Airawata.

Airawata (Dewanagari: ऐरावत; ,IASTAirāvata, ऐरावत) adalah nama seekor gajah putih, wahana Dewa Indra dalam agama Hindu.[1] Airawata merupakan putra dari Irawati, salah satu putri Daksa. Dalam mitologi Hindu sering digambarkan bahwa Airawata ditunggangi oleh Indra yang membawa senjata Bajra, sambil membasmi makhluk jahat.

Menurut mitologi Hindu, Airawata merupakan salah satu gajah penjaga alam semesta. Ia dianggap sebagai pemimpin para gajah. Ia juga dikenal dengan sebutan 'Abra-Matangga', artinya "gajah di awan"; 'Nagamala', artinya "gajah perang"; dan 'Arkasodara', artinya "saudara Sang Surya".[2] 'Abramu' adalah nama istri Airawata. Dalam wiracarita Mahabharata, ia termaktub sebagai salah satu naga.[3]

Di Thailand, Airawata disebut Erawan (bahasa Thai: เอราวัณ). Erawan digambarkan sebagai gajah yang besar, memiliki tiga kepala, atau kadang kala jumlahnya 33. Kepala-kepala tersebut kadang kala digambarkan memiliki lebih dari dua gading. Beberapa patung menggambarkan Dewa Indra mengendarai Erawan.

Gajah yang utama

sunting

Dalam kitab Bhagawadgita, bab 10 sloka 27, terdapat kutipan tentang gajah Airawata sebagai gajah yang utama bagi umat Hindu:

Sloka Terjemahan
Uccaihśravasam asvānāṁ viddhi mām amṛtodbhavam, airavātaṁ gajendrāṇāṁ narāṇāṁ ca narādhipam. Di antara kuda-kuda, Aku adalah Uccaihsrawa yang diciptakan waktu pencarian tirta amerta. Di antara para gajah, Aku adalah Airawata, dan di antara para manusia aku adalah maharaja.

Referensi

sunting
  1. ^ Dalal, Roshen (2010). Hinduism: An Alphabetical Guide (dalam bahasa Inggris). Penguin Books India. hlm. 13–14. ISBN 978-0-14-341421-6.
  2. ^ Dowson, John (1870). A Classical Dictionary of Hindu Mythology and Religion, Geography, History, and Literature. London: Trübner & Company. hlm. 180.
  3. ^ Ganguli, Kishori Mohan. "SECTION XXXV". Mahabharata. Pratap Chandra Babu.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Indra

bernama Airawata. Istrinya adalah Dewi Saci, ratu para dewa, para dewi dan bidadari. Dewa Indra muncul dalam kitab Mahabarata. Dia dengan Airawata menjemput

Prasasti Kebon Kopi I

mungkin merupakan tunggangan raja Purnawarman, yang disamakan dengan gajah Airawata, wahana Dewa Indra. Prasasti Kebon Kopi I terletak di Kampung Muara, termasuk

Tarumanagara

artinya “Di sini tampak sepasang tapak kaki ... yang seperti (tapak kaki) Airawata, gajah penguasa Taruma (yang) agung dalam ... dan (?) kejayaan”. Lokasi

Surga

balairung megah tiada tara. Amarawati adalah ibu kota Swarga, gapuranya dijaga Airawata, raja segala gajah. Swarga disebut-sebut sebagai tempat tinggal Kamadenu

Gajah Mada

sebagai wahana raja, pelaksana perintah-perintah raja, sebagaimana gajah Airawata menjadi wahana dewa Indra. Ia adalah orang yang seakan-akan mabuk dan beringas

Swarga

balairung megah tiada tara. Amarawati adalah ibu kota Swarga, gapuranya dijaga Airawata, raja segala gajah. Swarga disebut-sebut sebagai tempat tinggal Kamadenu

Kakawin Smaradahana

dewa mengunjunginya. Dewa Indra turut hadir sambil mengendarai gajahnya, Airawata. Sang gajah tampak sangat hebat sehingga Uma terperanjat dan ketakutan

Dewaraja

Gajah", mengukirkan telapak kaki gajah tunggangan raja sebagai telapak kaki Airawata (gajah tunggangan dewa Indra), maka raja juga dikaitkan dengan dewa Indra