Sejong yang Agung
์„ธ์ข…๋Œ€์™•
ไธ–ๅฎ—ๅคง็Ž‹
Potret anumerta, 1973
Raja Joseon ke-4
Memerintah9 September 1418 โ€“ 30 Maret 1450
PenobatanAula Geunjeongjeon, Istana Gyeongbok, Hanseong
PendahuluTaejong
PenerusMunjong
WaliPutra Mahkota Yi Hyang (1439โ€“1450)
Putra Mahkota Joseon
Masa jabatan8 Juli 1418 โ€“ 9 September 1418
PendahuluPutra Mahkota Yi Je
PenerusPutra Mahkota Yi Hyang
KelahiranYi To
(1397-05-15)15 Mei 1397
Junsu-bang, Hanseong, Joseon
Kematian30 Maret 1450(1450-03-30) (umurย 52)
Wastu Pangeran Agung Yeongeung,[a] Hanseong, Joseon
Pemakaman
Spouse(s)
โ€‹
โ€‹
(m.ย 1408; meninggalย 1446)โ€‹
Keturunan
dll...
Nama lengkap
Yi To (์ด๋„; ๆŽ็ฅน)
Nama dan tanggal periode
Mengadopsi nama era dari Dinasti Ming:
  • Yeongnak (Yongle) (์˜๋ฝ; ๆฐธๆจ‚): 1418โ€“1424
  • Honghui (Hongxi) (ํ™ํฌ; ๆดช็†™): 1425
  • Seondeok (Xuande) (์„ ๋•; ๅฎฃๅพท): 1426โ€“1435
  • Jeongtong (Zhengtong) (์ •ํ†ต; ๆญฃ็ตฑ): 1436โ€“1449
  • Gyeongtae (Jingtai) (๊ฒฝํƒœ; ๆ™ฏๆณฐ):ย 1450
Nama anumerta
  • Joseon: Raja Agung Jangheon dengan Kebijaksanaan Berbudaya, Kebijaksanaan Bela Diri, Kebajikan Luar Biasa, dan Kesalehan Putra yang Cemerlang (์žฅํ—Œ์˜๋ฌธ์˜ˆ๋ฌด์ธ์„ฑ๋ช…ํšจ๋Œ€์™•; ่ŽŠๆ†ฒ่‹ฑๆ–‡็ฟๆญฆไป่–ๆ˜Žๅญๅคง็Ž‹)[1]
  • Dinasti Ming: Jangheon (์žฅํ—Œ; ่ŽŠๆ†ฒ)
Nama kuil
Sejong (์„ธ์ข…; ไธ–ๅฎ—)
KlanJeonju Yi
DinastiYi
AyahTaejong dari Joseon
IbuRatu Wongyeong
AgamaKonfusianisme Korea (Neo-Konfusianisme) โ†’ Buddhisme Korea
Korean name
Hangul
์„ธ์ข…
Hanja
ไธ–ๅฎ—
Alih AksaraSejong
McCuneโ€“ReischauerSejong
Nama lahir
Hangul
์ด๋„
Hanja
ๆŽ็ฅน
Alih AksaraI Do
McCuneโ€“ReischauerYi To
Nama masa kecil
Hangul
๋ง‰๋™
Hanja
่ŽซๅŒ
Alih AksaraMakdong
McCuneโ€“ReischauerMaktong
Nama kehormatan
Hangul
์›์ •
Hanja
ๅ…ƒๆญฃ
Alih AksaraWonjeong
McCuneโ€“ReischauerWลnjลng

Sejong (Hangul:ย ์„ธ์ข…; Hanja:ย ไธ–ๅฎ—; 15 Mei 1397ย โ€“ย 30 Maret 1450), bernama asli Yi To (์ด๋„; ๆŽ็ฅน), lebih dikenal dengan nama Sejong yang Agung (์„ธ์ข…๋Œ€์™•; ไธ–ๅฎ—ๅคง็Ž‹), adalah penguasa keempat dari Joseon di Korea. Ia diakui sebagai salah satu penguasa terhebat dalam sejarah Korea, dikenang sebagai penemu Hangeul, yang digunakan sebagai aksara asli bahasa Korea.

Awalnya disebut sebagai Pangeran Agung Chungnyeong (์ถฉ๋…•๋Œ€๊ตฐ; ๅฟ ๅฏงๅคงๅ›), dia adalah putra ketiga dari Raja Taejong dan Ratu Wongyeong. Pada tahun 1418, Sejong menggantikan kakak tertuanya, Yi Je, sebagai putra mahkota; beberapa bulan kemudian, Taejong secara sukarela turun takhta demi kebaikan Sejong. Pada tahun-tahun awal pemerintahan Sejong, Raja Emeritus Taejong mempertahankan kekuasaan yang sangat besar, terutama kekuatan militer, dan terus memerintah hingga kematiannya pada tahun 1422.[1]

Sejong memperkuat kebijakan Konfusianisme Korea dan Neo-Konfusianisme, dan memberlakukan amendemen hukum utama (๊ณต๋ฒ•; ่ฒขๆณ•). Dia secara pribadi menciptakan dan menyebarluaskan alfabet Korea,[2][3] mendorong kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dan memperkenalkan langkah-langkah untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Ia melancarkan kampanye militer ke wilayah utara dan menerapkan kebijakan relokasi (์‚ฌ๋ฏผ์ •์ฑ…; ๅพ™ๆฐ‘ๆ”ฟ็ญ–), membangun pemukiman di wilayah yang baru ditaklukkan. Di sebelah selatan, ia memerintahkan invasi ลŒei ke Tsushima untuk mengusir dan menaklukkan bajak laut Jepang, tetapi kampanye tersebut tidak berhasil.[4][5]

Sejak tahun 1439, ia semakin sakit[6] dan putra sulungnya, Putra Mahkota Yi Hyang, bertindak sebagai bupati. Sejong meninggal pada Maret 1450.

Kehidupan awal

sunting

Sejong adalah putra ke-3 dari Raja Taejong. Saat berusia 12 tahun, ia bergelar Pangeran Besar Chungnyeong (ๅฟ ๅฏงๅคงๅ›) dan menikahi seorang putri pejabat Shim On (ๆฒˆๆบซ) dari Cheongsong (้‘ๆพ), yang bernama Permaisuri Shim (ๆฒˆๆฐ), yang kemudian dikenal dengan Ratu Soheon (ๆ˜ญๆ†ฒ็Ž‹ๅŽ).

Sebagai pangeran muda, Sejong dikenal sangat cerdas dalam berbagai bidang pelajaran sehingga lebih disayangi ayahnya daripada kedua kakak laki-lakinya.

Peristiwa pengangkatan Sejong menjadi raja sangat berbeda dengan raja-raja Joseon lainnya. Pangeran tertua yang merupakan kakak Sejong, Yangnyeong (์–‘๋…•๋Œ€๊ตฐ), menganggap dirinya tidak berbakat menjadi seorang raja, begitu pula dengan Pangeran Hyoryeong (ํšจ๋ น๋Œ€๊ตฐ), ia menganggap tugasnyalah untuk menjadikan adiknya seorang raja. Jadi mereka berdua bersikap buruk di istana agar Raja tidak memilih mereka menjadi calon raja. Pangeran Yangnyeong keluar dari istana menjadi seorang pengelana dan tinggal di gunung. Sementara pangeran kedua memutuskan untuk menjadi seorang biksu di kuil di luar istana.

Pada bulan Agustus 1418, Raja Taejong turun takhta dan Sejong menggantikannya sebagai raja yang baru. Namun begitu, Taejong masih memiliki kekuasaan dalam istana, terutama dalam bidang militer sampai ia meninggal tahun 1422.

Memperkuat pertahanan negara

sunting

Raja Sejong adalah seorang ahli militer yang cemerlang. Pada bulan Mei 1419, dibawah bantuan Taejong, Sejong melakukan Ekspedisi Timur Gihae ke Tsushima untuk membasmi para perompak Jepang yang telah meresahkan rakyat yang tinggal di pesisir Joseon. Di dalam serangan itu, 700 perompak berhasil dibunuh, sementara 110 ditangkap dan 180 tentara Joseon tewas. Sebanyak 140 orang Tionghoa yang diculik berhasil dilepaskan. Pada bulan September 1419 Daimyo Tsushima, Sadamori, menyatakan takluk kepada Joseon.

Perjanjian Gyehae disahkan tahun 1443, di mana Daimyo Tsushima mengakui kedaulatan Raja Joseon; serta, pihak Joseon memberikan kemudahan dalam urusan perdagangan antara Korea dan Jepang kepada Wangsa Sล.[7]

Di perbatasan utara, Sejong mendirikan 4 buah benteng dan 6 buah pos (ๅ››้ƒกๅ…ญ้Žญ) untuk melindungi Joseon dari serangan suku barbar di Tiongkok dan Manchuria.[8] Sejong mengembangkan berbagai hasil karya dan teknologi militer seperti pengembangan meriam, senjata, panah dan roket yang menggunakan bahan bubuk mesiu.

Pada tahun 1433, Sejong mengirimkan Jenderal Kim Jong-seo (้‡‘ๅฎ—็‘ž), untuk menyerang Jurchen. Serangan ini berhasil merebut beberapa benteng dan memperluas wilayah teritori, sekitar perbatasan Korea dan Tiongkok pada saat ini.[8]

Ilmu pengetahuan dan teknologi

sunting

Sejong sangat terkenal akan kepandaiannya mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa pemerintahannya, tetapi menurut sejarawan Yung Sik Kim, terdapat sedikit sekali karya Raja Sejong yang baru dikenal dan harus dikaji lebih banyak lagi.[9]

Raja Sejong membantu para petani membuat buku mengenai pertanian yang disebut Nongsa Jikseol yang berisi pengajaran berbagai cara atau teknik bertani untuk berbagai wilayah di negerinya.[10] Teknik-teknik ini diperlukan guna meningkatkan hasil pertanian rakyat.[10]

Dalam masa pemerintahannya, Jang Yeong-sil (่”ฃ่‹ฑๅฏฆ) menjadi terkenal sebagai seorang ilmuwan besar. Jang dikenal sebagai anak muda yang jenius walaupun memiliki status sosial rendah. Taejong, ayah Sejong, mengetahui Jang sangat berbakat dan memanggilnya ke istana. Raja Sejong berencana memberikan Jang sebuah posisi di pemerintahan dan mendanai penelitiannya tetapi ditolak kalangan pejabat istana yang meragukan seseorang dari kelas rendah. Atas dukungan Raja Sejong Jang Yeong-sil berhasil menciptakan bagan-bagan jam air, peralatan militer dan jam matahari.[11] Namun prestasi terbesarnya adalah pada tahun 1442, saat ia berhasil menciptakan alat pengukur hujan pertama di dunia; tetapi model ciptaanya tidak bertahan. Alat pengukur hujan tertua dari Asia Timur dibuat dari masa pemerintahan Raja Yeongjo tahun 1770. Berdasarkan Seungjeongwon ilgi;(ๆ‰ฟๆ”ฟ้™ขๆ—ฅ่จ˜, Buku Harian Sekretariat Kerajaan), Raja Yeongjo ingin menciptakan kembali berbagai penemuan yang dibuat pada masa Raja Sejong saat ia meneliti kronik-kronik Raja Sejong. Ia menemukan catatan mengenai penemuan alat pengukur hujan, maka Raja Yeongjo memerintahkan untuk membuat reproduksinya. Karena tahun penemuan kembali alat ini pada masa kenaikan takhta Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing di Tiongkok (bertakhta 1735โ€“1796),[12] banyak yang mengetahui bahwa alat pengukur hujan pertama berasal dari Tiongkok.

Sejong merombak sistem kalender Korea yang saat itu berdasarkan pada garis lintang ibu kota di Tiongkok.[10] Untuk pertama kalinya, ia membuat kalender yang berdasarkan posisi utama garis lintang ibu kota Joseon, Seoul, dengan bantuan para astronomisnya.[10] Sistem baru ini membuat para astronomis dapat melakukan prediksi yang sangat tepat akan munculnya peristiwa gerhana matahari dan bulan.[10][13]

Sejong juga berjasa dalam bidang Obat tradisional Korea, dengan 2 karya penting yang ditulis pada masanya, yakni Hyangyak chipsลngbang dan ลฌibang yuch'wi, yang membedakan cara pengobatan Tiongkok dengan Korea."[10]

Sastra

sunting

Sejong sangat menghargai sastra, dan memerintahkan para pejabat tinggi dan ilmuwan untuk belajar di istana. Ia menciptakan karya besar hangul dan mengumumkannya dalam Hunminjeongeum (ํ›ˆ๋ฏผ์ •์Œ), yang berarti "Kata-kata yang benar untuk diajarkan kepada rakyat."

Sejong juga sangat berjasa terhadap pengembangan pertanian rakyat Joseon, jadi ia mengizinkan para petani untuk membayar pajak lebih sedikit atau lebih banyak pada saat terjadinya kemunduran atau kemajuan ekonomi negara. Karena hal ini, para petani dapat menghasilkan lebih banyak tanpa mengkhawatirkan pajak. Suatu saat pernah terjadi kelebihan makanan di istana dan Raja Sejong membagi-bagikan makanan itu kepada para petani dan rakyat miskin yang membutuhkan makanan. Pada tahun 1429 Nongsa Jikseol (่พฒไบ‹็›ด่ชช) disusun untuk memberikan pengertian kepada rakyat tentang cara-cara bertani.

Raja Sejong banyak menciptakan karya sastra dan musik istana yang terkenal, seperti:

  • Yongbi Eocheon Ga ("Lagu Naga Terbang", 1445)
  • Seokbo Sangjeol ("Episode dari Kehidupan Sang Buddha", Juli 1447)
  • Worin Cheon-gang Jigok ("Nyanyian Bulan di Seribu Sungai", Juli 1447)
  • Dongguk Jeong-un ("Kamus untuk Pengucapan Sino-Korea yang Benar", September 1447)

Pada tahun 1420 Sejong mendirikan lembaga Jiphyeonjeon yang berarti "Aula Orang Berjasa" (้›†่ณขๆฎฟ); di Istana Gyeongbok untuk menunjuk para ilmuwan yang berbakat. Lembaga ini berpartisipasi di dalam berbagai acara keilmuan dan pendidikan, termasuk penyusunan Hunmin Jeongeum, yang berisikan formula abjad hangeul.[14]

Hangeul

sunting
Hunmin Jeongeum Eonhae

Jasa Raja Sejong yang paling besar adalah penciptaan abjad Hangeul, sistem abjad fonetik yang cocok untuk bahasa Korea.[15]

Sebelum penggunaan hangeul meluas, hanya anggota masyarakat dari kalangan bangsawan yang bisa membaca tulisan (Hanja dasarnya dipergunakan untuk menulis kata di dalam bahasa Korea dengan tulisan Tiongkok, sedangkan sistem Hanmun adalah tulisan Tiongkok klasik yang digunakan untuk menulis dokumen). Seseorang harus mempelajari sistem penulisan hanja yang sulit untuk membaca atau menulis.[16]

Raja Sejong memperkenalkan 28 buah abjad baru agar semua golongan rakyat dapat membaca dan menulis dengan mudah. Hangeul dianggap perlambang identitas budaya untuk Joseon. Abjad hangeul dikeluarkan pada tahun 1446 dan dilarang penggunaanya di awal abad ke-20 saat penjajahan Jepang.

Kematian

sunting
Makam Raja Sejong Yang Agung di Yeoju, Gyeonggi.

Sejong meninggal pada usia 54 tahun dan dimakamkan di Makam Yeong (์˜๋ฆ‰; ่‹ฑ้™ต) pada tahun 1450. Ia digantikan oleh putra pertamanya, Munjong.

Jalan Sejongno dan Sejong Center for the Performing Artsโ€“ di Seoul diabadikan dari namanya dan figurnya terpampang pula di mata uang kertas 10.000 Won.[17]

Pada awal tahun 2007, pemerintahan Republik Korea memutuskan untuk mendirikan suatu distrik administratif di provinsi Chungcheong Selatan, dekat kota Daejeon yang dinamakan Kota Otonomi Khusus Sejong, dan akan menggantikan Seoul sebagai ibu kota masa depan Republik Korea.

Kehidupan Raja Sejong diangkat ke dalam layar drama sejarah yang diproduksi oleh KBS berjudul Dae Wang Sejong pada tahun 2008.[18] dan juga di dalam drama produksi Seoul Broadcasting System yang berjudul Deep Rooted Tree.

Keluarga

sunting
  • Ayahanda: Raja Taejong (ํƒœ์ข…)
  • Ibunda: Ratu Wongyeong dari Wangsa Min Yeoheung (์›๊ฒฝ์™•ํ›„ ๋ฏผ์”จ)
  • Istri:
  1. Ratu Soheon dari Wangsa Shim Cheongsong (์†Œํ—Œ์™•ํ›„ ์‹ฌ์”จ)
  2. Selir Yeong dari Wangsa Kang (์˜๋นˆ ๊ฐ•์”จ)
  3. Selir Shin dari Wangsa Kim (์‹ ๋นˆ ๊น€์”จ)
  4. Selir Hye dari Wangsa Yang (ํ˜œ๋นˆ ์–‘์”จ)
  5. Park Gwi-in (๊ท€์ธ ๋ฐ•์”จ)
  6. Choi Gwi-in (๊ท€์ธ ์ตœ์”จ)
  7. Hong So-yong (์†Œ์šฉ ํ™์”จ)
  8. Lee Suk-won (์ˆ™์› ์ด์”จ)
  9. Song Sang-chim (์ƒ์นจ ์†ก์”จ)
  10. Cha Sa-gi (์‚ฌ๊ธฐ ์ฐจ์”จ)
  • Keturunan:
  1. Putra Mahkota Kerajaan, putra pertama dari Ratu Soheon.
  2. Pangeran Besar Suyang (์ˆ˜์–‘๋Œ€๊ตฐ), putra kedua dari Ratu Soheon.
  3. Pangeran Anpyeong (์•ˆํ‰๋Œ€๊ตฐ), putra ketiga dari Ratu Soheon.
  4. Pangeran Imyeong (์ž„์˜๋Œ€๊ตฐ), putra keempat dari Ratu Soheon.
  5. Pangeran Gwangpyeong (๊ด‘ํ‰๋Œ€๊ตฐ), putra kelima dari Ratu Soheon.
  6. Pangeran Geumseong (๊ธˆ์„ฑ๋Œ€๊ตฐ), putra keenam dari Ratu Soheon.
  7. Pangeran Pyeongwon (ํ‰์›๋Œ€๊ตฐ), putra ketujuh dari Ratu Soheon.
  8. Pangeran Yeongeung (์˜์‘๋Œ€๊ตฐ), putra kedelapan dari Ratu Soheon.
  9. Pangeran Hwaui (ํ™”์˜๊ตฐ), putra satu-satunya dari Selir Yeong.
  10. Pangeran Gyeyang (๊ณ„์–‘๊ตฐ), putra pertama dari Selir Shin.
  11. Pangeran Uichang (์˜์ฐฝ๊ตฐ), putra kedua dari Selir Shin.
  12. Pangeran Milseong (๋ฐ€์„ฑ๊ตฐ), putra ketiga dari Selir Shin.
  13. Pangeran Ikhyang (์ตํ˜„๊ตฐ), putra keempat dari Selir Shin.
  14. Pangeran Yeonghae (์˜ํ•ด๊ตฐ), putra kelima dari Selir Shin.
  15. Pangeran Damyang (๋‹ด์–‘๊ตฐ), putra keenam dari Selir Shin.
  16. Pangeran Hannam (ํ•œ๋‚จ๊ตฐ), putra pertama dari Selir Hye.
  17. Pangeran Suchun (์ˆ˜์ถ˜๊ตฐ), putra kedua dari Selir Hye.
  18. Pangeran Yeongpung (์˜ํ’๊ตฐ), putra ketiga dari Selir Hye.
  19. Putri Jeongso (์ •์†Œ๊ณต์ฃผ), putri pertama dari Ratu Soheon.
  20. Putri Jeongui (์ •์˜๊ณต์ฃผ), putri kedua dari Ratu Soheon.
  21. Dua orang putri dari Selir Shin.
  22. Putri Jeongan (์ •์•ˆ์˜น์ฃผ), putri satu-satunya dari Selir Lee Suk-won.
  23. Putri Jeonghyeon (์ •ํ˜„์˜น์ฃผ), putri satu-satunya dari Selir Sang-chim.
  24. Putri dari Selir Cha Sa-gi.

Gelar penuh

sunting
  • ์„ธ์ข…์žฅํ—Œ์˜๋ฌธ์˜ˆ๋ฌด์ธ์„ฑ๋ช…ํšจ๋Œ€์™•
  • ไธ–ๅฎ—่ŽŠๆ†ฒ่‹ฑๆ–‡็ฟๆญฆไป่–ๆ˜Žๅญๅคง็Ž‹
  • Sejong Jangheon Mun-ye Muin Seongmyeonghyo yang Agung

Lihat pula

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ Pada saat itu, kediaman tersebut juga disebut Istana Terpisah Timur (๋™๋ณ„๊ถ; ๆฑๅˆฅๅฎฎ; Dongbyeolgung); sekarang, dikenal sebagai Istana Terpisah Andong (์•ˆ๋™๋ณ„๊ถ; ๅฎ‰ๆดžๅˆฅๅฎฎ; Andongbyeolgung).

Referensi

sunting
  1. ^ a b ์„ธ์ข…์‹ค๋ก 1๊ถŒ, ์ด์„œ.
  2. ^ Kim-Renaud (2021), hlm.ย 15.
  3. ^ "์•Œ๊ณ  ์‹ถ์€ ํ•œ๊ธ€" [The Korean language I want to know]. National Institute of Korean Language (dalam bahasa korean). Diakses tanggal 4 Desember 2017. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ^ ์„ธ์ข…์‹ค๋ก 4๊ถŒ, ์„ธ์ข… 1๋…„ 7์›” 9์ผ ์ž„์ž 5๋ฒˆ์งธ๊ธฐ์‚ฌ.
  5. ^ ์„ธ์ข…์‹ค๋ก 4๊ถŒ, ์„ธ์ข… 1๋…„ 7์›” 22์ผ ๊ณ„ํ•ด 6๋ฒˆ์งธ๊ธฐ์‚ฌ.
  6. ^ ์„ธ์ข…์‹ค๋ก 85๊ถŒ, ์„ธ์ข… 21๋…„ 6์›” 21์ผ ์ •์œ  3๋ฒˆ์งธ๊ธฐ์‚ฌ.
  7. ^ (Korea)๊ณ„ํ•ด์กฐ์•ฝ Diarsipkan 2009-01-14 di Wayback Machine.
  8. ^ a b <<์ฑ…ํ•œ๊ถŒ์œผ๋กœ ์ฝ๋Š” ์„ธ์ข…๋Œ€์™•์‹ค๋ก>>(Learning Sejong Silok in one book) ISBN 10 - 890107754X
  9. ^ Kim (1998), 58.
  10. ^ a b c d e f Kim (1998), 57.
  11. ^ (Korea)์žฅ์˜์‹ค ่”ฃ่‹ฑๅฏฆ
  12. ^ Kim (1998), 51.
  13. ^ (Korea)Science and Technology during Sejong the Great of Joseon Diarsipkan 2011-07-22 di Wayback Machine.
  14. ^ (Korea)Introduction to Sejong the Great
  15. ^ Kim Jeong Su(1990), <<ํ•œ๊ธ€์˜ ์—ญ์‚ฌ์™€ ๋ฏธ๋ž˜>>(History and Future of Hangul) ISBN 10 - 8930107230
  16. ^ Hunmin Jeongeum Haerye, postface of Jeong Inji, p. 27a, translation from Gari K. Ledyard, The Korean Language Reform of 1446, p. 258
  17. ^ (Korea)Tourguide - Tomb of Sejong the Great Diarsipkan 2019-05-11 di Wayback Machine.
  18. ^ "Official website of the drama King Sejong the Great". Diarsipkan dari asli tanggal 22 Maret 2010. Diakses tanggal 10 Juni 2009.
Sejong yang Agung
Lahir: 6 Mei 1397 Meninggal: 18 Mei 1450
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Taejong
Raja Joseon
1418โ€“1450
bersama dengan Taejong (1418โ€“1422)
Munjong (1442โ€“1450)
Diteruskanย oleh:
Munjong

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Aleksander Agung

20/21 Juli 356 SM โ€“ 10/11 Juni 323 SM), lebih dikenal sebagai Aleksander Agung, adalah seorang raja dari Kerajaan Yunani kuno dari Makedonia. Pada usia

Sultan Agung dari Mataram

Sultan Agung dari Mataram (bahasa Jawa: ๊ฆฑ๊ฆธ๊ฆญ๊ง€๊ฆ ๊ฆค๊ง€๊ฆฒ๊ฆ’๊ฆธ๊ฆ๊ฆฒ๊ฆข๊ฆถ๊ฆฅ๊ฆฟ๊ฆง๊ฆธ๊ฆฒ๊ฆš๊ฆ๊ฆฟ๊ฆ๊ฆธ๊ฆฑ๊ฆธ๊ฆฉcode: jv is deprecated , translit.ย Sultan Agung Adi Prabu Anyakrakusuma; lahir di Kotagede

Kesultanan Mataram

Wangsa Mataram. Sepanjang abad ke-17, tepatnya di bawah pemerintahan Sultan Agung, Mataram adalah salah satu negara terkuat di Jawa yang menyatukan Jawa Tengah

Koresh Agung

fa is deprecated Kลซroลก atau Kores (TB2)), dikenal dengan Koresh Agung atau Kores Agung, adalah Raja Diraja (Kaisar) Iran yang berkuasa sampai tahun 530

Iran

dengan Kekaisaran Akhemeniyah (648โ€“330 SM) yang didirikan oleh Koresy Agung. Koresy Agung juga terkenal sebagai pemerintah pertama yang mewujudkan undang-undang

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia (disingkat MA RI atau MA) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang

Daftar Jaksa Agung Indonesia

Jaksa Agung dibantu oleh seorang Wakil Jaksa Agung dan tujuh Jaksa Agung Muda yaitu Jaksa Agung Muda Pembinaan, Jaksa Agung Muda Intelijen, Jaksa Agung Muda

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia

mengucapkan sumpah atau janji menurut agamanya yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung. Sebagai lembaga yang mendukung fungsi pemeriksaan keuangan negara, Sekretariat