Diagram kariopsis gandum, memperlihatkan bagian endosperma.

Endosperma, dalam botani, adalah bagian dari biji tumbuhan berbunga (Anthophyta) yang merupakan hasil dari pembuahan berganda selain embrio. Endosperma dapat dikatakan sebagai "saudara kembar" embrio karena selalu terbentuk bersama, tetapi berbeda dengan embrio yang diploid, endosperma memiliki tiga set genom atau triploid.

Endosperma berperan dalam mendukung perkembangan embrio selama fase heterotrof serta menyediakan energi yang dibutuhkan selama proses perkecambahan dan pertumbuhan embrio.[1]

Endosperma dapat dilihat dengan jelas pada biji-bijian tertentu, seperti padi, jagung, apokat, serta jarak karena dalam perkembangan biji ia berfungsi vital dalam mendukung perkecambahan. Fungsinya yang paling utama adalah sebagai penyedia cadangan energi bagi embrio (lembaga) dalam proses perkecambahan. Karena itu, protein penyusunnya adalah albumin, protein yang larut dalam air. Karena fungsinya ini, pada endosperma sering kali terkandung karbohidrat dan lemak. Walaupun demikian, endosperma tidak selalu ditemukan pada biji-biji yang telah dewasa / berkembang penuh. Pada suku kacang-kacangan (Fabaceae) serta sawi-sawian (Brassicaceae), misalnya, endosperma tidak ditemukan karena menyusut (rudimenter) dalam perkembangan biji dan fungsi penyedia cadangan energi digantikan oleh bagian embrio sendiri, yaitu daun lembaga atau kotiledon.

Lapisan terluar endosperma beberapa biji serealia memiliki jaringan pelindung tipis yang dapat mengandung pigmen dan disebut lapisan aleuron.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Sukamto, L. Agus (2010). "Kultur In Vitro Endosperma, Protokol yang Efisien untuk Mendapatkan Tanaman Triploid secara Langsung" (PDF). Jurnal AgroBiogen. 6 (2): 107โ€“112.
  2. ^ Parker, Sybil, P. (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Beras

Beras sendiri secara biologi adalah bagian biji padi yang terdiri dari aleuron, lapis terluar yang sering kali ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit

Gandum

yaitu epidermis (3,9%), epikarp (0,9%), endokarp (0,9%), testa (0,6%), dan aleuron (9%). Bran memiliki granulasi lebih besar dibanding pollard, serta memiliki

Bekatul

Asal-usul bekatul secara anatomi adalah lapisan aleuron dan sebagian perikarp yang terikut. Aleuron adalah lapisan sel terluar yang kaya gizi dari endospermium

Sekam

Bekatul termasuk bagian dari endospermium dan terbentuk dari lapisan aleuron dan perikarp yang melekat. Sekam tidak dapat dimakan. Ia digunakan terutama

Jagung

bulir jagung ditentukan oleh warna endosperma dan lapisan terluarnya (aleuron), mulai dari putih, kuning, jingga, merah cerah, merah darah, ungu, hingga

Buah

lemma, palea, dan skutelum (scutellum). Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron (hanya setebal satu lapis sel), endospermia (tempat penyimpanan cadangan

Sphingidae

tantalus Aellopos titan Aleuron carinata Aleuron chloroptera Aleuron cymographum Aleuron iphis Aleuron neglectum Aleuron prominens Aleuron ypanemae Ampelophaga

Pupuk

jaringan pelindung tipis yang dapat mengandung pigmen dan disebut lapisan aleuron. Kotiledon adalah bakal daun yang terbentuk, dan melekat pada embrio dengan