan granat kejut dan bola merica, yang mengakibatkan dua orang terluka.[43] Pengunjuk rasa membalas dengan melemparkan batu dan pecahan semen ke arah mobil-mobil patroli. Menurut seorang pengacara dari Koalisi untuk Hak-Hak Manusiawi Imigran Los Angeles (CHIRLA), beberapa demonstran melemparkan batu bata, dan sebagian lainnya tampak terluka. Pada pukul 14.30, LAPD mengeluarkan perintah pembubaran melalui pengeras suara. Deputi dari Departemen Sheriff Kabupaten Los Angeles kemudian menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Seorang agen ICE mengalami luka-luka setelah sebuah batu yang dilemparkan pengunjuk rasa memecahkan kaca depan kendaraan yang dikemudikannya dan melukai tangannya. Sekitar pukul 20.00, dua orang ditangkap atas dugaan penyerangan terhadap petugas polisi, termasuk satu orang yang diduga melempar bom molotov yang menyebabkan luka ringan pada tiga orang deputi.[44]

Pengunjuk rasa juga berkumpul di Pusat Penahanan Metropolitan di pusat kota Los Angeles, di mana aparat penegak hukum membentuk barisan taktis (skirmish line) untuk membubarkan massa.[21] Sesaat sebelum pukul 23.00, pengunjuk rasa melempar sebuah benda ke arah mobil polisi yang sedang meninggalkan area di sebuah persimpangan di pusat kota Los Angeles.[45] Menjelang malam, aksi protes mencapai daerah Compton, di mana beberapa demonstran melemparkan botol kaca berisi cairan yang dilaporkan berbau seperti bensin.[46]

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Direktur Eksekutif Rekanan Operasi Penegakan dan Pengusiran Imigran dari Gedung Putih, Tom Homan, mengumumkan bahwa Garda Nasional akan dikirim ke Los Angeles malam itu juga.[47] Pada malam yang sama, Presiden Donald Trump menandatangani memorandum untuk mengerahkan 2.000 anggota Garda Nasional California ke lokasi protes; memorandum tersebut merinci bahwa pengerahan akan berlangsung selama 60 hari, atau jangka waktu tertentu sesuai dengan "diskresi menteri pertahanan".[48] Trump menggunakan landasan hukum 10 U.S.C. ยง 12406 untuk memfederalisasi Garda Nasional.[49] Melalui sebuah unggahan di media sosial, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan bahwa personel marinir aktif dalam status "siaga tinggi" di Camp Pendleton.[50]

8 Juni

sunting
Gugus tugas 51 dikumpulkan di Los Angeles pada tanggal 8 Juni

Aksi protes mereda pada dini hari tanggal 8 Juni, tetapi tetap berlanjut setelah para koordinator unjuk rasa menyerukan aksi protes hari berikutnya.[51] Pada pukul 11.30 siang, Centro CSO mengadakan rapat umum yang dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju pusat penahanan di Los Angeles.[52][53] Aksi protes di luar Balai Kota Los Angeles juga terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat.[54]

Tiga ratus tentara Garda Nasional California dari pasukan tempur Brigade Infanteri ke-79 dikerahkan ke tiga lokasi terpisah di Los Angeles; sebagian besar pasukan terlihat berjaga di luar gedung-gedung pemerintahan.[55][56] Di bawah arahan Menteri Pertahanan Hegseth, sekitar 500 personel marinir aktif dari Korps Marinir Twentynine Palms ditetapkan dalam status "siap dikerahkan".[57][58]

Pada Pusat Penahanan Metropolitan di Los Angeles, Garda Nasional dan petugas DHS menggunakan asap serta semprotan merica untuk membubarkan pengunjuk rasa guna membuka jalan bagi kendaraan DHS, CHP, dan militer untuk memasuki fasilitas tersebut.[59] Pasukan Garda Nasional juga tiba di luar bangunan Pusat Penahanan Metropolitan dan kepolisian setempa bergabung dengan mereka menjelang siang hari.[60]

Tom Homan, dalam wawancara dengan NBC News, memperingatkan bahwa "seseorang akan kehilangan nyawa" jika protes terus berlanjut. Ia juga mencatat bahwa Gubernur California Gavin Newsom dan Wali Kota Los Angeles Karen Bass berpotensi menghadapi dakwaan federal terkait respons mereka terhadap penggerebekan ICE.[61] Trump kemudian mengancam akan "menempatkan pasukan di mana-mana" jika protes meluas ke kota lain, seraya menyatakan bahwa jika terlihat "bahaya terhadap negara dan warga negara kami," marinir akan segera dikerahkan ke kota tersebut.[62]

Pada pukul 14.30, Divisi Pusat LAPD mengumumkan status "siaga taktis" di Los Angeles.[63] Mereka kemudian memberikan otorisasi penggunaan amunisi kurang mematikan (less lethal) untuk membubarkan massa, memperingatkan bahwa siapa pun yang melempar benda ke arah petugas akan ditangkap.[64] Dua petugas LAPD terluka setelah pengendara sepeda motor mencoba menerobos barisan taktis dan menabrak mereka di Alameda dan Temple.[65][66] Kedua pengendara tersebut ditahan, sementara petugas mendapatkan perawatan di lokasi.[67] LAPD juga mengumumkan penangkapan sejumlah orang di area Civic Center, pusat kota Los Angeles, termasuk beberapa orang yang diborgol menggunakan ikat kabel (zip ties).[58]

Sebelum pukul 16.00, pengunjuk rasa memasuki jalan tol U.S. 101 di pusat kota Los Angeles dan memblokir lalu lintas, yang memaksa polisi menutup jalan tol di kedua arah.[68] LAPD menutup banyak ruas jalan untuk lalu lintas akibat dari kericuhan dan unjuk rasa.[69] Selain itu, LAPD melaporkan adanya penembakan kembang api ke arah petugas, serta pelemparan batu, skuter, dan bongkahan beton ke arah mobil polisi.[62] Beberapa orang mencoba membakar kendaraan polisi. Lima mobil taxi tanpa pengemudi milik Waymo dirusak dan dibakar hingga hancur. Pejabat LAPD memperingatkan bahwa terbakarnya baterai litium-ion melepaskan gas beracun.[70] Keesokan harinya, Waymo menangguhkan layanan taxi di pusat kota Los Angeles, meski pihak perusahaan tidak meyakini bahwa kendaraan mereka menjadi target disengaja.[71] Di tengah situasi tersebut, Newsom mengirim surat kepada Menteri Hegseth yang meminta pembatalan perintah pengerahan Garda Nasional, menyebutnya sebagai "pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara bagian."[72]

Menjelang malam, LAPD mengumumkan melalui media sosial bahwa seluruh area pusat kota Los Angeles dianggap sebagai kerumunan tidak berizin dan mendesak semua orang untuk kembali ke rumah.[73][74] LAPD melaporkan terjadinya penjarahan barang di toko-toko di sekitar jalan ke-6 serta Jalan ke-8 Broadway.[75][76][77] Beberapa kebakaran juga terjadi di tempat penampungan sampah. Sejumlah gedung, termasuk markas besar LAPD, Pengadilan Amerika Serikat, dan gedung lama Los Angeles Times, dicoret-coret dengan grafiti.[78] Kaca-kaca di markas besar LAPD juga pecah.[79]

Komando Utara Amerika Serikat (USNORTHCOM) membentuk satuan tugas formal, Task Force 51, untuk mengoordinasikan respons militer. Satuan tugas ini dipimpin oleh Mayor Jenderal Scott Sherman sebagai elemen komando dan kendali atas pasukan federal (Title 10).[80] Menjelang akhir malam, Kota Glendale, California, memutuskan untuk mengakhiri perjanjian penahanannya dengan ICE sebagai reaksi atas protes dan kerusuhan di Los Angeles.[81]

9 Juni

sunting
Marinir AS disiapkan di California untuk mendukung Gugus Tugas 51 bersama Garda Nasional.

Pada siang hari tanggal 9 Juni, SEIU mengorganisasi aksi unjuk rasa di Grand Park yang diikuti oleh ribuan peserta.[82][83] Senator Adam Schiff dan Alex Padilla mengirimkan surat kepada Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan Kementerian Kehakiman untuk menuntut peninjauan kembali atas penangkapan David Huerta.[84] Huerta akhirnya dibebaskan pada sore harinya dengan jaminan sebesar $50.000.[85] Sementara itu, Centro CSO mengadakan konferensi pers yang dilanjutkan dengan unjuk rasa di Mariachi Plaza pada pukul 17.30, serta melakukan long march menuju Kantor Polisi Hollenbeck di Boyle Heights.[butuh rujukan]

Para pengunjuk rasa merusak sebuah gedung federal dengan grafiti dan meneriakkan slogan-slogan seperti "Garda Nasional, Keluar dari LA", "ICE Keluar dari LA", serta "Trump Keluar dari LA". Petugas penjaga dengan perisai antihuru-hara memperingatkan massa untuk tetap berada di trotoar dan tidak memasuki area gedung.[60] Setelah malam tiba, banyak pengunjuk rasa ditahan menggunakan ikat kabel (zip-ties) sebelum diangkut ke dalam bus LAPD. Sebagian massa melemparkan benda-benda ke arah polisi, termasuk kembang api, dan sebuah mobil berita Telemundo juga dirusak.[86] Polisi membalas dengan melempar granat kejut dan menembakkan peluru karet ke arah kerumunan di pusat kota.[87] Beberapa toko, termasuk Apple Store, Adidas, toko perhiasan, dan apotek, dilaporkan menjadi sasaran penjarahan.[88][89] LAPD kembali menyatakan status siaga taktis dan menginstruksikan seluruh personel berseragam untuk tetap bertugas.[90][91][92] Sekitar pukul 21.00, koresponden CNN Jason Carroll ditahan dan dua kru kameranya ditangkap.[93][94] Menjelang pukul 21.30, meski kehadiran aparat masih sangat besar, para pengunjuk rasa telah meninggalkan lokasi dan upaya pembersihan jalan dari puing-puing serta kaca mulai dilakukan.[95]

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menyebut para pengunjuk rasa sebagai "pemberontak" (insurrectionists), sebuah pernyataan yang kemudian ia ulangi melalui platform Truth Social sambil menyalahkan Gubernur Newsom.[96][97] Media berspekulasi bahwa penggunaan istilah ini bisa menjadi dasar hukum bagi Trump untuk memberlakukan Undang-Undang Pemberontakan (Insurrection Act) tahun 1807. Trump bahkan menyarankan agar Gubernur Newsom ditangkap. Newsom merespons dengan menyatakan, "Ini adalah hari yang saya harap tidak akan pernah terjadi di Amerika" dan "ini adalah langkah nyata menuju otoritarianisme."[98][99]

Hingga tengah hari, jumlah pasukan Garda Nasional yang dikerahkan ke Los Angeles meningkat pesat dari 300 menjadi 1.000 personel. Pentagon juga mengonfirmasi pengerahan 700 personel Marinir dari Batalyon ke-2, Resimen ke-7 Marinir dari Pangkalan Twentynine Palms.[100][101][102][103] Pada hari yang sama, Trump mengizinkan tambahan 2.000 anggota Garda Nasional, sehingga total pasukan mencapai lebih dari 4.100 personel di bawah koordinasi "Task Force 51". Pemerintahan Trump bahkan mengeklaim bahwa jumlah tentara di LA kini lebih banyak daripada yang bertugas di Irak atau Suriah.[104]

Laporan media menyoroti kondisi tentara yang dikerahkan tanpa fasilitas tenda, toilet portabel, atau tempat pembuangan sampah yang memadai; banyak dari mereka terpaksa tidur di lantai atau di luar ruangan.[62] The Guardian melaporkan bahwa puluhan anggota Marinir dan Garda Nasional merasa "sangat tidak puas" dengan penugasan ini dan merasa dijadikan "bidak dalam pertempuran politik".[105]

Senin malam, San Francisco Chronicle menerbitkan kebocoran surat dari Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth.[106] Dalam surat tersebut, Noem meminta Kementerian Pertahanan (DoD) untuk menahan atau menangkap pelanggar hukum di bawah hukum federal hingga mereka dapat diproses oleh penegak hukum sipil. Ia juga meminta dukungan pengawasan drone, bantuan senjata, serta logistik di Los Angeles.[62]

10 Juni

sunting
Demonstran meneriaki tentara Garda Nasional California pada 10 Juni

Aksi protes lanjutan terjadi pada sore hari tanggal 10 Juni di area pusat kota, tepatnya di luar salah satu gedung federal di 300 North Los Angeles Street, gedung Edward R. Roybal, dan Pusat Penahanan Metropolitan (MDC).[107] Pukul 14.00 lewat, LAPD menyatakan kerumunan tersebut sebagai perkumpulan yang tidak berizin. Polisi mulai menangkap para pengunjuk rasa sekitar pukul 15.00 menyusul dikeluarkannya surat perintah pembubaran. Para demonstran juga sempat kembali memasuki jalan tol US 101 sebelum akhirnya berhasil dibubarkan oleh pihak kepolisian.[108][109][110]

Hingga 10 Juni, jumlah tentara Garda Nasional yang dikerahkan ke Los Angeles telah mencapai 2.100 personel.[111][112] Anggota Garda Nasional mulai terlihat mendampingi dan melindungi agen-agen ICE saat mereka melakukan penangkapan imigrasi.[113] Selain itu, 700 personel Marinir yang telah dikerahkan juga tiba di wilayah Los Angeles Raya pada hari yang sama.

Wali Kota Bass menyatakan status darurat lokal dan mengumumkan pemberlakuan jam malam yang mencakup area seluas 2,6 km2 di pusat kota Los Angeles, mulai pukul 20.00 hingga 06.00. Kebijakan ini diambil akibat kekhawatiran atas aksi vandalisme grafiti terhadap 23 tempat usaha serta penjarahan di lokasi lainnya.[114][115][116] Area yang terkena jam malam ini dibatasi oleh jalan tol I-5, I-10, dan I-110, mencakup lingkungan Fashion District, Financial District, Skid Row, Arts District, dan Chinatown di Los Angeles.

Dalam sebuah insiden, seorang wanita yang sedang berjalan di dekat kediamannya ditembak dari jarak dekat oleh LAPD menggunakan amunisi kurang mematikan (less-lethal).[117][118] Insiden mengerikan tersebut terekam sehingga menyulut kemarahan warga sekitar.[119] Layanan kereta Metro dan bus Metro Los Angeles yang melewati pusat kota juga sempat dihentikan selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya beroperasi kembali.[butuh rujukan]

11 Juni

sunting

Tiga aksi protes terpisah pecah di pusat kota Los Angeles pada sore hari tanggal 11 Juni.[120] Satu jam sebelum jam malam pukul 20.00 mulai berlaku, petugas LAPD di Balai Kota menyatakan salah satu aksi tersebut sebagai kerumunan tidak berizin. Tak lama kemudian, polisi berkuda merangsek ke arah pengunjuk rasa, diikuti dengan tembakan amunisi serta penggunaan tongkat pemukul (baton).[121][122]

Anggota Dewan Mario Trujillo melaporkan bahwa penggerebekan imigrasi terjadi pada 11 Juni di beberapa lokasi di Downey, termasuk di Home Depot, LA Fitness, trotoar di depan Gereja Our Lady of Perpetual Help, serta di Gereja Kristen Memorial Downey.[123] Organisasi hak-hak imigran, CHIRLA, memperkirakan berdasarkan laporan anggota keluarga bahwa sekitar 300 imigran telah ditahan dalam kurun waktu 6 hingga 11 Juni. Organisasi tersebut menyatakan kesulitan menentukan lokasi penahanan orang-orang yang ditahan, karena sejauh ini hanya berhasil berbicara dengan lima orang yang berada dalam tahanan federal.[124]

Di Boyle Heights, tepatnya di persimpangan Jalan Calzona dan Whittier Boulevard, agen-agen DHS dengan penutup wajah yang mengendarai mobil dinas menjepit dan menabrak sebuah Mercedez sedan yang berisi empat warga sipil; yakni seorang warga negara AS bernama Christian Damian Cerno-Camacho, istrinya, dan dua anak mereka yang masih bayi.[125][126] Para agen menembakkan bola merica ke dalam sedan Mercedes tersebut dan memerintahkan Cerno-Camacho keluar dari kendaraan di bawah todongan senjata, lalu membawanya pergi. Orang-orang di sekitar lokasi memberikan bantuan kepada istri dan anak-anak Cerno-Camacho, serta melaporkan kejadian tersebut kepada LAPD. Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles (LAFD) dan LAPD merespons ke lokasi, di mana pihak pemadam kebakaran menyatakan tidak ada bukti kecelakaan maupun kebutuhan bantuan paramedis.[127]

Rekaman kamera pengawas (CCTV) toko yang menangkap insiden tersebut tersebar luas di media sosial. Merespons hal itu, Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS) melalui Twitter (X) mengonfirmasi bahwa mereka bertanggung jawab atas tindakan tersebut, dengan menyatakan: "Ini bukan tabrak lari. Ini adalah penangkapan terencana terhadap perusuh yang melakukan kekerasan dengan memukul petugas CBP. Saat tim investigasi Keamanan Dalam Negeri mencoba menangkap Christian Damian Cerno-Camacho atas penyerangan tersebut, ia mencoba melarikan diri. Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke tahanan."[126]

12 June

sunting
Agen khusus ICE menggiring seorang imigran pada sebuah operasi penangkapan di 12 Juni

Tidak ada laporan mengenai aksi protes atau demonstrasi di pusat kota Los Angeles pada pagi hari tanggal 12 Juni. Penangkapan terhadap imigran ilegal tetap berlangsung pada tanggal 12 Juni.

Namun pada hari itu, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem di Los Angeles, Senator Alex Padilla dipaksa keluar ruangan setelah ia menyela dan mencoba mengajukan pertanyaan.[128] Begitu berada di luar ruangan, ia didorong hingga tersungkur ke tanah dan diborgol. Dalam pernyataan setelahnya, Padilla mengatakan: "Jika begini cara pemerintah menanggapi seorang senator yang mengajukan pertanyaan... saya hanya bisa membayangkan apa yang mereka lakukan terhadap para pekerja tani, juru masak, dan pekerja harian di seluruh komunitas Los Angeles, di seluruh California, dan di seluruh negeri."

Insiden ini memicu kemarahan di kalangan anggota parlemen yang kemudian menuntut dilakukannya penyelidikan. Sesaat sebelum Padilla dikeluarkan dari konferensi pers, Noem menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk "membebaskan" Los Angeles dari "kepemimpinan yang membebani" oleh gubernur dan wali kota.[129]

Hakim Senior Distrik AS Charles Breyer memutuskan bahwa tindakan Trump dalam memfederalisasi Garda Nasional California adalah ilegal. Ia memerintahkan Trump untuk mengembalikan kendali atas pasukan tersebut kepada Negara Bagian California paling lambat tengah hari keesokan harinya.[130] Namun, pengadilan banding Sirkuit Kesembilan segera memblokir perintah tersebut guna memberikan waktu satu minggu bagi Trump untuk mengajukan banding.[131]

Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengumumkan penghentian penggerebekan ICE di sektor pertanian, hotel, dan restoran. Ia beralasan bahwa penggerebekan tersebut berdampak negatif pada industri pertanian, perhotelan, dan sektor hiburan.[132] Selain penduduk di luar zona jam malam, kepolisian, pemadam kebakaran, paramedis, dan pekerja yang sudah dikecualikan sebelumnya, pengecualian jam malam kini juga diberikan bagi pengunjung acara di Mark Taper Forum dan Dorothy Chandler Pavilion yang sempat dibatalkan pada malam-malam sebelumnya.[133]

13 Juni

sunting

Pada 13 Juni, personel marinir menahan seorang warga sipil pada bagian luar sebuah gedung federal di Wilshire. Ini merupakan kasus penahanan pertama yang diketahui dilakukan oleh korps marinir selama aksi protes di Los Angeles berlangsung.[134]

14 Juni

sunting
Aksi unjuk rasa "No Kings" di Los Angeles pada 14 Juni

Pada 14 Juni, sejumlah aksi protes bertajuk "No Kings" digelar di Los Angeles bersamaan dengan protes anti-ICE yang masih berlangsung.[135][136][137] No Kings merujuk pada protes terhadap perluasan kekuasaan eksekutif presiden yang dianggap melampaui batas konstitusional.Pada pukul 12.02, LAPD mengeluarkan peringatan lalu lintas untuk kawasan Civic Center, Historic Core, dan Financial District akibat gabungan dari berbagai aksi massa di kawasan tersebut.[138] Kerumunan yang berjumlah beberapa ratus orang berdemonstrasi di depan Gedung Federal Los Angeles, seraya mencemooh dan meneriakkan kata "memalukan" kepada anggota Marinir dan Garda Nasional yang ditempatkan di sana.

Sekitar pukul 17.00, tiga jam sebelum waktu jam malam dimulai, polisi membubarkan kerumunan sebanyak 30.000 pengunjuk rasa di Grand Park dengan menembakkan gas air mata dan peluru karet. Setidaknya satu orang demonstran harus dilarikan ke rumah sakit akibat cedera kepala yang disebabkan oleh peluru karet.[139] Di sisi lain, beberapa petugas LAPD juga dilaporkan terkena peluru karet dan tabung gas air mata yang ditembakkan oleh pihak LASD (Departemen Sheriff Kabupaten Los Angeles).[140] Massa tersebut kemudian dibubarkan sepenuhnya dari depan Gedung Federal oleh pihak kepolisian.[141]

17 Juni

sunting

Pada 17 Juni, pemerintahan Trump mengaktifkan tambahan 2.000 pasukan Garda Nasional dari brigade Polisi Militer ke-49 untuk ikut dikerahkan ke Los Angeles.[142]

Pada pagi hari yang sama, seorang karyawan Walmart yang berusia 20 tahun dan merupakan warga negara AS menyaksikan agen khusus ICE menangkap karyawan lain di depan toko. Setelah ia mengangkat tempat sampah dari rekan kerjanya melalui depan kendaraan milik agen khusus tersebut, para petugas mendorong karyawan tersebut ke tanah dan menangkapnya. Jaksa Bill Essayli mengeklaim bahwa ia memukul wajah seorang agen khusus, meskipun rekaman video dari saksi mata di lokasi tidak menunjukkan hal tersebut. Malam harinya, rekan-rekan dari para karyawan yang ditangkap mengadakan protes di Pico Rivera dengan meneriakkan slogan "ICE out of Pico" (ICE keluar dari Pico) sambil mengibarkan bendera Meksiko dan Amerika Serikat.[143][144]

Trump membatalkan sendiri kebijakannya tertanggal 12 Juni mengenai penghentian penggerebekan di sektor pertanian, hotel, dan tempat kerja lainnya.[145][146] Ia juga merilis pernyataan di media sosial yang menginstruksikan ICE untuk memprioritaskan deportasi di kota-kota yang dipimpin oleh politisi Partai Demokrat, dengan menyebut Los Angeles, Chicago, dan New York City sebagai contoh.[147]

Sementara itu, Wali Kota Bass mengakhiri pemberlakuan jam malam di pusat kota Los Angeles. Sebelumnya, jam malam tersebut sempat diubah durasinya menjadi pukul 22.00 hingga 06.00.[148]

18 Juni

sunting

Pada 18 Juni, sekitar 500 tentara Garda Nasional California yang tergabung dalam Satuan Tugas 51 dikerahkan kembali untuk membantu berbagai lembaga penegak hukum federal dalam penggerebekan operasi penanaman ganja skala besar di wilayah timur Coachella Valley, yang berjarak sekitar 210 kilometer (130 mil) dari Los Angeles. Juru bicara NORTHCOM (Komando Utara AS) menyatakan bahwa "pemicu dari perintah ini berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Los Angeles; meski demikian, perintah presiden serta misi NORTHCOM tidak dibatasi oleh letak geografis California Selatan."[149]

19 Juni

sunting

Pada 19 Juni, para pengunjuk rasa berkumpul di luar Stadion Dodger setelah pihak manajemen Los Angeles Dodgers melaporkan bahwa agen-agen khusus dari ICE mencoba masuk namun akhirnya ditolak. Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS) membantah laporan tersebut dengan menyatakan bahwa agen-agen tersebut berasal dari CBP (Patroli Perbatasan) dan tidak berniat memasuki stadion. Pertandingan yang telah dijadwalkan antara Dodgers dan San Diego Padres pun tetap berlangsung sesuai rencana.[150]

Hakim Mark J. Bennett, Eric D. Miller, dan Jennifer Sung dari Pengadilan Banding Amerika Serikat untuk Sirkuit Kesembilan membatalkan perintah Hakim Breyer tertanggal 12 Juni dan mengabulkan permohonan Trump untuk penangguhan putusan selama proses banding berlangsung.[151][152] Pembatalan ini memungkinkan pemerintah federal untuk tetap memegang kendali atas Garda Nasional di Los Angeles.[153]

20 Juni

sunting

Pada 20 Juni, serangkaian penggerebekan imigrasi terus berlanjut di seluruh wilayah kabupaten Los Angeles, termasuk di area pinggiran kota Bell. Di sana, agen-agen federal dihadang oleh ratusan pengunjuk rasa saat mencoba menangkap para pekerja di sebuah tempat pencucian mobil setempat.

Pihak Los Angeles Dodgers merilis pernyataan bahwa mereka akan berkoordinasi dengan pemerintah kota Los Angeles untuk membantu komunitas imigran yang terdampak penggerebekan dengan mendonasikan 1 juta dolar untuk layanan bantuan hukum.[154][155] Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance tiba di Los Angeles pada sore hari dan mengunjungi gedung federal Westwood. Ia tidak menemui otoritas negara bagian maupun lokal, serta melarang seluruh media lokal menghadiri konferensi persnya sebelum bertolak ke acara penggalangan dana Komite Nasional Partai Republik. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa Los Angeles perlu "dibebaskan dari imigran" dan mengejek para pejabat setempat, termasuk memanggil mantan rekan senatnya, Senator Alex Padilla, dengan sebutan "Josรฉ Padilla".[156]

24 Juni

sunting

Pada 24 Juni sekitar pukul 09.00, sejumlah agen khusus dengan penutup wajah menahan beberapa orang, termasuk dua pedagang kaki lima dan seorang warga negara AS, di dekat Jalan East 9th dan Jalan South Spring.[157] Kerumunan massa segera berkumpul untuk memprotes penangkapan tersebut. Petugas LAPD dikerahkan ke lokasi sekitar pukul 09.10 setelah adanya laporan melalui panggilan darurat 911 mengenai dugaan penculikan yang sedang berlangsung. Setibanya di lokasi, personel LAPD mulai membantu para agen federal dalam melakukan pengendalian massa.[158] Pada sore harinya, sebuah aksi demonstrasi digelar di luar markas besar LAPD untuk mengecam kerja sama kepolisian setempat dengan pihak ICE.[159]

7 Juli

sunting

Pada 7 Juli, sekitar 90 tentara Garda Nasional bergabung dengan beberapa lembaga federal dalam sebuah aksi "unjuk kekuatan" (show of force) di MacArthur Park, Los Angeles, yang saat itu sepi pengunjung. Aksi tersebut berlangsung selama satu jam sebelum mereka meninggalkan lokasi. Pejabat Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa kegiatan tersebut bukanlah sebuah operasi militer, tetapi mereka mengakui bahwa ukuran dan cakupan aksi tersebut dapat terlihat seperti sebuah operasi militer di mata publik.

15 Juli

sunting

Pada 15 Juli, Pentagon menarik 2.000 personel dari brigade infanteri ke-79 Garda Nasional dari Los Angeles.[160] Penarikan ini dilakukan hampir sepekan setelah Jenderal Gregory Guillot dari Komando Utara AS (NORTHCOM) mengajukan permohonan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth agar anggota Garda Nasional dapat ditarik.[161][162]

Dampak

sunting

Pengeluaran

sunting

Dalam sebuah konferensi pers pada 10 Juni, otoritas dari pemerintah kota Los Angeles mengumumkan bahwa setidaknya 23 tempat usaha telah dijarah dalam semalam, dengan estimasi kerugian dan kerusakan mencapai jutaan dolar.[163][164] Kerusakan fisik dan penjarahan memberikan pukulan berat bagi pelaku usaha lokal di pusat kota Los Angeles.[165]

Pentagon memperkirakan bahwa pengerahan total 4.000 anggota Garda Nasional dan 700 personel Marinir akan berlangsung selama 60 hari dengan biaya sekitar $134 juta.[166]

Penahanan Warga Negara Asing

sunting

Indonesia

sunting

Pada 10 Juni, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengumumkan bahwa Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Los Angeles telah memperoleh informasi mengenai penahanan dua warga negara Indonesia (WNI) oleh ICE.[167] Pihak KJRI tengah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mendapatkan akses bantuan konsuler. Identitas kedua WNI tersebut adalah (inisial) ESS, seorang perempuan berusia 53 tahun, serta Chrissahdah Tooy, seorang pria berusia 48 tahun. ESS ditangkap karena status imigran ilegal, sementara Tooy ditangkap karena memiliki catatan pelanggaran narkotika dan memasuki Amerika Serikat secara ilegal.[168][169]

Meksiko

sunting

Carlos Gonzรกlez Gutiรฉrrez, Konsulat Jenderal Meksiko di Los Angeles, mengumumkan bahwa setidaknya 11 warga negara Meksiko telah ditangkap hingga 7 Juni, dan mereka akan diberikan layanan bantuan hukum. Keesokan harinya, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengonfirmasi bahwa 35 warga negara Meksiko telah ditangkap, dan menyatakan dalam konferensi pers bahwa "mereka bukanlah penjahat".[170] Pada 9 Juni, Sheinbaum mendesak otoritas Amerika Serikat untuk menghormati proses hukum yang berlaku (due process) dan hak asasi manusia.[171]

Pelanggaran kebebasan pers

sunting

Selama rangkaian protes anti-ICE di Los Angeles, sejumlah insiden kekerasan terhadap jurnalis yang sedang bertugas dilaporkan terjadi, meskipun mereka telah menunjukkan identitas pers dengan jelas.

Associated Press melaporkan bahwa hingga 10 Juni, lebih dari 24 jurnalis telah ditangkap atau mendapatkan perlakuan kasar oleh aparat penegak hukum. Hal ini memicu tanda tanya dari berbagai kelompok kebebasan pers mengenai apakah para jurnalis tersebut sengaja menjadi target. Reporters Without Borders melaporkan adanya 35 serangan terhadap jurnalis, di mana 30 di antaranya dilakukan oleh aparat penegak hukum.[172]

The Committee to Protect Journalists, First Amendment Coalition, dan Freedom of the Press Foundation menyampaikan kekhawatiran mereka melalui surat kepada Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, yang menyatakan bahwa "petugas federal tampak secara sengaja menargetkan para jurnalis yang tidak melakukan apa pun selain menjalankan tugas mereka dalam meliput berita."[172] Sekretaris Los Angeles Press Club melaporkan bahwa organisasi tersebut telah mendokumentasikan lebih dari 30 insiden di mana tindakan polisi berdampak pada reporter, fotografer, dan profesional media lainnyaโ€”mulai dari penggeledahan materi dan tas hingga penembakan gas air mata serta peluru karet. Ia juga menambahkan bahwa pihak klub mencatat 20 kasus jurnalis yang mengalami cedera selama protes berlangsung, termasuk sedikitnya lima orang yang membutuhkan perawatan medis.

Kekerasan kepolisian terhadap jurnalis

sunting

Salah satu insiden yang paling menonjol terjadi pada malam 9 Juni, ketika koresponden CNN, Jason Carroll, ditahan oleh petugas kepolisian saat sedang melakukan siaran langsung. Meskipun Carroll berulang kali mengidentifikasi dirinya sebagai jurnalis, ia tetap diborgol dan dibawa ke area penahanan sementara. Dua kru kameranya juga ditangkap dan peralatan mereka disita untuk sementara waktu. Pihak CNN mengeluarkan pernyataan keras yang menyebut insiden tersebut sebagai "pelanggaran jelas terhadap hak-hak Amandemen Pertama."

Selain penangkapan, beberapa jurnalis foto melaporkan bahwa mereka sengaja ditembak dengan peluru karet dan terkena semprotan merica saat mencoba mendokumentasikan bentrokan antara demonstran dan polisi. Seorang jurnalis lepas dari media lokal harus mendapatkan perawatan medis setelah terkena proyektil gas air mata di bagian kaki. Organisasi Reporters Committee for Freedom of the Press mengecam tindakan tersebut, menyatakan bahwa penegak hukum memiliki kewajiban konstitusional untuk membiarkan jurnalis bekerja tanpa rasa takut akan serangan atau penangkapan sewenang-wenang.

Jurnalis Australia
sunting

Pada 8 Juni, Lauren Tomasi, seorang reporter dari Nine News Australia, terkena tembakan peluru karet di kakinya saat sedang meliput protes di luar Pusat Penahanan Metropolitan di pusat kota Los Angeles, tepat ketika polisi mulai membubarkan pengunjuk rasa.[173][174][175] Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut penembakan tersebut sebagai tindakan yang "disengaja" dan menyatakan telah mengangkat isu ini kepada pemerintahan Trump.[176] Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia merilis pernyataan yang menegaskan bahwa "semua jurnalis harus dapat menjalankan tugas mereka dengan aman." Albanese juga mendeskripsikan rekaman video saat reporter tersebut ditembak oleh petugas sebagai hal yang "mengerikan". Senada dengan Albanese, Senator Matt Canavan menilai penembakan Tomasi tampak sengaja, meskipun ia menambahkan bahwa ia baru melihat sebagian rekaman dan "enggan terburu-buru mengambil kesimpulan."

Pada hari yang sama, saat sedang meliput aksi protes, kru dari Australian Broadcasting Corporation (ABC) terkena gas air mata.[177] Pada 10 Juni, kru yang sama kembali terkena tembakan bola merica, sementara seorang juru kamera dari Channel Nine juga dilaporkan ditembak.[178]

Jurnalis Korea Selatan
sunting

SBS Korea melaporkan bahwa pada 11 Juni, tim liputan merekam termasuk koresponden Nam Seung-mo terkena tembakan peluru karet saat polisi melakukan pembubaran paksa di depan fasilitas penahanan imigran di pusat kota Los Angeles.[179] Insiden tersebut terjadi di tengah situasi yang memanas ketika aparat menggunakan granat kejut dan gas air mata untuk membubarkan massa, yang berujung pada penangkapan sekitar 200 orang dalam sehari.

Dalam laporannya, SBS juga menyoroti kekhawatiran komunitas masyarakat keturunan Korea di Los Angeles, khususnya di kawasan Koreatown yang lokasinya berdekatan dengan pusat aksi. Warga lokal menyatakan kekhawatiran mendalam akan potensi bentrokan yang lebih besar, mengingat trauma kolektif atas kerusuhan Los Angeles tahun 1992. Sementara itu, Presiden Donald Trump menyebut para pengunjuk rasa sebagai "musuh" dan "penyerbu," sebuah retorika yang dikritik keras oleh Gubernur California Gavin Newsom sebagai serangan terhadap demokrasi.

Jurnalis Britania Raya
sunting

Pada 7 Juni, reporter dan fotografer asal Britania Raya, Nick Stern, ditembak dengan proyektil less-lethal berukuran 3 inci (75ย mm). Akibat serangan tersebut, ia menderita luka terbuka dan harus menjalani operasi darurat pada 8 Juni.[180] Cedera yang dialaminya dilaporkan cukup serius sehingga memerlukan proses fisioterapi pascaoperasi.[181]

Selanjutnya, pada 9 Juni, seorang presenter dari media ITV untuk program Good Morning Britain juga ditembak dengan peluru karet. Insiden ini terjadi saat presenter tersebut sedang melakukan segmen siaran langsung di lokasi unjuk rasa.

Jurnalis Tiongkok
sunting

Pada 8 Juni, saat sedang meliput aksi protes di pusat kota Los Angeles, seorang reporter dari Kantor Berita Xinhua terkena hantaman tabung gas air mata sebanyak dua kali. Selain itu, seorang jurnalis foto dari lembaga yang sama juga terkena tembakan peluru karet di kaki kiri yang mengakibatkan luka memar dan bengkak.

Jurnalis lokal
sunting

Selain menargetkan pers internasional, aparat penegak hukum juga dilaporkan melakukan serangkaian tindakan keras terhadap jurnalis dari berbagai media domestik Amerika Serikat Pada 7 Juni, jurnalis dari World Socialist Web Site dilaporkan mengalami cedera saat mendokumentasikan unjuk rasa. Salah satu reporter bahkan ditembak di bagian punggung dengan peluru karet oleh petugas imigrasi AS. Pada hari yang sama, seorang reporter dari Southern California News Group melaporkan bahwa dirinya ditembak oleh petugas menggunakan peluru merica (pepper balls).[182] Pada 8 Juni, seorang jurnalis dari The New York Times sempat ditembak, tetapi dilaporkan tidak mengalami luka serius. Pada 9 Juni Toby Canham, fotografer berita dari New York Post, sedang merekam petugas Patroli Jalan Raya California (CHP) yang bersiaga di bawah jalan tol untuk mendokumentasikan respons CHP terhadap protes. Saat sedang mengambil gambar, salah satu petugas CHP dilaporkan mengarahkan senjatanya ke arah kerumunan jurnalis dan melepaskan tembakan yang mengenai dahi Canham dengan peluru karet.[183][184]

Pada 10 Juni, reporter kriminal Ryanne Mena dan videografer Sean Beckner-Carmitchel dari Los Angeles Daily News turut menjadi korban penembakan dengan amunisi non-mematikan.[185]

Analisis

sunting

Reuters melaporkan bahwa gelombang protes ini merupakan reaksi warga Amerika Serikat terkeras terhadap Trump sejak ia menjabat pada Januari lalu. Peristiwa tersebut menjadi titik pusat perdebatan nasional mengenai kebijakan imigrasi, hak untuk berunjuk rasa, penggunaan kekuatan federal dalam urusan dalam negeri, batasan kekuasaan presiden, serta kebebasan berpendapat dan berkumpul.[186] Penggunaan penutup wajah atau masker oleh para agen ICE juga memicu kekhawatiran terkait kurangnya akuntabilitas serta penggunaan taktik intimidasi.[187] Meski sempat terjadi beberapa insiden kekerasan, sebagian besar aksi protes berlangsung secara damai. Langkah Trump dalam memfederalisasi Garda Nasional tanpa kerja sama dari gubernur negara bagian merupakan tindakan pertama yang dilakukan sejak peristiwa aksi jalan kaki Selma ke Montgomery pada tahun 1965.[188]

Pemerintahan Trump memanfaatkan media sosial untuk menonjolkan bentrokan paling keras antara pengunjuk rasa dan otoritas federal, meskipun mayoritas aksi tetap berjalan kondusif. Penggunaan bendera Meksiko oleh sejumlah demonstran dipotret oleh pemerintah sebagai bukti adanya "invasi asing".[189][190] Selama protes berlangsung, gambar palsu, disinformasi, dan teori konspirasi menyebar dengan cepat di media sosial; sebagian besar secara keliru memberi kesan seolah-olah seluruh kota telah dilanda kekerasan, sembari meluapkan kemarahan terhadap kaum imigran dan Partai Demokrat serta memuji tindakan Trump.[98]

The New York Times menggambarkan situasi ini sebagai upaya pemerintah mencari konfrontasi dengan Gubernur Newsom, sebuah perseteruan dengan rival politik utama di negara bagian basis dari Partai Demokrat terkait isu yang menjadi inti agenda politik presiden. Reuters menambahkan bahwa momen ini dimanfaatkan Trump untuk mempromosikan kebijakan imigrasi garis kerasnya sembari mengeklaim bahwa California tidak berdaya menghentikan kekerasan tanpa intervensi atau bantuan lembaga penegak hukum federal.[191] Di sisi lain, Partai Demokrat mengambil pendekatan hati-hati karena menyadari kemahiran pihak Partai Republik dalam mencitrakan politisi liberal sebagai pihak yang menoleransi pelanggaran hukum, sehingga mereka memperingatkan para pengunjuk rasa agar tidak terjebak dalam skenario Trump.[192] Axios menjelaskan bahwa Trump menggunakan protes ini untuk mendesak Partai Republik agar mendukung rancangan undang-undang "One Big Beautiful Bill" di Kongres, sekaligus mengalihkan perhatian publik dari pemberitaan mengenai RUU tersebut dan perselisihannya baru-baru ini dengan Elon Musk.[193] Fenomena ini juga digambarkan sebagai upaya untuk memuaskan basis politiknya, di mana para aktivis MAGA semakin gencar menyerukan pengerahan militer lebih lanjut untuk menangkap politisi Demokrat serta penduduk legal yang menentang kebijakan pemerintah.[194]

Pengerahan militer

sunting

The New York Times menggambarkan federalisasi dan pengerahan marinir sebagai langkah Trump yang "menguji batas kewenangan presiden dan memicu kritik bahwa ia memperkeruh situasi demi keuntungan politik." Trump kemudian mencitrakan kritik tersebut sebagai "ancaman eksistensial bagi negara" dan mengadopsi retorika sebuah bangsa yang tengah terkepung, dengan menyatakan perlunya "membebaskan Los Angeles" dari "invasi imigran."[195]

Penggunaan bahasa militeristik lainnya mencakup penyebutan pengunjuk rasa sebagai "pemberontak" (insurrectionists) dan "gerombolan pemberontak yang kejam." Ia mengeklaim bahwa massa tersebut mengancam kedaulatan AS, sehingga ia perlu mencegah Los Angeles agar tidak "terbakar habis" dan tidak akan membiarkan "sebuah kota Amerika diserbu serta ditaklukkan oleh musuh asing."[196] Para pakar komunikasi menilai bahasa tersebut sebagai militeristik, hiperbolis, provokatif, dan dirancang untuk membungkam perbedaan pendapat.[197] Bahasa tersebut juga mendapat kritik keras dari berbagai sosial media yang dianggap terlalu melebih-lebihkan unjuk rasa sebagai sesuatu yang mengancam keselamatan negara.

The Economist menilai bahwa respons pemerintah hampir tidak berkaitan dengan upaya pemulihan ketertiban umum.[198] Sebaliknya, mereka menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah untuk "menciptakan konfrontasi" serta memicu "siklus protes, kekerasan, dan represi" demi kepentingan politik pemerintahan.

Politico menjelaskan bahwa langkah Trump dimotivasi oleh keinginan untuk menghindari kegagalan yang sama seperti saat protes George Floyd, di mana pada waktu itu ia diimbau untuk tidak mengerahkan militer.[196] Langkah ini juga dipandang sebagai perwujudan dari mandat pemerintahan yang ia yakini diperoleh dari pemilih pada kemenangan pemilu 2024, sekaligus menjadi peringatan keras bagi para pemimpin kota dan negara bagian lainnya.[199]

Pengerahan garda nasional

sunting

The New York Times melaporkan bahwa sejumlah pakar menilai landasan hukum yang digunakan Trump untuk mengerahkan Garda Nasional tidak memiliki otorisasi berdasarkan undang-undang yang ia kutip. Sebaliknya, ia tampak mendeklarasikan "status darurat yang meragukan" demi menghimpun kekuasaan eksekutif.[195]

Politico senada dengan hal tersebut, mengutip para ahli hukum yang mendeskripsikan landasan hukum tersebut sebagai "dasar kebijakan yang rapuh dan terkesan dibuat-buat untuk langkah yang sangat drastis dan langka," di mana justru berpotensi memicu siklus kerusuhan yang lebih besar.[200]

Para analis menyatakan ketidakjelasan mengenai otoritas apa yang digunakan Trump untuk mengerahkan tentara garda nasional aktif ke Los Angeles. The Associated Press melaporkan bahwa Pentagon harus "bekerja keras" secara mendadak untuk menyusun Aturan Pelibatan (Rules of Engagement) bagi para garda nasional dan marinir yang dipersenjatai dengan senjata dinas standar mereka.[201]

Profesor hukum Steve Vladeck turut mempertanyakan legalitas tindakan yang diambil oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Vladeck meyakini bahwa langkah Hegseth telah melampaui batas proklamasi terbatas Presiden Trump yang seharusnya hanya ditujukan untuk melindungi properti dan personel federal.[14]

Laporan dari Military Times mengungkapkan bahwa langkah pengerahan militer ini memicu kegelisahan luar biasa di kalangan pakar hukum dan mantan pejabat pertahanan. Masalah utamanya terletak pada perintah resmi yang hanya mencakup perlindungan properti federal, instruksi ini dianggap menempatkan prajurit dalam misi yang "canggung dan berpotensi berbahaya." Muncul kekhawatiran besar bahwa unit-unit militer ini akan terlihat seperti aparat penegak hukum sipil di mata publik, sebuah peran yang secara historis dihindari untuk menjaga netralitas militer dari politik partisan.

Selain itu, cakupan perintah eksekutif Trump dinilai terlalu luas karena mencakup wilayah di mana protes baru sekadar "kemungkinan akan terjadi." Hal ini memberikan otoritas yang hampir tanpa batas bagi pasukan untuk beroperasi di berbagai kota lain.[202] Mantan Mayor Jenderal Paul Eaton bahkan tidak ragu menyebut fenomena ini sebagai bentuk politisasi militer yang nyata dan kemungkinan besar merupakan "pemanasan" sebelum pemerintah benar-benar mengaktifkan Insurrection Act (Undang-Undang Pemberontakan) untuk mengambil alih kendali penuh secara nasional.[30]

Sementara perdebatan politik memanas di tingkat atas, nasib para prajurit di lapangan justru terkatung-katung. Menurut laporan dari Military.com, hingga 11 Juni, unit Garda Nasional California yang dikerahkan ke Los Angeles ternyata belum menerima perintah aktivasi formal.

Ketiadaan status aktivasi ini memiliki dampak yang sangat nyata bagi para personel karena mereka secara resmi dianggap tidak memenuhi syarat untuk menerima gaji maupun tunjangan kesehatan. Kejadian ini menjadi bukti nyata betapa tergesa-gesanya pengerahan ini dilakukan, prosedur administrasi dasar terabaikan demi kecepatan pengerahan pasukan, yang pada akhirnya mengorbankan kesejahteraan para prajurit itu sendiri di tengah situasi yang penuh tekanan dari para demonstran.

Gubernur California menggugat Trump

sunting

Pada pagi buta tanggal 9 Juni, Gubernur California Newsom membuat pernyataan keras bahwa kantornya berencana menggugat pemerintahan Trump atas pengerahan Garda Nasional yang dilakukan tanpa konsultasi terlebih dahulu. Newsom melabeli tindakan tersebut sebagai langkah yang "ilegal dan tidak bermoral." Jaksa Agung California, Rob Bonta, menindaklanjutinya dengan mendaftarkan gugatan tersebut di Pengadilan Distrik Utara California pada hari yang sama.[203] Kasus ini kemudian jatuh ke tangan Hakim Charles Breyer.[204][205] Ketegangan semakin memuncak keesokan harinya saat Bonta mengajukan permohonan darurat untuk perintah penahanan sementara (TRO). Ia berargumen bahwa federalisasi Garda Nasional tidak hanya mencederai kedaulatan negara bagian, tetapi juga menguras sumber daya lokal dan justru memperkeruh suasana ketimbang menenangkan massa.

Awalnya, Hakim Breyer menolak permintaan Bonta karena memberikan waktu bagi pemerintah pusat untuk menanggapi.[206] Pihak Trump membalas pada 11 Juni dengan menyebut gugatan tersebut hanyalah "aksi politik murahan" dan bersikeras bahwa keputusan Presiden tidak dapat diganggu gugat oleh pengadilan. Namun, pada 12 Juni, Hakim Breyer mengubah pendiriannya dan mengabulkan permohonan Gubernur California.[207] Ia memutuskan bahwa Trump tidak memiliki wewenang undang-undang untuk mengerahkan Garda Nasional dalam kapasitas tersebut dan secara nyata telah melanggar Amandemen Kesepuluh Konstitusi AS. Sayangnya bagi pihak California, tak lama setelah putusan itu keluar, Pengadilan Banding Sirkuit ke-9 membekukan putusan Breyer sebelum sempat berlaku efektif.[208]

Setelah melalui persidangan singkat selama tiga hari, Hakim Breyer mengeluarkan putusan final yang sangat telak pada 2 September 2025. Ia menyatakan bahwa pemerintahan Trump telah melanggar Posse Comitatus Actโ€”undang-undang yang melarang penggunaan militer aktif untuk penegakan hukum sipil. Breyer menginstruksikan pemerintah pusat untuk segera berhenti menggunakan Garda Nasional atau pasukan militer lainnya sebagai polisi sipil di wilayah California. Dalam narasinya, Breyer mengkritik keras retorika pemerintah sebagai upaya terselubung untuk menciptakan "pasukan polisi nasional dengan Presiden sebagai pimpinannya."[209]

"Tidak ada pemberontakan, dan penegak hukum sipil pun tidak dalam kondisi tidak mampu merespons protes atau menegakkan hukum," tulis Breyer dalam putusannya.

Meskipun Hakim Breyer mengeluarkan perintah larangan (injunksi) yang mencakup seluruh wilayah California, ia memberikan waktu hingga 12 September bagi pemerintah untuk mengajukan banding. Pemerintah federal pun segera mengajukan banding pada keesokan harinya.[210] Namun, setelah mengalami serangkaian kekalahan hukum berturut-turut di berbagai tingkatan pengadilan, Trump akhirnya menyerah pada tekanan tersebut. Tepat pada 31 Desember 2025, pengerahan Garda Nasional di Los Angeles resmi diakhiri.[211]

Dakwaan untuk para demonstran

sunting

Hingga tanggal 23 Juli, jaksa federal telah mengajukan 38 kasus tindak pidana berat (felony) terhadap para pengunjuk rasa, tetapi mereka hanya berhasil mengamankan tujuh dakwaan. Sisanya, banyak kasus yang terpaksa dibatalkan atau diturunkan statusnya menjadi sekadar pelanggaran ringan (misdemeanor).

Setidaknya delapan tuntutan pidana berat harus digugurkan setelah ditemukan bukti bahwa petugas imigrasi AS memberikan kesaksian palsu dan menyesatkan mengenai pengunjuk rasa yang mereka tangkap.[212]

Masalah serupa muncul pada kasus-kasus yang dipromosikan secara gencar oleh Jaksa Agung Pam Bondi. Dari sembilan kasus penyerangan dan penghalangan petugas yang ia umumkan, jaksa justru membatalkan tujuh di antaranya sesaat setelah dakwaan diungkapkan. Agen-agen DHS dilaporkan memberikan pernyataan palsu mengenai urutan peristiwa dan menyalahgunakan fakta dari insiden yang sebenarnya terekam dalam video. Bahkan, terdapat satu dakwaan yang teridentifikasi salah menyebutkan nama terdakwa.[213]

Laporan dari Los Angeles Times menyoroti kesulitan yang dihadapi oleh Bill Essayli, Jaksa AS untuk California Selatan yang ditunjuk oleh Trump, dalam mengamankan vonis di depan dewan juri (grand jury). Rendahnya jumlah dakwaan yang berhasil diamankan memicu kekhawatiran di kalangan pakar hukum mengenai kekuatan basis hukum dari kasus-kasus yang ia ajukan.[17]

Banyak pihak menilai bahwa Essayli telah memaksakan batas-batas hukum hanya untuk melayani agenda politik Presiden. Kritik tajam bahkan menyebutnya bertindak sebagai "anjing penyerang" Trump di Los Angeles. Hingga akhir Juli, meskipun beberapa pengunjuk rasa mengambil kesepakatan pembelaan (plea deals), sebagian besar kasus lainnya berakhir dengan pembatalan tuntutan pidana berat atau pengajuan ulang dengan dakwaan tingkat rendah yang jauh lebih ringan.

Tanggapan

sunting

California

sunting

Kabupaten dan Kota Los Angeles

sunting

Walikota Los Angeles, Karen Bass, menyatakan kecaman keras dengan menegaskan bahwa sebagai pemimpin dari kota yang bangga akan komunitas imigrannya, ia merasa sangat marah atas apa yang terjadi. Menurutnya, taktik yang digunakan pemerintah federal hanya menebar teror di tengah masyarakat dan merusak prinsip dasar keselamatan kota.[214][215] Bass bahkan menuding bahwa Los Angeles sengaja dijadikan "kasus uji coba" (test case) oleh pemerintah pusat untuk mengukur sejauh mana kekuatan eksekutif bisa dipaksakan.[216] Sebagai bentuk solidaritas regional, pada tanggal 11 Juni, Bass menggelar konferensi pers yang didampingi oleh lebih dari 30 pejabat terpilih dari berbagai wilayah administratif di sekitar Los Angeles.[217]

Di sisi lain, untuk meredakan ketegangan dan ketidakpercayaan publik terhadap aparat setempat, Departemen Sheriff Kabupaten Los Angeles (LASD) dan Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD) secara resmi membantah keterlibatan mereka dalam penggerebekan-penggerebekan yang terjadi.[218][219] Kedua institusi ini menegaskan bahwa mereka tidak berpartisipasi dalam operasi yang dilakukan oleh agen-agen federal.

Sentimen perlawanan juga merambah ke tribun stadion. Para pendukung Los Angeles FC (LAFC) melakukan aksi protes diam selama 90 menit di Stadion BMO dan membentangkan tifo (spanduk raksasa) yang mengkritik aksi ICE saat pertandingan melawan Sporting Kansas City.[220] Sementara itu, kelompok pendukung LA Galaxy mengambil langkah lebih drastis dengan memboikot pertandingan tandang serta membatalkan berbagai acara "nonton bareng" sebagai bentuk protes terhadap situasi keamanan dan kebijakan imigrasi tersebut.[221]

Menariknya, di tengah pemberlakuan jam malam yang ketat, LA Metro tetap mengoperasikan layanan ekspres Stadion Dodger dari Stasiun Union untuk rangkaian pertandingan melawan San Francisco Giants. Otoritas transportasi setempat memberikan kelonggaran khusus di mana para penggemar bisbol yang pulang dari stadion tidak akan dikenakan sanksi pelanggaran jam malam selama mereka bisa menunjukkan bukti tiket pertandingan sebagai alasan valid berada di luar rumah.[222]

Ketidakpastian situasi keamanan ini mulai membayangi agenda-agenda besar yang dijadwalkan berlangsung di Los Angeles. NHL menyatakan sedang memantau situasi dengan saksama menjelang acara Draft NHL 2025 yang dijadwalkan berlangsung di Peacock Theater.[223] Kekhawatiran serupa juga datang dari dunia sepak bola internasional, CONCACAF dan FIFA mulai mengevaluasi kondisi keamanan untuk penyelenggaraan Gold Cup 2025 dan Piala Dunia Antarklub FIFA yang rencananya akan menggunakan stadion-stadion ikonik seperti SoFi Stadium dan Rose Bowl.[224][225]

Negara bagian California

sunting
Newsom merespon kondisi Los Angeles pada 10 Juni 2025

Gubernur Gavin Newsom memberikan pernyataan tegas yang mengecam penahanan David Huerta, seorang tokoh buruh terkemuka. Ketegangan semakin meningkat setelah empat anggota DPR Amerika Serikatโ€”Jimmy Gomez, Luz Rivas, Norma Torres, dan Lou Correaโ€”melakukan inspeksi langsung ke pusat penahanan.[32][39]

Dalam kunjungannya, Jimmy Gomez melontarkan tuduhan serius yang menyebut bahwa para tahanan diperlakukan secara tidak manusiawi. Menurutnya, mereka tidak mendapatkan akses makanan dan air bersih sesuai jadwal yang layak, serta dilarang mengakses obat-obatan pribadi mereka. Laporan ini memperkuat narasi bahwa operasi federal tersebut tidak hanya agresif secara fisik, tetapi juga mengabaikan hak-hak dasar kemanusiaan.[32]

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Newsom secara terbuka mengkritik keputusan Presiden Trump untuk memobilisasi Garda Nasional California. Ia menyebut langkah tersebut "sengaja dibuat untuk memprovokasi" dan hanya akan "memperuncing ketegangan."[226][227] Meskipun Newsom tetap mengimbau para demonstran untuk bersuara secara damai dan menjauhi kekerasan, ia tidak menahan diri saat Trump menambah 2.000 personel pasukan lagi. Newsom menyebut penambahan itu sebagai langkah yang "serampangan" dan "tidak menghormati para prajurit kita."[228]

Di balik layar, The New York Times melaporkan bahwa para politisi Demokrat di California sebenarnya sudah lama khawatir Trump akan melakukan federalisasi (pengambilalihan paksa) terhadap Garda Nasional negara bagian. Mereka menyadari bahwa pilihan hukum mereka untuk melawan langkah tersebut sangat terbatas.[229] Financial Times pun menambahkan bahwa pengerahan pasukan ini secara otomatis akan memperburuk hubungan antara pemerintah pusat dan California ke titik terendah.[230] Akhirnya, pemerintah California resmi menggugat pemerintahan Trump karena dianggap telah melangkahi wewenang Gubernur dalam mengelola pasukan Garda Nasional.[231]

Dukungan terhadap Newsom juga datang dari Senat Amerika Serikat. Senator Alex Padilla menyebut mobilisasi militer ini sebagai "misi yang keliru dan sama sekali tidak tepat." Sementara itu, Senator Adam Schiff memberikan komentar yang lebih tajam dengan menyebut tindakan tersebut "belum pernah terjadi sebelumnya" dan sengaja dirancang untuk "menabur kekacauan."[232]

Puncaknya terjadi pada 10 Juni pukul 18.30 waktu setempat, saat Newsom menyampaikan pidato primetime yang disiarkan secara nasional. Dalam pidato tersebut, ia secara frontal menyebut pengiriman Garda Nasional dan Marinir ke Los Angeles bukan sekadar operasi keamanan, melainkan sebuah "serangan terhadap demokrasi."[233]

Nasional

sunting

Kabinet Trump

sunting

Retorika dari pihak pemerintahan Trump menunjukkan sikap yang sangat kontras dengan otoritas California, di mana mereka mendesak Partai Demokrat untuk mengecam protes tersebut sembari menuduh "kelompok kiri" sebagai provokator utama. Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS) bahkan secara spesifik menuduh Karen Bass dan Gavin Newsom turut berkontribusi terhadap dugaan kekerasan yang terjadi. Dalam sebuah pidato di Fort Bragg yang memperingati HUT ke-250 Angkatan Darat AS, Presiden Trump memberikan pujian kepada Garda Nasional dan melabeli para pengunjuk rasa dengan sebutan "binatang" serta "musuh asing."[234] Ia menyatakan tekadnya untuk "membebaskan Los Angeles" agar kembali menjadi kota yang bersih dan aman. Melalui media sosial, Trump juga memperingatkan bahwa pengunjuk rasa yang meludahi polisi akan "dihantam" dan segala bentuk ketidakhormatan tidak akan ditoleransi.[235]

Wakil Presiden JD Vance turut mengecam aksi tersebut dengan menyebut para demonstran sebagai "pemberontak" dan "perusuh kiri jauh," sembari menyerukan perlunya "kepemimpinan yang tegas."[236][237] Ia juga menyerang Newsom melalui media sosial agar sang gubernur segera "menjalankan tugasnya." Pernyataan yang lebih ekstrem datang dari Ketua DPR AS Mike Johnson yang mengatakan bahwa Newsom seharusnya "dihukum dengan lumuran aspal dan bulu" (tarred and feathered).[238]

Sementara itu, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem memberikan peringatan keras bahwa para pengunjuk rasa akan dituntut secara hukum.[39] Direktur FBI Kash Patel memberikan respons provokatif terhadap pernyataan Bass dengan menegaskan bahwa pihak federal-lah yang akan mengambil tindakan, sementara Dan Bongino selaku wakil direktur FBI menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap aksi protes tersebut.[239][240]

Di balik layar, Stephen Miller, Penasihat Keamanan Dalam Negeri sekaligus Wakil Kepala Staf Gedung Putih, dilaporkan menjadi koordinator utama respons pemerintah federal terhadap krisis ini menurut laporan The Wall Street Journal, termasuk memberikan perintah kepada lembaga-lembaga seperti Kementerian Pertahanan.[241]

Miller melalui media sosial mengeluarkan pernyataan keras dengan pilihan antara "mendeportasi para penyerbu atau menyerah pada pemberontakan," bahkan mengeklaim bahwa jika protes terus berlanjut, Amerika Serikat akan runtuh. Tekanan ekonomi juga mulai diterapkan ketika Kelly Loeffler dari Administrasi Bisnis Kecil (SBA) mengumumkan pemindahan kantor regional mereka dari Los Angeles sebagai respons atas penolakan kota tersebut untuk bekerja sama dengan ICE.[242] Langkah ini menyusul pengesahan RUU di DPR yang mewajibkan SBA memindahkan seluruh kantor dari kota-kota suaka.[243]

Politikus

sunting

Senator Vermont, Bernie Sanders, mengecam pemerintahan Trump dan menyatakan bahwa langkah-langkah yang diambil tengah membawa Amerika Serikat dengan cepat menuju zona otoritarianisme.[244][245] Kritik senada datang dari Senator Rhode Island, Jack Reed, yang menyoroti keputusan pengiriman 700 personel Marinir ke Los Angeles sebagai upaya terang-terangan untuk "menggunakan militer sebagai senjata politik."[246][247]

Senator Delaware, Chris Coons, juga mengkritik pengerahan tersebut dengan menyatakan bahwa sangat disayangkan harus memobilisasi Marinir yang dilatih untuk medan perang amfibi hanya untuk menghadapi situasi protes di jalanan Los Angeles. Baik Coons maupun Senator Connecticut, Chris Murphy, menuduh pemerintahan Trump sengaja menggunakan protes ini sebagai pengalih perhatian dari isu lain, seperti pembahasan rancangan undang-undang One Big Beautiful Bill Act.[248]

Anggota DPR New York Dan Goldman, Anggota DPR Mississippi Bennie Thompson, dan mantan petugas Polisi Capitol AS Harry Dunnโ€”yang menjadi saksi mata serangan Capitol 6 Januari 2021โ€”menuduh pemerintahan Trump melakukan hipokrisi. Mereka melihat adanya perbedaan mencolok (disparitas) antara respons Trump terhadap serangan Capitol dengan protes di Los Angeles.[249]

"Donald Trump memberikan pengampunan (pardon) kepada 1.500 pemukul polisi dan pemberontak, mengabaikan perintah pengadilan, dan mempolitisasi tuntutan hukum terhadap lawan politiknya; namun kini ia berpura-pura peduli pada 'hukum dan ketertiban' saat warga Amerika memprotes upayanya untuk mendeportasi imigran non-kekerasan tanpa proses hukum yang semestinya," tegas Dan Goldman.

Di sisi lain, perpecahan muncul di internal Partai Demokrat. Senator John Fetterman justru menuduh partainya sendiri tidak tegas dalam mengecam kekerasan di dalam protes tersebut. Ia menulis bahwa partainya kehilangan legitimasi moral ketika menolak untuk mengecam pembakaran mobil, perusakan gedung, dan penyerangan terhadap penegak hukum.[250]

Dari kubu Partai Republik, Senator Kentucky Rand Paul menyebut respons Partai Demokrat "mengerikan," dengan alasan bahwa sebuah kota tengah dilanda kekacauan di mana orang-orang berbaris membawa bendera asing (Meksiko), melawan hukum federal, sementara gubernur dan wali kota yang berasal dari Demokrat justru menyatakan akan menghalangi penegakan hukum tersebut.

Senator Arkansas Tom Cotton, melalui opini di The Wall Street Journal, menyerukan perlunya "unjuk kekuatan yang luar biasa untuk mengakhiri kerusuhan." Baik Cotton maupun Senator Florida Rick Scott menyalahkan Demokrat atas meletusnya protes ini. Sementara itu, Senator Missouri Josh Hawley, tanpa memberikan bukti, menuduh organisasi CHIRLA dan Uniรณn del Barrio telah "membantu dan bersekongkol dalam perilaku kriminal" dengan mendanai kerusuhan tersebut.[251]

Pengusaha

sunting

Setelah para pengunjuk rasa melakukan vandalisme dan membakar lima mobil otonom Waymo pada tanggal 8 Juni, perusahaan tersebut merespons dengan menghentikan total layanan mereka di pusat kota Los Angeles.[70] Selain itu, Waymo juga membatasi operasional layanan mereka di San Francisco sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan serupa.[252]

Sejumlah organisasi politik sayap kiri secara terbuka menyatakan dukungan mereka terhadap para demonstran. The Party for Socialism and Liberation (PSL) mempromosikan dan mengorganisir aksi protes pada 8 Juni. Sementara itu, cabang Los Angeles dari Democratic Socialists of America (DSA) mempromosikan aksi untuk tanggal 9 dan 10 Juni.[253] Anggota dari Revolutionary Communists of America juga dilaporkan turut hadir dalam rangkaian protes tersebut.

Situs berita satir The Onion menerbitkan serangkaian artikel yang memparodikan respons pemerintah lokal maupun federal. Menyusul pernyataan Trump yang menganjurkan penangkapan Gubernur Newsom pada 9 Juni, The Onion merilis artikel berjudul "ICE Releases Gavin Newsom Beheading Video" sebagai bentuk satir terhadap video-video eksekusi kelompok ekstremis.[254]

Artikel lainnya, yang berjudul "Protesters Urged Not To Give Trump Administration Pretext For What It Already Doing" (Pengunjuk Rasa Didesak untuk Tidak Memberi Alasan bagi Pemerintahan Trump atas Apa yang Memang Sudah Mereka Lakukan), diterbitkan tak lama setelah pidato Walikota Bass pada 11 Juni.[255] Artikel ini menyindir posisi sulit para pemimpin lokal yang terjepit di antara tekanan federal dan tuntutan demonstran.[256]

Internasional

sunting

Ketegangan di Los Angeles memicu kekhawatiran global, yang menyebabkan sejumlah negara mengeluarkan peringatan perjalanan (travel advisory) bagi warga mereka yang berada di kota tersebut. Negara-negara seperti Australia, Kanada, Tiongkok, Filipina, Indonesia, Jepang, dan Inggris menghimbau warganya untuk waspada dan menghindari area demonstrasi.[257][258][259][260] Pemerintah Hong Kong juga secara khusus memperingatkan warganya yang sedang bepergian ke Amerika Serikat untuk melakukan tindakan pencegahan keamanan ekstra di tengah aksi protes yang sedang berlangsung.[261][262]

Pemerintah Iran memanfaatkan situasi ini sebagai alat propaganda untuk menyindir pemerintahan Trump. Akun media sosial yang berafiliasi dengan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengunggah gambar para pengunjuk rasa yang membawa bendera Meksiko dengan keterangan provokatif: "Make Mexico Great Again!".[263]

Tak hanya itu, media Tehran Times menerbitkan berita utama dengan judul "Make America Quashed Again" (Buat Amerika Tertindas Lagi), sebuah parodi langsung terhadap slogan politik Trump, "Make America Great Again". Langkah ini dipandang oleh para analis sebagai upaya Iran untuk mengeksploitasi perpecahan domestik Amerika Serikat di panggung internasional.[264]

Referensi

sunting
  1. ^ Lyons, Todd (June 7, 2025). "Statement from ICE Acting Director Todd Lyons on assaults against federal law enforcement officers in Los Angeles June 6". ICE.gov (Press release) (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal June 9, 2025.
  2. ^ Baldor, Lolita C.; Copp, Tara; Dearen, Jason; Sullivan, Tim (June 9, 2025). "Trump authorizes deployment of additional 2,000 National Guard members, US officials say". Associated Press. Diakses tanggal June 9, 2025.
  3. ^ Baldor, Lolita C. (June 9, 2025). "Pentagon confirms 2,000 more National Guard troops deploying to California to support ICE". Associated Press. Diakses tanggal June 9, 2025.
  4. ^ "2,000 National Guard troops will be sent to L.A. amid clashes over immigration raids". The Los Angeles Times. June 7, 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 8, 2025. Diakses tanggal June 8, 2025.
  5. ^ "Trump directs ICE to expand deportations in Democratic-run cities, including Los Angeles". ABC 7. June 16, 2025. Diakses tanggal June 16, 2025.
  6. ^ Von Quednow, Cindy (June 9, 2025). "More than 70 people were arrested in weekend protests in Los Angeles, officials say". CNN. Diakses tanggal June 9, 2025.
  7. ^ McNeill, Cheyenne (June 9, 2025). ""Completely unacceptable": Several journalists injured by law enforcement while covering LA protests". Salon (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal June 10, 2025.
  8. ^ Day, Lauren (June 11, 2025). "LA protests: Curfew declared for downtown LA to prevent 'looting', mayor confirms โ€” as it happened". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal June 11, 2025.
  9. ^ Watkins, Ali (June 9, 2025). "Some Journalists Are Injured While Covering L.A. Protests". The New York Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal June 11, 2025.
  10. ^ Jarvie, Jenny (2025-07-17). "National Guard came to L.A. to fight unrest. Troops ended up fighting boredom". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  11. ^ Sullivan, Tim (2025-06-10). "Trump sends 700 Marines and 2,000 National Guard members to Los Angeles". PBS News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  12. ^ Ariadne Anwar, Laraswati (2025-06-10). "National Guard Deployment Sparks Accusations of Trump Overstepping the Law". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-01-26.
  13. ^ Fry, Wendy; Olmos, Sergio (2025-08-08). "Trump administration asks Supreme Court to lift temporary ban on roving immigration stops in L.A." CalMatters (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  14. ^ a b Savage, Charlie (2025-06-20). "Appeals Court Lets Trump Keep Control of California National Guard in L.A." New York Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-26.
  15. ^ Fitzgerald, Laura (2025-09-03). "Federal judge rules Trump's use of National Guard in L.A. was illegal". NPR (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-26.
  16. ^ Epstein, Kayla (2025-09-02). "Trump's use of National Guard in Los Angeles illegal, judge rules". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-01-26.
  17. ^ a b Queally, James; Mejia, Brittny (July 23, 2025). "Trump's top federal prosecutor in L.A. struggles to secure indictments in protest cases". Los Angeles Times.
  18. ^ Santucci, Jeanine. "As LA tensions flare, anti-ICE protests crop up nationwide". USA TODAY (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  19. ^ "Which other US cities have joined LA in protesting over immigration raids?". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-06-11. Diakses tanggal 2026-01-26.
  20. ^ Levinson-Waldman, Rachel. "The Abolish ICE Movement Explained | Brennan Center for Justice". Brennan Center for Justice (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-26.
  21. ^ a b c d Krieg, Gregory (2018-06-30). "The movement to 'Abolish ICE' is heating up โ€“ and going mainstream | CNN Politics". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-26.
  22. ^ "15 Years After Its Creation, Critics Want To Abolish ICE". www.wbur.org (dalam bahasa Inggris). 2018-06-25. Diakses tanggal 2026-01-26.
  23. ^ Salem, Iris (2025-02-03). "Protest in downtown Los Angeles over ICE raids blocks 101 Freeway - CBS Los Angeles". CBS News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  24. ^ Rodriguez, Matthew (2025-02-12). "14-year-old arrested for allegedly stabbing teen at downtown Los Angeles protest - CBS Los Angeles". CBS News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  25. ^ "L.A. to become a 'sanctuary' city for migrants in response to Trump threat". KTLA (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  26. ^ Davies, Emily (June 7, 2025). "Trump has often demonized large cities over handling of migrants". The Washington Post. Diakses tanggal June 7, 2025.
  27. ^ Gregorian, Dareh (2020-06-02). "Trump says he will deploy military if state officials can't contain protest violence". NBC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-26.
  28. ^ ACLU (2026-01-16). "Trump's Threat to Invoke the Insurrection Act, Explained | ACLU". American Civil Liberties Union (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  29. ^ Harris, Kamala. "Remarks by the Vice President at the Vice President's Residence | The American Presidency Project". www.presidency.ucsb.edu. Diakses tanggal 2026-01-26.
  30. ^ a b Pilkington, Ed (June 9, 2025). "Trump LA protest response risks turning US military into political force, veterans warn". The Guardian. Diakses tanggal June 10, 2025.
  31. ^ "ACLU Statement on ICE Raids in Los Angeles". ACLU of Socal (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  32. ^ a b c Uranga, Rachel (2025-06-07). "ICE raids across L.A. spark backlash; Trump officials vow to continue operations". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  33. ^ Pettersson, Edvard (2025-11-25). "LA labor leader pleads not guilty to obstructing ICE raid". Courthouse News Service (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  34. ^ a b Huamani, Kaitlyn; Harter, Clara; Uranga, Rachel; Ellis, Rebecca; Vives, Ruben (June 7, 2025). "Immigration raids roil L.A., dozens of people detained. What we know so far". Los Angeles Times. Diakses tanggal June 9, 2025.
  35. ^ Service, City News (2025-06-07). "Dozens arrested in day-long series of immigration raids in Los Angeles". Times of San Diego (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  36. ^ "Undocumented LA residents targeted by immigration raids: 'I thought they were looking for criminals'" (dalam bahasa Inggris). 2025-06-11. Diakses tanggal 2026-01-26.
  37. ^ Andone, Dakin (2025-06-10). "A look at the 'less lethal' weapons authorities used to crack down on Los Angeles protests". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-26.
  38. ^ "Protesters and immigration agents clash in Paramount; Border Patrol says 'several' arrested". ABC7 Los Angeles (dalam bahasa Inggris). 2025-06-07. Diakses tanggal 2026-01-26.
  39. ^ a b c Jimรฉnez, Jesus; Mayorquรญn, Orlando; Dwyer, Mimi; Facio-Krajcer, Ana (June 7, 2025). "Chaos in L.A. County as Protesters Clash With Immigration Agents Again". The New York Times. Diakses tanggal June 7, 2025.
  40. ^ Turner, Austin (June 7, 2025). "Los Angeles immigration protests ramp up after day of ICE operations across city". CBS News. Diakses tanggal June 7, 2025.
  41. ^ Putri, Mita (2025-06-15). "Kerusuhan di Los Angeles Akibat Razia Imigrasi ICE". Suara Kita News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  42. ^ "ICE Arrests 118 Illegal Aliens Including Pedophiles, Burglars, Domestic Abusers, and Serial Drunk Drivers in California Surge Operation | Homeland Security". U.S. Department of Homeland Security (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-26.
  43. ^ "US: Excessive Force Against LA Protesters | Human Rights Watch" (dalam bahasa Inggris). 2025-08-18. Diakses tanggal 2026-01-26.
  44. ^ News, A. B. C. "LA protests lead to federal charges for 2 men accused of throwing Molotov cocktails". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-26.
  45. ^ Clayton, Freddie (2025-06-08). "Demonstrators shatter police cruiser's window in downtown L.A." NBC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-26.
  46. ^ Hamed, Aleaziz (2025-06-08). "National Guard to Deploy to L.A. as More Protests Are Planned". NBC News (dalam bahasa Inggris). ISSNย 0362-4331. Diakses tanggal 2026-01-26.
  47. ^ Bedigan, Mike (2025-06-08). "Trump activates National Guard to crush anti-ICE protest in LA". The Independent (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-26.
  48. ^ Watson, Kathryn (2025-06-09). "Trump invoked Title 10 to deploy the National Guard in Los Angeles. Here are the legal issues at play - CBS News". www.cbsnews.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-26.
  49. ^ Lotz, Avery (2025-06-09). "National Guard in LA: What they can do after Trump called them in to quell protests". Axios (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-26.
  50. ^ "Protests in Los Angeles against mass deportations crushed by federal troops". MercoPress (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-26.
  51. ^ Clayton, Freddie (2025-06-08). "Protests dying down, no sign of National Guard". NBC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  52. ^ Molina, Alejandra (2025-06-09). "Boyle Heights protesters demonstrate peacefully, encounter tear gas". Boyle Heights Beat (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  53. ^ Sands, Leo (2025-06-09). "What to know after weekend of L.A. protests over immigration raids". The Washington Post (dalam bahasa American English). ISSNย 0190-8286. Diakses tanggal 2026-01-27.
  54. ^ Lloyd, Jonathan (2025-06-08). "Protest begins outside Los Angeles City Hall". NBC Los Angeles (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  55. ^ News, A. B. C. "Protests live updates: Marines make 1st temporary detention in LA". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  56. ^ Lederman, Alexander; Morris, Regan. "Trump sends another 2,000 National Guards and 700 Marines to LA on fourth day of unrest". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-01-27.
  57. ^ Clary, Gregory. "500 Marines are on standby to be deployed in Los Angeles: USNORTHCOM". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  58. ^ a b Yeung, Antoinette Radford, Maureen Chowdhury, Lauren Mascarenhas, Zoe Sottile, Danya Gainor, Susannah Cullinane, Cindy VonQuednow, Amanda Musa, Karina Tsui, Hanna Park, Jessie (2025-06-08). "Live updates: Trump deploys National Guard to LA in response to immigration clashes | CNN Politics". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  59. ^ Queally, James (2025-06-09). "What happened during three days of protests over immigration raids in downtown L.A." Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  60. ^ a b Morris, Regan. "Trump sends another 2,000 National Guards and 700 Marines to LA on fourth day of unrest". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-01-27.
  61. ^ Edwards, David. "Trump border czar warns la protesters someones going to lose their life". MSN. Diakses tanggal 2026-01-27.
  62. ^ a b c d Debusmann Jr, Bernd (June 8, 2025). "'We will have troops everywhere' if protests grow โ€“ Trump". BBC. Diakses tanggal June 8, 2025.
  63. ^ "LAPD issues tactical alert amid immigration protests". ABC7 Los Angeles (dalam bahasa Inggris). 2025-06-17. Diakses tanggal 2026-01-27.
  64. ^ Hughes, John Bacon, Sudiksha Kochi, Josh Meyer, Bart Jansen, Thao Nguyen and Trevor. "Downtown LA declared 'unlawful assembly'; Newsom to sue over National Guard deployment". USA TODAY (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  65. ^ Schwebke, Scott (2025-06-09). "National Guard clashes with protesters as LAPD declares anti-ICE demonstration unlawful". The Mercury News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  66. ^ Miller, Heather (2025-06-08). "Live updates: Los Angeles protests escalate after National Guard deployed". FOX Local (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  67. ^ "2 LAPD officers injured by motorcyclists". ABC News. June 8, 2025. Diakses tanggal June 8, 2025.
  68. ^ Dennis, Romero (2025-06-09). "Both sides of 101 Freeway now shuttered". NBC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  69. ^ News, A. B. C. "These streets and highways are closed near downtown Los Angeles". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  70. ^ a b Ellis, Rebecca (2025-06-09). "Waymo vehicles set on fire in downtown L.A. as protesters, police clash". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  71. ^ Palmer, Annie (2025-06-09). "Photos show Waymo vehicles on fire during LA protests as company cuts downtown service". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  72. ^ Nagourney, Adam (2025-06-08). "Newsom Formally Asks Trump to Pull National Guard Out of L.A." New York Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  73. ^ Livingstone, Helen; Mackey, Robert; Campbell, Lucy; Dunbar, Marina; Coughlan, Joe; Lamb, Kate (2025-06-10). "Mayor says Los Angeles being used as 'test case' by federal government โ€“ as it happened". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2026-01-27.
  74. ^ Staff, Los Angeles Times (2025-06-09). "What happened during three days of protests over immigration raids in downtown L.A." Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  75. ^ Croucher, Shane. Plummer, Kate (ed.). "Mass looting breaks out as LA riots intensify". Newsweek (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  76. ^ Kurzweil, Tony (2025-06-09). "Los Angeles businesses looted overnight; anti-ICE protests expected to continue Monday". Border Report News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Januari 2025.
  77. ^ Liddell, James (2025-06-10). "Looters in LA target the jewelry district as cops are preoccupied with ICE protests". The Independent (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  78. ^ CNBC Indonesia. "AS Makin Chaos, Los Angeles Resmi Terapkan Jam Malam". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-01-27.
  79. ^ "What to know about the Los Angeles immigration protests over ICE operations - CBS News". www.cbsnews.com (dalam bahasa American English). 2025-06-12. Diakses tanggal 2026-01-27.
  80. ^ Slayton, Nicholas (2025-06-08). "US Northern Command sets up task force for Los Angeles mission". Task & Purpose (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  81. ^ Gomez, Melissa; Uranga, Rachel (2025-06-09). "Glendale ends ICE contract, no longer holds detainees". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  82. ^ Branson-Potts, Hailey (2025-06-09). "After 'weekend of chaos,' thousands rally to protest ICE raids and arrest of union leader". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  83. ^ De Anda, Mรณnica (2025-06-09). "SEIU President David Huerta released from custody on $50k bond following arrest during ICE raid". ABC7 Los Angeles (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  84. ^ Castillo, Andrea (2025-06-11). "What happened on June 9 and 10 during the L.A. immigration raid protests". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  85. ^ Taxin, Amy; Dearen, Jason. "LA protests: Trump authorizes the deployment of additional 2,000 National Guard members". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  86. ^ "TV news van vandalized at LA immigration protest". U.S. Press Freedom Tracker (dalam bahasa Inggris). 2025-08-08. Diakses tanggal 2026-01-27.
  87. ^ Romine, Karina Tsui, Hanna Park, Jessie Yeung, Antoinette Radford, Maureen Chowdhury, Elise Hammond, Alisha Ebrahimji, Andy Rose, Zoe Sottile, Aditi Sangal, Amanda Musa, Cindy VonQuednow, Taylor (2025-06-09). "LA protesters and police in standoff as Trump doubles National Guard deployment". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  88. ^ Gomez, Carley (2025-06-10). "Arrests made after stores looted amid continued unrest in downtown Los Angeles". ABC7 Los Angeles (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  89. ^ Percy, Nathaniel (2025-06-10). "LA mayor orders downtown curfew as city reaches 'tipping point' following days of violence, vandalism". Daily News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  90. ^ Casiano, Louis; Price, Stepheny; Sorace, Stephen; Rumpf-Whitten, Sarah; Mion, Landon; Wehner, Greg; Shaw, Christina (2025-06-10). "Marines being deployed to Los Angeles amid riots as California moves to sue Trump over response". Fox News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  91. ^ Hayes, Mills; Caprariello, Alex (2025-06-10). "Trump admin deploying Marines to LA protests". News Nation Now. Diakses tanggal 2026-01-27.
  92. ^ America, Good Morning. "700 Marines had in 'excess of 2 hours' of crowd control training". Good Morning America (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  93. ^ Tapp, Tom (2025-06-10). "CNN Correspondent Detained By LAPD, Camera Crew Arrested". Deadline (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  94. ^ Minnaugh, Ryan (2025-06-10). "CNN correspondent 'detained' by LAPD during live coverage of Los Angeles ICE protests". ABC3340 News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  95. ^ Rosenhall, Laurel (2025-06-09). "Police Break Up Scattered Protests in L.A." New York Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  96. ^ Gangitano, Alex (2025-09-06). "Trump says LA officials were 'afraid' to act amid protests". The Hill. Diakses tanggal 2026-01-27.
  97. ^ Han, Jintak (2025-06-09). "Trump mobilizes Marines, 2,000 additional National Guard troops". The Washington Post (dalam bahasa American English). ISSNย 0190-8286. Diakses tanggal 2026-01-27.
  98. ^ a b Benen, Steve (June 9, 2025). "As Trump endorses his arrest, Newsom sees 'unmistakable step toward authoritarianism'". MSNBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal June 9, 2025.
  99. ^ Hernandez, Michael (2025-06-10). "California governor says Trump 'unhinged' after president calls for his arrest". Anadolu Agency. Diakses tanggal 2026-01-27.
  100. ^ Bertrand, Natasha; Britzky, Haley (June 9, 2025). "About 700 Marines being mobilized in response to LA protests, sources tell CNN". CNN. Diakses tanggal June 9, 2025.
  101. ^ L. Thayer, Rose (2025-06-09). "More than 4,000 National Guard troops, 700 Marines deploy to LA for immigration protests". Stars and Stripes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  102. ^ Shelbourne, Mallory (2025-06-09). "700 Marines Deploying to Downtown Los Angeles". USNI News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  103. ^ Slayton, Nicholas (2025-07-01). "New Marines arrive in Los Angeles as first wave heads home". Task & Purpose (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  104. ^ Broadwater, Luke (June 11, 2025). "Suggesting More Troops in More Cities, Trump Bends Military's Role". The New York Times. Diakses tanggal June 12, 2025.
  105. ^ Gumbel, Andrew (2025-06-12). "Troops and marines deeply troubled by LA deployment: 'Morale is not great'". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2026-01-27.
  106. ^ Conley, Julia (2025-06-10). "Observers Say Noem's Leaked Letter Portends "Grave Escalation" Amid Protests". Truthout (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  107. ^ Solis, Nathan (2025-06-11). "Clashes between federal agents and protesters begin in downtown L.A.; one person detained". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  108. ^ Staff, Al Jazeera. "How the Los Angeles protests unfolded: A visual guide". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  109. ^ Lloyd, Jonathan (2025-06-10). "Police remove protesters from 101 Freeway". NBC Los Angeles (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  110. ^ ID, Republika. "Ribuan Garda Nasional dan Marinir Diterjunkan ke Los Angeles | Republika ID". republika.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2026-01-27. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  111. ^ "How many troops are currently in LA?". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-06-10. Diakses tanggal 2026-01-27.
  112. ^ Watson, Eleanor (2025-06-10). "700 Marines arrive in L.A. area amid ICE protests as Newsom files suit to block deployment - CBS News". www.cbsnews.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  113. ^ C. Baldor, Lolita (2025-06-10). "Los Angeles leaders impose curfew as protests against Trump's immigration crackdown continue". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  114. ^ Falconer, Rebecca (2025-06-11). "Mayor Karen Bass imposes curfew in downtown LA". Axios (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  115. ^ McPhee, Michele (2025-06-11). "Mayor Karen Bass Declares 'Local Emergency,' Orders Curfew to Address 'Crisis in DTLA'". LAmag (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  116. ^ Brooks, Brad; Younis, Omar; Ali, Idrees (2025-06-12). "Marines to deploy on LA streets within two days with authority to detain civilians". Reuters Studio.
  117. ^ Betts, Anna (2025-06-11). "LA police filmed shooting woman point-blank with 'less lethal' round". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2026-01-27.
  118. ^ Firm, Sehat Law (2025-06-12). "LAPD Fires Rubber Bullet at Woman During Protest". SehatLaw (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  119. ^ Urban, Elizabeth (2025-06-11). "WATCH: Woman Shot by Police at Point Blank Range With Rubber Bullet While Trying to Get Home During LA Protests". Latin Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  120. ^ Lloyd, Jonathan (2025-06-11). "LAPD issues traffic advisory for three downtown LA protests". NBC Los Angeles (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  121. ^ Vertuno, -Jim; Vertuno, Associated Press Jim; Press, Associated (2025-06-14). "Protesters gather across the U.S. at nationwide anti-Trump 'No Kings' rallies". PBS News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  122. ^ Valdez, Jonah (2025-06-10). "LAPD Won't Do Immigration Enforcement โ€” But Will Shoot You With Rubber Bullets for Protesting ICE". The Intercept (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  123. ^ Rendon, Karla (2025-06-11). "Immigration raids reported near Downey churches". NBC Los Angeles (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  124. ^ Dickerson, Karma; Soto, Missael (2025-06-11). "Hispanic Federation launches LA office amid immigration raids, protests". NBC Los Angeles (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  125. ^ Team, FOX 11 Digital (2025-06-11). "Boyle Heights arrest sparks outcry after tear gas used on car with family inside". FOX 11 (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  126. ^ a b Kim, Rachel (2025-06-11). "Homeland Security agents crash into and arrest driver in Los Angeles - CBS Los Angeles". CBS News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27.
  127. ^ Schlepp, Travis (2025-06-11). "Video shows unmarked vehicles ram car in ICE arrest in Boyle Heights". KTLA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  128. ^ Ahmadi, Ali Abbas; Gyamfi Asiedu, Kwasi (2025-06-13). "Senator Alex Padilla dragged out of Noem immigration briefing in LA". BBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  129. ^ Jeong, Helen (2025-06-12). "Kristi Noem blames Bass, Newsom for making ICE raids in LA harder". NBC Los Angeles (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  130. ^ Cole, Devan (2025-06-13). "Appeals court pauses ruling requiring Trump to return control of California National Guard to state | CNN Politics". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  131. ^ R. Rodriguez, Olga (2025-06-12). "Appeals court temporarily blocks judge's ruling to return control of National Guard to California". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  132. ^ Gooding, Dan (2025-06-17). "Trump's deportation policy collides with realities of American labor market". Newsweek (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-27.
  133. ^ Petski, Patrick Hipes,Denise (2025-06-13). "Downtown L.A. Curfew Exceptions In Place For Performing Arts Venues Including Dorothy Chandler Pavilion & Mark Taper Forum As Curfew Extends Into Third Night โ€“ Update". Deadline (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-27. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  134. ^ Younis, Omar. "Exclusive: US Marines carry out first known detention of civilian in Los Angeles, video shows". Reuters (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-28.
  135. ^ Turner, Austin; Rodriguez, Matthew (2025-06-14). "L.A. police use tear gas, flash-bangs on "No Kings" protesters in downtown - CBS Los Angeles". www.cbsnews.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-28.
  136. ^ Johnson, Ted (2025-06-15). "Protesters Fill Streets As Part Of "No Kings" Demonstrations To Oppose Donald Trump; Police Try To Clear Crowds In Downtown Los Angeles โ€” Update". Deadline (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-28.
  137. ^ "Thousands rally at 'No Kings' events in Southern California; LA protest turns violent". Daily News (dalam bahasa American English). 2025-06-14. Diakses tanggal 2026-01-28.
  138. ^ LAPD Central Division [@LAPDCentral] (June 14, 2025). "Traffic Advisory Several different marches occurring in the Downtown Area" (Tweet). Diakses tanggal June 14, 2025 โ€“ via X.
  139. ^ Mack, M. B. (2025-06-18). "LAPD Caught in the 'Crossfire' After Being Hit by LASD's Tear Gas, Rubber Bullets While Trying to Break Up 'No Kings' Protest". Latin Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  140. ^ Cushing, Tim (2025-06-16). "LA Law Enforcement Agencies Rioted So Hard They Ended Up Shooting Each Other". Techdirt (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-28.
  141. ^ Shapiro, Emily (2025-06-14). "Police clear crowd outside federal building in Los Angeles". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  142. ^ Jeong, Helen (2025-06-17). "Trump administration to activate 2,000 additional military troops to Los Angeles". NBC Los Angeles (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-28.
  143. ^ Klick, Andrea (2025-06-17). "Residents protest immigration raids in Pico Rivera โ€” city official concerned about 'nature and tone of these recent actions'". Whittier Daily News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  144. ^ Uranga, Rachel; Mejia, Brittny (2025-06-19). "Tensions flare as agents arrest another U.S. citizen for interfering in immigration arrests". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-28.
  145. ^ Gedeon, Joseph (2025-06-17). "Trump orders Ice raids on farms and hotels after pausing them days earlier". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2026-01-28.
  146. ^ Montoya-Galvez, Camilo (2025-06-17). "Trump officials lift short-lived pause on ICE arrests at farms, hotels and restaurants - CBS News". CBS News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  147. ^ Madhani, Aamer (2025-06-16). "Trump directs ICE to expand deportations in Democratic-run cities, undeterred by protests". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  148. ^ Goldberg, Noah (2025-06-17). "Bass lifts downtown L.A. curfew as protests over immigration raids ebb". Los Angeles Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  149. ^ Slayton, Nicholas (2025-06-24). "Guardsmen sent to LA are 130 miles east of the city doing drug busts". Task & Purpose (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-28.
  150. ^ Padilla, Doug (2025-06-19). "Federal immigration agents asked to leave Dodger Stadium parking lot, team says". Yahoo.
  151. ^ "Appeals Court Lets Trump Keep Control Of National Guard Troops Deployed To LA During Protests". HuffPost (dalam bahasa American English). 2025-06-20. Diakses tanggal 2026-01-28.
  152. ^ C. Dwyer, Molly (2025-06-19). "Order. No. 25-3727 D.C. No. 3:25-cv-04870-CRB" (PDF). U.S. COURT OF APPEALS.
  153. ^ Khallil, Hafsa (2025-06-20). "US court allows Trump to keep control of National Guard in LA". BBC (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-01-28.
  154. ^ "Dodgers Announce Steps in Plan to Support the Community". MLB.com (dalam bahasa Inggris). 2025-06-20. Diakses tanggal 2026-01-28.
  155. ^ Hirasuna, Susan (2025-06-19). "Dodgers to announce plans to help immigrant communities affected by LA ICE raids". FOX 11 (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-28.
  156. ^ Schallhorn, Kaitlyn (2025-06-20). "Vice President JD Vance should meet with wildfire victims in LA, Gov. Gavin Newsom suggests". Orange County Register (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  157. ^ Rand, Jory (2025-06-26). "Woman seen on video being detained during DTLA immigration raid is a US citizen, family says". ABC7 Los Angeles (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  158. ^ Conybeare, Will (2025-06-25). "LAPD: Kidnapping call leads to discovery of federal operation in downtown L.A." KTLA (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-28.
  159. ^ "LAPD says it didn't help ICE during downtown L.A. raid; immigration rights groups disagree". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). 2025-06-25. Diakses tanggal 2026-01-28.
  160. ^ Watson, Julie; Klepper, David; Dovarganes, Damian; Taxin, Amy (2025-07-15). "Pentagon ends deployment of 2,000 National Guard troops in Los Angeles". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  161. ^ Copp, Tara (2025-06-30). "Military requesting to pull 200 troops back from California protest duty". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  162. ^ Copp, Tara (2025-06-30). "Military requests pulling 200 troops back from California protest duty". Military Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  163. ^ Jack, Moore; Hoffman, Riley; Shalvey, Kevin (2025-06-14). "23 businesses looted in LA, with estimated millions in damage". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  164. ^ Kurzweil, Tony (2025-06-09). "Los Angeles businesses looted overnight; anti-ICE protests expected to continue Monday". Yahoo News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-28.
  165. ^ Heuer, Mike; Walsh, Sheri (2025-06-10). "Curfew ordered for downtown LA to restrain violent protests, vandalism - UPI.com". UPI (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  166. ^ Neelakandan, Laya (2025-06-10). "Trump deployment of National Guard, Marines to LA will cost $134 million: Pentagon official". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  167. ^ Tanamal, Yvette (2025-06-12). "Two Indonesians arrested in LA immigration raids". Asia News Network (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  168. ^ Bhwana, Petir Garda (2025-06-10). "Foreign Ministry Responds to Los Angeles Unrest, Arrest of Indonesian Nationals". Tempo English (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  169. ^ "Kemlu: KJRI Terjun Tangani WNI yang Ditangkap Homeland di Los Angeles". CNN Indonesia. 2025-06-09. Diakses tanggal 2026-01-28.
  170. ^ Aragรณn, Julietta (2025-06-09). "35 mexicanos detenidos por redadas en Los รngeles; "no son criminales", dice Sheinbaum". Semanario ZETA (dalam bahasa Spanyol). Diakses tanggal 2026-01-28.
  171. ^ "Trump mobilizes Marines, 2,000 additional National Guard troops". The Washington Post (dalam bahasa American English). 2025-06-09. ISSNย 0190-8286. Diakses tanggal 2026-01-28.
  172. ^ a b David, Bauder (2025-06-10). "With reporters shot and roughed up, advocates question whether those covering protests are targets". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  173. ^ Smith, Keiran (2025-06-09). "Australian reporter hit by nonlethal round during live report from LA immigration protests". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  174. ^ Mishra, Stuti (2025-06-09). "Journalist shot with rubber bullet while covering Los Angeles protests". The Independent (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  175. ^ "Los Angeles protests erupt as highway shut down, cars torched". 9news (dalam bahasa Inggris). 2025-06-09. Diakses tanggal 2026-01-28.
  176. ^ "Australian PM calls shooting of reporter at Los Angeles protests 'horrific'". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). 2025-06-10. Diakses tanggal 2026-01-28.
  177. ^ Allison, Charmayne (2025-06-10). "Trump again defends sending troops to LA as protests set to enter fifth day". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 2026-01-28.
  178. ^ Delaney, Angus (2025-06-11). "Fourth Australian media worker struck in LA riots; press groups say journalists 'targeted'". The Sydney Morning Herald (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-28.
  179. ^ Seung-mo, Nam (2025-06-11). "LA ์ผ๋ถ€ ์•ผ๊ฐ„ ํ†ต๊ธˆ์— ๋Œ€๊ทœ๋ชจ ์ฒดํฌโ€ฆ์ทจ์žฌ์ง„์—๋„ ๊ณ ๋ฌดํƒ„". SBS NEWS (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 2026-01-29.
  180. ^ Gregory, James (2025-06-09). "British photographer injured by 'plastic bullet' during LA protests". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-01-29.
  181. ^ Helmore, Edward (2025-06-08). "British photojournalist hit by non-lethal rounds during Los Angeles protests". The Guardian (dalam bahasa Inggris). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2026-01-29.
  182. ^ Santucci, Jeanine. "Multiple journalists injured by police nonlethal rounds while covering LA protests". USA TODAY (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-29.
  183. ^ Proper, David (2025-06-09). "Post photographer shot with rubber bullet in LA riots" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-29.
  184. ^ Longmire, Becca. "'New York Post' Photographer Shot in the Head by Rubber Bullet While Covering L.A. Protests: 'I Was an Easy Target'". People. Diakses tanggal 2026-01-29.
  185. ^ Rahman, Khaleda (2025-06-10). "Multiple journalists shot by LA police with nonlethal bullets". Newsweek (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  186. ^ Pitas, Costas (2025-06-11). "Key facts about Los Angeles, progressive beacon at center of anti-Trump backlash". Reuters. Diakses tanggal 2026-01-29.
  187. ^ Hesson, Ted; Reid, Tim; Scarcella, Mike (2025-06-10). "Los Angeles ICE raids fuel controversy over masked agents". Reuters. Diakses tanggal 2026-01-29.
  188. ^ Peters, Jeremy W. (2025-06-08). "Here is what happened when President Johnson bypassed a governor to deploy the National Guard". New York Times. Diakses tanggal 2026-01-29.
  189. ^ Mayorquรญn, Orlando; Albeck-Ripka, Livia; Dwyer, Mimi (2025-06-08). "The Mexican Flag Becomes a Potent L.A. Protest Symbol". New York Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  190. ^ Del Rey, Michelle (2025-06-10). "How the Mexican flag became the symbol of the LA protests". The Independent (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  191. ^ Ax, Joseph; Trevor, Hunnicutt (2025-06-10). "Trump's Guard deployment to LA protests puts Newsom in political predicament". Reuters. Diakses tanggal 2026-01-29.
  192. ^ Glueck, Katie (2025-06-12). "How the 2020 George Floyd Protests Are Haunting Democrats in 2025". New York Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  193. ^ Caputo, Marc (2025-06-10). "Trump using L.A. unrest to push his big bill in D.C." Axios (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  194. ^ Axelrod, Tal (2025-06-11). "MAGA feasts on red meat as Trump escalates L.A. showdown". Axios (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  195. ^ a b Liptak, Adam (2025-06-10). "Trump Declares Dubious Emergencies to Amass Power, Scholars Say". New York Times. Diakses tanggal 2026-01-29.
  196. ^ a b Ward, Myah (2025-06-10). "George Floyd unrest informs Trump's response to Los Angeles protests". POLITICO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  197. ^ Collinson, Stephen (2025-06-11). "Analysis: Trump is hyping a case to use American troops on domestic soil | CNN Politics". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  198. ^ "Sending the National Guard to LA is not about stopping rioting". The Economist. ISSNย 0013-0613. Diakses tanggal 2026-01-29.
  199. ^ Hals, Tom (2025-08-29). "Exclusive: Military feared mistakes in LA deployment could have 'far-reaching' implications, records show". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  200. ^ Cheney, Kyle; Gerstein, Kyle (2025-06-09). "Trump's troop deployment is a warning sign for what comes next, legal scholars fear". POLITICO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  201. ^ Copp, Tara; C. Baldor, Lolita (2025-06-09). "Pentagon draws up rules on possible use of force by Marines deployed to LA protests". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  202. ^ Robertson, Noah; III, Leo Shane (2025-06-10). "Trump's military deployments to LA raise legal, political concerns". Military Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  203. ^ "California Lawsuit Challenges Trump's Order Sending National Guard to L.A." (dalam bahasa Inggris). 2025-06-09. Diakses tanggal 2026-01-29.
  204. ^ V. Voris, Bob (2025-06-10). "US Judge to Weigh Limiting Military Troops in LA on Thursday". Bloomberg Law (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  205. ^ Sheth, Sonam (2025-06-10). "Ex-Supreme Court justice's brother to oversee LA riot lawsuit against Trump". Newsweek (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  206. ^ Breuninger, Kevin (2025-06-10). "California asks judge to quickly block Trump troop deployments to LA". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  207. ^ Cheney, Kyle; Gerstein, Josh (2025-06-11). "Justice Department calls Newsom National Guard lawsuit a 'crass political stunt'". POLITICO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  208. ^ Rodriguez, Olga R. (2025-06-13). "Appeals Court Pauses Ruling For Trump To Return Control Of National Guard To California". HuffPost (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  209. ^ "Trump administration appeals ruling on National Guard deployment to LA". ABC7 Los Angeles (dalam bahasa Inggris). 2025-09-03. Diakses tanggal 2026-01-29.
  210. ^ Quinn, Melissa; Rosen, Jacob (2025-09-02). "Judge rules Trump's deployment of troops to Los Angeles violated federal law - CBS News". CBS News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-29.
  211. ^ Pellish, Aaron (2025-12-31). "Trump ends National Guard deployment in 3 cities after Supreme Court loss". POLITICO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  212. ^ Jean, Maggie. "Overnight News Digest: False claims from federal agents cause dropped charges against protesters". Daily Kos (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-29.
  213. ^ Levin, Sam (2025-07-28). "Dropped cases against LA protesters reveal false claims from federal agents". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2026-01-29.
  214. ^ Canon, Gabrielle (2025-06-07). "California leaders condemn Ice raids in LA: 'We will not stand for this'". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2026-02-03.
  215. ^ Romero, Dennis (2025-06-08). "L.A. mayor vows consquences for those creating unrest". NBC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  216. ^ Livingstone, Helen; Mackey, Robert; Campbell, Lucy; Dunbar, Marina; Coughlan, Joe; Lamb, Kate (2025-06-10). "Mayor says Los Angeles being used as 'test case' by federal government โ€“ as it happened". the Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2026-02-03.
  217. ^ "Mayor Karen Bass Holds Briefing on Los Angeles Immigration Protests". C-SPAN (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  218. ^ El-Bawab, Nadine; Moore, Jack; Hutchinson, Bill. "National Guard troops arrive in Los Angeles after immigration protests turn violent". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  219. ^ Vives, Ruben; Uranga, Racheland; Mehta, Seema (2025-06-06). "Multiple immigration sweeps reported across L.A., with a tense standoff downtown". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  220. ^ Swift, Alex (2025-06-09). "LAFC supporters hold silent protest amid ICE raids, protests in L.A." Cronkite News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  221. ^ Angel City Brigade [@ACBrigade] (June 11, 2025). "All Viewing Parties Are Cancelled Until Further Notice" (Tweet). Diakses tanggal June 11, 2025 โ€“ via X.
  222. ^ Chawaga, Peter (2025-06-13). "Dodgers receive LA protests update before Giants game". Newsweek (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  223. ^ Alfano, Jon (2025-06-11). "NHL Monitoring L.A. Protests Ahead of Draft". Break Away ON SI (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  224. ^ Roan, Dan (2025-06-11). "Concacaf in 'close communication' with LA authorities over Gold Cup". BBC Sport (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-02-03.
  225. ^ Gardner, Jamie (2025-06-11). "Curbing free speech at WC a 'betrayal of the spirit of football' โ€“ fans' chief". The Independent (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  226. ^ O'Donnell, Kelly; Stelloh, Tim (2025-06-08). "Trump deploys National Guard in L.A. amid protests over immigration raids". NBC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  227. ^ Doherty, Dan Mangan,Erin (2025-06-08). "National Guard arrives in LA after Trump orders deployment to contain immigration protests". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  228. ^ Davies, Emily (2025-06-08). "Newsom threatens to sue Trump administration over use of National Guard". The Washington Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  229. ^ Swan, Jonathan; Pager, Tyler (2025-06-07). "Trump Says He Has No Desire to Mend Alliance With Musk". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSNย 0362-4331. Diakses tanggal 2026-02-03.
  230. ^ Grimes, Christopher (2025-06-07). "Trump to send national guard to quell immigration protests in LA". Financial Times. Diakses tanggal 2026-02-03.
  231. ^ Kates, Graham; Joe, Walsh (2025-06-09). "California sues Trump administration for deploying National Guard to Los Angeles: "Unprecedented power grab" - CBS News". CBS News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  232. ^ Keane, Isabel (2025-06-08). "Trump admin threat to deploy military to LA protest met with angry reactions". The Independent (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  233. ^ Blood, Michael R. (2025-06-11). "WATCH: California Gov. Newsom says 'democracy is under assault' by Trump as soldiers deployed in LA". PBS News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  234. ^ Gumbel, Andrew (2025-06-08). "National guard deploys in downtown LA amid eerie calm after two days of unrest". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2026-02-03.
  235. ^ Riccardi, Nicholas (2025-06-10). "Trump vows to 'HIT' any protester who spits on police. He pardoned those who did far worse on Jan. 6". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  236. ^ "'Time to pass President Trump's big beautiful bill': JD Vance, FBI chief slam 'insurrectionist'; immigration tension boil over in LA". The Times of India. 2025-06-09. ISSNย 0971-8257. Diakses tanggal 2026-02-03.
  237. ^ Pringle, Eleanor (2025-06-10). "Trump and Musk might already be making up over Los Angeles protests". Yahoo News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  238. ^ Peller, Lauren; Pecorin, Allison; Murray, Isabella. "Speaker Johnson, backing Trump's LA actions, says Newsom should be 'tarred and feathered'". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  239. ^ Fields, Ashleigh (2025-06-07). "Bongino, Patel defend ICE amid unrest over Los Angeles raids". The Hill (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  240. ^ null (2025-06-08). "Update from Hamed Aleaziz". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSNย 0362-4331. Diakses tanggal 2026-02-03.
  241. ^ Ballhaus, Josh Dawsey and Rebecca (2025-06-21). "Stephen Miller's Fingerprints Are on Everything in Trump's Second Term". The Wall Street Journal (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  242. ^ Koch, Alexandra (2025-06-07). "Federal agency leaving Los Angeles due to Democratic mayor 'siding with illegal aliens' over law enforcement". FOXBusiness (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  243. ^ Hapgood, Katherine (2025-06-05). "House passes legislation requiring SBA offices to leave 'sanctuary cities'". POLITICO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  244. ^ Kochi, Sudiksha. "Bernie Sanders: Trump moving US 'into authoritarianism' after troops sent to LA". USA TODAY (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  245. ^ Yang, Maya (2025-06-08). "Sanders warns of authoritarianism after Trump deploys national guard to LA". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2026-02-03.
  246. ^ Allison, Charmayne (2025-06-10). "Trump again defends sending troops to LA as protests set to enter fifth day". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  247. ^ "TRT World - Marines arrive in Los Angeles under Trump orders as protests spread to other US cities". www.trtworld.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  248. ^ Murray, Isabella. "Some Democrats condemn violence in LA protests and Trump's response to it". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  249. ^ MacFarlane, Scott (2025-06-09). "Jan. 6 riot victims, Democrats see hypocrisy in Trump's response to L.A. protests - CBS News". CBS News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  250. ^ Lubin, Rhian (2025-06-10). "Only a third of Americans are backing the LA protests over the ICE raids, poll finds". The Independent (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  251. ^ Washington, Jessica (2025-06-12). "Josh Hawley Blames Nonprofits for "Bankrolling Civil Unrest" in LA Without Evidence". The Intercept (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  252. ^ Tan, Eli; Angeles, Ryan MacReporting from Los (2025-06-09). "Waymo Limits Service in San Francisco as Immigration Protests Spread". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSNย 0362-4331. Diakses tanggal 2026-02-03.
  253. ^ Ferrechio, Susan. "Demonstrations, riots spread beyond L.A. with help of left-wing organizers". The Washington Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  254. ^ Staff, The Onion (2025-06-10). "ICE Releases Gavin Newsom Beheading Video". The Onion (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  255. ^ Staff, The Onion (2025-06-09). "Protesters Urged Not To Give Trump Administration Pretext For What It Already Doing". The Onion (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  256. ^ Rubin, April (2025-06-10). "Nearly half of U.S. adults disapprove of Trump's handling of protests: Poll". Axios (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  257. ^ "'Avoid crowds, stay inside': China issues alert for its citizens in LA amid Trump's crackdown on anti-immigration protests". The Times of India. 2025-06-09. ISSNย 0971-8257. Diakses tanggal 2026-02-03.
  258. ^ Nugraha, Fajar. "Situasi Memanas, KJRI Los Angeles Imbau WNI Hindari Kerumunan Demonstrasi". https://www.metrotvnews.com. Diakses tanggal 2026-02-03.
  259. ^ "Japanese citizens told to be cautious over L.A. protests - The Mainichi". The Mainichi (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  260. ^ Chi, Cristina. "Filipinos in Los Angeles told to avoid crowds amid anti-ICE protests". Philstar. Diakses tanggal 2026-02-03.
  261. ^ Popov, Danielle; Liu, Oscar (2025-06-09). "Hongkongers warned to be vigilant in US as protests rock Los Angeles". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  262. ^ Canada, Global Affairs (2012-11-16). "Travel advice and advisories for United States (USA)". TravelGC. Diakses tanggal 2026-02-03.
  263. ^ Amir, Daftari (2025-06-09). "Iran trolls US over LA riots". Newsweek (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  264. ^ Sorongan, Tommy Patrio. "Iran 'Curi' Kesempatan dalam Kerusuhan Los Angeles, Lakukan Ini". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-02-03.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Gamal Abdul Nasir

ISBNย 978-9971-69-393-0 Tsourapas, Gerasimos (2016), "Nasser's Educators and Agitators across al-Watan al-'Arabi: Tracing the Foreign Policy Importance of Egyptian

Feargus O'Connor

History of the Chartist Movement (1894). Holyoake, G.J. Sixty Years of an Agitators Life (1900). Kemnitz, Thomas Milton. "Approaches to the Chartist Movement:

Nick Fuentes

a Boston University freshman from Illinois Nick, Anderson. "Far-right agitators roil the conservative movement on college campuses in battle to define

Republikflucht

Demokratik Jerman dan Bergabung dengan Penghasut Perang")". Notizbuch des Agitators ("Notebook Agitator"). Partai Persatuan Sosialis Jerman, Departemen Agitasi

Kerusuhan Britania Raya 2024

regret it'". BBC News. 4 August 2024. Diakses tanggal 4 August 2024. "Agitators accused of Islamophobia for linking Southport attack to Muslims". Al Jazeera